Koran Jakarta | May 27 2019
No Comments
Perang Dagang

AS Siap Serang Tiongkok dengan Kenaikan Tarif Baru USD300 Miliar

AS Siap Serang Tiongkok dengan Kenaikan Tarif Baru USD300 Miliar

Foto : STR/AFP
BENDERA AS - Bendera Amerika Serikat (AS) di kawasan perdagangan bebas Nantong, Provinsi Jiangsu, Selasa (14/5). AS kembali akan menaikan tarif impor produk Tiongkok.
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) telah siap menyerang Tiongkok dengan kebijakan tarif baru bersamaan dengan pernyataan Presiden Donald Trump akan bertemu Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada pertemuan puncak G-20 di Osaka, Jepang, akhir Juni. Pertemuan keduanya dipandang sangat penting di tengah perang dagang yang semakin dalam.

Senin (13/5), Kantor Perwakilan Dagang AS, merilis daftar barang-barang Tiongkok sekitar 300 miliar dollar AS, yang terkena ancaman tarif 25 persen. Barang-barang itu, meliputi pakaian anak-anak, mainan, telepon seluler, dan komputer jinjing. Secara keseluruhan, ada 3.805 kategori produk yang menjadi objek kenaikan tarif impor hingga 25 persen.

Jika kebijakan itu diterapkan maka hampir semua barang dari Tiongkok terkena bea tarif baru. Kebijakan itu akan membuat perang dagang semakin nyata bagi warga AS, di tengah keinginan Trump untuk terpilih kembali dalam Pilpres 2020. Pada saat yang sama, Trump tampak optimistis tentang peluang kesepakatan dengan Tiongkok.

Dia mengatakan keberhasilan perundingan Tiongkok akan menjadi jelas dalam waktu sekitar tiga atau empat minggu. “Anda tidak pernah benarbenar tahu, kan? Tapi saya punya perasaan, itu akan sangat berhasil,” kata Trump pada jamuan makan buka puasa di Gedung Putih, Washington DC, Senin (13/5). Kebijakan tarif baru akan berlaku paling lambat akhir Juni.

Namun, kebijakan itu juga bisa berlaku saat Trump bertemu dengan Xi di sela-sela pertemuan G20 pada 28–29 Juni di Osaka. “Mungkin ada beberapa pembalasan, tetapi itu tidak akan sangat besar,” kata Trump usai bertemu Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, Senin.

 

Tiongkok Membalas

 

Menyusul kebijakan AS, saham Boeing Co pada Senin terpuruk ke level terendah dalam empat bulan, yakni melemah 4,9 persen di level 337,37 dollar AS, level harga penutupan terendahnya sejak 7 Januari.

Pada Senin (13/5), pemerintah Tiongkok mengumumkan akan menaikkan tarif dengan kisaran 5–25 persen terhadap produk-produk senilai 60 miliar dollar AS asal Amerika mulai 1 Juni. Langkah ini adalah bentuk balasan atas kenaikan tarif yang dilakukan sebelumnya oleh Presiden AS, Donald Trump. Pada Jumat (10/5), pemerintah AS mulai memberlakukan kenaikan tarif sebesar 25 persen terhadap barang-barang asal Tiongkok senilai 200 miliar dolla AS.

Sementara itu, Kepala Strategi Investasi dan Kepala Obligasi Global untuk Pendapatan Tetap PGIM, Robert Tipp, mengungkapkan Tiongkok mempunyai opsi membalas sekaliber nuklir, yakni dengan melepas kepemilikan yang besar dari surat utang pemerintah AS sebanyak 1,12 triliun dollar AS.

Tiongkok bisa membanjiri pasar dengan surat utang sehingga akan menekan harga obligasi AS dan menyebabkan imbal hasilnya merangkak naik. “Mungkin itu membantu mereka sebagai tawar-menawar, tetapi itu membahayakan nilai dari sesuatu yang mereka terlibat dalam,” ujarnya. 

 

AFP/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment