Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
SAINSTEK

Akurasi Rekomendasi Diet dari Hasil Tes Urin

Akurasi Rekomendasi Diet dari Hasil Tes Urin

Foto : ISTIMEWA
Ilmuwan melakukan penelitian senyawa sayuran yang memiliki kaitan terkuat dengan pencegahan kanker dan dapat menjadi rekomendasi diet.
A   A   A   Pengaturan Font

Periset di Georgetown Lombardi Comprehensive Center di Washington DC, Amerika Serikat, telah mengembangkan sebuah metode yang dapat dengan cepat mengevaluasi senyawa makanan tertentu dalam urin manusia. Mereka mengatakan metode mereka suatu hari nanti bisa menggantikan metode lama yang kurang bisa diandalkan.

Metode ini untuk mendalami studi populasi dan meneliti efek diet terhadap kanker dan juga membantu ilmuan mengidentifikasi secara akurat makanan anti kanker yang paling menguntungkan. Untuk penelitian mereka ini, para peneliti memusatkan perhatian pada sayuran cruciferous.

Tanaman ini menunjukan manfaat perlindungan terhadap kanker paru paru dalam sebuah studi terhadap lebih dari 63.000 orang berpartisipasi dalam singapore chinese health study . Beberapa sayuran merupakan makanan utama dalam makanan Asia, di antaranya termasuk kubis, brokoli, kembang kol, bok choy serta selada air.

Peneliti mengetahui bahwa sayuran tersebut bermanfaat bagi kesehatan dan metode sepuluh menit yang dikembangkan. “Penelitian ini menguji keberadaan senyawa spesifik yang terkait dengan sayuran, ini akan membantu peneliti mengukur seberapa banyak molekul ini di konsumsi,” kata Marcin Dyba dari Georgetown Lombardi, peneliti sekaligus penulis utama dalam laporan kerja riset ini .

Dyba pernah menpresentasikan temuan penelitian ini pada pertemuan tahunan American Association For Cancer Research. Dyba mengatakan tes urin juga akan memungkinkan ilmuan untuk mengetahui senyawa mana yang terkait dengan sayuran crusciferous yang memiliki kaitan terkuat dengan pencegahan kanker.

Temuan tersebut kemudian dapat diuji pada model hewan dan jika ada molekul yang diketahui sangat protektif terhadap kanker maka informasi tersebut dapat menjadi rekomendasi diet yang lebih kuat atau suplemen makanan. “Kami sangat tertarik untuk memahami bagaimana dan mengapa senyawa itu bekerja,”kata Dyba.

”Anda tidak bisa melakukan pekerjaan ini hanya dengan menggunakan makanan yang di laporkan sendiri,” tambah Dyba. Para ilmuan Georgetown menvalidasi keefektifan alat mereka menggunakan urin yang dikumpulkan sebagai bagian dari singapore chinese health study. Penelitian yang di mulai di Singapura pada tahun 1993 ini dirancang untuk melihat efek diet terhadap kanker dan sejumlah kelainan lainnya.

Penelitian yang dipimpin oleh Jian Min Yuan dari University of Pittsburg Cencer Institute ini melibatkan lebih dari 63 ribu penduduk Singapira berusia baya dan yang lebih tua. Setidaknya ada 165 item kuesioner yang harus di isi dan para peneliti mengikuti mereka secara berkala selama beberapa tahun. Biasanya melalui sambungan telepon.

Tes urin baru mencari anggota keluarga dari Isothiocyanates ( ITCs) yang biasanya ditemukan dalam sayuran cruciferous. Penelitian pada hewan dan sel telah menunjukan bahwa berbagai jenis ITC memiliki beragam sifat dan potensi anti kanker dan menunjukan bahwa mereka tidak sama dalam hal perlindungan terhadap kanker. “Kami mengembangkan tes kami karena tidak ada cara untuk mengetahui ITC spesifik mana yang bekerja paling baik,” kata Dyba. 

 

nik/berbagai sumber/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment