Koran Jakarta | November 13 2018
No Comments
WAWANCARA

Adiyatwidi Adiwoso

Adiyatwidi Adiwoso

Foto : Koran Jakarta/suradi
A   A   A   Pengaturan Font
Republik Indonesia (RI) sepakat untuk meningkatkan hubungan dengan Republik Slovakia. Kedua negara sepakat terus bekerja sama dengan pendekatan-pendekatan baru guna mewujudkan hubungan bilateral yang lebih konkret. Inilah tugas utama Duta Besar (Dubes) RI untuk Republik Slovakia, Adiyatwidi Adiwoso untuk mewujudkannya.

Republik Slovakia yang berada di kawasan Eropa Tengah dan terletak di jantung kawasan Eropa ini cukup menarik dan sekaligus menantang sebagai sarana meningkatkan ekspor Indonesia. Namun, negara ini menerapkan standar kualitas yang tinggi untuk barang-barang yang masuk ke Slovakia.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilaksanakan jajaran Kedutaan Besar RI untuk Republik Slovakia meningkatkan ekspor dan kerja sama lainnya dengan Republik Slovakia, wartawan Koran Jakarta, Suradi berkesempatan mewawancarai Dubes RI untuk Republik Slovakia, Adiyatwidi Adiwoso dari Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Bisa digambarkan bagaimana posisi Slovakia dalam pandangan Indonesia?

Jika melihat dari hubungan diplomatik antara Slovakia dan Indonesia memang baru 25 tahun. Namun jika dilihat dari hubungan kedua bangsa sejak Chekoslovakia maka sudah terjadi sejak zaman penjajahan ketika pemeritahannya membuka konsulat kehormatan di Batavia pada tahun 1924. Pada tahun 1948, pemerintah Indonesia membuka apa yang dinamakan sebagai “Indonesian Information Service” di Praha.

Ketika terjadi pemisahan antara Republik Cheko dan Republik Slovakia pada tahun 1993, Indonesia merupakan salah satu negara yang mengakui kemerdekaan dan kedaultan Slovakia. Tonggak hubungan antara Indonesia dan Slovakia adalah kunjungan resmi Presiden Megawati Soekarnoputri, ke Bratislava pada Juni 2002 dan kunjungan resmi Presiden Slovakia, Ivan Gašparovi ke Jakarta pada Oktober 2012.

Sebaliknya, bagaimana pandangan umum pemerintah dan masyarakat Slovakia terhadap Indonesia?

Pandangan Slovakia terhadap Indonesia dapat dibagi atas tiga katagori. Pertama, dari sudut padangan pemerintahan Indonesia merupakan negara besar yang memiliki peran di dunia internasional dan memiliki pengaruh di kawasan Asia Tenggara. Kiprah Indonesia dalam berbagai upaya untuk menyelesaikan konflik di dunia diakui oleh pihak Slovakia.

Dari segi pebinis, Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak peluang untuk melakukan perdagangan dan kerja sama. Namun masih adanya kendala untuk memperkenalkan kemampuan dan menggandeng mitra lokal di Indonesia karena belum dikenalnya kemampuan Slovakia di Indonesia.

Secara umum, masyarakat Slovakia melihat Indonesia merupakan negara besar dan sangat menarik budaya serta kawasan yang sangat eksotik. Adanya program beasiswa Darmasiswa dan Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) yang diberikan pemerintah Indonesia bagi orang asing untuk memperlajari Bahasa Indonesia, kebudayan dan seni Indonesia cukup menarik bagi warga Slovakia.

Ada pesan khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi)?

Seperti kepada semua Dubes, Presiden Jokowi mengatakan Indonesia adalah negara besar dan perlu selalu menunjukkan kebesaran Indonesia di negara akreditasi. Tingkatkan dan perluas perdagangan Indonesia serta lakukan yang bermanfaat langsung bagi rakyat Indonesia. Selain itu, kerja, kerja, dan kerja.

Adakah prioritas yang harus digarap oleh Dubes di Slovakia?

Menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi dan hasil kesepakatan kedua Kepala Negara sebelumnya, KBRI Bratislava mengacu pada sembilan sektor prioritas kerja sama. Sektor tersebut adalah ketahanan pangan, energi terbarukan, perdagangan dan investasi, perbankan, media massa dan penyiaran, pendidikan tinggi, infrastruktur dan manufaktur, pariwisata, kerja sama sosial dan budaya.

Sampai saat ini, apakah prioritas tersebut sudah tercapai?

Agak sulit untuk mengatakan tercapai karena dalam mengukurnya sangat relatif dan kerja sama bersifat dinamis sesuai waktu. Namun yang dapat disampaikan kerja sama di sembilan sektor prioritas tersebut terus dikembangkan dan diperkuat. Di bidang ketahanan pangan, telah dilaksanakan penelitian bersama antara Universitas Andalas dan Universitas Pertanian Slovakia di Nitra untuk mengembangkan dan telah berhasil bibit gandum tropis diuji coba di tujuh provinsi di Indonesia.

Sebagai salah satu negara pengimpor gandum terbesar, sekiranya dengan keberhasilan dikembangkan bibit gadum tropis ini dapat dijadikan salah satu substitusi impor gandum. Hasil penelitian saat ini sudah diperoleh di Kementan dan masih menunggu izin komersialisasi.

Untuk mencapai target prioritas dan program ke depan, apa yang perlu didorong?

Adanya antusias pihak Slovakia untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia kiranya perlu disambut juga dengan keinginan yang sama dari pihak Indonesia. Pihak Slovakia menyadari bahwa kemampuan Slovakia belum banyak diketahui di Indonesia dan masih “diselubungi” imej di bawah bendera Chekoslowakia.

KBRI Bratislava selalu mendorong kunjungan dan peran serta dalam sejumlah pameran oleh pihak Slovakia ke Indonesia. KBRI Bratisava selalu mengundang pengusaha Indonesia untuk melakukan kunjungan bisnis dengan para pengusaha di Slovakia. Saat ini hubungan Indonesia dan Slovakia dalam tahap mengisi dan melaksanakan kerja sama yang nyata dan terukur sehingga segala upaya dilaksanakan untuk tercapainya target dan saling menguntungkan.

Kita fokus ke kerja sama ekonomi, bisa dijelaskan?

Kerja sama ekonomi bilateral dilakukan untuk memberikan saling keuntungan bagi Indonesia dan Slovakia. Keunggulan lain yang dapat dimanfaatkan dari Slovakia karena negara ini merupakan anggota Uni Eropa, Eurozone, Schengen Area, anggota OECD, WTO, dan NATO, sehingga potensi ekspor produk Indonesia dapat diperluas ke negara-negara lainnya.

Tantangan utama, pebisnis kedua negara belum saling mengenal, jalur distribusi, dan standar tinggi Uni Eropa. KBRI Bratislava senantiasa mendorong pebisnis Indonesia dapat mengekspor barang dari Indonesia ataupun melakukan bisnis yang memiliki nilai tambah dan tidak hanya mengirimkan barang dalam bentuk mentah.

Berapa besar investasi Slovakia ke Indonesia?

Data September 2018, BKPM mencatat investasi Slovakia di Indonesia periode 2010-2018 mencapai 625,8 juta dollar AS pada 31 proyek di sub sektor hotel dan restoran. Investasi Slovakia tersebut dalam bentuk hotel, jasa akomodasi, dan jasa pengelolaan properti di Kawasan Seminyak dan Padangbai di Bali. Slovakia merupakan investor ke-27 terbesar di Indonesia di antara negara-negara Eropa.

Saat ini, KBRI Bratislava sedang memfasilitasi sebuah perusahaan pupuk Slovakia yang menjajaki untuk membuka pabrik pupuk di Indonesia yang diproduksi dari limbah bulu unggas. Perusahaan ini bahkan telah membuat feasibility study untuk ini.

Bagaimana peluang RI mengekspor produk ke Slovakia?

Karakter perdagangan bilateral adalah komplementer, di mana Slovakia membutuhkan berbagai komoditas perkebunan dari Indonesia (karet alam, kopi, teh, cokelat) dan komponen elektronik untuk menunjang industri manufaktur elektroniknya. Sebaliknya, Indonesia membutuhkan keunggulan teknologi Slovakia berupa peralatan kedokteran umum dan kedokteran gigi, amunisi, dan permesinan industri.

Apa saja komoditas primadona Indonesia yang diekspor ke Slovakia?

Komoditas primadona Indonesia ke Slovakia adalah karet dan produk karet, sepatu, tekstil, dan rempah-rempah. Komoditas karet Indonesia untuk memasok industri ban Slovakia. Perusahaan sepatu internasional ECCO memiliki pabrik di Slovakia dan mengimpor sol dan bahan pembuat sepatu dari Indonesia. Sepatu, apparel, dan tekstil buatan Indonesia telah beredar luas di Slovakia dengan kualitas yang dapat bersaing dari negara-negara lain.

Komoditas prospektif Indonesia seperti kopi, teh, dan cokelat serta furniture sudah banyak beredar dan sangat disukai konsumen di Slovakia. Kopi Indonesia sangat dikenal oleh komunitas kopi di Slovakia. Selain itu, hampir seluruh café, restoran, dan penjual kopi, telah memasarkan produk kopi dari Indonesia.

Untuk meningkatkan investasi dan kerja sama ekonomi, langkah-langkah apa yang dilakukan KBRI Slovakia?

KBRI Bratislava meningkatkan frekuensi pertemuan bisnis Indonesia dan Slovakia yang bersifat tematik sebagai kunci bagi pebisnis kedua negara untuk saling mengenal dan selanjutnya dapat nyaman melakukan bisnis. Pebisnis kedua negara menilai efektif pendekatan ini sehingga untuk masa mendatang KBRI Bratislava akan meneruskan kegiatan ini dengan beberapa penyempurnaan dan penambahan tema yang fokus.

KBRI Bratislava secara rutin menyelenggarakan kegiatan seminar dan pertemuan bisnis dengan kamar dagang provinsi dan pemerintah setempat serta kuliah umum di sejumlah perguruan tinggi Slovakia. Semua itu untuk memberikan update mengenai kondisi makro ekonomi, perdagangan, dan investasi di Indonesia.

Bagaimana dengan kerja sama di bidang sosial budaya dan pendidikan?

Kedua negara telah menandatangani perjanjian di bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, olah raga dan pemuda di Jakarta pada 29 Maret 2010. Dalam kerangka perjanjian tersebut, saat ini tercatat 14 universitas di Indonesia yang telah mempunyai kerja sama dengan berbagai universitas di Slovakia.

Indonesia memberikan tawaran beasiswa di bidang pendidikan dan sosial budaya yaitu beasiswa Darmasiswa dari Kemendikbud, beasiswa Seni Budaya Indonesia dari Kemenlu. Kedua beasiswa ini sangat diminati oleh peserta asal Slovakia dan tercatat hingga tahun ini telah diterima 240 orang asal Slovakia untuk belajar bahasa Indonesia dan seni budaya Indonesia di berbagai institut seni atau sanggar seni di Indonesia.

Bagaimana dengan potensi kerja sama pariwisata dan budaya?

Potensi di bidang pariwisata bisa dibilang cukup besar. Slovakia memiliki jumlah penduduk sebanyak 5,4 juta jiwa. Jumlah penduduk yang sedikit tersebut tidak membuat Slovakia lantas kurang potensial sebagai sumber wisatawan ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,5 juta jiwa melakukan perjalanan internasional.

Jumlah wisatawan dari Slovakia yang mengunjungi Indonesia pun menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017, jumlah wisatawan sebanyak 8.368 orang, meningkat sebesar 164% dalam kurun waktu 5 tahun. 

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment