APM Siap Jalankan Standar Euro 4 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 7 2020
No Comments

APM Siap Jalankan Standar Euro 4

APM Siap Jalankan Standar Euro 4

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Mandatori penggunaan bahan campuran minyak kelapa sawit sebagai campuran bahan bakar disel atau disebut dengan Biodiesel 30 (B30) sejalan dengan penerapan Euro 4 di Indonesia. Dengan pemberlakukan B30 maka emisi yang dihasilkan setara dengan standar Euro 4 dengan kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang lebih besar.

Dibandingkan dengan negara lain pada saat ini, Indonesia masih menjalankan standar emisi Euro 2, tertinggal dari India, Thailand, dan Tiongkok yang sudah memakai Euro 4 sejak beberapa tahun lalu.

Penggunaan bahan bakar B30 diharapkan menjadi terobosan bagi bagi pengurangan emisi karbon. Menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika, pengaplikasian Euro 4 ini akan memberi keuntungan dari sisi lingkungan, dan menghasilkan efisiensi bagi kendaraan.

“Perubahan standar bahan bakar ini harus diikuti oleh produsen otomotif. Apalagi negara-negara tujuan ekspor sudah memasuki Euro 4, Euro 5, dan Euro 6,” ujar dia di ajang Giicomvec di Jakarta, Sabtu (7/3).

Salah satu APM yang siap dengan aturan Euro 4 adalah Isuzu. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan regulasi emisi Euro 4 yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O, yang akan berlaku April 2021.

“Saat ini kita sudah mulai melakukan riset dan uji emisi beberapa mesin yang nanti akan dipakai saat regulasi Euro 4. Nanti kami pasti akan siap dengan Euro 4 maupun bahan bakar B30,” ungkap Head Department Prototype and Test Department, Harmoko Setyawan pada ajang GIICOMVEC 2020, Sabtu (7/3).

Lakukan Riset Isuzu akan mengambil langkah lebih cepat untuk melakukan riset sebelum regulasi itu ditetapkan. Pihaknya yakin dapat memenuhi ambang batas gas buang pada bahan bakar campuran nabati dan akan memenuhi setiap regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Cara yang dilakukan Isuzu adalah penyesuaian teknologi mesin untuk ambang batas emisi, memasang alat untuk mencegah kenaikan temperatur akibat proses pembakaran yakni Exhaust Gas Recirculation (EGR) Cooler.

Alat EGR akan bekerja untuk mendinginkan gas buang yang dialirkan ke ruang bakar, mencampur udara masuk dengan gas buang, menurunkan temperatur pembakaran yang akan menghasilkan Reduksi NOx.  hay/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment