Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image

Koran Jakarta | May 25 2016

Scroll to top

Top

follow us

Nasional

“Rent Seeking” Impor Jadi Candu yang Mematikan Petani Tebu

Rabu 25/5/2016 | 00:01
A   A   A   Pengaturan Font

Petani negara eksportir disubsidi negaranya, petani RI dimatikan kebijakan impor.
Presiden pernah berjanji akan mengurangi impor pangan dan lebih peduli pada petani.

JAKARTA – Sejumlah kalangan menilai perintah menteri BUMN kepada satu BUMN untuk mengimpor gula mentah (raw sugar) di saat petani tebu sedang memulai panen raya pertama memunculkan dugaan adanya praktik perburuan rente atau rent seeking di kalangan oknum pejabat negara.

Pasalnya, setiap tahun pemerintah terlihat seperti kecanduan mengimpor gula dengan dalih menstabilkan harga, tanpa berusaha lebih keras untuk meningkatkan produktivitas gula nasional guna mencapai cita-cita swasembada pangan. Padahal, impor gula tanpa kendali seperti yang selama ini dilakukan pemerintah selain menjauhkan dari target swasembada, juga mematikan kehidupan petani tebu nasional.

Dan, sebaliknya justru menguntungkan petani negara lain. Guru Besar Ekonomi Pertanian UGM Yogyakarta, Masyhuri, mengatakan dengan logika paling awam sekalipun, kalau ingin memenuhi kebutuhan dengan kemampuan sendiri maka jalan membeli dari orang lain adalah pilihan terakhir.

Sayangnya, hal yang paling sederhana itu terus dimentahkan dengan argumen muluk-muluk yang intinya impor terus diambil bahkan saat panen raya. “Kita sudah pusing melihat kinerja menteri, maka sah kalau kita curiga memang impor dipelihara demi rente,” kata Masyhuri saat dihubungi, Selasa (24/5).

Ia mengakui jalan menuju swasembada gula memang tidak mudah. Namun, rakyat butuh semangat dan tekad kuat dari semua pengambil kebijakan bahwa swasembada benar-benar menjadi cita-cita bersama. “Masalahnya, yang terjadi justru sebaliknya. Kabinet terus saja melanggengkan politik impor. Padahal, rent seeking impor jadi candu yang mematikan petani,” tegas dia.

Sebelumnya, anggota Pokjasus Dewan Ketahanan Pangan, Gunawan, mengatakan kebijakan Menteri BUMN, Rini M Soemarno, yang menugaskan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X melakukan impor gula mentah sebanyak 381.000 ton sarat dengan kepentingan kroni dan pedagang. Kebijakan impor itu juga dianggap salah sasaran karena pada ujungnya malah menguntungkan petani asing dan mematikan petani tebu nasional akibat kalah bersaing.

“Padahal, presiden pernah berjanji untuk mengurangi impor pangan, peduli pada petani, dan menciptakan kemandirian pangan,” ujar Gunawan. Masyhuri menegaskan butuh sinyal kuat keberpihakan pemerintah untuk mengatasi tantangan utama sektor gula nasional, yakni ketersediaan lahan dan tingkat rendeman yang terkait dengan produktivitas petani dan pabrik.

“Minimal ada perbaikan data sehingga blueprint kedaulatan pangan jelas. Ini kan enggak, terus saja ngajak debat yang intinya impor sah dilakukan dan mekanisme wajar. Ini kan kacau,” katanya. Sedangkan pengamat ekonomi dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Ahmad Muzaki, mengatakan ke depan negara yang menjadi pemenang bukan hanya yang menguasai teknologi, tetapi yang berhasil menjaga kedaulatan pangan.

“Inilah sebab banyak negara memberikan subsidi kepada petaninya agar bisa meningkatkan produksi. Namun, petani di negara kita yang tidak dibantu negara disuruh bersaing dengan asing. Akibatnya, petani kita yang sudah kalah semakin miskin, sedangkan petani asing yang sudah banyak mendapat kemudahan dari negaranya makin kaya,” tutur dia.

Berdampak Buruk

Sementara itu, pakar pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas Santosa, menyatakan impor raw sugar yang terus meningkat tiap tahun dari dulu selalu berdampak buruk bagi petani tebu rakyat, sehingga alasan menteri BUMN terkait impor gula tak bisa diterima.

Menurut dia, impor yang dilakukan secara terus-menerus dilandasi oleh keuntungan menggiurkan dari segelintir pihak. Itulah alasannya pemerintah tidak kunjung menghentikan impor gula mentah.

“Karena menggiurkan itulah makanya nasib petani selalu diabaikan, padahal petani telah bekerja keras menanam tebu, namun dimatikan dengan keputusan impor pemerintah,” ujar Dwi.

Ia juga menilai jika izin impor itu dilaksanakan maka waktunya tidak tepat karena realisasinya baru 2-3 bulan lagi, dan pada saat yang bersamaan yakni Juli-September terjadi panen raya tebu rakyat. Artinya, harga tebu rakyat dan gula berbasis tebu rakyat akan jatuh karena impor raw sugar.

Dengan demikian, lanjut Dwi, jika pemerintah memikirkan nasib petani domestik maka rencana impor itu mesti dibatalkan. Jika tidak, pemerintah sama saja lebih memilih memperkaya petani asing. “Mestinya nasib petani sendiri harus diutamakan, tinggalkan semua kepentingan,” tukas dia. YK/SB/ers/WP

Kepala PN Kepahiang Ditetapkan sebagai Tersangka

Rabu 25/5/2016 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka setelah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Bengkulu pada Senin (23/5). Dari lima tersangka, dua di antaranya adalah hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Bengkulu.

“Setelah melakukan … Selengkapnya

Presiden Minta Menteri Turun ke Lapangan

Rabu 25/5/2016 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA — Presiden Joko Widodo meminta kepada para pembantunya agar melakukan pengecekan ke lapangan terkait paket kebijakan yang telah digulirkan. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat memimpin Rapat Terbatas untuk mengevaluasi paket kebijakan ekonomi 1-12 di Kantor Presiden, Jakarta, … Selengkapnya

Sekretaris MA Diperiksa KPK Selama 8 Jam

Rabu 25/5/2016 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

KPK telah menyita uang sebesar 1,7 miliar rupiah di kediaman Sekretaris MA Nurhadi Abdurrachman di Jalan Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta.

JAKARTA — Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (24/5/). Nurhadi tiba di … Selengkapnya

mondial

Tiongkok Bangun Markas SAR di LTS

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 Kunjungan Presiden AS ke Vietnam, semakin menjadikan situasi ketegangan di kawasan sengketa LTS semakin memanas. Beijing pun semakin berani memperkuat kehadirannya di wilayah sengketa.

 BEIJING – Tiongkok terus melakukan pembangunan infrastruktur militer dan sipil di wilayah yang sedang dipersengketakan di Laut Tiongkok Selatan (LTS). Yang paling anyar, China Daily mewartakan pemerintah Tiongkok sedang berencana membangun sebuah markas untuk kapal misi penyelamatan (SAR) di Kepulauan Spratly, LTS. 

“Kapal yang akan berlabuh di markas tersebut nantinya akan membawa wahana tanpa awak (drone) dan robot-robot bawah laut,” demikian diwartakan China Daily

Menurut Chen Xingguang, Komisi Bidang Politik Kapal Penyelamat Tiongkok, mengatakan pembangunan markas kapal penyelamat tersebut diharapkan rampung pada tahun ini, dimana pembangunannya akan berada di bawah pengawasan Dinas SAR untuk Kawasan LTS yang berada dibawah Kementerian Transportasi Tiongkok. Ditambahkan Chen, dinas SAR ini akan memiliki 31 kapal dan 4 helikopter yang melakukan misi penyelamatan di kawasan LTS dan menempatkan sejumlah pegawai pemerintahan dari Kementerian Transportasi Tiongkok untuk bekerja bersama personel militer di kawasan LTS.

Tiongkok selama ini telah membangun pulau-pulau buatan di Kepulauan Spratly, padahal wilayah perairan tersebut diperebutkan pula oleh Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Taiwan. 

Pada halaman berbeda di China Daily, Beijing menyatakan telah membangun dua menara mercu suar dan empat rambu suar di Kepulauan Paracel, yang juga dipersengketakan. Tak hanya itu, Beijing juga mendirikan 4 stasiun radio komunikasi dan jaringan telepon genggam bagi warga sipil. 

Sedangkan surat kabar People’s Liberation Army menuliskan di kawasan LTS telah dikerahkan armada militer guna mendukung kemampuan Tiongkok dalam memerangi kemampuan negara-negara Barat. 

Terkait dengan kehadiran pihak Barat dalam sengketa LTS, pihak Beijing telah menyindir kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, ke Vietnam selama tiga hari. Tiongkok juga menyatakan kekecewaan karena Obama melakukan hal itu di tengah-tengah memburuknya ketegangan di LTS.

Kantor berita Xinhua mewartakan, membaiknya hubungan bilateral AS-Vietnam seharusnya tidak menempatkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia dalam risiko. “Tidak masalah Vietnam meningkatkan hubungan bilateralnya dengan negara-negara lain, termasuk AS. Akan tetapi, pendekatan semacam ini harusnya tidak dimanfaatkan oleh AS untuk mengancam atau merusak kepentingan strategi sebuah negara ketiga,” demikian bunyi pemberitaan Xinhua, Minggu (22/5) .

Cabut Embargo

Sementara itu Presiden Obama berkunjungan ke Vietnam terkait upayanya untuk memperluas hubungan dengan Hanoi sebagai bagian dari strategi keseimbangan terhadap Asia untuk mencegah pertumbuhan kekuatan Tiongkok dikawasan. Dalam kunjungannya itu, Obama menyatakan telah mencabut semua embargo senjata terhadap Vietnam.

Setelah pencabutan embargo diberlakukan, untuk pertama kali kedua negara menandatangani kerja sama pembelian 100 unit pesawat Boeing bagi memperkuat maskapai VietJet senilai 11,3 miliar dollar AS. Dalam kunjungannya itu, Obama melakukan pertemuan dengan Presiden Vietnam, Tran Dai Quang, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, dan Kepala Partai Komunis Nguyen Phu Trong.

“Apakah kami membicarakan hubungan ekonomi dan komersial atau konsultasi bidang militer, yang telah kami lihat kerja sama kedua negara telah mengalami peningkatan yang menguntungkan masyarakat di kedua belah pihak,”kata Presiden Quang.

Hubungan bilateral AS-Tiongkok mengalami kemajuan secara signifikan sejak 2014 menyusul memburuknya hubungan antara Vietnam dan Tiongkok akibat sengketa LTS. Pemerintah Vietnam telah meningkatkan keberadaan militernya menyusul sikap Beijing yang terus-menerus melakukan pembangunan di LTS.  uci/Rtr/I-1

Kebakaran di Sekolah Thailand, 17 Siswi Tewas

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

BANGKOK – Sebuah kebakaran yang melalap sekolah berasrama di Pithakkiart Witthaya, Provinsi Chiang Rai, dilaporkan pihak kepolisian Thailand pada Senin (23/5) telah menewaskan 17 siswi.

“Kebakaran yang menghanguskan seluruh sekolah berasrama Kristen itu terjadi pada Minggu (22/5) tengah malam. Selain … Selengkapnya

Tentara Irak Serbu Kubu ISIS di Falluja

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 BAGHDAD – Pasukan militer Irak menyerbu kubu pertahanan militan Islamic State (ISIS) di dekat Kota Falluja, sebuah kota yang berlokasi 50 kilometer dari Ibu Kota Baghdad, Senin (23/5). 

Falluja adalah kota pertama di Irak yang jatuh ke tangan ISIS pada … Selengkapnya

Korsel Tolak Proposal Perundingan dari Korut

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

SEOUL – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) kembali menolak proposal perundingan militer dari Korea Utara (Korut). Disebutkan bahwa alasan penolakan Korsel karena perundingan itu merupakan “tipu daya perdamaian yang menyesatkan” sebab tak ada rencana yang pasti bagi mengakhiri program nuklir Korut.

Selengkapnya

ekonomi

RI Mesti Becermin pada Ancaman Krisis di Negara Lain

Rabu 25/5/2016 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Rencana Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan kredit di sektor properti dinilai sarat kepentingan pengembang. Semestinya BI konsisten menjaga kualitas kredit dan mendorong bank besar menambah modal atau setor modal baru daripada sekadar memenuhi kepentingan kroni pengusaha properti dan bankir.

Indonesia semestinya berkaca dari pengalaman negara lain yang lebih maju dan ketat pengawasannya, seperti Hong Kong dan Australia, yang kini dikabarkan menghadapi ancaman krisis akibat bubble property.

Ekonom UII Yogyakarta, Suharto, mengatakan otoritas moneter seharusnya juga belajar dari pengalaman Indonesia ketika dilanda krisis moneter 1998, serta kondisi perekonomian beberapa negara yang sekarang ini sedang mengalami kesulitan akibat rekayasa kredit properti.

“Rekayasa kredit properti untuk spekulasi telah menyebabkan terjadi penggelembungan harga properti. Risikonya, bank akan kolaps karena menanggung beban kredit macet. Akhirnya, seluruh rakyat harus menanggung, seperti yang terjadi saat krisis moneter 1997–1998,” papar dia saat dihubungi, Selasa (24/5).

Suharto menyatakan sebaiknya BI fokus memperkuat kebijakan moneter, makroprudensial, dan kebijakan sistem pembayaran serta peredaran rupiah.

“BI juga harus konsisten menjaga stabilitas inflasi, mengendalikan defisit transaksi berjalan ke level yang sehat dan mendukung stabilitas ekonomi secara keseluruhan,” ujar dia. Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, mengatakan BI sedang mengkaji pelonggaran aturan makroprudensial terkait sektor properti.

“Bisa saja pelonggaran tersebut adalah mencakup pelonggaran pembiayaan rumah kedua, atau bisa saja terkait aturan uang muka (aturan rasio loan to value/LTV),” jelas Mirza, Selasa. Sebagaimana dikabarkan, pemerintah dan otoritas perbankan diharapkan bertindak cepat mengatasi potensi ancaman krisis perbankan di Tanah Air.

Langkah itu perlu segera dilakukan menyusul munculnya sinyal masalah di bank-bank besar Australia yang dipicu oleh kenaikan kredit macet, penurunan laba, dan kekhawatiran merosotnya pasar properti.

BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga harus bertindak tegas dan tidak bisa tinggal diam menunggu terjadinya kristalisasi masalah. Persoalan yang melanda perbankan Australia itu harus diantisipasi agar tidak mendera perbankan nasional.

Tambah Modal
Sedangkan pengamat ekonomi dari Universitas Brawijaya Malang, Adi Susilo, mengatakan otoritas perbankan memang harus mempertegas aturan soal penambahan modal bank mengingat potensi bubble property di Indonesia masih sangat terbuka. “Bank dunia pernah mengingatkan soal potensi ini (bubble) beberapa tahun lalu.

Sekarang Australia sudah mengalami, kita jangan sampai ketularan emerging market property bubble ini. Lebih baik kita bermain aman, perbankan sebagai salah satu pilar ekonomi benar-benar diperkuat,” tutur dia.

Menurut Adi, penambahan modal perbankan sedikit banyak akan mengurangi potensi krisis moneter yang masih mengancam akibat fundamental ekonomi Indonesia yang sensitif terhadap perubahan kondisi global. YK/SB/WP

Likuiditas BEI Masih Relatif Rendah

Selasa 24/5/2016 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA. – Mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) periode 1991-1996, Hasan Zein Mahmud, menilai bahwa perkembangan pasar modal domestik saat ini cukup menggembirakan.

“Banyak indikator industri pasar modal yang maju luar biasa, di antaranya jumlah saham … Selengkapnya

Telkom Resmikan“Living Lab Smart City Nusantara” Tahap I

Selasa 24/5/2016 | 02:07
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta, 19 Mei 2016 – Sebagai wujud komitmen peran serta dan pengabdian dalam mendorong percepatan pemanfaatan Teknologi ICT untuk mewujudkan tata kelola pemerintah daerah serta untuk layanan kepada masyarakat yang prima, melalui solusi Smart City, maka PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) … Selengkapnya

Perluas Ruang Fiskal Tanpa Utang

Selasa 24/5/2016 | 02:02
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah mampu memperluas ruang fiskal tanpa berutang melalui optimalisasi penerimaan perpajakan secara serius dan efisiensi sektor publik.

Jakarta – Pemerintah perlu menciptakan ruang fiskal luas tanpa menggunakan sumber pembiayaan dari utang.

Sebab, saat ini, ruang fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan … Selengkapnya

rona

3 Faktor Penting Saat Memilih Gula

Selasa 24/5/2016 | 18:23
A   A   A   Pengaturan Font

Gula merupakan salah satu kebutuhan yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hampir semua makanan dan minuman olahan membutuhkan gula sebagai pemanis. Sayangnya, karena alasan tertentu, masih banyak yang memilih gula atau pemanis buatan. Padahal, menurut temuan ahli kesehatan, pemanis buatan mengandung zat kimia yang dapat merugikan kesehatan.

Dalam hal memilih gula – yang bukan pemanis buatan – kita juga harus berhati-hati. Ada tiga faktor yang perlu diperhatikan ketika memilih gula yang baik, yaitu:

Alami

Ditinjau dari sisi kesehatan, gula alami jauh lebih baik daripada gula buatan. Gula alami yang dimaksud adalah berasal dari tebu asli dan diproses tanpa menggunakan pewarna dan bahan kimia lainnya.

Untuk mengetahui gula yang benar-benar alami itu seperti apa, ada baiknya kita mengetahui proses produksinya. Seperti dikutip dari laman resmi Gulaku, sari tebu diproses untuk menghilangkan kotoran yang mengendap pada bagian bawah. Kemudian memasuki proses perebusan untuk menghilangkan kadar air yang cukup besar agar menghasilkan sari tebu yang pekat, air gula yang jernih dan padat.

Pada langkah ini, benih gula ditambahkan ke dalam sari tebu di mana molekul gula mengikat benih gula, meningkatkan ukuran, dan membentuk kristal gula.

Pembentukan kristal dimonitor secara ketat untuk memastikan konsistensi dari ukuran kristal. Ketika mencapai tahapan formasi terakhir, kristal gula dikeringkan dengan udara panas sebelum dipindahkan ke pabrik pengemasan.

Murni

Dikatakan sebagai gula murni adalah jika gula pasir tersebut benar-benar hasil pemrosesan tebu tanpa campuran pewarna atau zat-zat lainnya. Berbeda dengan gula atau pemanis buatan yang proses pembuatannya dilakukan secara kimiawi untuk menghasilkan rasa manis, gula pasir yang murni merupakan sukrosa yang diperoleh dari tebu.

Karena gula atau pemanis buatan mengandung zat kimia maka kita perlu mewaspadai dampak negatif bagi kesehatan. Gula buatan seperti Aspartame, misalnya. Gula buatan ini mengandung zat adiktif neurotoksik yang sangat berbahaya bagi jaringan saraf.

Higienis

Salah satu cara mudah untuk mengetahui kebersihan gula adalah melalui kemasannya. Gula di dalam kemasan cenderung lebih bersih daripada gula curah. Selain bebas dari kotoran, logam, atau benda-benda asing lainnya, kualitas gula di dalam kemasan lebih terjaga.

Kualitas kemasan juga dapat menjadi indikator seberapa tinggi komitmen perusahaan tersebut dalam menjaga kebersihan produknya. Selain itu, otomatisasi seperti dalam proses pengemasan Gulaku, juga berperan penting dalam menjaga kebersihan produk karena menghilangkan sentuhan langsung tangan manusia.

Itulah tiga faktor yang perlu diperhatikan saat memilih gula yang baik.(ars)

Madonna: Penghormatan Terakhir untuk Prince di Billboard Music Award

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Selama pelaksanaan Billboard Music Awards 2016, penyanyi Madonna memberikan penghormatan kepada penyanyi legendaris Prince. Pada ajang tersebut, dengan mengenakan busana serba ungu, Madonna memberikan kejutan kepada para penonton dengan berkolaborasi bersama penyanyi Stevie Wonder menyanyikan Purple Rain.

Selama memberikan penghormatannya, … Selengkapnya

Glenn Fredly, D’Masiv dan Trio Lestari Ramaikan HUT BJB ke-55 Tahun

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Sejumlah artis nasional ikut memeriahkan ulang tahun PT Bank Jabar Banten (Bank BJB) yang ke 55 tahun. Event yang dipersembahkan untuk mengibur masyarakat itu dimeriahkan sejumlah artis antara lain Beby Ze, artis dangdut yang menggoyang panggung utama di lapangan parkir … Selengkapnya

Perangkat Portable untuk Deteksi Jantung

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Deteksi dini yang tepat sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit jantung. Untuk mendeteksi gangguan jantung secara real time, teknokrat menciptakan perangkat portable yang lebih “mobile”.

Para peneliti di Technological Institute of Morelia (ITM), Meksiko, menciptakan sebuah perangkat portable untuk mendeteksi … Selengkapnya

megapolitan

Harga Bahan Pokok Naik

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 Pemerintah Provinsi DKI berusaha untuk mengendalikan harga beberapa bahan pokok yang mulai mengalami kenaikan.

 JAKARTA – Menjelang bulan Ramadan, harga bahan pangan mulai merangkak naik. Seperti yang terjadi pada komoditi daging, telur, bawang, dan minyak goreng.

Pantauan Koran Jakarta di Pasar Pademangan Timur, Jakarta Utara harga jual daging sapi kembali melambung hingga 130.000 rupiah per kilogram dari yang sebelumnya 110.000 rupiah per kilogram. Salah satu faktor yang diduga penyebab meningkatnya harga daging sapi dikarenakan permintaan pasar yang cukup tinggi.

“Biasanya kan sebelum Ramadan banyak yang mengadakan selametan jadi pembeli daging sapi meningkat,” kata pedagang daging sapi, Manto (38) di Pasar Pademangan Timur, Jakarta Utara, Senin (23/5).

Sementara itu bahan pangan lainnya yang juga mengalami peningkatan terjadi pada minyak goreng dari 12.000 rupiah per kilogram menjadi 14.000 rupiah per kilogram. Lalu, harga telur ayam ras juga ikut merangkak dari 22.000 rupiah per kilogram menjadi 23.000 rupiah per kilogram.

Selain itu, untuk komoditi bawang cenderung tidak stabil. Harga bawang merah dan bawang putih dalam beberapa hari terkahir mengalami kenaikan dan juga penurunan. “Kalau lagi naik bisa 40.000 per kilogram, kalau lagi turun bisa 38.000 per kilogram. Sekarang lagi naik, 40.000 per kilogram untuk bawang merah dan 44.000 untuk bawang putih,” ungkap pedagang bumbu dapur, Tini (42).

Sama halnya dengan Bawang, lanjut Tini, harga cabe juga terus mengalami peningkatan. Diketahui harga cabe merah keriting saat ini menyebtuh harga 28.000 rupiah per kilogram dari yang sebelumnya 25.000 rupiah per kilogram. “Cabe kemarin sempat turun, tapi sekarang naik lagi. Rata-rata harganya sampai 29.000 per kilogram,” urai dia.

Situasi juga dengan pasar Tradisional Ciputat, Tangerang Selatan. Ateng, pemilik kios sayur mayur di Pasar Ciputat mengaku sejumlah bahan pokok rata-rata merangkal naik. Semua sudah naik, terutama cabe ujarnya.

Tetapi untuk harga bawang merah dan bawang putih sangat fluktuatif, bisa berubah-ubah setiap saat. Yang bergerak cepat itu bawang, kata Ateng.

Kendalikan Harga

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) berusaha untuk mengendalikan harga beberapa bahan pokok yang mulai mengalami kenaikan.

“Makanya kami sudah berusaha minta tambahan daging termasuk beras dan gula dan mencoba masuk PT RNI,” kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Jakarta, Senin (23/5).

Terkait penambahan stok tersebut Pemprov DKI akan mengirim surat ke pemerintah pusat untuk melakukan kerja sama dalam pengendalian harga bahan pokok, katanya lagi.

“Jadi namanya pengendalian inflasi daerah itu harus kerja sama pusat dan daerah. Kalau kayak begini yah susah ‘kan. Kecuali kami dikasih izin ibu kota khusus kita boleh impor sendiri, mengatur sendiri, nah itu penting,” kata Ahok.

Sebelumnya, DKI Jakarta akan mengajukan impor daging sapi beku dari Selandia Baru untuk memenuhi kebutuhan daging bagi masyarakat. “Kami juga sudah mengajukan untuk impor daging beku dan dari Selandia Baru terutama untuk memenuhi kebutuhan daging sapi pemegang Kartu Jakarta Pintar,” kata Ahok. nis/emh/Ant/P-5

Diskresi untuk Kepentingan Umum, Tak Masalah

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 JAKARTA – Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), memberlakukan ‘perjanjian preman’ dengan para pengembang yang mengerjakan reklamasi di pantai Jakarta, dipersoalkan. Kebijakan itu dianggap melanggar aturan, karena tak ada payung hukumnya. Namun, menurut Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, … Selengkapnya

Ahok: Peredaran Minuman Keras Perlu Dibatasi

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membolehkan minuman keras (miras) beredar di Jakarta. Hanya saja, peredaran miras itu perlu dibatasi, tidak bisa dikonsumsi sembarang warga Jakarta.

“Kalau menurut perdanya, sebenarnya boleh. Asal dibatasi, ada umurnya. Perda kita … Selengkapnya

Temuan Selongsong Gas Air Mata di Demo Anti Ahok Diselidiki

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 JAKARTA Polda Metro Jata melakukan pemeriksaan satu buah selongsong gas air mata saat kericuhan di gedung Komisi Pemberantasab Korupsi (KPK).

“Selongsong gas air mata itu bukan milik kepolisian, jadi sedang kami selidiki darimana asalnya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya … Selengkapnya

olahraga

Mourinho Dianggap Tepat untuk MU

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON – Jose Mourinho akan menjadi pilihan yang sempurna sebagai pelatih Manchester United, hal itu diungkap mantan bek klub Phil Neville, Minggu (22/5) waktu setempat. Media Inggris melaporkan bahwa pria asal Portugal berusia 53 tahun akan menerima pekerjaan sebagai pelatih MU pekan ini. Itu akan mengakhiri dua tahun era pelatih asal Belanda Louis van Gaal di Old Trafford setelah ia memimpin timnya untuk kemenangan di final Piala FA, Sabtu.

“Mourinho telah terbukti sebagai pemenang. Fans Mu ingin tim bersaing untuk gelar liga, mereka tidak ingin tim finis di posisi ketujuh atau kelima,” ujar Neville kepada BBC.

Mourinho dipecat oleh Chelsea pada bulan Desember, tujuh bulan setelah memimpin mereka merebut gelar Liga Inggris di periode kedua bertanggung jawab atas klub London.

“Ketika Jose selesai di klub ada pola di mana ia merotasi pemain dan itu aka membuat tim puas,” ujar Neville. “Saya tidak bisa melihat dia tinggal terlalu lama di MU – mungkin dua atau tiga tahun cukup baginya di sebuah klub. Tapi selama ia membawa kesuksesan fans United akan bahagia,” sambungnya.

Sejak Sir Alex Ferguson mengundurkan diri sebagai pelatih tiga tahun lalu setelah memimpin MU meraih gelar juara Liga Inggris untuk kali ke-13, MU finis di posisi ketujuh klasemen di bawah David Moyes, tempat dan keempat dan kelima di bawah Van Gaal.

“Dia (Mourinho) bukan tipe manajer yang akan datang dan mengatakan ini adalah masa transisi dan finis keempat di liga akan cukup – yang tidak akan cukup untuk fans United,” ujar Neville yang bermain untuk MU di bawah Ferguson 1995-2005.

Mourinho juga berhasil di Porto, Inter Milan dan Real Madrid, memenangkan gelar liga setidaknya sekali masing- masing bersama klub itu. Dia juga memimpin Porto dan Inter untuk kemenangan di Liga Champions.

“Saya seorang penggemar Manchester United dan musim depan saya ingin mereka untuk memenangkan liga. Itu akan menjadi tuntutan dan saya yakin dia akan memiliki harapan yang sama,” sambung Neville.  ben/Rtr/S-1

Gareth Bale Wujudkan Mimpi Wales

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Gareth Bale sukses mewujudkan mimpi tim nasional Wales untuk tampil di ajang Piala Eropa setelah pemain depan Real Madrid itu mencetak gol satu-satunya saat mengalahkan Siprus dalam lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2016 Grup B September lalu.

Bale akhirnya membawa Wales … Selengkapnya

CLS Knights Tantang Pelita Jaya di Final IBL

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA — Sejarah baru tercipta di Indonesian Basketball League (IBL) 2016. CLS Knights Surabaya berhasil menyingkirkan juara bertahan, Satria Muda Pertamina Jakarta, untuk tampil ke final. Jamarr Johnson dan kawan-kawan akan menghadapi Pelita Jaya Jakarta dalam laga final yang bakal … Selengkapnya

Barcelona Raih Dua Gelar

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

MADRID – Sepuluh pemain Barcelona mempertahankan gelar juara Copa del Rey dengan kemenangan 2-0 atas Sevilla, Senin (23/5) dini hari WIB. Kemenangan yang diraih dengan dua gol masing-masing dari Jordi Alba dan Neymar di Stadion Vicente Calderon itu juga memastikan … Selengkapnya

kupas

“Kita Jangan Mewariskan Impor”

Rabu 25/5/2016 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan instansi pemerintah yang secara tegas menolak impor komoditas pangan. Sebab, impor hanya memperkaya petani di negara lain tetapi memiskinkan atau mematikan petani di negeri sendiri.

Lagi pula, Kementan merupakan lembaga yang berfungsi untuk membantu petani dalam meningkatkan produksi. Kemudian, jika impor dilakukan maka tentunya segala bentuk bantuan yang diberikan Kementan sama sekali tidak berguna. Atas dasar itu pula Kementan tetap menolak rencana impor pangan jelang ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2016. Guna mengetahui sikap Kementan itu, berikut wawacara Koran Jakarta dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Bagaimana sikap Anda terhadap kebijakan impor komoditas pangan? Saya dengan tegas menolaknya. Dalam rapat rapat kabinet beberapa hari lalu, ada yang mau impor bawang merah. Tapi saya katakan tidak karena kebutuhan bahan pokok bisa kita penuhi tanpa harus impor, apalagi pada tahun ini produksi bawang merah banyak dan surplus. Sekarang ini produksi bawang merah di Indonesia adalah 241.600 ton sementara kebutuhannya 175.600 ton.

Kalau impor beras, bagaimana? Demikian pula dengan impor beras, saya menolak. Karena serapannya jelang ramadan telah hampir dua kali lipat dari tahun lalu, yakni 2 juta ton beras dan 2,3 juta ton gabah dari petani.

Meski sebelumnya sempat khawatir ada lonjakan harga beras, sehingga terpaksa impor 600 ribu ton beras beberapa waktu lalu. Namun, kami menjamin beras impor tersebut hanya cadangan dan tidak akan dijual ke masyarakat. Apalagi saat ini stok beras telah mencukupi. Itu termasuk dengan kebutuhan bahan pokok lain, takkan ada impor.

Apa yang menguatkan Anda untuk mengatakan tidak perlu impor? Kalau tidak ada Panglima TNI dan KSAD, mungkin saya sudah menyerah. Perlu anda ketahui, banyak pihak yang menginginkannya melanjutkan impor. Bahkan beberapa malam yang lalu ada beberapa orang yang mendesak dilakukan impor, tapi saya tolak.

Terus, bagaimana langkah anda untuk menjamin hal itu? Kami bisa mengatasi mafia beras yang selama ini mengakar di Indonesia. Perlu diingat hal yang paling berat untuk merealisasi kestabilan bahan pokok adalah mengajak petani menanam padi. Karena itu, dia menggandeng TNI untuk meningkatkan luasan lahan tanam padi dan jumlah penyerapan padi.

Adakah pihak yang terganggu dengan sikap Anda? Saya menyadari menolak impor beras berarti banyak pula yang diganggu. Misal, sebelumnya pemerintah Thailand menelepon saya terkait impor sapi, tetapi saya tolak. Namun, terkait reshuffle itu wewenang presiden sendiri, itu hak prareogratif presiden. Yang terpenting bagi kami adalah kerja, kerja dan kerja.

Bagaimana konsep pembangunan pertanian yang Anda maksud? Membangun pertanian adalah sesuatu yang mutlak karena tidak hanya dinikmati oleh generasi saat ini, namun juga untuk generasi yang akan datang. Kita dapat berteduh hari ini, karena ada orang lain yang menanam pohon itu lama sebelumnya, karenanya kita jangan mewariskan impor dan kemiskinan bagi generasi mendatang.

Terus, apa yang harus dilakukan? Pembangunan berbasis pertanian perlu diubah menjadi berorientasi pada dua paradigma baru yaitu paradigma pertanian untuk pembangunan dan paradigma pertanian bioindustri yang berkelanjutan. Tujuannya adalah mewujudkan kedaulatan pangan dan mensejahterakan petani. erik sabini/AR-2

Mendagri Tidak Pernah Mencabut Perda Anti Miras

Selasa 24/5/2016 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

Informasi tentang Menteri Dalam Negeri,Tjahjo Kumolo akan mencabut Peraturan Daerah anti minuman keras atau perda miras, terus menuai pro- kontra. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo sendiri dengan tegas membantah, akan atau telah mencabut perda anti miras.

Bahkan, ia mendukung penuh … Selengkapnya

Kontribusi Tambahan untuk Membangun Infrastruktur

Senin 23/5/2016 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, untuk meminta konrtibusi tambahan kepada pengembang menuai polemik. Pasalnya, Ahok telah menggunakan kewenangannya untuk menyepakati perjanjian kerja sama bersama para pengembang dengan menetapkan kontribusi tambahan sebesar 15 persen.

Ahok memutuskan hal itu dengan … Selengkapnya

Kami Tidak Pandang Bulu, yang Salah Akan Kena Sanksi

Sabtu 21/5/2016 | 01:01
A   A   A   Pengaturan Font

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan membekukan sementara izin kegiatan pelayanan penumpang dan bagasi (groundhandling) Lion Group di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan dan PT Indonesia Air Asia di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Pembekuan itu dimulai lima hari kerja setelah … Selengkapnya

berita lain

BTN, Permudah UM Rumah hingga Bagi Hadiah Mewah

Senin 23/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Pekerja yang terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK ) kian dipermudah untuk mendapatkan bantuan uang muka (UM) perumahan dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (Bank BTN). Bank pelat merah ini terus berkomitmen memberikan kemudahan dalam penyediaan … Selengkapnya

“e-Money” di Taksi Berbasis Aplikasi

Selasa 24/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Taksi konvensional mulai adoposi teknologi digital dalam pemesanan. Bahkan taksi konvensional sudah memberlakukan tarif tetap untuk merebut konsumen di tengah persaingan yang makin ketat dengan taksi aplikasi.

Revolusi digital telah merubah cara-cara konvesional yang ribet, lama, tidak efisien menjadi lebih … Selengkapnya

Versi Murah SUV Kompak Premium

Rabu 18/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Selain multipurpose vehicle, salah satu segmen produk yang paling diminati adalah segmen sport utility vehicle (SUV). Pada segmen ini hadir banyak pemain, sehingga konsumen memiliki banyak pilihian.

APM tampaknya harus waspada dengan BMW. Meski berada pada segmen premium, SUV BMW … Selengkapnya