Koran Jakarta | August 20 2019
No Comments
SUARA DAERAH

Atasi Calo Perizinan di Bandung dengan Layanan “Online”

Atasi Calo Perizinan di Bandung dengan Layanan “Online”

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Keluhan mengurus izin terkait tata ruang di Kota Bandung bisa diatasi dengan layanan online yang sudah diluncurkan. Sela­ma ini, keluhan sering muncul karena sulitnya mengetahui peruntukan lahan yang boleh dan tidak boleh dibangun serta teknis bangunan.

Contoh terbaru, belum lama ini ada hotel berbintang di Kota Bandung yang dis­egel karena menyalahi teknis bangunan. Untuk mengatasi masalah ini dan mempermu­dah proses pengurusan izin, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencoba memper­mudah proses perizinan mela­lui aplikasi online, Si Petruk.

Selain meningkatkan kuali­tas pelayanan, pembuatan ap­likasi ini juga menjadi bagian dari upaya Dinas Penataan Ruang Kota Bandung untuk menekan praktik percaloan dalam mengurus rekomendasi izin. Dengan sistem online ini pemohon rekomendasi dan mencari data tidak perlu me­ngeluarkan biaya.

Dulu untuk pengurusan izin butuh waktu 30 hari, bah­kan bisa sampai 40 hari. Dari September 2018, sudah uji coba masih peralihan ada yang manual dan ada yang didorong buat online dan bulan Desem­ber manual sudah habis dan sudah beralih online sekarang bisa 12 hari. Dari sisi pela­yanan tetap yang diutamakan kepuasan warga, kemudian ke­amanan produk yang dikeluar­kan, dan kecepatan dari waktu.

Untuk mengetahui bagaimana proses perizinan melalui aplikasi online, Si Pe­truk ini dibuat, wartawan Ko­ran Jakarta, Teguh Rahardjo, berkesempatan mewawanca­rai Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, di Bandung, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa latar belakang dibuat­nya Si Petruk?

Aplikasi ini dibuat Dinas Penataan Ruang Kota Ban­dung. Aplikasi sistem informa­si pelayanan tata ruang kota atau Si Petruk merupakan lay­anan online untuk mengurus rekomendasi perizinan seka­ligus menyediakan informasi tata ruang di Kota Bandung.

Si Petruk, sebuah layanan online yang menampung be­ragam aplikasi yang sudah ada sebelumnya. Dalam satu layanan ini tersedia bera­gam pelayanan yang se­belumnya dilakukan di Kantor Dinas Penataan Ruang.

Apa saja layanannya?

Layanan yang tersedia dalam Si Petruk, di an­taranya verifikasi hasil ukur (VHU), keterangan rencana kota (KRK), site plan, rekomendasi teknis bangunan gedung (RTBG), database serta perizinan dan pelayanan pemakaman. Selain itu juga sistem informasi peta tata ruang Bandung Smart Map Plus dan sistem informasi tata ruang Kota Bandung.

Semua sudah efektif di­jalankan layanan tersebut?

Yang sekarang dijalankan baru VHU dan KRK. Peta itu ada yang bisa dibuka, tetapi ada beberapa yang masih dibatasi karena terkait kepemi­likan. Misalnya, tanah yang memang privat itu tidak boleh dibuka, lebih ke faktor keamanan. Di situ ada Bandung Smart Map (BSM). Bisa melihat fungsi bangunan, kemudian di­mensi dan ada 3D di sana.

Mengapa ini dibuat, kan sudah ada layanan online serupa?

Selain meningkatkan kuali­tas pelayanan, pembuatan ap­likasi ini juga menjadi bagian dari upaya Dinas Penataan Ru­ang Kota Bandung menekan praktik percaloan dalam mengurus rekomendasi izin. Dengan sistem online, pemo­hon rekomendasi dan mencari data tidak perlu mengeluarkan biaya. Jadi yang tadinya orang banyak bertemu di loket seka­rang dihindari itu.

Sejauh mana layanan ini dapat menekan potensi perselisihan?

Selama persyaratan yang diperlukan me­menuhi syarat, akan cepat selesai. Semua persyaratan adminis­trasi cukup diajukan atau dimasukkan se­cara online, sehingga lebih efektif dan efi­sien dengan waktu proses kurang dari dua pekan. Jauh lebih lengkap dan disertai batas tanah yang tergambar­kan, sehingga potensi terjadin­ya deviasi yang kerap memicu perselisihan pun semakin kecil.

Efesiensi waktunya seperti apa?

Waktu layanan lebih cepat. Saat manual bisa 30 hari, den­gan online hanya 12 hari se­lesai. Inovasi ini memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat baik dari segi efek­tivitas maupun transparansi. Semakin mudah, cepat, dan transparan. Sehingga pemo­hon mempunyai kepastian prosesnya sudah di mana dan berapa lama lagi.

Anda pernah menjadi pengusaha properti, apakah aplikasi ini bisa mempermu­dah?

Pengalaman saya harus menempuh waktu lama ketika mengurus persyaratan admi­nistrasi guna mengajukan Izin Mendirikan Bangunan. Waktu prosesnya lama dan sejauh mana dikerjakan kita kurang tahu.

Saya berharap Si Petruk bisa terus dikembangkan oleh Di­nas Penataan Ruang Kota Ban­dung agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal dan transparan. Tentunya menjadi lebih efesien dari sisi waktu dan biaya.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment