Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
PORTOFOLIO

Arthavest Berencana “Rights Issue”

Arthavest Berencana “Rights Issue”

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Guna mendanai ekspansi bisnis, PT Arthavest Tbk (ARTA) berencana menggelar rights issue. Terlebih dalam dua tahun mendatang, perusahaan membutuhkan dana minimal 80 miliar rupiah untuk mendapatkan izin sebagai penyedia jalur komunikasi digital keuangan atau switching dan izin penyedia jasa tanda tangan digital atau digital signature.

Presiden Direktur ARTA, Yeremy Vincentius, merinci anak usahanya yakni PT Sentral Pembayaran Indonesia sedang mengajukan izin sebagai penyedia jasa swicthing pada Bank Indonesia. ”Untuk mengantungi izin itu, perusahaan pengaju harus memiliki minimal modal disetor 50 miliar rupiah,” ujarnya di Jakarta, Kamis (10/1).

Dia menambahkan, kepemilikan perseroan pada anak usaha tersebut sebesar 52 persen, sehingga modal yang disetor minimal 52 persen dari jumlah tersebut. Nantinya, guna mendukung ekspansi bisnis anak usaha, perusahaan akan menyuntik modal dari laba ditahan anak usaha ARTA yang bergerak di bidang perhotelan, yakni Redtop yang menyumbang 20 miliar rupiah per tahun.

Perseroan juga tengah mengembangkan lini usaha penyedia jasa digital signature melalui anak usaha PT Sentral Pembayaran Indonesia, yakni PT Solusi Net Internusa. “Untuk mengantungi ijin penyedia jasa digital signature, diwajibkan regulator untuk memiliki minimal modal 30 miliar rupiah,” kata dia. 

 

ahm/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment