Agar Lebih Produktif di Era Digital | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Agar Lebih Produktif di Era Digital

Agar Lebih Produktif di Era Digital

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Digitalisasi telah mendorong masyarakat untuk melakukan transformasi digital. Transformasi ini menawarkan banyak manfaat, dari sisi produktivitas, kompetisi, efisiensi, dan efektivitas.

Secara terminologi, transformasi digital merupakan proses perubahan dalam penerapan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan yang ada pada masyarakat. Transformasi ini memungkinkan kemampuan inovasi dan kreativitas lebih baik, dibandingkan dengan cara lama.

Menurut Indonesia Country Director, Accenture, Ho Seong Kim, era digital membutuhkan pendekatan baru bagi organisasi untuk bertransformasi.

“Pendekatan ini mengharuskan perusahaan mengubah core bisnis guna meningkatkan kapasitas investasi, mengembangkanya untuk terus mengejar pertumbuhan serta mengidentifikasi dan mengukur potensi area pertumbuhan bisnis baru secara lebih cepat,” ujar Kim, di Jakarta.

Menurut IDC, pada 2021, 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diproyeksikan akan berasal dari produk dan layanan digital. Hal ini selaras dengan tren global di mana kontribusi layanan dan produk digital akan meningkat sejalan dengan perubahan pola konsumsi mayoritas masyarakat menjadi digital.

Masih menurut IDC, di Indonesia, baru 27 persen bisnis yang telah memiliki strategi dan rencana transformasi digital. Hal ini menjadi tantangan bagi para pelaku industri untuk merealisasikan target produk dan layanan digital di tahun 2021.

Presiden Direktur, Microsoft Indonesia, Haris Izmee, mengatakan Microsoft Indonesia telah membantu lebih dari 1.700 mitra ekosistem lokal. Pihaknya telah membantu usaha kecil lebih produktif, perusahaan multinasional lebih kompetitif, organisasi nirlaba lebih efektif, dan pemerintahan lebih efisien, melalui modernisasi tata kelola data dan percepatan adopsi cloud.

Microsoft menawarkan transformasi digital dalam bentuk cloud, melalui 3 platform komputasi awan yaitu Azure, Dynamics 365 dan Microsoft 365. Ketiganya diklaim berguna mendorong tranformasi digital secara lengkap berupa empower employee, optimize operations, engage customers, dan transform product & services.

Yang terbaru Microsoft juga mengumumkan ketersediaan jaringan Azure Edge Node dan menjadi penyedia cloud pertama yang menghadirkan layanan Express Route di Indonesia. Edge Node mampu mengoptimalkan peforma jaringan melalui titik akses lokal dari dan ke jaringan global Microsoft dengan kecepatan 10 kali lebih baik.

“Sedangkan Express Route menawarkan kemudahan bagi para pelanggan untuk menciptakan koneksi personal ke cloud melalui Service Level Agreement (SLA) sesuai kebutuhan pelanggan,” ujar Haris di Jakarta.

Sisi Perangkat

Selain melalui platform, tranformasi bisa dilakukan dari sisi perangkat. Lenovo misalnya memperkenalkan desktop komersial terkecil di dunia untuk membantu transformasi digital di Indonesia yaitu ThinkCentre seri M90n-1 Nano dan ThinkCentre M90n- 1 Nano IoT.

“Perusahaan di Indonesia memahami bahwa transformasi digital menjadi suatu keharusan untuk tetap menjadi yang terdepan di era digital ini. Namun, meningkatnya biaya energi, sewa ruang kerja, serta kebutuhan dari karyawan modern, membuat tuntutan semakin meningkat,” kata Presales Manager Lenovo Indonesia Azis Wonosari di Jakarta.

ThinkCentre Seri M90n-1 Nano kata Azis menghadirkan performa tangguh dalam ukuran ultra-portable yang dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya energi dan efisiensi pada ruang kerja, dengan menawarkan efisiensi ruangan, penghematan energi, performa tangguh serta kemudahan pengelolaan, yang menjadi kunci dalam menciptakan tempat kerja yang produktif.

Dengan berat 505 gram ThinkCentre M90n-1 Nano berukuran sepertiga dari ThinkCentre Tiny, sekaligus menjadi desktop komersial terkecil di dunia. “Meski kecil desktop ini sama tangguhnya dengan desktop berukuran biasa,” ujar Azis.

Perangkat ini cocok diletakkan di belakang monitor dengan penjepit monitornya, di bawah meja, atau di mana saja dengan dukungan mount VESA; ThinkCentre M90n-1 Nano menjadikan ruang kerja lebih leluasa serta menghemat biaya energi setiap tahunnya hingga 30 persen.

Sementara ThinkCentre M90n-1 Nano IoT didesain untuk tahan beroperasi di tengah suhu ekstrim dan telah di uji dengan Military Standard untuk standar kestabilan perangkat. Hal ini menunjukkan bahwa produk ini ideal digunakan oleh industri manufaktur, ritel, kesehatan, dan industri lain yang berfokus pada IoT.

ThinkCentre M90n-1 Nano menggunakan Intel Core vPro i7 Processors generasi ke-8 dan penyimpanan SSD, dapat dengan mudah menangani file-file berat, serta memungkinkan pengguna mengerjakan berbagai pekerjaan bergantian tanpa hambatan.

Selain itu, desktop ini dapat di upgrade ke 16 GB DDR4 dan dua slot SSD M.2, sehingga dapat memberikan fleksibilitas untuk meningkatkan penyimpanan juga menunjang pekerjaan dengan kecepatan maksimal dan responsif tanpa harus berkompromi terhadap kapasitas penyimpanan.

Keleluasaan lain yang diberikan desktop ini adalah kompatibilitas USB via monitor Type-C atau port Type-C yang berfungsi sepenuhnya, sehingga memberikan kemudahan input/ output untuk menunjang pekerjaan di berbagai kebutuhan.

Azis mengungkapkan, ThinkCentre M90n-1 Nano dan ThinkCentre M90n-1 Nano IoT kini tersedia di Indonesia dengan masing – masing harga mulai dari 639 dolar AS dan 539 dolar AS, atau sekitar 9 juta dan 7 juta rupiah. hay/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment