Koran Jakarta | August 16 2017
No Comments
Keamanan Global - Australia Dukung Amerika Serikat

AS-Korut Memanas, Tiongkok Pilih Netral

AS-Korut Memanas, Tiongkok Pilih Netral

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Pemimpin Korut Kim Jong-un telah bersumpah akan membalas AS ribuan kali lipat atas sanksi yang baru saja dijatuhkan PBB kepada negaranya.

 

BEIJING — Pemerintah Tiongkok memilih untuk bersikap netral dan tidak membantu Korea Utara (Korut) bila negara tersebut terlebih dulu menyerang Amerika Serikat (AS) dengan rudalnya.


Hal tersebut disampaikan surat kabar milik pemerintah Tiongkok, Global Times, dalam editorialnya, Jumat (11/8). Dituliskan juga, bila Korut dan AS dalam tindakan konfrontasinya dianggap membahayakan kepentingan Tiongkok, hal itu akan direspons tegas.


“Ketika tindakan mereka membahayakan kepentingan Tiongkok, Tiongkok akan menanggapinya dengan tegas,” kata Global Times.


Pemerintah Tiongkok juga diperingatkan agar menjaga netralitasnya terkait ketegangan atau konfrontasi antara Korut dengan AS. Terlebih bila negara pimpinan Kim Jong-un tersebut menyerang AS terlebih dulu.


“Tiongkok juga harus menjelaskan bahwa jika Korut meluncurkan rudal yang mengancam tanah AS terlebih dulu dan AS membalasnya, Tiongkok akan tetap netral.

Namun, jika AS dan Korea Selatan menyerang dan mencoba menggulingkan rezim Korut, kemudian mengubah pola politik di Semenanjung Korea, Tiongkok akan mencegah mereka melakukannya,” tulis Global Times.


Kendati Global Times bukan corong resmi Partai Komunis Tiongkok, namun beberapa ahli dan pengamat menyatakan editorialnya dapat mencerminkan kebijakan pemerintah Tiongkok. Boleh dikatakan, editorial Global Times merupakan representasi semi-resmi pemerintah Tiongkok.


Peringatan yang dilontarkan Global Times muncul menyusul pernyataan saling ancam antara Washington dan Pyongyang. Pemimpin Korut Kim Jong-un telah bersumpah akan membalas AS ribuan kali lipat atas sanksi yang baru saja dijatuhkan PBB kepada negaranya.


Korut bahkan telah menyatakan akan menyerang Pulau Guam di Pasifik yang menjadi pangkalan dan basis militer AS. Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan Korut bila mereka berani menyerang Amerika Serikat. Korut, kata Trump, akan mengalami hal yang mereka bayangkan sebelumnya.


Global Times menyebut aksi saling kecam dan ancam antara Korut dan AS merupakan permainan sembrono. Surat kabar tersebut bahkan mengatakan aksi kedua belah pihak dapat menyeret keduanya dalam peperangan yang riil.


Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, kembali memperingatkan Pyongyang dengan menyebut Korut seharusnya sangat, sangat cemas jika memang jadi menyerang AS.

Berbicara di klub golfnya di Bedminster, New Jersey, Kamis (10/8) waktu setempat, Trump menyebut pernyataan sebelumnya soal Korut tidaklah terlalu keras. Meskipun Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Korut.

“Seperti yang saya katakan, mereka akan disambut dengan api dan kemarahan dan sejujurnya, kekuatan,” cetus Trump.


Australia Dukung AS


Di tempat terpisah, Perdana Menteri Australia, Malcom Trunbull, mengatakan pihaknya telah mendiskusikan secara internal ketegangan yang dipicu oleh sikap pemerintah Korut dan baru-baru ini membicara melalui telepon dengan Wakil Presiden AS, Mike Pence, terkait sanksi yang dijatuhkan PBB. Australia merupakan sekutu AS.


“Kami menilai cara untuk menyelesaikan ketegangan situasi di Semenanjung Korea adalah melalui sanksi-sanksi ekonomi ini.

Akan tetapi, jika pemerintah Korut memutuskan untuk terus melancarkan ancaman-ancamannya maka tentu saja konsekuensi terburuk akan dilakukan,” kata Trunbull, yang berjanji akan mendukung AS jika negara Paman Sam itu melancarkan serangan militer ke Korut. Rtr/uci/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment