Koran Jakarta | November 13 2018
No Comments
VARIA

Anak Yatim Piatu Korban Gempa Sebaiknya Diasuh Keluarga Dekat

Anak Yatim Piatu Korban Gempa Sebaiknya Diasuh Keluarga Dekat

Foto : ISTIMEWA
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, mengharapkan anak-anak korban bencana yang menjadi yatim piatu di Sulawesi Te­ngah (Sulteng) dapat diasuh oleh ke­luarga dekat.

“Anak yang sudah tidak memiliki orang tua, me­reka diarahkan ke kelu­arga-keluarga. Extend­ed family (keluarga dekat) terkenal di Indonesia, di mana Om, Tante, Kakek, dan Nenek,” kata Yohana dalam keterangan tertulisnya usai mendatangi kelas darurat di Petobo, Palu, Rabu (10/10).

Dia menambahkan, jika tidak ada sama sekali keluarga dekat, baru pemerintah melalui Kementerian Sosial yang akan menampungnya.

“Kami data dulu berapa banyak yang tidak punya ke­luarga sama sekali di sini. Maka akan kami carikan jalan un­tuk ditempatkan di shelter-shelter atau rumah aman untuk anak-anak ini,” kata Yohana.

Selain itu, lanjut Yohana, akan ada tindakan khusus de­ngan koordinasi pemerintah setempat, bekerja sama de­ngan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat untuk memastikan hak-hak anak tetap ter­penuhi dalam kondisi bencana.

Meski demikian, menurut dia, masih terlalu awal mem­bicarakan adopsi bagi anak-anak korban gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulteng. eko/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment