Anggaran Subsidi Bunga UMKM Dialihkan ke Program Bantuan Produktif | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 20 2020
No Comments
Pemulihan Ekonomi

Anggaran Subsidi Bunga UMKM Dialihkan ke Program Bantuan Produktif

Anggaran Subsidi Bunga UMKM Dialihkan ke Program Bantuan Produktif

Foto : Sumber: Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (PEN) akan mengalihkan anggaran subsidi bunga kredit bagi Usaha Mi­kro Kecil dan Menengah (UMKM) ke program baru yang dikenal dengan bantuan produktif UMKM. Peng­alihan itu karena subsidi bunga de­ngan pagu anggaran 35 triliun rupiah, baru terserap 1,3 triliun rupiah.

Ketua Satgas PEN, Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Rabu (12/8), me­ngatakan program bantuan produktif UMKM itu pagu anggarannya sekitar 22 triliun rupiah. “Program ini sifatnya hibah, jadi bukan pinjaman,” ujar Budi.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, yang menjelaskan soal pro­gram bantuan produktif usaha mikro.

Menurut Teten, program bantuan produktif akan diberikan kepada 12 juta pelaku usaha mikro dalam ben­tuk bantuan sebesar 2,4 juta rupiah.

“Tahap awal kami sudah alokasikan 9,1 juta penerima dengan total anggaran 22 trili­un rupiah,” kata Teten.

Kriteria penerima program tersebut ada­lah pelaku usaha mi­kro, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), bu­kan anggota TNI/Polri, bukan pegawai BUMN/ BUMD, sudah punya tabungan dengan no­minal di bawah dua juta rupiah.

“Kriterianya adalah dia belum per­nah atau sedang menerima pinjaman dari perbankan. Bantuan akan di­transfer sebesar 2,4 juta rupiah sekali transfer ke rekening penerima. Jadi ini kami sudah siapkan, pertengahan Agustus ini juga sudah bisa kami kick off’,” jelas Teten.

Hingga saat ini, Kementerian Ko­perasi dan UKM sudah mengumpul­kan sekitar 17 juta data pelaku usaha mikro yang berasal dari koperasi, kepala-kepala dinas dari berbagai daerah, OJK, bank wakaf mikro dan UMKM, Himbara, kementerian/lem­baga, PT Permodalan Nasional Ma­dani dan Pegadaian.

“Data tersebut akan diverifikasi dan divali­dasi oleh Kemenkop UKM bersama Kemen­terian Keuangan dan OJK. Kami mengajak kepada pelaku usaha mikro yang belum mendapatkan pem­biayaan modal kerja dan investasi dari per­bankan untuk ikut aktif mendaftarkan diri me­lalui dinas koperasi ter­dekat,” ungkap Teten.

Lekas Terserap

Satgas PEN optimistis, program baru berupa hibah modal kerja bagi UMKM itu lekas terserap. Sebab, da­tanya penerima hibah sudah ada di lembaga keuangan yang kelak seba­gai penyalur.

“Program bantuan UMKM ini saya jamin bisa cepat, karena datanya su­dah ada di lembaga keuangan yaitu data di BRI yang disampaikan Pak Dirut (BRI-red) ada empat juta data yang belum pernah dapat pinjaman dan kedua dari Permodalan Nasional Madani 6,4 juta data,” tambah Ketua Satgas PEN, Budi Gunadi Sadikin.

Direktur Utama Bank BRI, Suna­rso, yang memberi keterangan secara virtual menyatakan pihaknya sudah mengidentifikasi 4,3 juta calon pene­rima hibah modal kerja.

“Data nasabah yang punya ta­bungan Simpedes dan belum menda­pat kredit dan saldonya di bawah dua juta rupiah itu teridentifikasi 4,3 juta calon penerima. Dari 4,3 juta itu, kalau kami verifikasi ada 1,1 juta yang bisa menerima duluan, selebihnya kami lakukan verifikasi,” kata Sunarso.

BRI, tambah Sunarso, akan me­nyiapkan form bagi calon penerima dana dan sebelum menyalurkan ban­tuan akan mendatangi satu per satu nasabah tersebut. n uyo/E-9

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment