Koran Jakarta | August 21 2019
No Comments
Kasus Penghinaan

Ahmad Dhani Divonis 1 Tahun

Ahmad Dhani Divonis 1 Tahun

Foto : ANTARA/DIDIK SUHARTONO
MEMASUKI RUANG SIDANG - Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik Ahmad Dhani Prasetyo bersiap mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/6). Dalam sidang pembacaan putusan itu, majelis hakim menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada terdakwa.
A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA – Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis satu ta­hun penjara kepada musikus Ahmad Dhani Prasetyo, Selasa (11/6). Ketua majelis hakim, R. Anton Widyopriyono, dalam amar putusannya menyatakan Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 45 Ayat 3 juncto Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang ITE. Vonis hakim tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa, yakni satu ta­hun enam bulan.

“Terdakwa terbukti mendistribusikan dan mentrans­misikan dapat diaksesnya konten yang memiliki muatan penghinaan dan pencema­ran nama baik melalui akun Instagram-nya,” kata Anton di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa.

Ini adalah vonis hukuman kedua bagi kader Partai Gerindra itu. Sebelumnya, 28 Januari 2019, mantan pento­lan grup band Dewa 19 divo­nis oleh hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, selama 1,5 tahun dalam kasus ujaran kebencian dan dugaan penistaan agama terhadap etnis Tionghoa.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya berpendapat Ahmad Dhani dengan sengaja dan tanpa hak mentransmisi­kan konten penghinaan se­hingga membuat orang lain tersinggung, khususnya pe­nyebutan kata idiot. Sebab, menurut penjelasan saksi ahli bahasa, kata idiot mengacu kepada orang yang memiliki IQ paling rendah.

Selain itu, hakim juga me­lihat ucapan idiot dalam vlog Ahmad Dhani sengaja ditu­jukan kepada ratusan orang anggota Koalisi Elemen Bela NKRI yang pada 26 Agustus 2018 lalu mengepung Hotel Majapahit tempat pentolan Dewa 19 itu menginap. “Tangan terdakwa mengarah ke luar hotel, meskipun tak me­nyebutkan nama,” katanya.

Hal-hal yang memberatkan putusan hakim ialah Ahmad Dhani tak menyesali perbuatannya. Yang bersang­kutan juga sedang menjalani hukuman dalam perkara ujaran kebencian di Jakarta serta sebagai calon legislator yang seharusnya mengerti hukum. Adapun hal yang meringankan selama persidangan, Ah­mad Dhani bersikap sopan dan kooperatif.

Ahmad Dhani menyatakan akan mengajukan banding. Sebab, ia mengaku tak puas terhadap vonis yang diterima karena majelis hakim dinilai mengabaikan saksi ahli pem­buat UU ITE Teguh Afriadi yang menyatakan harus ada subjek hukum yang menjadi korban. SB/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment