Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Pilkada Serentak

Akun Kampanye Peserta Pilkada Harus Ditutup Selama Masa Tenang

Akun Kampanye Peserta Pilkada Harus Ditutup Selama Masa Tenang

Foto : ANTARA/Oky Lukmansyah
Tertibkan Baliho - Petugas menertibkan baliho calon wali kota saat razia di sejumlah warung dan ruas jalan di Tegal Jawa Tengah, Minggu (24/6). Razia baliho tersebut dilakukan karena sudah memasuki hari tenang kampanye.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta akun kampanye peserta Pilkada Serentak 2018 di media sosial selama masa tenang ditutup. Selama masa tenang, mulai Minggu (24/6) sampai dengan Selasa (26/6), tidak boleh lagi ada kampanye.


“Close, tidak boleh lagi ada kampanye di masa tenang melalui saluran apa pun. Alat peraga sudah tutup, iklan sudah tutup, kampanye terbuka sudah tutup, kampanye lewat media sosial sudah selesai. Pokoknya seluruh aktivitas kampanye sudah selesai,” ucap Ketua KPU, Arief Budiman, di Jakarta, Minggu (24/6).


Tak hanya di media sosial, peserta pemilu harus membersihkan semua alat peraga kampanye (APK). Jika masih ada APK yang tersisa, maka bisa disebut pelanggaran.


“Kepada peserta bersihkan seluruh atribut kampanye jangan lagi melakukan tindakan kampanye,” kata Arief.


Arief menegaskan pihaknya akan terus memantau akun-akun terkait kampanye pasangan calon selama masa tenang. Jika ditemukan ada pelanggaran, akan ditindak.


“Kejadian di masyarakat kan variannya luar biasa. Saya musti lihat, jangan-jangan disimpulkan dukungan, tetapi bukan, biasa saja.

Orang nulis apa pun tiap hari biasa saja, apakah itu jadi bagian yang dikelompokkan sebagai pelanggaran atau tidak, harus kita lihat dulu,” kata Arief.


Pilkada serentak di 171 daerah itu akan dilaksanakan pada Rabu (27/6). Dari 171 daerah yang mengikuti pilkada serentak itu, 17 di antaranya adalah pemilihan gubernur.


Sementara itu, Deputi Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Agustyati, mengatakan berdasarkan pengalaman Pilkada 2015 dan Pilkada 2017, ada berapa hal yang harus diperhatikan saat memasuki masa tenang.


“Masa tenang memiliki potensi kerawanan pelanggaran pilkada, terutama dari tim pasangan calon, tim sukses, atau tim kampanye, termasuk simpatisan ataupun relawan,” ucap Khoirunnisa. rag/Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment