Koran Jakarta | June 18 2019
No Comments
Krisis di Venezuela I Russia Ancam Veto Rancangan Resolusi AS

AS Ajukan Draf Resolusi PBB

AS Ajukan Draf Resolusi PBB

Foto : AFP/Raul ARBOLED A
Seberangi Perbatasan l Warga Venezuela menyeberangi perbatasan di Jembatan Internasional Simon Bolivar yang menghubungkan Kota Cucuta di Kolombia, dengan wilayah Tachira, Venezuela, pada Sabtu (9/2). Mereka menyeberangi perbatasan untuk membeli kebutuhan pokok karena minimnya pasokan barang kebutuhan dasar di negara mereka.
A   A   A   Pengaturan Font

AS melayangkan resolusi pada DK PBB yang menyerukan agar segera dijalankannya pengiriman bantuan keamanan internasional dan segera dilaksanakan pemilihan presiden yang baru di Venezuela.

NEW YORK – Amerika Serikat (AS) diwartakan telah mengajukan rancangan resolusi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan internasional dan pemilihan presiden di Venezuela. Langkah pengajuan itu telah memicu Russia untuk membuat proposal balasan.

“Walau belum ada kepastian waktu bagi pemungutan suara terkait rancangan dari AS dan negosiasi terkait masalah ini masih berlangsung, namun sepertinya Russia kemungkinan akan menggunakan hak veto untuk memblokadenya sebagai wujud dukungannya terhadap rezim Nicolas Maduro,” demikian ungkap sejumlah diplomat.

Dalam salinan draf yang diperoleh kantor berita AFP pada Sabtu (9/2) disebutkan adanya dukungan penuh dari AS terhadap Dewan Nasional sebagai satu-satunya lembaga yang dipilih secara demokratis di Venezuela.

Disebutkan pula dalam salinan rancangan resolusi bahwa ketua badan legislatif itu, Juan Guaido, telah mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela dan berhasil meraih dukungan Barat untuk melawan tampuk kekuasaan yang dipegang Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Rancangan resolusi AS pun menekankan keprihatinan amat mendalam atas kekerasan dan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pasukan keamanan Venezuela terhadap para demonstran yang tidak bersenjata dan menjalankan aksinya dengan damai.

Draf resolusi AS menyerukan pula segera dimulainya proses politik yang mengarah pada pemilihan presiden yang bebas, adil, dan kredibel dengan pengawasan internasional, yang mana sejalan dengan konstitusi Venezuela.

Selain itu, draf resolusi itu pun telah menyuarakan desakan pada Sekjen PBB, Antonio Guterres, agar mengerahkan daya upayanya demi mewujudkan tuntutan tersebut. Ditekankan juga kebutuhan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut atas situasi kemanusiaan di Venezuela dan memfasilitasi akses dan pemberian bantuan kepada yang membutuhkan di seluruh wilayah Venezuela.

Bantuan Kemanusiaan

Sementara itu dilaporkan bahwa bantuan kemanusiaan yang dikirim oleh AS baru-baru ini, telah banyak yang tiba di perbatasan Kolombia-Venezuela. Bantuan kemanusiaan AS itu sejauh ini terhambat di perbatasan karena Maduro telah memerintahkan militernya untuk tak membiarkannya masuk karena alasan bantuan itu akan disusul oleh invasi oleh AS.

Menyikapi hal itu, pemimpin oposisi, Guaido, mengatakan pada Jumat lalu bahwa dia siap untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk mengesahkan intervensi militer AS untuk memaksa Maduro lengser dari kekuasaan dan meringankan krisis kemanusiaan.  ang/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment