Koran Jakarta | April 29 2017
No Comments

Airbus Pamerkan Mobil Terbang

Airbus Pamerkan Mobil Terbang

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Saat ini dunia otomotif sedang mengalami lompatan besar. Hal ini antara lain ditandai dengan adanya mobil listrik dan swa kemudi. Sebentar lagi lompatan ini akan berlanjut dengan hadirnya mobil terbang.

Produsen pesawat asal Eropa Airbus, pada Geneva International Motor Show 2017 yang ke- 87,  memperkenalkan pop up mobil terbang. Pop up ini berupa sistem transportasi modular, bertenaga listrik, dan tanpa emisi.

Mobill terbang dengan baling-baling yang bisa dilepas ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan lalu lintas di kota - kota besar. Pop up dirancang berdasarkan  sebuah  sistem  modular  untuk  transportasi  pada lintas moda  yang  dapat  memaksimalkan penggunaan jalur darat maupun udara.  

“Dengan  kemacetan  lalu  lintas  yang  diproyeksikan  akan meningkat  secara signifikan pada 2030,  Airbus menemukan sebuah sistem mobilitas perkotaan yang berkelanjutan, modular, dan lintas moda. Upaya inilah yang kemudian melahirkan konsep Pop up,” ujar General  Manager untuk  Urban  Air  Mobility di Airbus, Mathias Thomsen dalam siaran pers yang diterima Kamis (9/3).

Sistem Pop up terdiri dari tiga lapis konsep, berupa kecerdasan buatan, kendaraan berupa kapsul dan sistem modul komunikasi antar muka untuk komunikasi virtual. Platform kecerdasan buatan  menawarkan  beberapa  alternatif  skenario  transportasi  dan memastikan pengalaman perjalanan yang lancar.

Kapsul  penumpang  dirancang  untuk  dapat  dipasangkan  dengan dua  modul  berbeda  yang  bertenaga  listri k  dan  bersifat  independen  (modul  darat  dan  modul  udara). Sedangkan modul  antarmuka yang berkomunikasi dengan pengguna di lingkungan serba virtual.  

Sistem  Pop up juga bertujuan  untuk  “mengembalikan”  waktu  kepada  para  komuter  melalui  sebuah  cara baru  bepergian  yang  lebih  fleksibel,  terintegrasi,  adaptif  dan  menempatkan  penggunanya  sebagai fokus utama.  

Kendaraan  Pop up  menggabungkan  fleksibilitas  dari  kendaraan  darat  dua kursi  berukuran  kecil, dengan  kebebasan  dan  kecepatan  yang  ditawarkan  oleh  kemampuan  lepas  landas dan mendarat secara  vertikal  (VTOL) dari kendaraan udara dan dengan ini menjembatani  ranah  otomotif  dan kedirgantaraan. 

Kunci utama dari konsep ini adalah sebuah kapsul  berbentuk kepompong yang dilengkapi dengan teknologi tinggi. Bahannya dari  serat  karbon monocoque ini  memiliki  panjang  2,6  meter,  tinggi  1,4  meter, dan lebar 1,5  meter. Kapsul  ini  dapat bertransformasi menjadi city car dengan memilih modul darat yang dilengkapi dengan chassis  berserat karbon dan bertenaga baterai.   

‎CEO Italdesign Jörg Astalosch mengatakan, pihaknya melihat  Airbus  sebagai  pemimpin  di  bidang  kedirgantaraan  adalah  mitra  yang  sempurna  yang juga  mempercayai  visi  modern  ini  untuk  masa  depan  kota - kota  besar. "Kami dapat  bersama-sama mengembangkan  sebuah  sistem  transportasi  lintas- moda  yang  berkelanjutan  untuk  kota - kota  besar tersebut,” pungkasnya.  hay/E-6

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment