APBD-P Rp86,89 Triliun Disetujui | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 15 2020
No Comments
Rancangan Anggaran l Biaya Penghelatan Formula E Dimasukan Ke APBD-P

APBD-P Rp86,89 Triliun Disetujui

APBD-P Rp86,89 Triliun Disetujui

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Dewan menyetujui APBD-Perubahan memasukkan program Formula E dengan anggaran sebesar 360 miliar rupiah.

JAKARTA -Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ber­sama DPRD Provinsi DKI Ja­karta menyepakati APBD-Per­ubahan Provinsi DKI Jakarta sebesar 86,89 triliun rupiah. Angka ini turun dari anggaran penetapan awal yaitu sebesar 89 triliun rupiah

“Alhamdulillah tadi kita te­lah tuntas di dalam pemba­hasan rancangan KUPA dan PPAS. Harapannya dengan ini nanti kita akan bisa finalisasi program-program tahun 2019. Angka yang disepakati adalah 86,89 triliun rupiah. Jadi ini yang kemudian menjadi final,” ujar Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Dia menegaskan, penu­runan anggaran tidak akan berdampak pada implemen­tasi program-program priori­tas Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, penurunan APBD itu hanya hitung-hitungan di atas kertas semata. Penurunan itu dikarenakan melesetnya penerimaan sisa lebih peng­gunaan anggaran (Silpa) yang sebelumnya diasumsikan se­besar 12 triliun rupiah men­jadi 9,5 triliun rupiah.

“Jadi yang dikatakan turun 2,4 triliun rupiah itu adalah hitungan accounting-nya tu­run 2,4 triliun, karena asumsi SILPA yang semula diperkira­kan 12 triliun rupiah, ternyata menjadi 9,5 triliun rupiah,” ucapnya.

Ke depan, tegasnya, peren­canaan anggaran akan dilaku­kan lebih baik lagi. Namun, ucapnya, hal itu harus diikuti oleh penyerapan anggaran yang semakin baik.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi me­ngatakan, penurunan APBD perubahan sebesar 2,4 triliun rupiah masih bisa dikoreksi lagi saat pembahasan lanjutan bersama komisi-komisi. Me­nurutnya, penurunan angka APBD itu akan berimbas pada penyesuaian anggaran bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Formula E

Salah satu unsur perubahan APBD itu, memasukkan ang­garan perhelatan balap mobil listrik (Formula E) di Jakarta.

Politisi PDIP itu mengapre­siasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena berupaya mencari terobosan untuk me­ningkatkan pariwisata Jakarta dengan Formula E.

“Mungkin di satu sisi kam­panye, kedua juga ini pertama kali di Indonesia dimana for­mula E ini berebut dimana-ma­na minta jadwal. Kebetulan pak gubernur pada saat ke Amerika itu ikut di dalam acara. Dia minta kenapa nggak di Jakarta ada gitu,” tegasnya.

Dia mengatakan, perhelatan Formula E di Jakarta menjadi satu cara untuk meningkatkan penerimaan asli daerah (PAD). Dia pun mengaku tidak keber­atan adanya APBD-Perubahan itu dengan memasukkan pro­gram Formula E dengan ang­garan sebesar 360 miliar ru­piah. Bahkan, dia mendorong agar event internasional itu di­gelar secara rutin di Jakarta.

Terkait dengan kritik ang­gota DPRD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terpilih Idris Ahmad soal penyelenggaraan ajang balap Formula E di Ja­karta.

“Silakan saja PSI mengkri­tik gitu loh, kita juga berpikiran ke depannya ayo kita bangun Jakarta dari sisi pariwisata, ke­budayaannya, dari pembangu­nannya yang tujuannya untuk menghasilkan suatu penda­patan,” ujar Edi

Edi menganggap kenaikan anggaran untuk menyeleng­garakan ajang balap Formula E dengan menyediakan “com­mitment fee” sebesar 360 mil­iar rupiah tidak menjadi ma­salah, selama nantinya dapat menghasilkan pendapatan.

Ia mengharapkan penye­lenggaraan ajang balap serupa di Jakarta nantinya dapat di­gelar sebagai rutinitas untuk meraup pendapatan asli dae­rah.

Edi membayangkan bila ajang balap seperti Formula 1 dapat diselenggarakan di Ja­karta, itu akan menjadi prestasi tersendiri baginya selama menjabat menjadi wakil rakyat Jakarta.  pin/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment