Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
Tarif MRT l Depok Akan Bangun Perlintasan MRT dari Stasiun Pondok Cina

Anies dan DPRD Belum Sepakat

Anies dan DPRD Belum Sepakat

Foto : K oran Jakarta/M. Fachri
Uji Coba | Sejumlah warga mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Rabu (13/3). MRT Jakarta resmi dilakukan uji coba terhadap publik dari 12 hingga 24 Maret 2019 dengan menargetkan sebanyak 285 ribu penumpang.
A   A   A   Pengaturan Font

MRT segera beroperasi komersial, tetapi PT Mass Rapid Tansit (MRT) belum tahu besaran dan kapan kepastian tarif diumumkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan penetapan tarif Moda Raya Terpadu/mass rapid transit (MRT) akan diumumkan setelah dibahas dengan DPRD karena menyangkut Public Service Obligation (PSO).

“Karena ini menyangkut PSO kita perlu bicarakan dengan dewan, jadi nanti pembahasan dengan dewan selesai kita umumkan,” kata Anies, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (13/3).

Mengenai tarif MRT, Anies katakan sudah ada nilai hitungannya. “Nanti hitung-hitungannya sudah ada dan kita percaya hitungan sudah dibuat dan itu reasonable,” kata Gubernur.

Anies mengaku sudah melakukan rapat khusus soal MRT. Pemprov DKI Jakarta mengusulkan 8.500 rupiah per 10 kilomter. “Semua finalisasi proses perizinan sudah dalam fase final, kemudian proses pengangkutan juga berjalan dengan lancar,” kata Gubernur DKI.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan tarif 8.500 rupiah per 10 kilometer cukup reasonable. Menurut Budi, tarif MRT harus disubsidi karena disesuaikan daya beli masyarakat agar masyarakat mau menaikinya.

Seharusnya, apabila tidak dis ubsidi, tarif MRT bisa mencapai 25.000–30.000 rupiah dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus

Sebelumnya, Direktur Utama PT MRT, William Sabandar, mengatakan besaran tarif MRT masih menunggu pembahasan anggota DPRD DKI Jakarta. Meski akan segera beroperasi komersial, pihaknya belum dapat menentukan kapan kepastian tarif diumumkan.

“Tarif masih dalam pembahasan antara pemerintah dan DPRD (DKI Jakarta). Yang jelas MRT sudah menyampaikan arguman-argumen dasar dan teknis. Kami usulkan 8.500–10.000 rupiah per 10 km,” kata William.

Sementara itu, pada uji coba publik kedua, terlihat beberapa pejabat seperti Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, menjajal MRT dari Stasiun Lebak Bulus ke Stasiun Hotel Indonesia.

Bukan hanya Wali Kota Tangsel, arti cantik Olga Lydia juga ikut rombongan naik Kereta MRT dari Stasiun MRT Bundaran HI.

Olga mengatakan dirinya menyambut baik keberadaan MRT di Jakarta. Ia menilai seharusnya moda transportasi MRT yang harus dimiliki sebuah kota besar.

“Mungkin harus dimiliki dari 20 tahun yang lalu ya. karena kita banyak kota metropolitan penduduknya jauh lebih sedikit sudah memiliki sarana MRT. Tapi akhirnya Jakarta punya sesuatu sangat menggembirakan suatu yang penting dan mudah-mudahan dapat berkembang seluruh pelosok kota jakarta sehingga orang tidak perlu menaiki kendaraan pribadi,” ujarnya.

Olga menambahkan Kedua Jakarta, adalah sebuah contoh bagi kota-kota lain sehingga kota-kota lain tidak perlu menunggu punya penduduk diatas 10 juta naik MRT.

Seperti diketahui, Uji coba publik kereta MRT fase 1 dilakukan mulai 12–23 Maret 2019. Hingga 11 Maret, tercatat 184.738 orang yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba tersebut.

Total kuota untuk uji coba tersisa sebanyak 100.862 orang dari 285.600 orang. Uji coba MRT akan dilakukan sejak pukul 08.00–16.00 WIB dengan total 98 perjalanan dalam sehari.

Pelintasan MRT

Terkait dengan pengoperasian MRT, Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat akan membangun perlintasan MRT dari Stasiun Pondok Cina, Jalan Margonda ke Harjamukti yang sudah ada pada Rencana Induk Tata Transportasi (RITJ) pada 2022.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana di Depok, Rabu mengatakan hal ini masih dalam pengkajian dan proses pendanaan

Dananya nanti berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Perhubungan. Sedangkan anggaran yang paling besar berasal dari pihak swasta.

“Rencana feasibility study (uji kelayakan) sudah disusun oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk perlintasan transportasi MRT Pondok Cina-Harjamukti, Kecamatan Cimanggis,” katanya.

Dengan adanya MRT tentunya dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi. Itu dapat terlihat dari simulasi perkiraan jarak dari Stasiun Pondok Cina menuju Sudirman bisa mencapai 45 menit.

Namun dengan adanya MRT tentu hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit perjalanan. Sehingga waktu tempuh dapat lebih pendek. pin/jon/ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment