Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
Infrastruktur Perhubungan

AP II Kelola Bandara Lampung dan Bengkulu

AP II Kelola Bandara Lampung dan Bengkulu

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Angkasa Pura (AP) II menandatangani kesepakatan bersama tentang rencana kerja sama dan penyusunan kajian pengalihan pengelolaan Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Kerja sama itu mencakup pemanfaatan barang milik negara dengan pola kerja sama pemanfaatan (KSP).

Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno menyatakan kesepakatan bersama ini, berlaku sampai dengan 31 Desember 2018 terhitung sejak tanggal ditandatangani. Kesepakatan bersama ini dapat diperpanjang atas kesepakatan para pihak.

“Para pihak sepakat untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab, di antaranya AP II mengeksplorasi peluang kerja sama Bandar Udara Radin Inten II dan Bandar Udara Fatmawati Soekarno yang berkelanjutan dengan menyusun proposal kerja sama pemanfaatan barang milik negara, termasuk di dalamnya rencana investasi sesuai rencana induk bandar udara dan rencana investasi sesuai proposal kerja sama pemanfaatan barang milik negara,” jelas Pramintohadi usai penandatanganan MoU antara Kemenhub dan PT. Angkasa Pura II (Persero) di Jakarta, Senin (27/8).

Pramintohadi menjelaskan penyelenggaraan Bandara Fatmawati Soekarno dan Bandara Radin Inten II saat ini dioperasikan oleh unit penyelenggara bandar udara (UPBU) dan perlu dilakukan pembangunan dan pengembangan fasilitas serta pengoperasian bandar udara. Hal tersebut dalam rangka peningkatan keamanan dan keselamatan penerbangan serta pelayanan penerbangan guna meningkatkan peran penerbangan dalam mendukung kegiatan perekonomian.

“Guna meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa bandara tersebut maka dirasa perlu untuk melibatkan pihak yang lebih berpengalaman untuk mempercepat peningkatan pelayanan melalui pengelolaan bandara yang lebih profesional,” jelasnya.

 

Fokus Bandara Lain

Pada kesempatan sama, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II), Muhammad Awaluddin mengatakan, dengan adanya rencana pengalihan pengelolaan kedua bandara itu kepada AP II, Kemenhub nantinya bisa lebih fokus kepada pengembangan bandara-bandara lain, terutama di daerah terpencil, terdalam, dan terluar.

“Selain melakukan pengoperasian, pihaknya juga nanti bertanggung jawab untuk mengembangkan bandara. Dia menaksir, kebutuhan dana pengembangan setiap bandaranya sekitar 300-500 rupiah miliar,” katanya. 

 

mza/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment