Koran Jakarta | December 19 2018
No Comments
Cuaca Ekstrem

Angin Puting Beliung Landa Bogor, Satu Orang Tewas

Angin Puting Beliung Landa Bogor, Satu Orang Tewas

Foto : ANTARA / Arif Firmansyah
Rusak I Warga duduk di depan rukonya yang rusak diterjang angin puting beliung di wilayah Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/12). Angin puting beliung yang melanda wilayah Bogor Selatan, Bogor, Jawa Barat, mengakibatkan seorang pengendara mobil tewas tertimpa pohon tumbang.
A   A   A   Pengaturan Font

BOGOR - Angin kencang yang melanda wilayah Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, mengakibatkan pohon roboh menimpa rumah dan mobil. Dalam peristiwa ini, Enny Retno, 45 tahun, warga BNR Cluster Nirwana, Bogor, tewas setelah mobil Avanza warna silver dengan nomor polisi F 1618 EY yang ditumpanginya tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang.

“Kami menerima laporan dari Dandim Kota Bogor langsung dari petugas yang ada di lapangan, saat ini petugas masih melakukan penanganan evakuasi pohon tumbang,” kata Kepala Penerangan Korem 061/Suryakancana, Kota Bogor, Mayor Ratno.

Peristiwa angin kencang dengan kecepatan sekitar 30 knot (50 km per jam) mengakibatkan tiga pohon jenis kenari tumbang, dan menimpa satu unit angkot dan empat kendaraan roda dua, serta satu unit mobil minibus yang ditumpangi korban.

Petugas gabungan dan TNI dan Polri serta anggota BPBD telah turun ke lokasi mengevakuasi korban. Sementara itu, tim gabungan melakukan evakuasi terhadap pohon-pohon yang tumbang yang menutup badan jalan, sehingga menyebabkan arus lalu lintas di jalan tersebut menjadi macet.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Klimatologi Bogor telah menjelaskan angin kencang yang melandar wilayah Bogor Selatan karena aktivitas awan CB yang cukup matang di atas wilayah tersebut.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra, menyebutkan kecepatan angin yang melanda wilayah Batu Tulis dan sekitarnya di Kecamatan Bogor Selatan sekitar 30 knot (50 km per jam) dalam satu hembusan. “Sapuan angin mencapai 100 meter hingga 1 km mengikuti arah angin,” kata Hadi.

Menurutnya, angin kencang ini terjadi karena bentukan awan CB yang cukup matang di wilayah Bogor Selatan. Situasi ini berpotensi terjadi selama puncak musim hujan yang berlangsung di wilayah Bogor hingga akhir Februari 2019. Selain angin kencang, hujan disertai petir dan kilat juga melanda wilayah Kota Bogor. Hujan ini berlangsung selama kurang lebih satu jam lamanya, hingga berita ini diturunkan hujan sudah mulai reda kembali (16.43 WIB)

“Luara awan CB itu antara lain, angin kencang, petir sama hujan lebat,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan ekstrim yang masih berpotensi terjadi, dengan melihat tanda-tanda seperti diawali dengan petir. Ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment