Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
Prospek Bisnis

Asetku Targetkan Kredit Rp500 Miliar

Asetku Targetkan Kredit Rp500 Miliar

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Pintar Inovasi Digital melalui Asetku, perusahaan fintech peer to peer lending (P2PL) menargetkan pendanaan yang akan disalurkan kepada peminjam (borrower) mencapai 500 miliar rupiah di akhir kuartal kedua 2019.

Direktur Asetku, Andrisyah Tauladan, mengatakan untuk mencapai targt tersebut pihaknya akan banyak mengembangkan terbosan dalam hal akuisisi pemberi pinjaman (lander) melalui kerja sama dengan berbagai pihak, kemudian mengeluarkan segmen baru seperti Asetku syariah dan lander institusi.

“Saat ini lander masing individu-individu, tapi kita berusaha untuk hati-hati suapaya perusahaan dapat berpartisipasi makanya target pendanaan tinggi,” ungkapnya di Jakarta, Senin (11/2).

Asetku syariah diharapkan bisa rilis tahun ini namun waktu tepatnya belum bisa disampaikan, sebab untuk mengeluarkan produk syariah prosesnya terbilang cukup panjang, seperti harus melalui Dewan Syariah Nasional, Dewan Pengawas Syariah, kemudian persetujuan akad dengan Institusi Keuangan Non Bank (IKNB) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setelah itu pun harus kembali ke Direktorat Fintech untuk mengurus perizinannya. “Kita optimis tahun ini bisa launching,” kata dia.

Andrisyah menjelaskan pihaknya telah mengedukasi kepada para lander dan masyarakat jauh sebelum mendapatkan izin dari OJK. Bahkan pihaknya sudah berkeliling di beberapa kota seperti Surabaya, Medan, dan Makassar, banyak yang menanyakan segmen syariah. “Pasar syariah ternyata luar biasa besar dan pemain syariah belum banyak. Melihat peluangnya ada dan pasarnya tidak pernah sepi, kenapa juga kita tidak main ke situ,” tegasnya.

 

NPL Nol

 

Hingga kini, jumlah pendanaan yang berhasil disalurkan kepada peminjam sejak Januari 2018 sudah lebih dari 200 miliar rupiah. Pendanaan Asetku mulai tumbuh besar ketika Desember 2018 sebesar 70 miliar rupiah.

Hal ini dikarenakan Asetku baru mendapatkan registrasi di OJK. Adapun proporsi pemberi pinjaman sebanyak 4.000 unit dan peminjam 200.000 unit. Meskipun Asetku pemain baru dalam dunia Fintech, sejauh ini jumlah Non-Performing Loan (NPL) perusahaan masih 0,00 persen.

“Pengembalian dana pokok maupun return kepada pemberi pinjaman masih di angka 100 persen, artinya belum ada gagal bayar kepada pemberi pinjaman,” kata dia 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment