Koran Jakarta | October 22 2018
No Comments
Maskapai Nasional - Jumlah Penumpang Meningkat 8,3 Persen

Ari Askhara Akan Tekan Kerugian Garuda Indonesia

Ari Askhara Akan Tekan Kerugian Garuda Indonesia

Foto : ANTARA/Muhammad Iqbal
DIREKSI BARU GARUDA INDONESIA - Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (keempat dari kiri) berfoto bersama jajaran Direksi yang baru Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah (kiri), Direktur Human Capital Heri Akhyar (kedua dari kiri), Direktur Layanan Nicodemus P Lampe (ketiga dari kiri), Direktur Teknik I Wayan Susena (keempat dari kanan), Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko Fuad Rizal (ketiga dari kanan), Direktur Operasi Bambang Adisurya (kedua dari kanan) dan Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal (kanan), usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di Garuda Centre, Tangerang, Banten, Rabu (12/9). Dalam RUPSLB tersebut diputuskan adanya pergantian direktur utama dan juga jajaran direksi yang lainnya untuk meningkatkan kinerja keuangan dan juga pembaharuan manajemen Garuda Indonesia.
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk memperkuat kinerja keuangan, Garuda Indonesia telah mencanangkan strategi bisnis jangka panjang bertajuk Garuda Indonesia Group (Sky Beyond 3.5).

TANGERANG – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (12/9), menyetujui penunjukan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra sebagai direktur utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang baru menggantikan Pahala N Mansury yang menjabat sejak April 2017.

Pria yang biasa disapa Ari Askhara itu mengatakan, pada tahun ini dirinya akan berupaya menekan kerugian Garuda Indonesia menjadi di bawah 100 juta dollar AS. Pada Semester I-2018, maskapai penerbangan nasional ini menderita rugi 116,8 juta dollar AS. “Kondisi saat ini, rupiah sedang tertekan, harga minyak sedang tidak stabil.

Kami akan mengurangi loss hingga akhir 2018 ini. Kita harus kerja keras dengan melibatkan semua pegawai, serikat pekerja, stakeholder, regulator, dan kita juga diskusi dengan manajemen lama,” kata Ari yang ditemui di Auditorium Gedung Manajemen Garuda City Center, Cengkareng, Rabu (13/9).

Mantan Direktur Utama PT Pelindo III itu menambahkan, fokus utama manajemen baru juga diarahkan pada transportasi human capital, dengan menargetkan kenaikan pada tingkat kebahagiaan pegawai. Dari sisi service, yang terbaik adalah bagaimana membuat pegawai itu senang sehingga hal itu akan meningkatkan pelayanan pada pelanggan.

Ari menegaskan dalam rangka memperkuat kinerja keuangan dan operasional perusahaan secara berkelanjutan, Garuda Indonesia bersama jajaran anak perusahaan di awal tahun 2018 mencanangkan strategi bisnis jangka panjang bertajuk Garuda Indonesia Group (Sky Beyond 3.5) - yang akan menjadi value-driven aviation group dengan valuation Garuda Indonesia Group sebesar 3,5 miliar dollar AS pada tahun 2020.

 

Penumpang Naik

 

Pada kesempatan yang sama, VP Corporate Secertary Garuda Indonesia, Hengki Heriandono, menambahkan, selain penggantian direktur utama, pada RUPSLB 2018 ini juga memberhentikan dengan hormat Jusman Syafii Djamal sebagai komisaris utama dan menunjuk Agus Santoso sebagai penggantinya.

“Sedangkan untuk susunan direksinya adalah Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansya, Direktur Kargo & Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Keuangan & Manajemen Garuda Fuad Rizal, Direktur Human Capital Heri Akhyar, Direktur Teknik I Wayan Susen, dan Direktur Layanan Nicodemus Panarung Lampe,” katanya.

Hengki juga menjelaskan pada H1/2018, Garuda Indonesia mencatatkan peningkatkan jumlah passenger carried sebesar 8,3 persen dengan angkutan penumpang sebanyak 18,7 juta penumpang.

Sementara itu, melalui upaya Garuda Indonesia Group dalam memaksimalkan potensi pasar low cost carrier (LCC), Citilink berhasil mencatatkan pertumbuhan penumpang hingga 25,6 persen menjadi tujuh juta penumpang pada H1/2018, meningkat cukup signifikan dari angkutan penumpang pada H1/2017 sebesar 5,6 juta penumpang. 

 

mza/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment