Koran Jakarta | July 22 2019
No Comments
Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, tentang Aplikasi Sistem Penghitungan atau Situng

Aplikasi Situng Hanya untuk Keperluan Publikasi

Aplikasi Situng Hanya untuk Keperluan Publikasi

Foto : ANTARA/Puspa Perwitasari
Pramono Ubaid Tanthowi
A   A   A   Pengaturan Font
Pemungutan suara Pemilu 2019 telah dilaksanakan. Meskipun hasil quick count atau hitung cepat sudah dimuat berbagai media, tetapi masyarakat masih menunggu hasil real count yang tengah dikerjakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Perkembangan proses real count bisa dilihat lewat aplikasi Situng yang dapat diakses via laman web resmi KPU. Untuk membahas hal tersebut lebih lanjut, Koran Jakarta bersama awak media mewawancarai Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (19/4).

Bagaimana proses entri data hasil perhitungan suara ke aplikasi Situng?

Jadi, hasil perhitungan suara di tiap TPS (Form C1) dari seluruh Indonesia itu selain dimasukkan ke kotak untuk dibawa di rekapitulasi tingkat kecamatan, disalinkan ke saksi paslon, saksi parpol, dan pengawas pemilu. Nah, nanti ada satu salinan lagi yang langsung di transfer ke KPU Kabupaten/kota melalui desa/kelurahan, dan di Kabupaten/ kota nanti yang melakukan scan, upload, dan entri data, lalu data masuk ke aplikasi Situng.

Apakah sudah ada laporan dari masyarakat mengenai salah input data Situng?

Terkait dengan beredarnya informasi salah input di Situng KPU, memang informasi itu sudah masuk di kita, ada lima daerah. Masing-masing satu TPS di Maluku, NTB, Jawa Tengah, Riau, dan Jakarta Timur. Itu tentu sangat kami apresiasi informasi-informasi seperti itu dan itu memang yang kita tunggu dari publikasi Situng kita.

Lalu, apa tanggapan Anda?

Kita sangat terbuka untuk menerima masukan dari masyarakat, sehingga nanti bisa kita koreksi dan kita perbaiki. Tetapi yang perlu kita tegaskan bahwa Situng itu betul-betul hanya untuk publikasi, sama sekali tidak ada kaitannya dengan penetapan hasil akhir penetapan Pemilu.

Berarti, kalau ada revisi langsung diganti tampilan data di aplikasinya?

Langsung diganti di tampilannya. Jadi, nanti kalau ada yang keliru itu langsung kita informasikan ke daerah setempat, kemudian di daerah setempat akan dilakukan seleksi, karena scan, upload, dan entri data Situng itu tersebar di KPU Kabupaten/kota, bukan dilaksanakan oleh KPU RI. Sehingga, informasi kekeliruan atau ketidakakuratan itu nanti masuk di kita, itu langsung kita teruskan ke KPU masing-masing daerah untuk dilakukan koreksi di tempatnya sana.

Lalu, mengenai server error dan server down, ada indikas serangan siber, apakah benar?

Kita pastikan itu sama sekali bukan karena serangan hacker atau serangan siber. Itu betul-betul semata-mata kesalahan entri. Kalau server down saya karena beban traffic masyarakat yang antusias mengunjungi web bisa sampai ribuan, bahkan jutaan user sekali masuk. Kami sangat terbuka untuk melakukan koreksi.

Terakhir, apakah Situng dapat menjadi acuan pemenang pemilu?

Meskipun tampilan Situng terus berjalan, tetapi perhitungan suara untuk Pemilu 2019 yang resmi adalah yang dilakukan melalui proses rekapitulasi manual yang sekarang tengah di proses ditingkat kecamatan. Kemudian, diteruskan rekapitulasi di tingkat kabupaten/ kota, provinsi, dan sampai di tingkat nasional. Jadi, Situng betul-betul hanya untuk kepentingan publikasi, sama sekali tidak ada kaitannya atau mempengaruhi penetapan hasil pemilu. 

 

trisno juliantoro/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment