Koran Jakarta | September 21 2018
No Comments
WAWANCARA

Agus Gumiwang Kartasasmita

Agus Gumiwang Kartasasmita

Foto : ANTARA/Hafidz Mubarak A
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Joko Widodo melantik Ketua DPP Partai Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjadi Menteri Sosial, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/8). Agus Gumiwang menggantikan Idrus Marham yang mundur dari jabatan Menteri Sosial. Sebelum menjabat Menteri Sosial, Agus Gumiwang merupakan anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar.

 Agus Gumiwang dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 148/P/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Sosial Kabinet Kerja sisa masa jabatan 2014–2019, tertanggal 24 Agustus 2018. Presiden Joko Widodo mengambil sumpah jabatan Agus Gumiwang dan menandatangani berita acara sumpah jabatan.

Agus Gumiwang adalah anggota DPR terpilih dari daerah pemilihan Jawa Barat II. Di DPP Golkar, dia menjabat Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat. Sebelumnya, dia juga menjabat Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR. Agus Gumiwang merupakan putra mantan Menteri Koordinator Ekonomi Keuangan dan Industri, Ginandjar Kartasasmita, di era pemerintahan Soeharto.

Agus Gumiwang pernah dipecat sebagai kader Golkar karena mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla saat Pilpres 2014. Dua kader Golkar lain yang juga dipecat oleh Ketua Umum Golkar saat itu Aburizal Bakrie adalah Nusron Wahid dan Poempida Hidayatullah.

Saat itu, Golkar memutuskan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Peserta Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Bali pada Desember 2014, kemudian memutuskan memecat Agus Gumiwang dan Nusron dari keanggotaan Partai Golkar. Keduanya dianggap membangkang.

Agus Gumiwang dan Nusron memilih langsung mengadukan masalah pemecatannya ke pengadilan, dan tidak melalui mahkamah partai terlebih dulu. Belakangan, dalam Munas Luar Biasa Golkar di Bali, Mei 2016, Agus Gumiwang dan Nusron direhabilitasi atau dipulihkan nama baiknya.

Dalam waktu yang pendek ini, Agus Gumiwang dituntut bekerja cepat mengatasi bencana di Tanah Air. Hal itu sesuai dengan tujuan akhir yang akan dicapai Kementerian Sosial tahun 2015–2019 melalui penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Paling tidak ada tiga tujuan dalam kerangka pembangunan nasional saat ini yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kementerian Sosial sesuai Peraturan Presiden No 46 Tahun 2015 tentang Kementerian Sosial.

Pertama, meningkatkan kemampuan penduduk dalam memenuhi kebutuhan dasar. Kedua, terpenuhinya hak dasar dan inklusivitas bagi penduduk miskin dan rentan, penyandang disabilitas, dan kelompok marjinal lainnya. Ketiga, meningkatnya kualitas manajemen dan pengelolaan penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Berdasarkan Peraturan Presiden No 46 Tahun 2015, Kementerian Sosial mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, dan penanganan fakir miskin untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Kementerian Sosial paling tidak menyelenggarakan sembilan fungsi. Pertama, perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, dan penanganan fakir miskin. Kedua, penetapan kriteria dan data fakir miskin dan orang tidak mampu.

Ketiga, penetapan standar rehabilitasi sosial. Keempat, koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Sosial. Kelima, pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial.

Keenam, pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Sosial. Ketujuh, pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Sosial di daerah. Kedelapan, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan kesejahteraan sosial, serta penyuluhan sosial. Kesembilan, pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Sosial.

Kementerian Sosial merupakan institusi yang sangat penting, terutama terkait dengan keinginan pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo mengangkat, menghilangkan atau mengurangi kemiskinan. Di sini peran Kementerian Sosial sangat besar. Selain itu, secara bersamaan meningkatkan daya beli masyarakat. Ada stimulan-stimulan dari pemerintah untuk menggerakkan ekonomi.

Untuk mengetahui apa langkah yang akan dilakukan jajaran Kementerian Sosial ke depan, wartawan Koran Jakarta, Muhammad Umar Fadloli, berkesempatan mewawancarai Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, serta beberapa kesempatan lain. Berikut petikan selengkapnya.

Apa yang akan Anda lakukan dalam memimpin Kementerian Sosial?

Memang prioritasnya ada banyak sekali, bencana khususnya di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jadi, Presiden Joko Widodo memberikan arahan untuk secara khusus memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang terkena bencana, khususnya yang di Lombok. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan untuk memperhatikan pengentasan kemiskinan, bisa dilaksanakan lebih serius.

