Koran Jakarta | December 15 2017
No Comments
suara daerah

Atasi Kampung Kumuh di Semarang dengan Inovasi

Atasi Kampung Kumuh di Semarang dengan Inovasi

Foto : koran jakarta / Henri Pelupessy
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus melakukan inovasi pengembangan kotanya dalam mengatasi kawasan kumuh. Dengan aneka inovasi, kawasan kumuh menjadi daya tarik wisata. Semua itu dilakukan dengan empat gebrakan, yakni arsitek masuk kampung, kampung tematik, revitalisasi pasar, dan kampung pelangi.

Untuk mengetahui inovasi program penanganan kawasan kumuh apa saja yang dilakukan Pemkot Semarang, wartawan Koran Jakarta, Henri Pelupessy berkesempatan mewawancarai Wali Kota Semarang, Hendar Prihadi, di Semarang, beberapa waktu lalu. Berikut petikan selengkapnya.

Sejumlah inovasi untuk menangani kawasan kumuh, bagaimana hasilnya?

Di tahun 2012, menurut data dari Departemen Pekerjaan Umum, Kota Semarang masuk dalam 10 kota dengan kawasan kumuh terbesar di Indonesia. Daerah kumuh di Kota Semarang tercatat 40 hektare, lebih banyak dari Medan dengan luasan 31 hektare, namun lebih kecil dari Surabaya yang luasnya mencapai 59 hektare. Hingga 2017, ada empat program penanganan kumuh perkotaan.

Bisa dijelaskan empat program tersebut?

Program arsitek masuk kampung. Pada Desember 2016, resmi ditandatangani MoU kerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jateng. Dari MoU tersebut akan ditempatkan minimal dua arsitek di setiap kecamatan. Arsitek-arsitek tersebut bekerja sebagai mitra pendukung Pemkot Semarang dalam mendesain ulang pemukiman yang lebih baik, kemudian program kampung tematik.

Berapa wilayah yang menerapkan kampung tematik?

Inovasi ini sudah dilaksanakan di 32 titik, mulai Kampung Tematik Seni, Kampung Tematik Jawi, Kampung Tematik Batik, hingga Kampung Tematik Bandeng. Semua itu diinisiasi untuk menggantikan citra kampung-kampung yang dulu kumuh. Saat ini, kampung-kampung yang dulu kumuh telah menjadi daya tarik kunjungan wisata ke Kota Semarang. Tahun ini, ditargetkan menambah 100 titik kampung tematik.

Program lainnya apa?

Revitalisasi pasar. Ini menjadi salah satu poin penting penanganan kawasan kumuh. Ada tiga pasar tradisional di Kota Semarang yang kini ramai didatangi masyarakat. Pasar tersebut adalah Pasar Bulu, Pasar Kembang Kalisari, dan Pasa Peterongan.

Inovasi terbaru apa?

Inovasi terbaru adalah program Kampung Pelangi. Kampung di Dukuh Wonosari yang berada di belakang Pasar Kembang Kalisari dicat warna-warni tiap rumahnya untuk meninggalkan kesan kumuh. Ini terinspirasi dari sebuah permukiman di Kota Rio De Janeiro, Brasil. Kampung Pelangi di Dukuh Wonosari, kini menjadi salah satu destinasi wisata.

Bagaimana caranya agar semua program itu sukses?

Pembangunan berjalan di atas empat roda, yaitu pemerintah, pengusaha, pewarta, dan masyarakat. Saya bersyukur dan bangga karena semakin ke sini, masyarakat semakin menunjukkan rasa bangga dan cintanya dengan Kota Semarang. Selama ini, gebrakan pembangunan yang telah dilakukannya didukung sepenuhnya oleh warga. N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment