Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments
Sektor Kelautan

Aktivitas Perikanan di Bali Meningkat

Aktivitas Perikanan di Bali Meningkat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Aktivitas peri­kanan di di Pelabuhan Perikan­an Nusantara (PPN) Pengam­bengan, Kabupaten Jembrana, Bali terus meningkat. Dalam kurun tiga tahun terakhir, kun­jungan kapal ke kawasan ini meningkat signifikan seiring membaiknya stok ikan di per­airan nasional.

Dirjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), M. Zulficar Mochtar peningkatan stok ikan tangkap itu sebagai efek pem­berantasan pencurian ikan atau illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing dan peralihan penggunaan alat pe­nangkapan ikan menjadi ra­mah lingkungan.

“Kini ikan pun semakin mu­dah ditangkap dan dalam jum­lah melimpah, termasuk di Samudera Hindia dan Selat Bali yang menjadi daerah penang­kapan nelayan yang berpang­kalan di PPN Pengambengan,” ungkap Zulficar melalui kete­rangannya, Senin (19/8).

Disebutkannya, frekue­nsi kunjungan kapal peri­kanan ke pelabuhan ini sangat menjanjikan. Pada 2018, tercatat 6.356 kunjungan kapal beru­kuran di atas 30 gross ton (GT), meningkat 183,60 per­sen dari 2017.

Sementara itu, pada 2019 sampai dengan Juli, jumlah kunjungan kapal sudah men­capai 3.759 kali atau 59 per­sen dari total kunjungan pada 2018. Diperkirakan, tren positif ini akan berlanjut dan melam­paui pencapaian tahun lalu.

Untuk terus meng­gairahkan aktivitas perikanan di PPN Pengambengan, KKP melalui Di­rektorat Jende­ral Perikanan Tangkap (DJPT) m e l a k u k a n bebagai ge­brakan. Ber­bagai pembenahan dan renova­si pelabuhan perikanan dilaku­kan dalam tiga tahun terakhir dengan harapan makin meng­optimalkan pelayanan kepada para nelayan dan pelaku usaha.

Terkait dokumen dan per­izinan kapal, pada Juli 2019, dilaksanakan Gerai Terpadu DJPT bersama Direktorat Jen­deral Perhubungan Laut Ke­menterian Perhubungan untuk penerbitan Pas Kecil kapal peri­kanan. Sudah diterbitkan 276 Pas Kecil dari 373 kapal yang mengajukan permohonan.

Sebagai tindak lanjut ke­giatan tersebut, pada 15-16 Agustus 2019, DJPT melak­sanakan sosialisasi dan pendampingan perizinan usaha perikanan tangkap. Ke­giatan ini untuk memberikan pelayanan perizinan bagi kapal perikanan berukuran di atas 30 GT dan berukuran 10-30 GT serta pelayanan penerbitan Bukti Pencatatan Kapal Peri­kanan (BPKP) bagi kapal yang telah mempunyai Pas Kecil.

Respons Positif

Sekretaris Direktorat Jen­deral Perikanan Tangkap KKP Yuliadi menyebutkan nelayan antusias mengikuti kegiatan itu. Selain karena mendapat­kan informasi tentang meka­nisme perizinan secara jelas, mereka juga dapat langsung dilayani di lokasi secara cepat dan bebas biaya. ers/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment