Koran Jakarta | March 24 2019
No Comments
Pertemuan Tingkat Tinggi

AS-Korut Lanjutkan Perundingan Pekan Ini

AS-Korut Lanjutkan Perundingan Pekan Ini

Foto : AFP/Ed JONES
Pertemuan Bilateral l Utusan Khusus AS untuk Korut, Stephen Biegun (kiri), berjabat tangan dengan Menlu Korsel, Kang Kyung-wha, saat pertemuan mereka di kantor Kementerian Luar Negeri Korsel di Seoul, Sabtu (9/2). Biegun berada di Korsel setelah ia berkunjung ke Korut untuk membahas persiapan KTT bilateral AS-Korut di Hanoi, Vietnam.
A   A   A   Pengaturan Font

SEOUL – Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) akan melanjutkan perundingan pada akhir pekan ini bagi membahas persiapan pertemuan tingkat tinggi ke-2 antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Kim Jong-un yang agendanya digelar 27-28 Februari ini di Vietnam. Informasi ini disampaikan pemerintah Korea Selatan (Korsel) pada Minggu (10/2).

“Korut dan AS telah sepakat untuk melanjutkan negosiasi di negara ketiga di Asia pada 17 Februari mendatang,” demikian pernyataan Kim Eui-kyeom, juru bicara untuk Presiden Korsel, Moon Jae-in.

Pernyataan jubir Kim Eui-kyeom itu disampaikan setelah Perwakilan Khusus AS untuk Korut, Stephen Biegun, menyatakan perlunya dialog lebih lanjut jelang terselenggaranya KTT bilateral yang akan digelar di Vietnam.

Biegun berkunjung ke Pyongyang selama tiga hari pada awal Februari ini untuk bertemu dengan petinggi dari Korut. Kunjungan Biegun ini menurut keterangan Kementerian Luar Negeri AS untuk misi membahas persiapan KTT AS-Korut di Vietnam terutama yang fokus soal komitmen Trump dan Kim Jong-un soal denuklirisasi secara seutuhnya, perbaikan hubungan bilateral AS-Korut, dan mengupayakan perdamaian di Semenanjung Korea.

Sementara itu pada Jumat (8/2) pekan lalu, Presiden Trump mengumumkan bahwa dirinya akan bertemu dengan Kim Jong-un dalam pertemuan tingkat tinggi yang digelar di Hanoi, Vietnam pada 27-28 Februari mendatang.

“Pertemuan itu digelar di Hanoi dan saya amat menantikan untuk bertemu kembali dengan Pemimpin Kim dan melanjutkan upaya perdamaian,” cuit Presiden Trump di media sosial Twitter.

Pada pertemuan tingkat tinggi di Singapura, kedua pemimpin negara dari AS-Korut berhasil meneken kesepakatan bagi upaya-upaya denuklirisasi di Semenanjung Korea. Sayangnya isi kesepakatan itu bias sehingga menimbulkan silang pendapat dari dua belah pihak. Akibatnya perundingan bagi denuklirisasi mengalami kemandekan.

Untuk menghindari terulangnya kembali penafsiran yang bias, para analis menyerukan agar pada KTT Hanoi, pihak AS dan Korut diharapkan bisa menyampaikan progres yang bisa diukur.

Pasukan AS

Masih terkait rencana perdamaian di Semenanjung Korea, pada Minggu pihak Korsel diwartakan telah menyanggupi untuk menaikkan bayaran untuk mempertahankan pasukan AS di negaranya.

Kesanggupan Korsel ini mengakhiri sengketa yang berlarut-larut antara AS dan negara sekutunya itu saat perundingan tingkat tinggi antara AS-Korut sedang dipersiapkan.

Saat ini terdapat lebih dari 28.000 personel militer AS yang ditempatkan di Korsel yang bertugas menjaga keamanan Negeri Ginseng dari ancaman invasi dari Pyongyang.

Presiden Trump sebelumnya berulang kali mengeluhkan keluarnya anggaran bagi membayari pasukan AS yang ditempatkan di Semenanjung Korea dan meminta Seoul agar mau melipatgandakan kontribusi atas beban biaya penempatan pasukan AS di negaranya.

“Seoul akan membayar sebanyak 924 juta dollar AS pada 2019, naik 8,2 persen dari pembayaran tahun-tahun sebelumnya,” pungkas pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Korsel.  AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment