Akibat Perang Dagang Meluas | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
PREDIKSI RUPIAH

Akibat Perang Dagang Meluas

Akibat Perang Dagang Meluas

Foto : ANTARA
A   A   A   Pengaturan Font

 

 

JAKARTA –Tindakan Amerika Serikat (AS) memukul genderang perang dagang baru dengan Brasil, Argentina dan Prancis diperkirakan menambah kekhawatiran pelaku pasar keuangan. Situasi tersebut berpotensi menambah ketikdpastian kondisi global di saat negosiasi dagang AS dengan Tiongkok masih belum jelas.

Kepala Riset dan Analisis Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan tindakan arogan AS membuat kekhawatiran pelaku pasar semakin besar sehingga bisa berdampak pada melemahnya rupiah terhadap dollar AS, hari ini (4/12). Ariston memprediksikan kurs rupiah berada di kisaran 14.080 -14.150 rupiah per dollar AS.

“Rencana baru AS untuk mengenakan tarif terhadap baja dan alumunium impor dari Brasil dan Argentina. Rencana sebagai aksi balasan terhadap kebijakan Brasil dan Argentina yang disebut tidak adil. Brasil dan Argentina dianggap telah melakukan devaluasi nilai tukar secara berlebihan sehingga merugikan para petani AS,” papar Ariston, Jakarta, Selasa (3/12).

Selain itu, pemerintah AS berencana menerapakan tarif barang impor dari Perancis senilai 2,4 miliar dollar AS. Tarif akan dinaikkan hingga 100 persen terhadap barang-barang impor populer dari Perancis. Hal ini sebagai balasan terhadap Perancis yang mengenakan kebijakan pajak yang diskriminatif kepada perusahaan teknologi raksaksa AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Selasa (3/12) sore, menguat seiring intervensi pasar oleh Bank Indonesia (BI). Rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen dari sehari sebelumnya menjadi 14.115 rupiah per dollar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta kemarin mengatakan, dengan kondisi global yang begitu kuat, BI mengintervensi pasar valas dan obligasi di perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

 

uyo/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment