Arsitektur Perkuat Karakter Wilayah | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Arsitektur Perkuat Karakter Wilayah

Arsitektur Perkuat Karakter Wilayah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintahan Banyuwangi memandang karya arsitek bukan sekadar ruang untuk menampung aktifitas pemerintahan. Bangunan menjadi penanda perjalanan hidup.

Belakangan, Pemerintah Banyuwangi tengah gencar menggandeng arsitek untuk membuat beberapa bangunan, seperti museum, bandara maupun terminal terpadu. Andra Matin, Budi Pradono, Yori Antar serta Adi Purnomo merupakan sederet arsitek yang digandeng untuk membuat karyanya di Banyuwangi.

Pemerintah Banyuwangi menganggap karya arsitek memiliki keterkaitan dengan keputusan. Pemerintah Banyuwangi mengaku banyak belajar di Eropa dan banyak negara, pengambil keputusan itu kanan kirinya arsitek.

“Bangunan yang menjadi cerita penanda kemajuan di jamannya,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dalam sambutan di pembukaan pameran Prihal, pameran arsitektur karya arsitek, Andra Matin di Galeri Nasional Jakarta, di Jakarta. Dengan kata lain, karya arsitek menjadi penanda perjalanan kehidupan sebuah roda pemerintahan.

Azwar mengatakan, di setiap tempat adalah destinasi sehingga membutuhkan keterlibatan arsitek. Dia sampai mengeluarkan aturan ketat untuk para pelaku komersial yang ingin mendirikan pabrik di Banyuwangi.

Pemerintah baru mengeluaran IMB pabrik jika perusahaan komersial membangun museum sebagai destinasi sebelum membangun pabriknya. “Danone membangun (pabrik) di Banyuwangi. IMBnya nggak saya terbitkan sebelum membuat museum air,” ujar dia. Adi Purnomo merupakan arsitek yang terpilih untuk membangun Museum Air di Banyuwangi.

Hal serupa juga belaku untukpembangunan pabrik kereta api. “Kami tidak mengeluarkan IMB-nya kalau bangunannya tidak menjadi bagian destinasi karya arsitek,” ujar dia. Saat ini, Museum Kereta Api dalam tahap proses pembangunan dan akan menjadi yang teresar di Asia.

Bandara yang menjadi icon Banyuwangi merupakan karya Andra Matin. Bangunan tersebut menggunakan kayu ulin bekas yang di desain tanpa menggunakan AC. Desain bangunan dilengkapi dengan tanaman pakis sehingga membawa ingatan pengunjung pada sebuah kampung. Keeolakan bandara bahkan telah mendapat ulasan dari stasiun televisi Korea.

Saat ini, Andra Matin juga tengah menyelesaikan proyek pembangunan terminal terpadu yang akan menjadi terminal terintrasi. Terminal yang bernama Sabo akan menjadi sarana kebutuhan yang terpusat antara pasar dan terminal.

Pasar existing yang sebelumnya menjadi sebagai pusat perbelanjaan elektronik akan dipindahkan dan dialihfungsikan menjadi pasar cendramata.

Lalu di dalamnya, terminal dan pasar akan menyediakan restoran yang menyajikan hidangan khas Banyuwangi untuk wisatawan yang sedang menunggu bus dan angkutan umum.

Sedangkan di bagian atasnya akan ditambahkan fungsi hostel untuk wisatawan yang menginap juga ruang-ruang usaha untuk biro-biro perjalanan.

Prihal menjadi tema pameran perjalanan karya Andra Matin sebagai arsitek selama 20 tahun. Sejumlah bangunan pemerintah maupun tempat ibadah menjadi salah satu proyek-proyek yang banyak digarapnya belakanganya ini. Pameran berisikan karya yang dibuat pada 1998 hingga 2019.

Andra Matin yang menganggap arsitektur sebagai sebuah seni merupakan karya yang tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia. Bagi dia seni adalah sebuah cara untuk mengabadikan keindahan, kebaikan, kearifan di tengah kehiduapan.

Selain itu, seni adalah sesuatu yang dirayakan dan dinikamti melalui panca indera. “Dan, arsitektur adalah seni,” ujar dia salam sambutan pembukaan pameran Prihal.

Setelah 20 tahun berkarya, dia bersyukur dapat menyelenggarakan pameran. Sebuah ajang untuk merangkum perjalanannya dalam berkarya mulai dari rumah dan studio. din/E-6

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment