Koran Jakarta | February 18 2019
No Comments
Pemberantasan Teror I Terdapat 75 yang Tergabung dalam Koalisi untuk Perangi ISIS

AS Bertekad Sikat Habis ISIS

AS Bertekad Sikat Habis ISIS

Foto : koran jakarta/yolanda permataputrisyah tanjung
Dialog dengan Pengunjung l Wakil Dubes AS untuk Indonesia, Heather Variava (kedua dari kanan) dan Wakil Komandan Marinir AS, Brigadir Jendral (Mar), Robert B Sofge (ketiga dari kanan) ketika berbincang dengan pengunjung Indo Defense 2018 Expo dan Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (8/11). Sebelumnya, dalam sesi diskusi dibahas soal penumpasan organisasi dan pengikut ISIS.
A   A   A   Pengaturan Font

Sisa-sisa ISIS terus dikejar untuk dihabisi. Tekad AS dan koalisi sudah bulat, ISIS harus tamat.

JAKARTA - Wakil Komandan Marinir Amerika Serikat (AS), Brigadir Jendral (Brigjen) (Mar), Robert B Sofge mengatakan Islamic State of Iraq Syria (ISIS) harus dimusnakan dari muka bumi ini. Tidak hanya ISIS, namun para pengikutnya juga harus ditangkap.“ISIS dan antek-anteknya harus disikat habis,” kata Sofge dalam diskusi di arena Indo Defense 2018 Expo dan Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (8/11).

Menurutnya upaya melawan terorisme dan langkah-langkah kontraterorisme adalah hal yang penting. Sofge mengatakan saat ini terdapat koalisi yang terdiri dari 75 negara termasuk negara Amerika Serikat yang bergabung untuk melawan ISIS.

Untuk memerangi ISIS, Sofge menyarankan agar Indonesia tetap kuat dan saling bekerjasama dengan mitra terkait. Karena menurutnya, sebuah negara menghargai batas negara (border) sedangkan teroris tidak.

Wakil Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat, Heather Variava juga menambahkan bahwa selama beberapa tahun ini AS telah bekerjasama dengan penegakan hukum setempat dan Maritime Domain Awareness (MDA).

Maritime Domain Awareness (MDA) merupakan pengetahuan tentang apa yang tengah berlangsung di laut dalam suatu kawasan perairan yang dapat berdampat terhadap keamanan, ekonomi dan lain sebagainya. MDA yang harus diperhatikan adalah upaya dalam mengantisipasi ancaman global yang tidak ada negara yang bisa melakukannya sendiri.

Perlu diketahui, Heather Variava bersama Robert B. Sofge mengunjungi stan-stan alat militer Amerika Serikat yang digelar Indo Defence 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka datang pukul 13:23 WIB dan langsung mengelilingi stan-stan yang ada untuk sekadar bercengkrama dengan pengembang dan memberikan apresiasi atas alat militer yang dipamerkan pada saat itu.

Diketahui terdapat 15 stan AS yang dibuka, sebagian stan yang dikunjungi antara lain adalah stand Fisher Labs / Nivisys (kacamata yang bisa melihat pada malam hari), US Commercial Service, Integrated Surveillance and Defense (ISD), Teledyne Marine (Kapal Selam), Intelsat General, L3 Technologies, Will-burt Company, P&C International, Pasific Consolidated Industries, Aerovironment, Trijicon dan Lockheed Martin (Pesawat Tempur).

Variava mengaku senang bisa menghadiri pameran Indo Defence 2018. Ia juga mengapresiasi dengan kehadiran Sofge yang datang untuk melihat langsung perusahaan AS yang berpartisipasi dalam pameran.

“Senang dan berterima kasih dengan partisipasi perusahaan AS yang hadir disini, memamerkan dan menjelaskan produknya yang mereka kerjasamakan dengan Indonesia,” kata Variava setelah selesai mengunjungi berbagai stan.

Kerja Sama Indonesia

Variava mengatakan Amerika Serikat berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan Indonesia sebagai mitra strategis untuk bertukar teknologi yang banyak ditawarkan oleh AS dan tentunya menguntungkan untuk Indonesia. Ia juga merasa bangga atas pencapaian AS di Indonesia yang telah bekerjasama dalam beberapa bidang militer.

“Kita punya kemitraan pertahanan dan militer yang kuat dengan Indonesia. Saya sangat bangga atas kenyataan bahwa AS merupakan salah satu mitra militer top Indonesia. Kita telah bekerja dengan RI dalam bidang aviasi, pertahanan udara, maritim keamanan, bantuan kemanusiaan dan bencana serta domain siber,” terangnya.

Sementara itu, saat disinggung tanggapannya mengenai nilai rupiah yang sedang redup sedangkan dolar menguat, Variava meyakini bahwa ekonomi Indonesia masih tetap kuat. Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan kemampuan Indonesia yang dapat membawa ratusan perusahaan dari AS dalam pameran ini.  ola/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment