Beranda  |  FAQ  |  Indeks Situs  |  Kontak Kami
Minggu, 28 Desember 2014
  ,  
Langganan Digital mulai berlaku 90%
klik di sini
langganan
 
Diafragma
05 Pebruari 2014
 0  0
Menggali Peradaban Kota melalui Fotografi,

Agensi foto papan atas di Jerman, OSTKREUZ, bekerja sama dengan Goethe-Institut Indonesia dan didukung oleh Galeri Nasional, Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Turkish Airlines, mempersembahkan pameran “Die Stadt - Vom Werden und Vergehen” (Kota - Tentang Kebangkitan dan Keruntuhan) di Galeri Nasional Gedung A dan C, Gambir, Jakarta. Pameran yang berlangsung pada tanggal 24 Januari hingga 7 Februari 2014 ini sekaligus memperingati hari jadi ke-20 OSTKREUZ.

Kedelapan belas fotografer yang bernaung di bawah agensi OSTKREUZ ini merangkum penjelajahan untuk mencari intisari realitas perkotaan masa kini. Kota adalah awal dari peradaban, peleburan kebudayaan, mental, agama dan ide. Guna mencari kehidupan yang lebih baik, mencari keamanan, kebebasan, dan kesejahteraan, ratusan ribu orang setiap harinya di seluruh dunia pindah dari desa ke kota.

Kedelapan belas fotografer tersebut adalah Sibylle Bergemann, Jörg Bruggemann, Espen Eichhöfer, Annette Hauschild, Harald Hauswald, Pepa Hristova, Andrej Krementschouk, Ute Mahler, Werner Mahler, Dawin Meckel, Julian Roder, Thomas Meyer, Frank Schinski, Jordis Antonia Schlosser, Anne Schönharting, Linn Schroder, Heinrich Völkel, dan Maurice Weiss.

Pameran fotografi “Kota” kali ini turut memamerkan sejumlah karya dari fotografer Indonesia, yaitu Fanny Octavianus yang telah bekerja 7 tahun di Antara News Agency/Jakarta. Fanny telah mengumpulkan perspektifnya sendiri tentang Jakarta.

“Acap kali saya memandang Jakarta seperti kota yang ‘tak terselamatkan’. Tujuh tahun saya melihat ‘musibah’ serupa yang kerap terjadi berulang-ulang. Saya berpendapat, kota ini tak pernah belajar, mungkin, seolah-olah belajar,” ucap Fanny dalam catatannya. ger/R-5


0 menyukai ini
0 memiliki komentar di sini