Koran Jakarta | May 21 2018
No Comments

Apartemen, Hunian Favorit Mahasiswa Milenial

Apartemen, Hunian Favorit Mahasiswa Milenial

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Hadirnya apartemen bagi mahasiswa memberikan kenyamanan bagi mahasiswa dan ketenangan bagi orang tua.

Tren hunian mahasiswa milenial bergeser ke apartemen. Tak heran, kehadiran apartemen di sekitar lingkungan perguruan tinggi semakin mewabah. Dengan fenomena baru ini, maka mengubah pengelolaan keuangan dari kalangan orang tua.

Ya, kalau biasanya orang tua mengeluarkan biaya setiap bulan atau setiap tahun untuk kost anak-anaknya, dengan membeli dan tinggal di apartemen ini, pos pengeluarannya jadi berbeda, dari biaya menjadi investasi. Tentu saja ini menjadi model investasi properti yang menggiurkan, saat ini dan yang akan datang. Bagi pengembang, apartemen mahasiswa menjadi proyek primadona baru.

Potensi pasarnya terus terus berkembang. Jika di masa-masa sebelumnya pilihan tempat tinggal para mahasiswa rantau adalah di asrama kampus, rumah sewa, atau kamar indekos, kini telah beralih ke apartemen. Daerah seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Surabaya, Bogor, Malang hingga Depok telah marak berdiri apartemen mahasiswa.

Alasannya, di apartemen selain kondisi kamarnya nyaman, fasilitas yang disediakan pun lebih banyak dan dapat digunakan secara gratis, antara lain akses internet, kolam renang, gym, jogging track, hingga student center. Menurut pengamat properti, David Cornelis , posisi apartemen yang strategis dan view yang indah, didukung kenyamanan serta keamanan menjadi daya tarik mahasiswa untuk tinggal di apartemen.

“Hadirnya apartemen bagi mahasiswa memberikan kenyamanan bagi mahasiswa dan ketenangan bagi orang tua. Apartemen dekat kampus sangat menjanjikan, karena investasinya yang sangat prospektif. Hal itu didukung tingginya permintaan yang tak lepas dari besarnya potensi jumlah mahasiswa,” kata David Cornelis, di Jakarta, belum lama ini. David Cornelis menambahkan, mahasiswa zaman dulu identik dengan kos, rumah sewa dan asrama yang dekat atau dalam lingkungan kampus. Tren hunian mahasiswa generasi milenial zaman sekarang sudah tidak lagi ngekos, melainkan bergeser ke apartemen. Kehadiran apartemen di sekitar lingkungan perguruan tinggi kini semakin mewabah.

Dengan fenomena baru mahasiswa pindah ke apartemen ini, juga akan merubah pengelolaan keuangan dari orang tuanya. Kalau biasanya orang tua mengeluarkan biaya setiap bulan atau setiap tahun untuk kost anak-anaknya, dengan membeli dan tinggal di apartemen ini, pos pengeluarannya jadi berbeda, dari Biaya menjadi investasi. Bisnis apartemen mahasiswa, sambung David, masih berpotensi dan menjanjikan untuk disewakan dengan tingkat imbal hasil yang menarik.

Selain harganya yang setiap tahun meningkat, seusai menyelesaikan studi sekitar 4 tahun, apartemen yang ditinggali nanti dapat disewakan kembali. “Harga sewa apartemen studio saat ini dipasarkan di kisaran 5 juta rupiah. Kenaikan harganya bisa mencapai 12 persen per tahun,” kata David. Salah satu pengembang yang serius menggarap apartemen mahasiswa adalah PT Adhi Persada Properti.

Tercatat, ada beberapa kota yang sudah dibidik oleh anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini dalam membangun apartemen mahasiswa, yaitu Depok, Jatinangor, Surabaya, Malang dan Yogyakarta. Wilayah tersebut dinilai memiliki pasar yang tinggi. Puluhan perguruan tinggi, yang setiap tahunnya kedatangan ribuan mahasiswa, akan menjadi potensi pasar yang besar dalam hal hunian. Vice President (VP) of Sales APP, Happy Murdianto mengatakan, investasi di proyek apartemen mahasiswa yang dikembangkan oleh APP memberikan nilai dan keuntungan yang sangat menarik.

Depok, Jatinangor, Surabaya, Yogya dan Malang, memang identik dengan kehidupan mahasiswa. Depok misalnya, terdapat kampus terpadu Universitas Indonesia. Jatinangor, terdapat Universitas Pajajaran dan Institut Teknologi Bandung. Surabaya, terdapat Universitas Airlangga dan Institut Teknologi 10 Nopember. Sedangkan di Malang, terdapat Universitas Brawijaya.

Yang paling banyak memiliki perguruan tinggi, tentu Yogyakarta, dimana di kota ini terdapat Universitas Gajah Mada, serta beberapa perguruan tinggi swasta besar lainnya. Dengan keberadaan perguruan tinggi ini, setiap tahunnya akan kedatangan ribuan mahasiswa, yang kesemuanya membutuhkan hunian.

“Dari beberapa proyek apartemen mahasiswa yang kami kembangkan, rata-rata kenaikan harganya mencapai 8 persen hingga 15 persen per tahun,” kata Happy. Menurutnya, hal ini menjadi pertimbangan bagi para orang tua mahasiswa, dengan bisa memindahkan pos pengeluarannya, dari biaya kost, menjadi investasi.

“Kalau biaya kost, uang akan hilang. Namun, kalau menempatkan anaknya di apartemen mahasiswa, orang tua tidak perlu lagi mengeluarkan biaya kost, karena uangnya menjadi investasi,” jelasnya. Happy menambahkan, dengan cicilan pembayaran perbulan yang setara dengan harga sewa rumah kost, orang tua pastinya akan sangat diuntungkan. “Setelah anaknya lulus, unit apartemen tersebut bisa disewakan kembali atau dijual, dengan nilainya sudah pasti lebih tinggi dari harga awal,” pungkasnya.

PT Adhi Persada Properti, memiliki beberapa brand apartemen mahasiswa, yang terdiri dari 800 Unit di Taman Melati Margonda, 507 unit di Taman Melati Margonda, 939 unit di Grand Taman Melati Margonda 2, 758 unit di Taman Melati Jatinangor, 1.130 unit di Taman Melati MERR Surabaya dan 899 unit di Taman Melati Sinduadi Yogyakarta.

Sedangkan yang sedang dalam proses persiapan pembangunan, sebanyak 728 Unit di Taman Melati Dinoyo Malang. Wahyuni Sutantri, Direktur Pemasaran APP menambahkan, situasi pasar apartemen mahasiswa di Indonesia yang sangat besar inilah yang membuat kami mengembangkan lagi apartemen mahasiswa. yun/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment