Koran Jakarta | May 27 2018
No Comments
Laporan Pertanggungjawaban

Aher Klaim Daya Saing Jabar Meningkat

Aher Klaim Daya Saing Jabar Meningkat

Foto : ISTIMEWA
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengklaim daya saing Provinsi Jabar kini menduduki posisi nomor dua nasional, meningkat dari peringkat lima pada 2013. Peningkatan itu seiring dengan meningkatnya skala kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah dari skala tiga pada 2013 menjadi tiga setengah pada 2017.

Peningkatan daya saing dan kepuasan masyarakat, menurutnya, terlihat dari jumlah penerbitan perizinan nasional yang mencapai 223.000 izin dari sebelumnya 39.029 izin. “Kinerja pemerintahan, profesionalisme aparatur, dan perluasan partisipasi publik di Jawa Barat terus meningkat sehingga posisi Jabar kini jadi nomor dua nasional untuk indikator daya saing.

Pendapatan asli daerah pun melonjak dari 12,4 triliun rupiah pada Tahun 2013 menjadi 18,3 triliun rupiah lebih pada 2017,” ujarnya saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJAMJ) Gubernur Jawa Barat Periode Tahun 2013-2018 dalam Sidang Paripurna DPRD Jabar di Bandung, Senin (19/3).

Pencapaian kinerja LKPJAMJ ini, merupakan cerminan akumulasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang dicapai sejak Tahun Anggaran 2013 hingga akhir 2017. Pendapatan PAD ini diiringi pula dengan peningkatan APBD Provinsi Jabar. Pada 2013 APBD Jabar sebesar 17,38 triliun rupiah dan pada penghujung pelaksanaan RPJMD yaitu 2017, meningkat menjadi 32,19 triliun rupiah.

Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan daerah pada Tahun 2013 sebesar 18,40 triliun rupiah dan pada Tahun 2017 meningkat secara signifikan yaitu sebesar 32,56 triliun rupiah lebih. “APBD yang terus meningkat pada setiap tahunnya tersebut, dapat dimaknai bahwa kesempatan masyarakat untuk mendapatkan hasil pembangunan terus meningkat. Ini telah kami buktikan dengan peningkatan layanan pembangunan di berbagai bidang,” ujarnya.

 

Laju LPE

 

Beberapa indikator yang ditunjukkan gubernur antara lain Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sebesar 5,29 persen atau berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,19 persen. Kemudian Laju inflasi dapat dikendalikan sebesar 3,63 persen meskipun masih di atas inflasi nasional sebesar 3,61 persen.

Demikian juga dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga konstan yang mencapai 27,96 juta rupiah atau meningkat sebesar 19,43 juta rupiah dibanding Tahun 2013 sebesar 8,53 juta rupiah. 

 

tgh/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment