Koran Jakarta | June 21 2018
No Comments
SUara Daerah

Aceh Siapkan 100 “Event” untuk Tarik Wisatawan

Aceh Siapkan 100 “Event” untuk Tarik Wisatawan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

 

 Pada akhir April lalu, digelar acara Sabang Marine Festival 2018 di Sabang. Pemerintah Kota Sabang dan Badan Pengem­bangan Kawasan Sabang (BPKS ) telah sukses mengge­lar perhelatan Sabang Marine Festival tahun 2018. Dari acara tersebut, masyarakat Sabang berkesempatan menampil­kan kotanya sebagai destinasi wisata bahari yang unggul.

Diharapkan Wali Kota Sabang, Gubernur Aceh, dan kepala BPKS bisa sinergis mempercepat pembangunan Sabang sebagai marine tour­ism. Sabang Marine Festival pada dasarnya tidak hanya untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Sabang, akan tetapi ada yang lebih penting yaitu memu­puk semangat perdamaian, memperkuat persaudaraan, serta menyalurkan hobi per­tualangan bagi siapa saja yang tertarik dengan wisata bahari.

Sabang Marine merupakan event tahunan sejak tahun 2016 yang diadakan oleh Ke­menterian Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kota Sabang, dan BPKS Sabang. Upaya sinergis dari berbagai pihak ini dalam rangka mewujudkan Sabang sebagai destinasi bahari dunia.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah untuk bisa mendatangkan wisatawan ke daerah, termasuk yang dilakukan Pemerintah Provinsi Aceh. Jajaran Pemerintah Pro­vinsi Aceh telah menyiapkan 100 kegiatan pariwisata agar dapat bisa menarik minat para pelancong mengunjungi kota Serambi Mekah tersebut.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait langkah-langkah yang akan dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi Aceh, wartawan Koran Jakarta, Muhammad Zaki Alatas, berkesempatan mewawan­carai Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, pada acara peluncuran Calendar of Event (CoE) Aceh 2018, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kantor Kemen­terian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, belum lama ini. Beri­kut petikan selengkapnya.

Bisa diceritakan potensi pariwisata di Aceh?

Alhamdulillah, daerah kami memiliki banyak destinasi pariwisata. Aneka objek wisata tersebut, di antaranya berbasis daya tarik budaya (culture), alam (nature), dan buatan ma­nusia (manmade). Semua ada di daerah kami dalam jumlah yang cukup banyak.

Bagaimana dengan jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Aceh dalam satu tahun terakhir?

Pada tahun 2017, jumlah kun­jangan wisatawan ke Aceh men­capai 2,9 juta orang. Mereka terdiri dari se­banyak 2,8 juta wisatawan nusantara (wisnus) dan 78 ribu wisatawan mancanegara (wisman). Dari data itu terjadi kenaikan dibandingkan tahun 2016, yang berjumlah se­banyak 2,1 juta terdiri dari dua juta wisnus dan 76 ribu wisman.

Lalu, untuk tahun ini berapa ditargetkan?

Kami proyeksikan pada tahun 2018 kunjungan wis­man ke Aceh akan meningkat signifikan mencapai 100.000 orang. Mereka akan tiba di Provinsi Aceh di antaranya melalui pintu masuk Sabang (Pulau Weh) sebagai destinasi wisata bahari (marine tourism) kelas dunia yang setiap tahun disinggahi banyak ka­pal pesiar (cruise ship) dan kapal yacht dari man­canegara.

Upaya apa saja yang telah dilakukan jajaran Pemer­intah Provinsi Aceh un­tuk meningkatkan jumlah wisatawan?

Kami jelas melakukan berbagai hal. Apalagi kami telah mendapatkan dukungan yang penuh dari Kementerian Pariwisata, yang telah me­luncurkan Calendar of Event (CoE) Aceh 2018 dengan tema “Aceh Hebat melalui Ragam Pesona Wisata”.

Apa yang diandalkan dari CoE Aceh 2018 ini sehingga bisa mendongkrak kedatan­gan wisatawan ke Provinsi Aceh?

Di dalam kegiatan tersebut ada lebih dari 100 atraksi wisa­ta berbasis daya tarik budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade). Semua itu ditata dan disiapkan sesuai dengan karakter daerah. Ini semua kami gelar dalam upaya mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisman ke Aceh yang tahun ini ditargetkan 100 ribu Wisman.

Bisa disebutkan beberapa contoh event-nya yang ditargetkan dapat menyedot banyak wisatawan bertandang ke Aceh?

Beberapa event besar yang masuk kategori Atraksi Top Aceh 2018, antara lain Aceh International Marathon, PKA VII, Gayo Alas Mountain International Festival, Tour de Leuser, Aceh International Freediving, Aceh Surfing Championship, serta dua event 100 Top Event Nasional Aceh Culinary Festival, dan Aceh International Rapa’i Festival. Semua itu telah kami siapkan untuk memperkuat positioning Aceh sebagai destinasi wisata yang patut diunggulkan di Tanah Air.

Dari sejumlah kegiatan tersebut, bisa diceritakan secara singkat tentang Rapa’i Festival?

Aceh International Rapa’i Festival adalah atraksi seni musik perkusi yang be­rasal dari Timur Tengah yang dibawa oleh seorang penyair Islam bernama Syech Rapa’i. Melalui atraksi seni musik ini, wisatawan dapat merasakan langsung nuansa kehidupan masyarakat Aceh yang berbu­daya dan memiliki nilai seni tinggi.

Lalu, bagaimana de­ngan event olahraga yang diharapkan dapat menarik wisatawan datang ke Aceh?

Kami mempunyai event Aceh International Marathon. Ini adalah atraksi wisata yang pertama sekali digelar di Aceh dengan memperebutkan hadiah hingga empat miliar rupiah. Kegiatan olahraga bertaraf internasional ini akan berlangsung di Kota Sabang pada 29 Juli 2018, yang akan diikuti sektiar 5.000 peserta.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment