Koran Jakarta | June 24 2019
No Comments
Politik AS

Ancaman “Shutdown” Kembali Bayangi Amerika

Ancaman “Shutdown” Kembali Bayangi Amerika

Foto : AFP/MANDEL NGAN
Donald Trump
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC – Perundingan di Kongres Amerika Serikat (AS) yang membahas kesepakatan keamanan perbatasan, diwartakan pada Minggu (10/2) mengalami kemadekan. Hal ini akan meningkatkan kekhawatiran terjadinya lagi penutupan pemerintahan federal AS (shutdown).

Menyikapi kondisi itu, para perunding berharap akan berhasil membuat kesepakatan pada Senin (11/2) sehingga Kongres mendapatkan cukup waktu untuk meloloskan peraturan pada Jumat (15/2) saat anggaran federal habis.

“Saya berpendapat peluang untuk mencapai kesepakatan 50 berbading 50, namun momok bakal terjadinya shutdown sulit untuk ditepis,” kata ketua juru runding dari kubu Republik, Senator Richard Shelby saat sesi wawancara di jaringan televisi Fox News.

Kongres AS saat ini masih mengalami perbedaan pendapat soal seberapa mampu pemerintah AS menahan imigran haram dan pembiayaan atas pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko yang dijanjikan Presiden AS, Donald Trump.

Adapun anggaran bagi pembangunan tembok perbatasan yang saat ini dirundingkan dilakukan untuk menggolkan dana antara 1,3 hingga 2 miliar dollar AS. Angka itu jauh dari ekspektasi yang diharapkan oleh Presiden Trump yang jumlahnya mencapai 5,7 miliar dollar AS.

Dalam serangkaian cuitan di media sosial Twitter milik Trump pada Minggu (10/2), Presiden AS itu mengecam politisi dari kubu Demokrat karena “bertingkah tak rasional”.

Sementara itu juru runding dari kubu Demokrat, Jon Tester, saat sesi wawancara di Fox News Sunday, mengemukakan rasa optimistisnya bahwa kesepakatan akan tercapai pada waktunya demi menghindari terjadinya shutdown berikutnya. “Adalah hal yang bisa jika perundingan jarang berjalan secara lancar,” kata Tester.

Risiko Penutupan

Pada 25 Januari lalu, Presiden Trump menyepakati digelontorkannya anggaran untuk jangka waktu 3 pekan untuk mengakhiri shutdown dan memberi keleluasaan bagi Kongres untuk mencapai kesepakatan.

Anggaran bagi membiayai pemerintahan sendiri akan habis pada Jumat tengah malam mendatang. Menurut New York Times, jika kembali tak tercapai kesepakatan, maka risiko penutupan pemerintahan berikutnya juga bisa dicegah dengan membuat kesepakatan anggaran jangka pendek lagi.

Presiden Trump menilai bahwa perundingan-perundingan itu sebagai hal yang buang-buang waktu dan ia bersikeras agar tembok perbatasan tetap dibangun apalagi hal itu merupakan janjinya saat kampanye pilpres 2016 lalu.

Sebelumnya dalam pidato kenegaraan tahunan pada Selasa (5/2) pekan lalu, Trump telah membatalkan seruan agar Meksiko untuk membayari pembangunan tembok perbatasan, dan kini menegaskan bahwa tembok perbatasan yang diinginkannya harus cerdas, strategis, dan berupa pembatas baja yang tembus pandang.

Sebelumnya Presiden Trump mengancam akan menyatakan status darurat nasional dan membiayai tembok perbatasan tanpa persetujuan Kongres. Namun ide Trump itu banyak ditentang bahkan oleh sesama politisi dari partai pendukungnya dari kubu Republik.

Pada akhir pekan lalu, Presiden Trump kembali menegaskan bahwa tembok perbatasan akan tetap dibangun dengan berbagai upaya. CNN/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment