Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
Strategi Bisnis

AALI Masih Andalkan Pasar Domestik

AALI Masih Andalkan Pasar Domestik

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Rencana India yang akan menurunkan bea masuk impor minyak sawit alias Crude Palm Oil (CPO) di awal tahun ini tidak berdampak terhadap kinerja PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) karena perseroan belum melirik pasar ekspor. “Saat ini, kami belum ada ekspor CPO. Pasar CPO AALI adalah domestik,” kata Vice President of Communication AALI, Tofan Mahdi kepada pers di Jakarta, Kamis (10/1).

Penjualan AALI pada periode Januari hingga September 2018 naik 10,16 persen year on year (yoy) menjadi 13,76 triliun rupiah dari 12,49 triliun rupiah. Hal ini I ditopang oleh produk minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya yang menyumbang 87,55 persen pendapatan emiten hingga kuartal III 2018.

Kemudian produk inti sawit dan turunannya menyumbang 11,34 persen pendapatan dan produk lainnya sebesar 1,1 persen. Sementara itu, penjualan CPO dan turunannya hingga kuartal III 2018 senilai 12,05 triliun rupiah, naik 14,44 persen secara yoy. Kemudian, penjualan inti sawit dan turunannya senilai 1,56 triliun rupiah, turun 19,285 persen dan penjualan lainnya 151,58 miliar rupiah, naik signifikan 400,49 persen secara yoy.

Pelanggan utama dari AALI dicatat adalah PT Musim Mas yang melakukan transaksi hingga 9,42 triliun rupiah atau setara 68,44 persen keseluruhan penjualan AALI. PT Musim Mas merupakan salah satu dari 19 perusahaan yang menyuplai bahan baku biofuel dalam kebijakan mandatori biodiesel 20 persen.

Dari sisi wilayah, total kontribusi penjualan CPO dari kebun sawit yang ada di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi hingga triwulan III 2018 sebesar 20,24 triliun rupiah atau naik 7 persen dari 18,90 triliun rupiah pada periode yang sama di 2017. Adapun penjualan CPO dari Sumatera di kuartal III 2018 sebesar 5,44 triliun rupiah atau turun 10 persen dari 6,07 triliun rupiah pada kuartal III 2017.

Untuk wilayah Kalimantan naik 28 persen year on year (yoy) menjadi 7,23 triliun rupiah dari 5,62 triliun rupiah. Sementara dari Sulawesi menyumbang 7,55 triliun rupiah atau naik 5 persen dari 7,21 triliun rupiah. Beban produksi AALI juga meningkat 15,95 persen menjadi 11,12 triliun rupiah dari sebelumnya 9,59 triliun rupiah. 

 

Ant/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment