Koran Jakarta | June 25 2018
No Comments
Hubungan Bilateral - Negara Harus Bisa Jaga Peradaban

Anwar Ibrahim Puji Kepemimpinan BJ Habibie

Anwar Ibrahim Puji Kepemimpinan BJ Habibie

Foto : Koran Jakarta/M Fachri
Kunjungi Habibie - Presiden ketiga RI BJ Habibie berjabat tangan dengan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim usai melakukan pertemuan di Kediamannya, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Minggu (20/5). Habibie mengundang Anwar dalam rangka memperingati ulang tahun ke-20 Reformasi Indonesia dan mengenang Almarhumah Ibu Ainun Habibie. Habibie mengaku memiliki cita-cita yang sama dengan Anwar yakni ingin meningkatkan kualitas peradaban rakyat.
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden RI ketiga, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, mengingatkan apabila suatu bangsa ingin maju maka teruslah belajar dan bekerja keras. Bahkan, jangan segan belajar dari kesalahan orang lain.

 

JAKARTA - Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, bertemu dengan Presiden RI ketiga, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, di Kediamannya, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Minggu (20/5). Anwar tiba di kediaman Habibie pukul 13.05 WIB. menaiki mobil Toyota Alphard hitam bernomor polisi B 402 NS. Berbagai hal dibicarakan kedua tokoh ini saat bertemu, di antaranya mengenai reformasi di Indonesia pada 1998–1999, pemberantasan korupsi dan masalah ekonomi.


“Sebenarnya dalam beberapa hari ini tidak ada rencana berkunjung ke luar negeri. Namun, karena Pak BJ Habibie mengundang untuk menyambut ulang tahun ke-20 Reformasi Indonesia dan mengenang Almarhumah Ibu Ainun Habibie, saya datang ke Jakarta,” kata Anwar dalam konferensi pers di Kediaman BJ Habibie, Minggu (20/5).


Anwar lalu mengenang reformasi 1998 di Indonesia. Baginya, reformasi tersebut sangat mengesankan. “Saya mengikuti reformasi di Indonesia dari dekat. Saya pun kenal baik dengan Presiden Soeharto dan pernah mengunjungi beliau pada saat itu,” ucap Anwar yang mengenakan setelan jas hitam ini.


Ia pun mengapresiasi proses reformasi di Indonesia yang dilakukan dalam waktu singkat. Anwar pun memuji Indonesia di era Habibie.

Menurutnya, Indonesia mengalami perubahan besar dan Habibie berhasil membawa demokratisasi selepas Soeharto berkuasa. “Periode Habibie membuat perubahan dalam waktu yang cukup singkat. Perubahan tersebut adalah perubahan fondasi konstitusional,” kata Anwar.


Sementara rakyat Malaysia memperingati 2 September 1998 sebagai awal kejatuhan rezim Barisan Nasional yang kemudian jatuh setelah dua dekade kemudian, yakni pada 9 Mei 2018.


“Saya percaya pertemuan dan perbincangan dengan Pak Habibie akan mengeratkan lagi hubungan di antara dua negara kita, serta memperkukuh iltizam melaksanakan agenda reformasi di Malaysia,” tutur dia.

Seperti Adik


Anwar Ibrahim merupakan tokoh politik senior yang sempat menjadi lawan politik Perdana Menteri, Malaysia Mahathir Mohamad. Dalam pemilihan umum 2018, Anwar yang dibebaskan pada 16 Mei lalu, setelah mendapat pengampunan dari Raja Malaysia, justru berkoalisi dengan Mahathir yang kembali dilantik sebagai perdana menteri.


Sementara itu, BJ Habibie mengatakan bahwa kehadiran Anwar ke Jakarta karena undangan dari dirinya. Bahkan, tidak hanya mengundang, Habibie menyebut Anwar sebagai adiknya. “Anwar ini adik saya. Kami sudah berteman lama. Saya undang ke Jakarta, ya seperti mengunjungi abangnya,” kata Habibie.


Habibie menambahkan, dalam menghadapi globalisasi, kita semua harus bisa bekerja sama dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi, budaya, hingga peradaban ilmu pengetahuan. “Indonesia dan Malaysia harus bisa menjaga peradaban rakyatnya saat globaliasi semakin berkembang,” jelasnya.


Dalam kesempatan itu, Habibie mengatakan Anwar memiliki cita-cita yang sama dengan dirinya, yakni pro terhadap rakyat. “Cita-cita dia dan saya sama, kita mau pro rakyat agar rakyat itu bisa terus meningkat kualitas peradabannya,” ungkap Habibie. fdl/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment