Anies Kecewa Dana Rp4 Miliar untuk Beli Toa | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments
Peringatan Dini Banjir

Anies Kecewa Dana Rp4 Miliar untuk Beli Toa

Anies Kecewa Dana Rp4 Miliar untuk Beli Toa

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pembelian enam set toa atau pengeras suara dengan anggaran 4 miliar rupiah sebagai sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) banjir dinilai tak efektif

“Ini bukan early warning system, ini toa. Kalau EWS itu kejadian air di Katulampa sekian, lalu Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, MRT, Satpol PP, seluruhnya tahu wilayah mana yang punya risiko. Jadi, sebelum kejadian kita sudah siap antisipasi,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam rapat bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) secara virtual, di Balai Kota, Jakarta, Jumat (7/8).

Menurut Anies, pihaknya baru menyadari hal ini setelah banjir besar mengepung ibu kota pada awal 2020. Selain itu, toa tersebut sudah dipasang di sejumlah kelurahan yang rawan banjir. “Kejadian seakan-akan seperti banjir pertama. Kita menanganinya malah ad hoc. Padahal, tanah itu sudah puluhan tahun kena banjir,” ujarnya.

Anies meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk tak lagi membeli pengeras suara atau toa sebagai sistem peringatan dini, dan menyiapkan sistem peringatan dini baru yang lebih efektif dan efisien. “Jangan diteruskan belanja (toa) ini. Toa yang sudah terlanjur ada ya sudah dipakai saja. Tapi, tidak usah ditambah, bangun sistem baru, jangan toa seperti ini,” tuturnya.

Selain itu, Anies, memberondong anak buahnya dianggap tidak siap dalam mengantisipasi banjir yang kerap melanda ibu kota. Karena, penanganan banjir yang selama ini dilalukan oleh anak buahnya itu terkesan mendadak. “Setiap tahun (penanganan banjir) kita buat seakan baru pertama kali, kita anggap ini kejadian insidental. Padahal, kejadian ini tiap tahun,” cecarnya.

Kendati demikian, Anies menuturkan dalam penanganan banjir tak terlepas dari tidak adanya standar operasional prosedur (SOP) terkait antisipasi, penanganan genangan banjir, dan penanganan sesudah air surut (recovery). Untuk itu, ia meminta jajarannya segera menyusun SOP dan membuat sistem peringatan dini agar banjir bisa diantisipasi, khususnya terkait air kiriman dari wilayah hulu. 

 

jon/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment