Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments

Akses Cepat E-Dagang untuk Permodalan Syariah

Akses Cepat E-Dagang untuk Permodalan Syariah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Sampai saat ini permodalam syariah, masih susah diakses akibat kurangnya jangkauan layanan ini. Platform finansial online menyediakan permodalan syariah khusus untuk pelaku e-dagang.

Akses terhadap permodalan syariah yang tidak mengandung unsur maisir (perjudian), gharar (ketidakpastian), dan riba (jumlah bunga melewati kesepakatan) saat ini masih kecil. Kontribusi syariah dari perbankan nasional saja baru sekitar 5,3 persen pada 2018.

Sebagai inisiator permodalan berbasis marketplacedi Indonesia, Investree (PT Investree Radhika Jaya) menghadirkan layanan Online SellerFinancing (OSF) Syariah. Permodalan ini khusu ditujukan kepada pelaku bisnis yang menjual produknya melalui edagang.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, menuturkan, “Tingginya permintaan dari parapebisnis online terhadap produk dan layananpembiayaan fintech berbasis syariah menjadi alasan mengapa kami harus dan akan terusberkolaborasi denganpelakue-commercedi Indonesia,” ujar dia di Jakarta. 

OSF Syariah dari Investree diharapkan menjadi solusi pembiayaan berbentuk modal usaha bagi para pemilik toko online yang telah bergabung di perusahaanecommerce yang bekerjasama dengan Investree, antara lain Bukalapak, Lazada, dan Tokopedia. Investree juga sedang menjajaki beberapa marketplace dalam meluaskan layanan.

Keunggulan OSF Syariah Investree selain berprinsip syariah, pinjaman disetujuai dengan kilat tanpa agunan, pengajuan cepat, fleksibel, dan proses 100 persen online. Margin pembiayaan diklaim kompetitif mulai dari 0,9 persen-2 persen per bulan, dengan tenor fasilitas 3-24 bulan, dengan pembiayaan minimal mulai dari 2 juta hingga 2 miliar rupiah.

Persyaratan bagi peminjam, pemilik toko onlineadalah individu yang sudah berjualan aktif di e-dagang minimal tiga bulan. Syarat lainnya mengirimkan KTP, swafoto dengan KTP, dan NPWP, berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Pinjaman hanya untuk mendanai pembiayaan toko online yang menjual barang, dan jasa dengan prinsip syariah.

Layanan Investree Syariah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang telah memenuhi syarat dan ketentuan sebagai Pemberi Pembiayaan danPenerima Pembiayaan di Investree, baik muslim maupun non-muslim. Sesuai dengan prinsippembiayaan syariah, tidak semua pengajuan pembiayaan melalui Investree Syariah dapat diterima di Investree.

Pelaku bisnis yang mengajukan pembiayaan untuk penjualan jasa dan atau produk yang haram karena zatnya seperti minuman keras, rokok, narkoba, perdaganganmanusia, dan sejenisnya, maupun yang haram karena mengandung unsure perjudian, spekulasi, suap, riba, dan sejenisnya tidak akan diterima pengajuannya.

Hingga saat ini, jumlah pembiayaan yang disalurkan melalui Investree Syariah sudahmencapai 55 miliar rupuah dengan jumlah penerima pembiayaan sebanyak 262. Tahun ini, Investree menargetkan pembiayaan syariahnya bisa tumbuh lebih dari 10 kali lipat menjadi 600 miliar rupiah. caranya dengan menjalin kerja sama dengan satu pendana berbentuk lembaga asal Timur Tengah.

Adrian mengharapkan, pendana retail untuk pinjaman berbasis syariah akan terus meningkat. Saat ini, jumlah pendana syariah aktif Investree mencapai 20 persen dari pendana aktif keseluruhan sebanyak 10.000 orang.

Agar layanan OSF Syariah lebih dikenal luas, Investree telah berkerjasama dengan bank syariah, industri baru berbasis syariah, seperti e-dagangdan marketplace yang berbasis syariah. Mereka diharapkan menggunakan platform saluran pembiayaan Investree dalam mendapatkan dan memberikan pembiayaan. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment