Koran Jakarta | October 20 2017
2 Comments
Hubungan Bilateral - AS Minta RI Menurunkan Hambatan Perdagangan

AS Inginkan Perdagangan Lebih Adil dengan Indonesia

AS Inginkan Perdagangan Lebih Adil dengan Indonesia

Foto : ANTARA/Puspa Perwitasari
A   A   A   Pengaturan Font
Indonesia berupaya meningkatkan kerja sama strategis, termasuk ekonomi, dengan AS. Presiden Trump akan hadiri tiga pertemuan ASEAN dalam kunjungannya ke Asia.

 

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump menginginkan kerja sama perdagangan yang lebih bebas serta adil dengan Indonesia. Hal tersebut dinilai bisa memberikan keuntungan tidak hanya kepada AS, tapi juga Indonesia.

Wakil Presiden AS, Michael Richard Pence, memanfaatkan kunjungan ke Indonesia untuk membahas kerja sama perdagangan dengan Presiden Joko Widodo. Pence mengatakan AS berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama tersebut dengan Indonesia.

“Kami membicarakan hal itu secara terbuka dan akan dibahas lebih lanjut ke depannya,” ujar Pence saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/4). Menurut dia, salah satu keuntungan yang diharapkan bisa muncul adalah pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara.

Selain itu, pembukaan lapangan kerja baru, baik di Indonesia maupun AS. Keuntungan lain, lanjut Pence, adalah level playing field dalam konteks perdagangan hingga menurunkan hambatan perdagangan atau trade barrier.

Menurut dia, hal itu bisa memberikan keleluasaan pada eksportir-eksportir AS untuk berpartisipasi di pasar Indonesia seperti yang dirasakan eksportir Indonesia di Amerika Serikat selama ini. “Seperti yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo, kami menginginkan hubungan yang bersifat win-win,” ujar Pence.

Ia pun mengingatkan AS memiliki banyak perusahaan di Indonesia yang aktif bertahuntahun dan berkontribusi ke pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Ada ruang untuk peningkatan.” Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mengemukakan Indonesia akan berupaya meningkatkan kerja sama strategis dengan Raksasa Ekonomi Dunia itu.

Bahkan, kerja sama di bidang ekonomi menjadi salah satu fokus utama. “Nanti akan ada tim yang membahas pengaturan kerja sama perdagangan, investasi (dengan AS) dalam prinsip winwin solution,” ujar Presiden. Pembahasan perdagangan antara Wapres Pence dan Presiden Joko Widodo itu dilakukan menyusul keluarnya angka defisit perdagangan AS yang dinilai sangat besar.

Presiden AS, Donald Trump, menyebut defisit perdagangan AS mencapai 50 miliar dollar AS. AS mencatat ada 16 negara yang meyebabkan defisit itu, di antaranya Tiongkok, Kanada, Jepang, Irlandia, Italia, Jerman, Prancis, India, Indonesia, Malaysia, Meksiko, Korea Selatan, Swiss, Taiwan, dan Thailand.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016, nilai ekspor Indonesia ke AS mencapai 16,1 miliar dollar AS, sedangkan impor hanya 7,3 miliar dollar AS. Artinya, neraca perdagangan Indonesia surplus 8,8 milliar dollar AS.

Sementara itu, neraca dagang dengan mitra dagang besar lainnya, yakni Tiongkok, Indonesia mengalami defisit 15,6 miliar dollar AS. Adapun dengan Jepang, neraca perdagangan Indonesia hanya surplus 0,3 miliar dollar AS.

Pertemuan ASEAN

Di sela-sela kunjungannya ke kantor Sekretariat ASEAN, Wapres Pence juga mengatakan AS ingin meningkatkan hubungan dengan ASEAN.

Hal itu ditandai dengan rencana kunjungan Presiden AS, Donald Trump, ke Asia untuk menghadiri tiga pertemuan ASEAN sekaligus Di hadapan wartawan, Pence menjelaskan bahwa melalui pembicaraannya per telepon Kamis pagi waktu Indonesia, Trump mengonfirmasi rencananya untuk menghadiri US-ASEAN summit dan East Asia summit di Filipina.

Trump juga akan hadir dalam pertemuan tingkat tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (KTT APEC) di Vietnam.

Pemerintah AS akan bekerja sama dengan ASEAN dalam bidang keamanan, perdagangan, dan kebebasan bernavigasi di kawasan Laut Tiongkok Selatan (LTS). Tiongkok mengklaim hampir 90 persen wilayah perairan tersebut, di mana saat yang sama, negara-negara anggota ASEAN juga mengklaim memiliki hak dalam wilayah itu.

“AS dan ASEAN adalah mitra strategis dan kami ingin memperdalam hubungan ini,” kata Pence. fdl/uci/WP

View Comments

Leomar
Jumat 21/4/2017 | 02:42
Maunya sih Indonesia belanja banyak ke Amerika, tapi mereka sendiri pernah meng-embargo Indonesia terkait peristiwa Dili. Jadi kalau beli barang yg mahal seperti Alutsista, gak ada jaminan.

Ketakutan akan hal semacam itu tetap ada. Apalagi ada produk2 yang tidak di jual kepada negara non-alliance.

Kedua karena jarak yang jauh sehingga kita lebih memilih produk2 yang dihasilkan negara2 yg lebih dekat.
Leomar
Jumat 21/4/2017 | 02:40
Maunya sih Indonesia belanja banyak ke Amerika, tapi mereka sendiri pernah meng-embargo Indonesia terkait peristiwa Dili. Jadi kalau beli barang yg mahal seperti Alutsista, gak ada jaminan.

Ketakutan akan hal semacam itu tetap ada. Apalagi ada produk2 yang tidak di jual kepada negara non-alliance.

Kedua karena jarak yang jauh sehingga kita lebih memilih produk2 yang dihasilkan negara2 yg lebih dekat.

Submit a Comment