Ada tugas khusus untuk Anda dari Presiden Joko Widodo?

Presiden Joko Widodo meminta untuk penanganan gempa NTB ditangani secara komprehensif dan menjadikan itu prioritas utama. Tentunya dalam penanganan dan rehabilitasi di NTB berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait lainnya.

Jadi, sekarang prioritas Anda dalam penyelesaian gempa di NTB apa?

Saat ini, bencana gempa di NTB memasuki tahap rekonstruksi dan rehabilitasi. Kementerian Sosial akan semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai inpres yang sudah dikeluarkan Presiden Joko Widodo. Seluruh jajaran di Kementerian Sosial juga akan merumuskan kebijakan yang lebih pada pemberdayaan masyarakat dan menumbuhkan kemandirian masyarakat. Harus kerja keras dalam penanganan bencana gempa di NTB.

Apa saja yang akan dilakukan ke depan?

Memastikan proses tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi dapat berjalan dengan maksimal. Kementerian Sosial diberi tanggung jawab pada penanganan program rehabilitasi sosial. Kami juga akan mengoptimalkan program trauma healing untuk anak-anak yang menjadi korban gempa di NTB.

Tantangan ke depan dalam melaksanakan tugas di waktu yang pendek ini?

Progran Kementerian Sosial dalam penanganan bencana alam NTB, khususnya tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kementerian Sosial juga harus memastikan bahwa seluruh program bantuan sosial sebagai upaya peningkatan kemiskinan bisa berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Bantuan sosial juga menjadi prioritas Anda ke depan?

Iya, kami juga diberikan tugas dalam program perlindungan sosial dengan mendorong percepatan program-program bantuan sosial. Program-program bantuan sosial adalah salah satu cara pengentasan kemiskinan karena dengan itu bisa meningkatkan daya beli masyarakat setempat.

Setelah itu, apa yang dilakukan Kementerian Sosial?

Setelah mereka lepas dari garis kemiskinan maka negara juga memberikan pendampingan terhadap program-program pemberdayaan masyarakat. Itu dilakukan dengan menciptakan semangat entrepreneurship di tingkat grassroot. Dengan begitu, pada akhirnya mereka bisa mandiri. Pada ujungnya, ekonomi mereka meningkat dan dapat mengentaskan kemiskinan warga.

Terkait posisi Anda di tim pemenangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin seperti apa?

Kami serahkan kepada Presiden Joko Widodo posisi saya di tim kampanye nasional. Tapi, menurut pandangan saya, insya Allah tidak akan mengganggu kerja ya. Kami upayakan bisa membagi waktu untuk bisa bekerja, fokus ke Kementerian Sosial dan juga membantu tim kampanye nasional.

Kapan Anda dikabari untuk menggantikan posisi Idrus Marham menjadi Menteri Sosial?

Saya pukul 11.45 WIB pada Jumat tanggal 24 Agustus 2018 ditelepon Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, yang menyampaikan untuk saya siap-siap. Lalu diminta datang ke kantor Pak Airlangga Hartarto, dengan memakai jas dan mengenakan kopiah.

Kalau dari pihak Istana sendiri memberi kabar kepada Anda kapan?

Saya diberi kabar oleh pihak Istana sekitar jam 13.00 WIB.

Apakah ada pembahasan sebelumnya terkait posisi Anda sebagai Menteri Sosial ini?

Saya kira ini kan ada kaitan dengan apa yang terjadi dengan Pak Idrus Marham. Jadi, saya kira semuanya berjalan begitu cepat. Presiden Joko Widodo juga merasa perlu pengisian jabatan itu segera. Ini harus dilakukan karena Kementerian Sosial merupakan kementerian yang strategis. Bukan hanya saja ketika ada bencana, tetapi juga kalau tidak ada bencana sangat strategis. Jadi, semuanya berlangsung serbacepat.

Kenapa saat pelantikan di Istana, Anda tidak didampingi istri?

Kebetulan istri saya lagi tidak ada di Jakarta. Istri sedang mengantar anak saya yang kuliah di luar negeri.

Bagaimana tanggapan keluarga saat mendengar Anda diangkat menjadi Menteri Sosial?

Keluarga menganggap bahwa ini sebuah challenge dan terus berdoa agar saya bisa membantu Presiden Joko Widodo. Semua itu dilakukan agar pemerintahan ini bisa berhasil sesuai harapan kita semua.

Untuk hobi, olahraga apa yang paling Anda gemari?

Saya suka jogging dan renang. Saya juga merasa bahagia apabila bisa menikmati waktu bersama keluarga.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment