Koran Jakarta | April 21 2019
No Comments

Andy Murray Isyaratkan Pensiun

Andy Murray Isyaratkan Pensiun

Foto : AFP/ CARL DE SOUZA
A   A   A   Pengaturan Font

Cedera pinggul berkepanjangan membuat petenis Andy Murray mengisyaratkan untuk gantung raket seusai gelaran Grand Slam Australia Terbuka.

MELBOURNE - Australia Terbuka 2019 kemungkinan besar bakal menjadi turna­men grand slam terakhir bagi petenis kenamaan Inggris Raya, Andy Murray. Murray berniat gantung raket setelah ajang grand slam pembuka tersebut.

Keputusan itu tak lepas dari cedera yang membebat Mur­ray dalam dua tahun terakhir. Murray mengalami masalah di pinggul yang membuatnya harus menjalani operasi dan hanya bermain 12 kali sepan­jang 2018.

Padahal di awal 2017, Mur­ray adalah petenis nomor satu dunia namun problem pinggul yang muncul kala itu jadi awal mula performanya menurun dan membuatnya sempat terlempar keluar dari ranking 800 besar dunia.

Memasuki tahun 2019, Murray yang kini berpering­kat 230 dunia rupanya be­lum sepenuhnya lepas dari cedera pinggul. Hal ini mem­buat Murray akhirnya memu­tuskan pensiun lebih cepat. Australia Terbuka yang sudah dimulai 7 Januari lalu bakal jadi ajang terakhir dalam kari­er profesional Murray. Petenis 31 tahun itu akan menghada­pi Roberto Bautista di babak pertama.

“Saya tidak merasa enak. Saya sudah lama bergelut dengan cedera ini.. Saya tidak yakin apakah bisa bermain dengan rasa sakit ini untuk empat-lima bulan ke depan,” ujar Murray dengan emosion­al mengumumkan rencana pensiunnya.

“Saya sudah melakukan segalanya yang saya bisa agar pinggul ini lebih baik, tapi itu tidak membantu sama se­kali... Saya rasa Australia Ter­buka bakal jadi turnamen terakhir saya,” sambungnya seperti dikutip Yahoosports.

Murray adalah petenis In­ggris Raya terbaik di era ter­buka setelah Fred Perry. De­but profesional pada tahun 2005, Murray punya tiga gelar grand slam, yakni dua Wim­bledon (2013 dan 2016) serta AS Terbuka (2012).

Memiliki rekor menang-kalah, 663-190, Murray sebe­narnya masih ingin tampil di Wimbledon terakhirnya mu­sim panas nanti. Meski hal itu masih menunggu perkem­bangan kondisi fisiknya. “Saya bisa bermain sampai batas saya. Tapi, batasan itu serta rasa sakit ini justru membuat saya tidak nyaman saat ber­main atau berlatih. Saya se­benarnya ingin pensiun saat Wimbledon, tapi saya tidak yakin bisa melakukannya,” de­mikian Murray.

Masih Diperhitungkan

Sementara itu, petenis AS Serena Williams sedang hamil delapan minggu saat menjuarai Australia Terbuka 2017, meski ia baru saja gagal menambahkan deretan 23 ge­lar juara grand slam ternyata masih menjadi sosok yang di­perhitungkan di Australia Ter­buka 2019.

Petenis berusia 37 tahun itu istirahat setahun setelah melahirkan putri yang diberi nama Alexis Olympia pada September 2018, sebelum ke­mudian tampil lagi dan men­capai final di Wimbledon dan AS Terbuka.Di London, Sere­na harus mengakui keunggu­lan petenis Jerman Angelique Kerber, sementara di hadapan pendukung sendiri di New York, ia dikalahkan petenis Jepang yang sedang bersinar terang, Naomi Osaka.

Kekalahan tersebut mem­buat Serena gagal menyamai rekor Margaret Court yang te­lah mengumpulkan 24 tropi juara turnamen Grand Slam.

Tahun ini tantangan bagi Serena diprediksi datang dari banyak pemain lain yang ti­dak kalah tangguh.

Petenis nomor satu dunia saat ini, Simone Halep, se­dang bergelut dengan cedera punggung.

Gelar Australia Terbuka kedua bagi Kerber, yang men­galahkan Serena di final 2016, akan menjadi hadiah ulang tahun yang sempurna bagi petenis nomor dua dunia itu, yang berusia 31 tahun pada minggu pertama turnamen.

Juara bertahan Wozniacki saat ini sedang berjuang mel­awan penyakit radang sendi, tapi petenis asal Denmark itu masih tetap menjadi salah satu unggulan, demikian pula halnya dengan Naomi Osaka (21) yang dalam mempecun­dangi Serena di final AS Ter­buka 2018 di New York. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment