Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments
Hubungan AS-Tiongkok

Ada Alat Spionase di “Server” Operator Telekomunikasi AS

Ada Alat Spionase di “Server” Operator Telekomunikasi AS

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK – Kecurigaan Amerika Serikat (AS) kepada Tiongkok melakukan kegiatan spionase dengan menanam sirkuit mikro (chip) pada berbagai perangkat sejumlah perusahaan kian terbukti. Setelah sebelumnya dikabarkan server Apple dan Amazon tertanam microchip asal Tiongkok, kini giliran server milik perusahaan telekomunikasi Supermicro Computer.

Tak tanggung-tanggung, sumber yang mengungkap adanya komponen mencurigakan itu seorang pakar keamanan yang bekerja di Super Micro Computer, Yossi Appleboum. Dia merupakan mantan anggota unit teknologi informasi Dinas Intelejen Angkatan Darat Israel, yang saat ini menjabat wakil CEO Sepio Systems di Gaithersburg, Maryland, AS.

Di dalam publikasi penyelidikan yang dikutip sejumlah media, Selasa (10/10), Appleboum menyertakan dokumen, analisis, dan bukti lain untuk menjelaskan bagaimana dinas intelijen Tiongkok menjalankan aksinya dengan memaksa pemasok perusahaan itu menanam sebuah chip di motherboard server Supermicro sejak 2013 hingga 2015.

“Komunikasi yang tidak biasa dari server Supermicro dan pengecekan yang dilakukan menunjukkan adanya perangkat yang ditanam pada konektor ethernet server, komponen yang digunakan untuk memasang kabel jaringan ke komputer,” kata Appleboum.

Menurutnya, temuan itu bukan yang pertama kali karena sebelumnya juga pernah menemukan manipulasi serupa dari vendor perangkat keras komputer yang berbeda, yang dibuat oleh pemasok dari Tiongkok.

“Supermicro adalah korban, begitu juga perusahaan lain,” katanya. Sementara itu, Supermicro menegaskan bahwa perusahaan yang berbasis di San Jose, California, tersebut selalu mengutamakan keamanan dan privasi para klien. Supermicro juga membantah laporan sebelumnya yang menyatakan server yang dijual pada pelanggan mengandung microchip yang mencurigakan.

Kamis lalu, saham Supermicro anjlok 41 persen, menjadi penurunan terendah yang terjadi sejak perusahaan itu go public pada 2007. Selanjutnya, pada Selasa (9/10), saham Supermicro kembali turun 27 persen. Dari hasil pemeriksaan pada komponen itu, Appleboum yakin bahwa server produk perusahaan itu telah dimodifikasi di milik pemasok motherboard Supermicro di Tiongkok.

Appleboum menyebutkan bahwa Supermicro menggunakan jasa pihak ketiga untuk proses produksi motherboard di Kota Guangzhou, yang hanya berjarak 90 mil dari Shenzhen, yang dikenal sebagai Sillicon Valley Hardware di Tiongkok.

“Perangkat keras tersebut ditemukan di sebuah fasilitas yang memiliki banyak server Supermicro. Teknisi perusahaan itu tidak dapat menjawab, jenis data apa yang keluar melalui perangkat yang terinfeksi” kata Appleboum. Masih belum diketahui apakah operator telekomunikasi yang menggunakan server microchip ini telah menghubungi FBI. 

 

AFP/bloomberg/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment