Koran Jakarta | September 15 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Ingin Genjot FDI Mesti Berantas Biaya Siluman

Sabtu 14/9/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Biaya siluman yang memicu ekonomi biaya tinggi mesti secepatnya dihilangkan agar semua upaya memangkas perizinan untuk menarik FDI tidak sia-sia. Biaya siluman yang memicu ekonomi biaya tinggi mesti secepatnya dihilangkan agar semua upaya memangkas perizinan untuk menarik FDI tidak sia-sia.   JAKARTA –...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Dugaan Penyuapan

Sabtu 14/9/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie (kiri) bergegas meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (13/9). Kurniadie diperiksa terkait dugaan suap penanganan perkara penyalahgunaan izin tinggal WNA di lingkungan Kantor Imigrasi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019 dengan nilai suap sebesar 1,2 miliar rupiah

Tampilkan Semua

Ekskavasi Situs Petirtaan

Sabtu 14/9/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan, melakukan ekskavasi tahap satu di Situs Petirtaan Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (13/9). Ekskavasi itu melanjutkan...
Selengkapnya

Vaksin Rabies Gratis

Sabtu 14/9/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Petugas memeriksa hewan peliharaan kucing di Halaman Puskeswan, Leuwidahu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (13/9). Dalam rangka menyambut Hari Rabies Sedunia pada 28 September, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya...
Selengkapnya

Ruang Pekerjaan TKA Kian Terbuka

Sabtu 14/9/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Keberadaan Ke­putusan Menteri Ketenagakerja­an (Kepmenaker) RI No 228/2019 yang mengatur tentang jabatan tertentu yang bisa diduduki TKA (Tenaga Kerja Asing) semakin membuka ruang pekerjaan yang lebih luas yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

DPR Prioritaskan Revisi UU MD3

Jumat 13/9/2019 | 06:38
A   A   A   Pengaturan Font
Menjelang masa akhir periode tugas, DPR justru dihadapkan pada penyelesaian revisi UU yang dinilai penting.

 

JAKARTA – Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Supratman Andi Agtas, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima surat presiden (surpres) terkait pembahasan tiga revisi Undang-undang (UU), yakni UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), UU tentang Peraturan Pembentukan Perundang- undangan (P3), serta UU tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).

Supratman menjelaskan, dari ketiga revisi legislasi tersebut, UU MD3 dan UU P3 akan lebih diprioritaskan. “Kami berharap MD3 bersama dengan P3 bisa segera diselesaikan, karena ini sangat penting buat kita, terutama UU P3. Kan kalau MD3 tinggal satu pasal, P3 untuk RUU yang lalu bisa di-carry over,” ujar dia saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9).

Kendati demikian, Politikus Partai Gerindra tersebut mengatakan bahwa waktu pembahasan terhadap ketiga revisi undang-undang tersebut tergantung dengan komitmen pemerintah. Diketahui, ketiga revisi produk legislasi tersebut diisukan akan dikebut pembahasannya selama siswa waktu periode DPR 2014-2019.

“Nanti, soal pembahasannya lagi dikoordinasikan kementerian terkait, menyangkut jadwalnya kapan akan dibahas,” terangnya.

Supratman menjelaskan, pembahasan UU MD3 akan cenderung lebih mudah karena yang dibahas hanya satu pasal, yaitu penambahan kursi MPR RI yang mengakomodir semua fraksi partai politik dan DPD. Selain itu, ia menyebutkan bahwa seluruh fraksi sudah cenderung setuju terhadap perubahan tersebut karena menyangkut soal koalisi kebangsaan dalam tubuh MPR.

“Jadi, menempatkan MPR bukan sebagai lembaga politik praktis, tapi ini bicara politik kebangsaan. Soal kebangsaan, karena menyangkut soal ideologi, konstitusi, pusatnya di sana. Sehingga, kami harapkan semua parpol berbicara hal yang sama. Jadi, di sana jangan ada politik praktis, maka kami berikan kesempatan mudahmudahan ini jadi tradisi kita untuk masa mendatang,” tuturnya.

Sedangkan untuk UU P3, Supratman mengatakan bahwa sudah ada kesepakatan bersama baik dari DPR maupun Pemerintah yang menginginkan pembahasan RUU yang tidak dapat diselesaikan bisa dilanjutkan (carry over) pada periode selanjutnya. Ia pun optimistis jika pembahasan revisi UU tersebut akan diselesaikan akhir periode ini jika kedua belah pihak sepakat, termasuk revisi UU KPK.

“DPR ini lembaga politik. Kalau kedua pihak bersepakat, kan sudah tidak ada masalah. Yang masalah kalau ada salah satu pihak tidak setuju. Kalau sudah setuju, ya sudah selesai,” tandasnya.

Tergantung Pemerintah

Sebelumnya, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyebutkan bahwa revisi UU KPK tergantung pada kesepakatan antara DPR bersama Pemerintah saat melakukan pembahasan. Kesepakatan tersebut sangat menentukan waktu pembahasan revisi legislasi tersebut.

“UU dibuat dan dikerjakan oleh dua pihak, yaitu pemerintah dan DPR. Mengebut, pelan-pelan, atau sedang-sedang, itu tergantung pada dua pihak itu,” ujar Bamsoet saat ditemui di Kediaman Wakil Presiden RI Terpilih, KH Ma’ruf Amin, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Rabu (11/9).

Kemudian, Politikus Partai Golkar tersebut mengatakan bahwa harus ada titik temu antara pemerintah dan DPR jika ingin pembahasan revisi UU KPK dapat diselesaikan. Kendati demikian, Bamsoet enggan menjawab apakah pembahasan revisi tersebut akan dikebut pada akhir periode 2019-2024 atau akan dibahas pada DPR periode mendatang.

“Yang bisa jawab (waktu revisi) Baleg dari pihak DPR dan juga pemerintah nanti. Saya kan hanya jubir (juru bicara) parlemen, menyampaikan apa yang sudah terjadi dan tidak bisa menyampaikan apa yang belum terjadi,” pungkasnya. tri/AR-3

Tampilkan Semua

Latihan Gabungan TNI di Jatim

Jumat 13/9/2019 | 06:36
A   A   A   Pengaturan Font
Menko Polhukam, Wiranto bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan), Kepala Staf TNI AD (KA SAD) Jenderal TNI Andika Perkasa (kedua kanan), Kepala Staf TNI AL (KA SAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji (kedua kiri) dan Kepala...
Selengkapnya

Habibie Bapak Kebangkitan Teknologi Nasional

Jumat 13/9/2019 | 06:32
A   A   A   Pengaturan Font
YOGYAKARTA – Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Nizam mengatakan Presiden ketiga RI BJ Habibie pantas disebut Bapak Kebangkitan Teknologi Nasional. “Layak kita sebut bapak kebangkitan teknologi...
Selengkapnya

Kemendagri Raih Penghargaan dari Kemenkeu

Jumat 13/9/2019 | 06:29
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Wajah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo begitu sumringah ketika menerima plakat penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Penghargaan itu diberikan karena Kementerian Dalam Negeri berhasil meraih predikat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

Debat Kandidat Demokrat

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Aktivis Akan Terbangkan “Drone” di Heathrow

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
LONDON - Aktivis iklim beren­cana menerbangkan pesawat tanpa awak atau drone di sekitar Bandara Heathrow, London, un­tuk mengganggu penerbangan pesawat pada Jumat (13/9). Heathrow Pause, kelompok yang akan menjalankan aksi itu...
Selengkapnya

Arrmanatha Serahkan Surat Kepercayaan Kepada Dirjen Unesco

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
PARIS - Duta Besar LBBP/Delegasi Tetap RI untuk United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization. (Unesco), Arrmanatha C Nasir, telah me­nyerahkan surat kepercayaan kepada Direktur Jende­ral Unesco, Audrey...
Selengkapnya

Program Pembasmian Nyamuk Terbaru Mampu Basmi Wabah Dengue di Asia

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ratusan orang tewas di Filipina karena terjangkit penyakit yang ditular nyamuk, semen­tara di Vietnam terjadi peningkatan tiga kali lipat kasus. Rumah sakit di Malaysia, Myanmar dan Kamboja bahkan dibanjiri pasien demam berdarah yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Menggali Nilai-nilai Lokal Nusantara

Sabtu 14/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font

Buku ini berisi nilai-nilai kebijaksanaan lokal yang sudah lama tertanam dalam alam pikiran dan jiwa bangsa Indonesia. Menurut Soekarno, Pancasila adalah Philosophische Grondslag yaitu fundamen yang sedalam-dalamnya. Dia juga jiwa, hasrat yang sedalamdalamnya tempat didirikan gedung Indonesia merdeka yang kekal dan abadi (hal14).

Makna “sedalamdalamnya” dikembangkan dalam buku ini. Kedalaman hasrat, jiwa, dan filsafat bangsa inilah yang menjadi fondasi Indonesia merdeka sehingga lestari sepanjang masa.

Buku Kearifan Lokal-Pancasila, Butir-butir Filsafat Keindonesiaan salah satu kontribusi dan harapan sebagai pemicu untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai lokalitas dan kedaerahan diangkat untuk mengayakan, meluaskan, dan mengaktualisasikan cakrawala pengertian nilai-nilai Pancasila. Kearifan lokal digali dari budaya Nusantara, sehingga menampakkan “konsep filsafat keindonesiaan”.

Butirbutir kebijaksanan, antara lain berasal dari Jawa, Batak Toba, Manggarai, Minahasa, Sunda, Dayak, Bali, Toraja, dan Papua. Kearifan lokal tersebut selaras dengan Pancasila sebagai perekat bangsa yang digali Soekarno. Ini mulai dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebersatuan, musyawarah, demokrasi serta tata keadilan. Itulah butir-butir emas filsafat keindonesiaan.

Ambil contoh kearifan lokal dari Papua: Pandangan tentang Alam/ Tanah. Bagi orang Papua, alam atau tanah dilihat sebagai supermal tempat mengambil hasil alam demi kelangsungan hidup. Tanah dipandang sebagai tempat berkebun dan mencuci. Tanah juga sebagai ibu yang melahirkan, membesarkan serta sebagai identitas diri. Maka, lingkungan alam harus dijaga dan dirawat (hal 496).

Kearifan lainnya, penyelesaian sengketa melalui bakar batu untuk harmoni dan keadilan. Sengketa bahkan peperangan menjadi bagian tak terpisahkan dalam pengalaman hidup harian orang Papua. Ada siklus: berkelahi, membayar denda, berdamai, bakar batu, lalu makan bersama. Masalah sudah selesai.

Denda dilihat sebagai ganti rugi atas penderitaan korban. Nilai yang digali harmoni, etos kesederajatan dan keadilan sebagai sesama manusia (hal 498). Para penulis kebanyakan berlatar belakang pendidikan filsafat, sehingga dalam pencarian akan kebijaksanaan lokal tidak diragukan. Belum seluruh kearifan lokal Indonesia bisa dijangkau buku ini karena keterbatasan ruang dan jangkauan.

Ada pesan tersirat ke depan yang menantang pembaca untuk mencari dan menggali kearifankearifan lokal yang masih tersebar di Nusantara untuk ditampilkan ke hadapan publik. Buku merupakan kontribusi para penulis dalam rangka memperkaya dan memperluas cakrawala pemahaman nilai-nilai Pancasila.

Buku ini perlu dibaca warga yang berkehendak baik agar Indonesia tetap berdiri di atas Pancasila sebagai dasar negara. 

 

Diresensi Pormadi Simbolon, mahasiswa pascasarjana STF Driyarkara Jakarta

Tampilkan Semua

Rayakan Harhubnas 2019

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Bahas RUU Perkoperasian

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

AS Pertimbangkan Terbitkan Obligasi 50 Tahun

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
WASHINGTON – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Steven Mnuchin, mengatakan Departemen Keuangan sedang mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi bertenor 50 tahun pada tahun depan. “Kami sedang mencari untuk menerbitkan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Perhelatan ilmiah bertema Generasi Sains Milenial Peng­gerak Kemandirian Ekonomi Daerah itu diikuti oleh sekitar 1.000 pelajar serta guru dari 32 provinsi se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, para pelajar mendapat bimbingan langsung dari sejumlah peneliti LIPI lewat berbagai kompetensi keilmuan. LIPI menilai berbagai tata kelola pemerintahan yang dilaksana­kan di Kabupaten Banyuwangi, dapat menjadi inspirasi bagi para peneliti serta pelajar.

Menjadi inspirasi untuk mewujudkan bagaimana jajaran birokrat bergerak cepat dan selaras, bekerja menjadi satu tim tanpa ada sekat yang sangat birokratis. Dengan demikian, penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi dapat menjadi inspirasi baru bagi pelajar untuk semakin menggemari ilmu pengeta­huan, termasuk di dalamnya kegiatan penelitian.

Kegiatan ini bertujuan me­ningkatkan minat dan kemam­puan remaja di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian serta membimbing remaja me­laksanakan penelitian ilmiah yang terkait dengan lingkungan sekitarnya. Di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini juga diselenggarakan keg­iatan workshop guru bagi guru pembimbing. Setiap sekolah mendaftarkan tiga siswa dan satu guru pembimbing sebagai peserta.

Peserta diutamakan dari sekolah yang belum pernah berpartisipasi dalam Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional. Peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional dalam dua tahun terakhir (2017–2018) tidak dapat mendaftar di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII Banyuwangi kali ini. Selama penyeleng­garaan, panitia menanggung akomodasi dan konsumsi.

Untuk mengetahui apa saja yang dilakukan dalam kegiatan tersebut dan harapan yang bisa dipetik dari kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII tersebut, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawancarai Bupati Banyu­wangi, Abdullah Azwar Anas, di Banyuwnagi, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa tujuan dari Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini?

Ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII akan memacu minat dan kemam­puan remaja di bidang riset dan ilmu pengetahuan (iptek). Remaja akan terbiasa berpikir kritis dan mencoba menemu­kan solusi dari masalah yang ada di sekitarnya.

Selama melakukan kegiatan, para pelajar juga berinteraksi dengan warga sekitar, mengamati kondisi alam dan sosial masyarakat di lokasi tersebut. Dari situ, kami harapkan tumbuh ide penelitian dari peserta untuk kemudian dijadikan paper di akhir kegiatan.

Seperti apa bentuk keg­iatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII?

Kami berterima kasih kepada LIPI yang telah menunjuk Banyuwangi sebagai tuan ru­mah. Se­lama satu minggu, para pelajar se-Indonesia ini diajak melakukan riset lapangan di berbagai tempat di Banyuwangi dengan cara yang menyenangkan sehingga dunia riset tak lagi dinilai selalu membosankan.

Para pelajar melakukan eksperimen bidang ilmu penge­tahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu teknik di sejum­lah lokasi di Banyuwangi. Eks­perimen dilakukan, antara lain di lokasi konservasi terumbu karang di Bangsring Underwa­ter, Agro Wisata Tamansuruh, Pusat Kopi Gombengsari, Desa Adat Osing Kemiren, dan Mal Pelayanan Publik.

Apa alasan pemilihan lokasi tersebut?

Lokasi tersebut kami pilih agar tumbuh paradigma bahwa riset bisa berangkat dari hal sederhana yang ada di sekitar kita serta bisa dilakukan secara menarik seperti di tempat wisata. Ratusan inovasi yang kami geber selama ini tak lain berangkat dari problem yang kami hadapi.

Masalah yang ada dianalisis, lalu dicari solusinya, yang akhirnya menghasil­kan inovasi. Seperti itu pula keg­iatan riset ilmiah yang lahir dari dorongan mencari solusi atas problem di sekitar kita.

Mengapa tertarik mendu­kung kegiatan ini?

Dana untuk penelitian di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 10,23 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau 0,91 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu menjadikan Indonesia se­bagai negara berperingkat 28 terbesar terkait dana riset dari 116 negara.

Riset ini bisa dibilang kunci segala hal. Hal ini didorong pemerintah pusat dengan te­rus menaikkan dana riset. Se­moga dari ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi ini bisa lahir generasi sains milenial yang di masa depan menjadi peneliti andal Indonesia.

Bagaimana dengan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri dalam mendorong riset?

Stimulus untuk mendorong anak muda menggeluti dunia ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus dilakukan Pemkab Banyuwangi ke depan. Stimulus tersebut, di antara­nya dengan memberi beasiswa mahasiswa, hibah penelitian dengan berbagai kampus, hibah penelitian untuk mahasiswa, terutama pada tema yang mem­bantu pertanian dan UMKM Banyuwangi, serta riset terapan pertanian seperti untuk lahan uji coba, dan uji varietas. N-3

Tampilkan Semua

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Cegah Sampah dari Rumah Masuk ke Sungai Citarum

Senin 1/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat (Jabar) yang mengaliri area irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hek­tare. Citarum mengaliri 12 wi­layah administrasi kabupaten/kota dan merupakan sumber air untuk kebutuhan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Layanan “Online” KPR

Jumat 13/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Desain Futuristik Tempat Ngopi di Bangkok

Jumat 13/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Interior tidak selalu dinikmati saat di dalam ruangan saja. Interior dapat dinikmati mulai dari luar ruangan. Konsep tersebut biasanya digunakan untuk ruang komersial untuk menarik konsumen. Kaizen Coffee, tempat ngopi di Banglok...
Selengkapnya

SML Gandeng Microsoft Bangun “Integrated Smart City”

Jumat 13/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sinar Mas Land (SML) menggandeng Microsoft dalam mentransformasi BSD City menjadi kota pintar terpadu (integrated smart city) berskala besar dan inovatif pertama di Indonesia yang inklusif dan dapat diakses oleh semua masyarakat. Kerja...
Selengkapnya

Efek Nyaman Berawal dari Interior

Jumat 13/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Detail dekorasi ruang akan semakin nyaman dengan beberapa kursi yang terbuat dari kulit berwarna coklat, meja, kayu tebal dan karpet lantai yang lembut. Adakalanya, tempat tinggal nyaman tidak selalu berbanding lurus dengan estetika...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Era Digitalisasi, Permudah Akses ke Konsumen

Kamis 12/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam sebuah industri atau pabrik. Revolusi ini industri ini tercipta berkat jaringan internet kecepatan tinggi, perangkat internet untuk segala (ioT), aplikasi, komputasi awan, dan komputasi kognitif seperti kecerdasan buatan (AI).

Industri 4.0 menghasilkan pabrik cerdas. Menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Melalui sensor IoT, sistem berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dengan manusia secara bersamaan.

Sistem Industri 4.0 dapat diterapkan pada perusahaan losgistik untuk mendapatkan efisiensi yang tinggi. Selama ini terjadi inefisiensi pada sektor logistik, yang membuat daya saing produk Indonesia menjadi rendah di pasar global.

Karena itu, industri di Indonesia sudah harus bersiap menghadapi era ini. Industri di bisnis logistik, misalnya, perlu menyiapkan supra dan infrastrukturnya.

Perusahaan logistik dalam negeri, harus melakukan transformasi digital. Perusahaan harus dapat memanfaatkan sistem berbasis Industri 4.0 untuk dalam mendapatkan informasi akurat pergerakan barang.

“Untuk menjawab kebutuhan pelanggan atau principal yang menginginkan informasi yang cepat dan akurat untuk memonitor pergerakan barang yang dimiliki perusahaan logistik perlu melakukan transformasi,” kata pebisnis logistik, Kuncoro, saat memaparkan konsep National Warehouse Data Commodity dalam ajang iCIO Exchange 2019, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sementara, di industri otomotif, Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) Indonesia, Gunadi Sindhuwinata menjelaskan di industri otomotif pada perangkat kerasnya sudah banyak melakukan robotisasi. Hanya saja, permasalahannya adalah bagaimana tanpa pengaruh manusia robot tersebut dapat bekerja lebih cepat dan tepat.

Inilah yang sebenarnya yang menjadi tujuan industri 4.0. Hal ini dapat dilakukan dengan peningkatan kemampuan Artificial Inteligent (AI), digitalisasi, internet dan lainlain. Disisi lain kecepatan internet 4G masih belum sepenuhnya, sehingga yang terpenting sebenarnya adalah sarana pendukung pengalihan ke industri 4.0.

Gunadi Sindhuwinata menjelaskan dari segi sumber daya manusia, dirinya optimis tenaga yang tersedia cukup mampu untuk beradaptasi dengan teknologi di industry 4.0, sehingga tidak perlu dirisaukan. “Bagi industri secara keseluruhan masalah utama sebenarnya adalah skala ekonomi,” kata Gunadi.

Ketua Asosiasi Kimia Dasar Anorganik Indonesia, Michael Susanto Pardi menjelaskan, dari sisi sumber daya manusia, ada garis putus antara pendidikan dan industri. Padahal industri kimia berkaitan erat dengan teknologi.

Dia memberi contoh, buku pelajaran yang digunakan saat dirinya masih kuliah masih sama hingga kini, padahal sudah 25 tahun berlalu. Di sisi lain teknologi selama 25 tahun sudah sangat berubah.

Dari segi infrastruktur yang menjadi tantangan adalah kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Sebagai contoh Kalimantan sebenarnya sangat sesuai untuk membangun industri kimia, namun karena infrastruktur tidak ada maka pembangunan tidak dilakukan.

Sementara, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ernovian G. Ismy menjelaskan di industri tekstil dan garmen perkembangan teknologi terjadi setiap tahun. “Saat ini semua mengalami perubahan termasuk prilaku konsumen. Yang tidak berubah adalah pasar yang selalu menginginkan harga murah serta kualitas bagus dan yang dapat memenuhi keinginan pasar tersebut adalah teknologi canggih,” katanya.

Seharusnya, teknologi canggih dapat mengintegrasikan dari pengadaan bahan baku, proses produksi hingga penjualan. Ernovian mengingatkan, selain menuju ke industri 4.0 pemerintah juga harus mempersiapkan pasarnya.

Untuk sektor infrastruktur di industri tekstil Ernovian menjelaskan, kalau dari segi produksi hampir semua sudah menggunakan mesin canggih, namun jika dari segi distribusi masih harus dipertanyakan jalur logistik sudah terintegrasi belum antara darat, laut dan udara. Hingga saat ini biaya logistik di Indonesia merupakan paling mahal di Asean.

Senada dengan Ernovian G Ismy, menurut Wakil Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia GAPMMI, Astri Wahyuni penerapan industri 4.0 tidak hanya pada manufacturing tetapi juga harus dapat diterapkan hingga pendistribusian barang ke konsumen.

Sehingga mindsetnya tidak hanya robotic manufacturing tetapi ke pasarnya juga harus menggunakan Artificial Inteligent dan lain-lain. Astri Wahyuni juga setuju perlunya suatu ekosistem agar industri dan market dapat berlari sama cepat. Astri Wahyuni menjelaskan pengusaha seharusnya dapat konsenterasi ke yang menjadi kekuatan Indonesia, yaitu pasar.

Untuk itu, diperlukan akses ke konsumen yang lebih mudah. Industri 4.0 sebenarnya merupakan kesempatan untuk menjadikan kekurangan Indonesia sebagai negara kepulauan yang membuat sulitnya distribusi menjadi sebuah kelebihan.

Ya, investasi dibidang teknologi mungkin memang cukup mahal. Namun bila dalam kurun waktu yang sama dapat menghasilkan barang dengan jumlah yang lebih banyak dan berkualitas, maka perusahaan pun akan menjadi lebih efisien.

Bagi sektor UKM, Astri melihat penerapan industri 4.0 bukan pada prosesnya tapi lebih ke pasar seperti penggunaan e-commerce untuk dapat mencapai konsumen secara langsung dan lebih cepat.

Intinya, untuk mencapai ke Industri 4.0 beberapa hal yang akan dilakukan adalah menata ulang struktur industri, menata bahan baku, meningkatkan konektifitas antara zona industri, penciptaan ekosistem serta inovasi, harmonisasi antara regulasi. yun/E-6

Tampilkan Semua

Siap Melibas Revolusi Industri 4.0

Kamis 12/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Revolusi industri 4.0 tercipta berkat jaringan internet kecepatan tinggi, perangkat internet untuk segala (ioT). SDM di Indonesia harus bersiap menghadapi era ini. Perusahaan konsultan manajemen multinasional, McKinsey, melakukan studi...
Selengkapnya

Universitas YARSI Gelar International Conference on Bioinformatics 2019

Selasa 10/9/2019 | 18:00
A   A   A   Pengaturan Font
Jakarta - Bidang ilmu bioinformatika saat ini mengalami peningkatan popularitas yang luar biasa di Indonesia maupun di seluruh dunia, disebabkan oleh ledakan data biologis. Perkembangan ilmu bioinformatika di Indonesia sendiri bisa...
Selengkapnya

Google Cloud Summit 2019

Selasa 10/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

SHELL TECHNOLOGY FORUM 2019 SAMBUT REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DENGAN INOVASI DAN KOLABORASI

Kamis 12/9/2019 | 13:00
A   A   A   Pengaturan Font

Bali – Shell Lubricants Indonesia kembali menyelenggarakan Shell Technology Forum yang kali ini berlangsung pada 2-4 September 2019 di Nusa Dua, Bali dengan mengangkat tema “Operations and Maintenance: The Next Generation”. Acara ini resmi dibuka oleh Achmad Sigit Dwiwahjono Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dengan didampingi oleh Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia. Shell Technology Forum ini merupakan bagian dari program Shell Expert Connect, sebuah wadah baru untuk pengembangan inovasi dan kolaborasi yang digagas Shell untuk para pelaku industri.

”Shell sebagai salah satu pemasok produk pelumas nomor satu di dunia dengan konsumen di lebih dari 100 negara, percaya bahwa untuk menghasilkan solusi komprehensif pada era perubahan ini diperlukan kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kami menghadirkan Shell Technology Forum yang merupakan bagian dari Shell Expert Connect untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan industri dan teknologi terbaru. Hal ini tak lepas dari komitmen kami untuk terus berkontribusi bagi perkembangan industri dan pembangunan di Indonesia melalui kampanye ‘Shell untuk Indonesia’,” jelas Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia di hadapan lebih dari 300 peserta dari kalangan pemimpin perusahan, pembuat kebijakan, serta para ahli dari berbagai bidang Industri di Indonesia.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menambahkan, “Melalui “Making Indonesia 4.0”, Indonesia tengah merevitalisasi sektor industri manufaktur yang sejak beberapa tahun terakhir memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Inovasi memiliki peranan sangat penting dalam perkembangan industri dalam mewujudkan visi dan misi Indonesia 4.0. Saya harap kegiatan seperti Shell Technology Forum dapat membantu meningkatkan wawasan pelaku industri, serta mendorong pengembangan potensi Sumber Daya Manusia unggul Indonesia menuju masa depan.”

Tahun ini, topik yang diangkat adalah seputar inovasi industri sebagai solusi dalam mengatasi tantangan energi global dari segi operasional dan pemeliharaan. “Teknologi yang ditawarkan oleh Shell mengedepankan efisiensi energi untuk memperpanjang usia mesin. Pelumas hanya berkontribusi sebesar 1-2% dari total biaya pemeliharaan, namun dengan mengoptimalkan penggunaan pelumas yang tepat di seluruh kegiatan operasional, pelaku bisnis bisa menghemat hingga 30% dari keseluruhan biaya operasional,” jelas DR. Cameron Watson, GM Shell Global Commercial Technology, China & Asia Pacific.

Shell Technology Forum kali ini menghadirkan para pakar di bidang industri, teknologi, dan inovasi untuk berbagi pengalaman dan memberikan wawasan mengenai teknologi masa kini untuk dapat mengantisipasi pergerakan Revolusi Industri 4.0.

Turut hadir sebagai pembicara dalam acara Shell Technology Forum 2019 antara lain Kusmayanto Kadiman, Mantan Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia; Handry Satriago, CEO GE Indonesia; Made Wahyu Wiratma, President Director INNIO Power Indonesia; Andre Darmidjas, President Director Agrekko Indonesia, serta para pakar teknologi dari jaringan Shell internasional. Para pembicara ini berbagi pengetahuan dalam berbagai forum diskusi terkait tren industri di masa depan, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), teknologi digital pada industri pertambangan, penggunaan biodiesel dengan kadar yang lebih tinggi dan Euro IV, hingga mobilitas masa depan menuju emisi netto nol (net-zero emission).

 

Tampilkan Semua

Peresmian Sektor Unggulan Logam

Rabu 11/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Sentuhan Estetika Motor Italia

Rabu 11/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
New Vespa LX 125 i-get tampil dengan desain segar. Tampil baru dengan nuansa yang masih abadi, tak lekang oleh waktu. Bedanya, kuda besi asal Italia ini berbenah dengan penyematan bermacam teknologi terkini. Itu menjadikan pengguna...
Selengkapnya

Warna Dinamis Mobil Sport NSX

Rabu 11/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mobil Sport legendaris NSX hadir dengan warna baru Indy Yellow Pearl. Warna baru ini telah diperkenalkan pertama kalinya pada ajang Monterey Car Week 2019. Pilihan warna baru NSX ini sudah dapat dipesan dengan pengiriman pertama di bulan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Karate Dapat Membangun SDM yang Unggul

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto men­gatakan bahwa Karate adalah olah raga yang mengandung nilai-nilai kejuangan, disiplin, sportivitas, dan percaya pada kekuatan sendiri. Lewat nilai-nilai tersebut, Panglima TNI menyakini akan dapat mem­bangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, serta di­butuhkan dalam pembangunan na­sional dan persain­gan global.

”Ini merupakan program yang ti­dak hanya men­dukung program pembinaan TNI, tetapi juga pro­gram nasional. Para karateka kita juga telah mem­buktikannya da­lam berbagai ajang internasional,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat membuka Ke­juaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI ke-VII tahun 2019, di GOR Ahmad Yani, Markas Besar TNI, Ja­karta, Jumat (13/9). Kejuaraan ini akan berlangsung 3 hari mulai tanggal 13-16 September 2019.

Hadi menjelaskan, kegiatan tahunan itu diselenggarakan oleh Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI). Pada tahun 2019 ini, kejurnas ini diikuti 1.066 atlet dengan rincian, 402 atlet TNI-Polri (334 putra dan 68 putri) dan 664 atlet umum (373 putra dan 291 putri). “TNI-Polri menurunkan 33 kontin­gen, sedangkan perguruan dan Pengprov Federasi Olahraga Karate-Do Indone­sia (FORKI) seba­nyak 45 kontingen,” jelasnya.

Menurut Hadi, dalam kejurnas kali ini ada dua kategori medali yang diperebutkan yakni kategori TNI dengan rincian 30 emas, 30 perak, dan 60 perunggu. Sementara, kate­gori umum (junior, cadet, under 21) memperebutkan 39 emas, 39 perak, dan 78 perunggu.

Mantan Kepala Staf Angka­tan Udara (KSAU) ini menam­bahkan bahwa cabang olah raga (Cabor) karate merupakan salah satu dari beberapa cabor prestasi yang secara rutin di­bina oleh KOMI yang bekerja sama dengan FORKI. Sebab itu, Hadi ingin para karateka yang berlaga ini nanti juga bisa ikut kejuaran karate internasi­onal.  fdl/S-2

 

Tampilkan Semua

Timnas Voli Indonesia Tekuk Kuwait

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
TEHERAN - Timnas bola voli pu­tra Indonesia mengawali keikutser­taannya di Kejuaraan Asia Senior ke-20 di Azadi Sport Complex, Te­heran, Iran, Jumat (13/9), dengan kemenangan atas Kuwait lewat skor 3-1 (22-25, 25-20, 25-17,...
Selengkapnya

Albon Diharapkan Lanjut di Red Bull

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
MONZA - Bos tim Toro Rosso Franz Tost berharap pebalap rookie asal Thailand, Alex­ander Albon tetap membalap bersama Red Bull setelah musim ini bera­khir, dan ia akan senang jika demikian. Pebalap berusia 23 tahun kelahiran...
Selengkapnya

Spanyol ke Final Piala Dunia FIBA

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BEIJING - Spanyol berhasil mengatasi Australia dengan skor 95-8 seusai men­jalani dua kali babak waktu tambahan alias overtime dalam laga semifinal Piala Dunia FIBA 2019 di Bei­jing, China, Jumat (13/9). Kelengahan sempat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Kesejahteraan Kunci Persatuan

Sabtu 14/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font

Amerika Serikat (AS) mungkin salah satu negara dengan begitu komplet rasnya. Bangsa dari berbagai wilayah dunia ada di negeri adidaya tersebut. Di Paman Sam dapat ditemukan orang keturunan Afrika, Asia, Eropa, Australia, dan Amerika Latin. AS menjadi mini dunia. Seluruh suku bangsa ada di sini.

Namun, negeri ini jarang dilanda perang suku, konflik antaretnis, sentimen keagamaan, atau berbagai situasi yang mengarah ke disintegrasi bangsa. Demikian pun Indonesia. Negara kita ini juga banyak etnis, suku, dan agama. Lalu, mengapa di AS tidak pernah terjadi ancaman disintegrasi bangsa, tapi di Indonesia begitu sering muncul gerakan yang menjurus destruktif? Persoalannya terletak pada kondisi warga.

Rakyat AS begitu sejahtera. Orang menganggur dibayar negara. Kesehatan ditanggung negara. Orang telantar diberi makan negara. Tapi di sini, rakyat belum sejahtera. Orang miskin masih begitu banyak. Tahun ini warga miskin masih 25,14 juta jiwa, sedangkan penganggur masih 6,8 juta orang. Ini mestinya menjadi tanggung jawab negara sebagaimana termuat dalam Pasal 33 UUD 45 (1) “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara negara.”

Namun karena negara sendiri masih merangkak untuk berdaulat secara ekonomi, belum mampu memberi subsidi kebutuhan seluruh orang miskin. Namun berbagai program pengatasan kemiskinan sudah dijalankan, walau belum optimal. Situasi belum sejahtera inilah yang terus bisa menjadi dengan mudah “digosok-gosok” guna meletupkan berbagai gerakan, termasuk disintegrasi.

Kasus Papua dan Papua Barat belum lama hanyalah contoh. Walaupun pemicunya kasus rasis, itu hanya digunakan sebagai landasan gerakan disintegrasi. Setiap ada “materi” akan selalu dimanfaatkan memunculkan hasrat memisahkan diri. Maklum hingga kini Papua berada dalam posisi tertinggi daftar provinsi miskin. Warga Papua 28 persen lebih masih miskin.

Demikian pula Papua Barat masih 25 persen lebih warga yang miskin. Baru diikuti NTT, Maluku, dan Gorontalo. Ketimpangan kesejahteraan rakyat ini sering dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab. Mereka memprovokasi dengan berbagai isu sehingga sering terjadi kericuhan. Walau isu lain seperti agama dan etnis termasuk mudah dijadikan alat provokasi adu domba, semua provokasi sukses karena faktor kemiskinan.

Dengan kata lain, untuk memupuk kesatuan dan persatuan bangsa tiada jalan lain bagi pemerintah selain menyejahterakan rakyat secara merata. Jangan ada ketimpangan kaya-miskin lagi karena situasi seperti itu mudah dijadikan alat melecut kerusuhan demi tujuan kehancuran NKRI.

Orang yang sejahtera mungkin masih bisa diprovokasi, tetapi cukup sulit dan relatif kecil pesertanya. Kalau orang sudah sejahtera, mereka tidak mau apaapa lagi. Mereka sulit dibidik dari sisi etnis ataupun agama yang selama ini sangat mudah digoyang pecundang- pecundang yang menginginkan NKRI hancur.

Untuk mencapai rakyat yang sejahtera, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuju periode kedua telah memiliki strategi pembangunan untuk lima tahun ke depan, bermodalkan persatuan dan kesatuan bangsa. Ini disampaikan dalam pidato di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Minggu (14/7) malam.

Dia berjanji akan berupaya membuat Indonesia lebih produktif, berdaya saing, dan fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan dunia. Presiden akan meneruskan pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya alam, membuka pintu investasi selebar-lebarnya, mereformasi birokrasi, dan mengatur anggaran APBN lebih efisien dan produktif. Ya, semoga saja lima tahun ke depan bangsa semakin sejahtera.

Rakyat memang belum sejahtera. Income per capita baru 56 juta rupiah atau 3,927 dollar AS. Sebenarnya, angka ini pun masih perlu dicek di lapangan. Sebab kalau benar rata-rata penduduk berpendapatan segitu, hidup WNI lumayan sejahtera. Sebab mereka memiliki uang 155.000-an untuk kebutuhan tiap hari.

Kalau mereka menggunakan untuk kebutuhan makan 50.000 rupiah sehari saja, maka masih bisa menabung 105.000 rupiah perhari. Namun, kenyataan di lapangan, rasanya tidak sampai segitu income per capita WNI. Negara memang terus bekerja keras untuk melayani bangsanya.

Hal itu terlihat ada hasil, terutama kalau dicermati pertumbuhan ekonomi beberapa tahun belakangan. Berturut- turut pertumbuhan ekonomi tahun 2014 mencapai 5,01 persen. Kemudian 2015 turun jadi 4,88 persen. Tahun 2016 naik lagi jadi 5,03 persen. Lalu 2017 merangkak jadi 5,07 persen dan tahun lalu 5,17 persen.

Meskin tidak banyak, ada kenaikan (kecuali 2015). Untuk periode kedua tadi, Presiden Jokowi menyebutkan akan memanfaatkan anggaran APBN lebih efisien dan produktif. Tetapi, sayang, negeri ini masih banyak maling. Anggaran APBN untuk rakyat, banyak dimakan sendiri oleh pejabat. Ini yang bakal memberatkan upaya mewujudkan rakyat lebih sejahtera pada akhir tahun kelima Jokowi nanti.

Apalagi, senjata ampuh pemerintah untuk mengamankan uang APBN, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah dihancurkan oleh DPR. KPK sudah masa lalu. Orang begitu bermasalah dipilih memimpin KPK. Kefatalan ini berawal dari pemilihan panitia seleksi (pansel) calon pimpinan (capim) KPK.

Banyak orang tidak netral dipilih jadi pansel. Maka, langsung atau tidak, Presiden Jokowi terlibat pada kehancuran KPK (karena dia yang memilih pansel), walau dalam banyak kesempatan Jokowi selalu mengatakan KPK harus diperkuat. Apalagi segala masukan dan keberatan rakyat sama sekali diabaikan Presiden, dengan mengirim langsung 10 nama hasil seleksi pansel ke DPR.

Padahal rakyat berharap ada nama baru dan pencoretan beberapa nama dari 10 capim terpilih. Jadi, Presiden bakal kena getah sikapnya sendiri karena bakal makin banyak uang APBN ditilep pejabat lantaran KPK sudah ompong dan pemimp i n nya tidak berintegritas. Imbasnya, program-program yang dicanangkan tidak berjalan baik.

 

Pancasila

 

Indonesia mungkin belum sejahtera, akan tetapi beruntung karena memiliki Pancasila. Dasar Negara ini menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa, apa pun kondisinya. Fungsi utama Pancasila adalah alat pemersatu warga. Rakyat boleh berbeda agama, suku, etnis, atau jumlah harta, tetapi semua dapat direkatkan oleh Pancasila.

Nilai- nilainya menjadi pegangan bermasyarakat dan bernegara. Sayang, sebagian kecil bangsa mulai ada yang meragukan fungsi dan isi Pancasila. Padahal fungsinya begitu penting karena menjadi pemersatu bangsa dari waktu ke waktu. Sementara itu, isinya menjadi pegangan dalam bermasyarakat dan bernegara.

Pancasila sudah terbukti sakti karena digoyang terus, namun tetap utuh. Tak ada yang mampu meruntuhkan Pancasila. Seluruh bangsa harus menjaga Pancasila sebagai benteng terakhir persatuan dan kesatuan.

Mulai sekarang, marilah menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan supaya negara ini tetap utuh, damai dan bersatu. Semangat nasionalisme harus terus digelorakan guna meraih cita-cita bangsa yang maju dan sejahtera sebagaimana diinginkan para pendiri bangsa.

Maka, segala bentuk aksi yang merongrong NKRI harus dihadapi bersama. Jangan sampai ada satu pun warga yang ingin membawa sebagian wilayah terlepas dari Indonesia. Di sisi lain, pemerintah harus terus membangun pusatpusat pertumbuhan di desa, perbatasan, pulau terluar dan tempat-tempat terpencil lain.

Negara harus hadir di sana dengan membangun perekonomian. Jangan sampai ada wilayah merasa ditinggalkan negara. Dengan pembangunan perdesaan, ekonomi rakyat bawah bakal terangkat. Ada 1.734 desa wisata. Ini harus dioptimalkan agar menjadi pengundang wisatawan. Target 10.000 desa wisata harus benarbenar diwujudkan.

Sebab sekarang ini wisata sebagai “jalan tol” menggerakkan ekonomi rakyat terpencil sekalipun. Banyak tempat semula sepi, begitu dibuat destinasi wisata dan masuk ke media sosial, wisatawan langsung berbondong- bondong. Inilah “jalan tol” menggerakkan ekonomi perdesaan. Rakyata sejahtera, negara terjaga. 

 

Widiyatmaka, Wartawan Koran Jakarta

Tampilkan Semua

Menggali Nilai-nilai Lokal Nusantara

Sabtu 14/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Buku ini berisi nilai-nilai kebijaksanaan lokal yang sudah lama tertanam dalam alam pikiran dan jiwa bangsa Indonesia. Menurut Soekarno, Pancasila adalah Philosophische Grondslag yaitu fundamen yang sedalam-dalamnya. Dia juga jiwa,...
Selengkapnya

Babak Baru Revisi UU KPK

Sabtu 14/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden menyetujui inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merevisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK). Presiden bahkan telah mengirim surat untuk turut membahas revisi UU KPK bersama DPR....
Selengkapnya

Inspirasi Kepemimpinan Mendiang Habibie

Jumat 13/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : BJ Habibie Si JeniusPenulis : Jonar TH SitumorangPenerbit : IrcisodTerbit : 2017Tebal : 200 Halaman Mendiang BJ Habibie telah meletakkan dasar demokrasi. Buku ini bermuatan kisah-kisah pertumbuhan diri, perjuangan, dan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Bunga Citra Lestari Teteskan Air Mata Lepas Kepergian Habibie

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Aktris Bunga Citra Lestari (BCL) tidak kuasa menahan air mata usai menghadiri pemakaman Presiden ke-3 RI B. J. Habibie di Taman Makam Pah­lawan Kalibata Jakarta Selatan, Kamis. Bagi BCL, Habibie sudah seperti kakek dia sendiri. “Aku kehilangan eyang aku,” ujar BCL yang ditemani oleh sang suami, Ashraf Sinclair.

“Biasanya kalau aku manggung bahkan di televisi, biasanya eyang video call ‘eyang nonton Bunga,’ se­lalu memberikan masukkan, pujian, dan apapun yang aku lakukan selalu di-support. Jadi, aku enggak kebayang kalau itu enggak ada lagi,” katanya sambil meneteskan air mata.

Meski tidak sering bertemu dengan Habibie karena jadwal yang padat, Bunga mengatakan selalu menyem­patkan waktu dua hingga tiga bulan sekali untuk bertemu Habibie. “Kami selalu kontak telepon ataupun chat kalaupun eyang lagi ada di Jerman kayak enam bulan,” kata BCL.

BCL mengaku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Habibie telah tiada. “Buat aku, kayak-nya eyang kayak masih ada aja, belum bisa percaya kalau eyang udah enggak ada,” ujar dia.

Usai mendengar kabar duka pada Rabu (11/9) malam, BCL langsung bertolak ke Rumah Sakit Pusat Ang­katan Darat Gatot Soebroto di sela-sela proses syuting.

Sebelum menghadiri upacara pe­makaman, BCL juga menyempatkan diri ke rumah duka di Patra Kuning­an, Jakarta Selatan, lalu bersama rombongan keluarga menuju TMP Kalibata.

“Semua momentum pasti mengesankan bersama eyang. Eyang adalah salah satu pria yang paling hebat dalam hidup aku, selain suami aku, sama papa,” ujar BCL.  Ant/S-1

Tampilkan Semua

Pinkan Mambo Mulai Persiapkan Single Baru

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Lama tak muncul dengan karya baru, Pinkan Mambo bakal merilis single barunya dalam waktu dekat. Rencananya, mantan personel Ratu ini bakal membawakan single barunya itu untuk pertama kali di ajang I See Fest, di Area Gelora Bung Karno...
Selengkapnya

Adele Masukkan Gugatan Cerai ke Pengadilan

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penyanyi Adele benar-benar serius dengan keputusan untuk berpisah dengan suaminya Simon Konecki, bahkan dia sudah memasukkan doku­men perceraian ke pengadilan. Menurut laporan TMZ yang dilansir Jumat(13/9), pelantun “Rolling...
Selengkapnya

Zaskia Gotik Jaga Eksistensi dengan Single Baru

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Satu dekade berkarier di ba­wah label Nagaswara, Zaskia Gotik bertekad dan berusaha menjaga eksistensinya di musik In­donesia lewat sejumlah tembang­nya. Setelah sukses dengan album perdananya, beberapa waktu lalu, kini...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Makanan Siap Saji bagi Anak Yatim

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA -Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama perusahaan swasta, dan masyarakat, mengadakan kegiatan sosial un­tuk 5.200 Anak Yatim di Jakarta. Kegiatan ini digelar dalam rangka perayaan Lebaran Anak Yatim tahun ini, yang jatuh pada Sabtu (14/9).

Hal ini disampaikan Kepala Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta KH. Lutfi Fattullah MA, di Balairung, Balaikota Ja­karta, pada Jumat (13/9). Menurut Lutfi, peserta merupakan anak yatim dari berbagai agama dan suku di seluruh wila­yah DKI Jakarta.

Sebanyak 4.200 anak dipilih oleh Baznas Kota DKI Ja­karta yang telah diverifikasi oleh RT/RW dan unsur Peme­rintah Kota yang kemudian dikirimkan ke Baznas Provinsi DKI Jakarta untuk verifikasi akhir. Sementara 1.000 lainnya terdiri dari anak yatim yang tinggal di 46 Panti Asuhan Milik Pemprov DKI Jakarta maupun swasta yang didata oleh Di­nas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 5.200 Anak Yatim tersebut juga akan mendapatkan santunan masing-masing sebesar 1 juta rupiah.

“Ini bagian dari Peringatan Muharam, karena setiap tanggal 10 Muharam di Jakarta selalu dilaksanakan Lebaran Anak Yatim. Anak Yatim kita tahu sebagai anak yang keku­rangan. Maka, Pemprov DKI Jakarta melaksanakan program ini yang rencananya akan kita teruskan ke depannya,” ujar Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah.

Lebaran Anak Yatim terbagi menjadi dua segmen. Per­tama, kegiatan jamuan makan siang untuk 4.200 anak yatim di 59 Restauran di seluruh wilayah DKI Jakarta. Sedangkan kegiatan kedua yang akan dilakukan bertajuk Wisata Ceria. Sebanyak 1.000 Anak Yatim dan pendampingnya akan ber­wisata ke lokasi wisata milik Pemprov DKI Jakarta, yaitu Ta­man Margasatwa Ragunan dan Kawasan Wisata Ancol. pin/P-6

Tampilkan Semua

Pemotor Lawan Arah Dominasi Pelanggaran

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pengemudi sepeda motor yang berkendara melawan arah menjadi pelang­garan paling banyak dikenai tindakan tilang dalam operasi Patuh Jaya 2019. Sementara itu, angka pelanggaran tahun ini dicatat jauh meningkat...
Selengkapnya

Anies Pastikan Tender JIS Sesuai Ketentuan

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA-Gubernur DKI Ja­karta Anies Baswedan memas­tikan pelaksanaan tender pem­bangunan Jakarta International Stadium (JIS) sesuai ketentuan. Pihaknya meyakini, pengelola lelang JIS yang saat ini dikerja­kan oleh PT...
Selengkapnya

Pembuat Arang di Cilincing Harus Bersiap Alih Profesi

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, puluhan lapak pembakaran arang batok kelapa dan peleburan timah di Cilincing, Jakarta Utara, akan ditutup. JAKARTA – Para pembuat arang dan perajin peleburan ti­mah di Cilincing,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Resesi yang Akan Datang Banyak Berasal dari Perdagangan

Jumat 13/9/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Berbagai Lembaga keuangan dunia maupun akademisi terus mewanti-wanti akan terjadinya resesi ekonomi pada tahun ini atau tahun depan. Angka-angka pertumbuhan ekonomi dunia terus menurun seiring dengan tak mengendurnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

 

Bagaimana sebenarnya kemungkinan terjadinya resesi ekonomi dan apa yang semestinya dilakukan oleh pemerintah untuk menganti­sipisanya, Koran Jakarta mewawa­ncarai peneliti Indef divisi Center for Investment, Trade, and Industri, Andry Satrio Nugroho, kemarin.

Bagaimana sebenarnya ke­mungkinan terjadinya resesi?

Banyak ahli percaya bahwa resesi akan terjadi tidak lama lagi. Dan resesi yang akan datang berbeda dengan resesi di 2008. Saya sependapat dengan Nouriel Roubini, seorang ekonom tersohor Amerika Serikat yang mengatakan bahwa penyebab resesi yang akan datang adalah negative supply shocks.

Apa artinya?

Artinya, ke depan, supply dari barang akan mulai terganggu dari segi kuantitas dan harga. Dalam jangka panjang akan merembet pada harga yang mahal, menu­runkan daya beli konsumen dan berimplikasi pada perlambatan ekonomi.

Setidaknya ada tiga shocks yang menyebabkan resesi global, yakni, eskalasi perang dagang, perang teknologi, dan harga minyak.

Kita fokus dulu pada eskalasi perang dagang ya. Nah, berdasar­kan perhitungan dari Peterson Institute, tidak hanya barang konsumsi, ke depan beban tarif yang diberikan oleh AS akan lebih banyak menyasar pada barang modal dari Tiongkok.

Bagaimana kondisi Indonesia?

Sebetulnya makroekonomi In­donesia sendiri sudah cukup teruji dalam melewati badai guncangan ekonomi global yang berim­bas pada capital outflow. Sebut saja 2008 (subprime mortgage crisis), 2013 (taper tantrum) dan 2018 (stock mar­ket correction). Namun, re­sesi ke depan ini hanya sedikit meli­batkan dari channel moneter dan keuangan karena sebab resesi lebih banyak berasal dari perdagangan.

Apa yang perlu dilakukan Indonesia untuk menghadapi gelombang resesi?

Perkuat basis produksi dan mengejar perbaikan pada industri prioritas yang berorientasi ekspor ke pasar dan negara dengan konsumen terbesar, dalam hal ini salah satunya adalah Amerika Serikat.

Industri prioritas apa yang perlu kita kejar mengingat waktu sudah semakin sempit?

Pengenaan tarif oleh Amerika Serikat terhadap barang-barang dari Tiongkok ditetapkan di Section 301 dalam Trade Act 1974. Indone­sia bisa memanfaatkan peluang ini dengan berfokus pada perdagangan dengan komoditas atau produk unggulan yang saat ini dimiliki Indonesia. Beberapa produk ung­gulan yang kita miliki bahkan tidak terkena tarif di Section 301 dan juga masih diberikan fasilitas pembe­basan tarif GSP.

Jadi secara sederhana, kuncinya ada dua, melihat produk Tiongkok di Amerika Serikat yang terkena tarif dan produk kita yang masih di­berikan pembebasan tarif GSP. Jika demikian, setidaknya ada tiga in­dustri yang perlu diperkuat dalam jangka pendek untuk menghadapi tantangan resesi ini yaitu industri karet, furniture, dan elektronik.

Apa yang musti dilakukan di 3 industri itu?

Pertama, industri karet. Di Amerika Serikat, Indonesia menjadi pemain keenam terbesar dengan menguasai pasar produk karet se­tara dengan 1,9 miliar USD. Tiongkok sendiri sudah dikenakan tarif Section 301 atas produk karetnya, dan sebanyak 42 persen produk karet Indonesia dikenakan pembe­basan tarif GSP.

Produk utama yang bisa dikejar adalah Ban Truk dan Bs serta Ban Radial (ban yang dipergunakan untuk kendaraan balap), lalu juga ada sarung tangan medis dan karet.

Lalu apa yang terjadi dengan industri elektronik?

Produk elektronik dari Tiongkok merupakan produk yang paling terkena dampak dari perang dagang ini. Perang dagang pun kini mulai menjadi perang teknologi ke­tika melibatkan industri elektronik di dalamnya. eko sugiarto putro/AR-3

Tampilkan Semua

Perempuan Harus Diberi Kesempatan Jadi Pimpinan di Alat Kelengkapan Dewan

Kamis 12/9/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pada Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat peraturan yang mewajibkan partai politik mengikutsertakan minimal 30 persen caleg perempuan dalam Pemilu Legislatif (Pileg).   Kendati demikian, kebi­jakan tersebut harus...
Selengkapnya

KPK Harus Prioritaskan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

Senin 9/9/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Sebanyak 10 nama calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diserahkan panitia seleksi (pansel) kepada Presiden RI, Joko Widodo, pada Senin (2/9) lalu.   Presiden kemudian meneruskan 10 nama tersebut meski ada...
Selengkapnya

Kepala Daerah Sering Merasa sebagai “Raja Kecil”

Kamis 5/9/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Meski sudah sering dipublikasi mengenai banyaknya kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) karena kasus korupsi, tetapi masih saja ada kepala daerah yang tak peduli.   Buktinya, mereka tetap melakukan praktik...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Teuku Faisal Fathani : Indonesia Jadi Inisiator ISO Deteksi Longsor

Sabtu 14/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bencana alam terus mengintai Indonesia, salah satunya longsor. Sebanyak 40,9 juta jiwa rakyat Indonesia hidup dan bertempat tinggal di wilayah rawan longsor. Tahun 2014, Indonesia mencatatkan rekor kejadian longsor dan jumlah korban yakni sebanyak 385 kejadian yang menelan 44 jiwa meninggal dunia.

Di tengah masalah tersebut, sudah seharusnya muncul solusi. Di bidang kebencanaan Indonesia bisa berbangga karena mencatatkan diri sebagai negara berkembang yang menjadi inisiator International Organization for Standardization (ISO) deteksi dini longsor dan itu diakui dunia internasional.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan Indonesia, khususnya Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam menghadapi longsor, wartawan Koran Jakarta, Eko Sugiarto Putro, berkesempatan mewawancarai dosen UGM penerima apresiasi Ikon Prestasi Pancasila, Teuku Faisal Fathani, di Yogyakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana masalah longsor di tingkat global?

Kalau bicara masalah longsor tergantung dari lempeng yang ada di dunia yang membentuk satu jalur patahan. Dunia mengenal ring of fire dimulai dari bagian barat Amerika, Selandia Baru, Kepulauan Pasifik, masuk Indonesia, ke Filipina, dan seterusnya.

Indonesia berada di lempeng besar dunia dan satu lempeng yang lebih kecil, sehingga Indonesia memiliki seismisitas tinggi. Itu membuat bentang alam kita, geomorfologi kita lebih berwarna. Pada satu sisi indah, tapi menyimpan potensi bencana.

Bagaimana pendekatan stakeholder terkait di luar negeri atas potensi bencana longsor?

Pendekatan mereka macam-macam, tapi community development-nya tidak sekuat kita. Bayangkan mengumpulkan warga di negara maju. Mereka sudah bayar pajak tinggi, tidak mau repot lagi. Itu jadi urusan pemerintah. Seperti kita gotong royong, mereka nggak mau. Mereka diurusi oleh sistem formal negara. Kerja keras membuat proteksi tebing.

Saya pernah enam bulan menjadi visiting profesor di Publick Policy University of Iowa. Dari sana, saya mengenal sistem asuransi untuk menangani longsor dan bencana alam lain. Pemerintah Amerika memiliki data kuat soal risk assesment yang digunakan oleh perusahaan asuransi untuk menentukan premi. Jika berada di zona merah terhadap banjir dan longsor maka asuransi tidak mau nanggung. Jika zona orange, preminya mahal dan kuning atau hijau, premi lebih rendah lagi.

Bagaimana dengan Indonesia, mulai dari potensi bencananya?

Pertanyaan Anda adalah pertanyaan fundamental bagi deteksi dini risiko bencana, khususnya longsor yakni risk assessment dan analisis risikonya. Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia, curah hujan tinggi dengan iklim tropis sehingga proses pelapukan mudah terjadi. Berkahnya, tanahnya subur, tapi di sisi lain menimbulkan bahaya.

Risk assesment di Indonesia sudah kuat, tapi penerapannya di lapangan yang masih kurang. Semua provinsi dan kabupaten/kota, sudah punya peta ancaman multi-bencana. Tinggal download di web BNPB, bisa diakses oleh siapa pun. Dari ancaman itu, kita harus memiliki strategi atau masterplan untuk melakukan kerja.

Pilihan kerja ada tiga yakni sebelum, saat, dan setelah bencana. Lalu ada prioritas. Ada 12 provinsi dan 122 kabupaten/kota yang menempati skala prioritas kita. Kemudian, budgeting serta implementasi program pengurangan risiko.

Apakah paradigma pengurangan risiko bencana semestinya menjadi piroritas?

Itu pertanyaan kunci. Kalau lihat di BNPB sudah ada kedeputian, deputi pencegahan, deputi pelatihan, sistem informasi, tanggap darurat, rehap rekon, logstik, dan sebagainya. Saya sebagai akademisi, fokus di pengurangan risiko bencana.

Dalam berbagai seminar, saya menggaungkan perubahan paradigma. Tahun 2011, di Palu, dana untuk pengurangan risiko bencana hanya 400 juta rupiah per tahun. Itu hanya cukup untuk sosialisasi dan biaya operasional kantor. Padahal, kalau terjadi bencana ada dana siap pakai, on call, sampai 2,5 miliar. Kalau tidak ada bencana itu tidak bisa dipakai.

Dari empat sisi penanganan bencana, yakni pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan rehap rekon. Selama ini untuk dua yang pertama, dananya masih kecil sedangkan dua terakhir besar. Perubahan paradigma yang saya dorong membuat keempat sisi itu besar dan dari irisan keempatnya dinamakan ketangguhan.

Perubahan paradigma itu dari fokus penanganan ke pencegahan. Kedua, dari single mandate menjadi tanggung jawab semua pihak. Dari fokus ancaman menjadi pada risiko. Saat ini terjadi gap antara pusat dan daerah. Pusat sudah jauh lebih baik karena usia BNPB sudah melewati satu dasawarsa. Di daerah BPPD, baru lahir. Maka salah satu yang kami lakukan adalah intervensi ke daerah untuk meningkatkan kapasital stakeholder lokal.

Ada istilah mitigasi struktural dan non-struktural, bisa dijelaskan?

Semua diawali dengan risk assessment, lalu proses analisis, budget, dan perhitungan elemen kerusakan, impact. Dari sana baru dipilih apakah mitigasi struktural atau non atau keduanya. Struktural itu mahal. Seperti pembuatan drainase, tiang pancang, pengendalian daerah banjir dan longsor. Sedangkan non-struktural lebih banyak membuat masyarakat siap siaga tanggap bencana.

Salah satu pendekatan non-struktural adalah sistem peringatan dini. Ini memang sama sekali tidak menghentikan bencana, tapi kalau terjadi bencana bisa diinformasikan ancamannya kepada masyarakat sehingga korban berkurang dan mereka bisa mengungsi di saat tepat.

Apa saja elemen sistem peringatan dini?

Sistem peringatan dini ada empat komponen utama. Pertama, risk assessment. Kedua, sosialisasi dan diseminasi. Ketiga, sistem peringatan dan warning service. Keempat, kemampuan masyarakat dalam merespons. Keempat komponen itu menjadi bagian dari ISO peringatan dini longsor. Ini ISO pertama yang diusulkan dari negara berkembang.

Kapan ISO Longsor diusulkan?

Tahun 2015 pertama kami usulkan. Lalu menghadapi serangkaian sidang di Bali, Heidenberg, Korea. Mulai di-publish pada Maret 2018 dengan nomor ISO 22327 tentang Guidelines for Implementation of Community-bases Langslide Early Warning System. Kalau di SNI memiliki nomor 8235 tahun 2017.

Anda pemegang paten early warning system, bisa diceritakan kaitannya dengan ISO ini?

Ini kisahnya panjang. Pada 2005, saya baru pulang dari Jepang. Sampai sini disuruh oleh Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal untuk membangun sistem peringatan dini di Banjarnegara dan Situbondo. Jepang sebenarnya punya alat peringatan dini, tapi harganya 4.000 dollar AS, padahal dikasih dananya cuma 150 juta rupiah.

Guru-guru saya di UGM bilang, kamu disekolahin jauh-jauh ke Jepang masak pulang cuma mau beli alat mereka? Jadi, tahun 2006, saya bekerja sama dengan Dwikorita Karnawati dan Joko Legono, hingga terbentuklah generasi pertama sistem peringatan dini.

Setelah itu, ada world landside forum di Jepang. Wow ternyata alat kami yang saat peluncuran di Banjarnegara didatangi oleh banyak ahli dari berbagai negara, termasuk Tiongkok dan Jepang. Ini ternyata sudah dibuat oleh produsen Tiongkok dengan produksi 10 ribu unit. Pikiran saya waktu itu, ini bencana, everybody business, biarin saja, nanti di padang masyar saja semua urusan dihitung.

Tapi ternyata tidak seperti itu kalau di dunia intelektual. Ahli-ahli dari berbagai negara mendorong saya untuk membuat paten dan terus mengembangkan temuan. Maka UGM mendaftarkan patennya. Saat ini ada total lima paten dengan dua paten pertama kami buka bebas untuk publik.

Apakah teknologi peringatan dini di dunia tak semaju yang Anda bikin?

Jepang dan Italia maju. Tapi produk kami dengan kecanggihan yang sama harganya bisa murah. Jepang harganya sekitar 55 juta rupiah, di kami cuma 15 juta rupiah. Alat termahal kami 75 juta rupiah. Itu sudah seperti ratusan juta rupiah buatan luar negeri. Namun, kami juga punya alat yang harganya cuma 2,5 juta rupiah.

Analoginya, kami bisa bikin sepeda ontel, motor, hingga jet tempur, dari 2,5 juta rupiah hingga 75 juta rupiah. Rahasianya ada pada teknologi paten kami yang kompleks dalam satu alat. Produksi alatnya oleh UMKM di DIY dan Jateng sehingga bisa jauh lebih murah.

Alat hanya bagian kecil dari ISO. Dalam ISO 22327, selain ada alat peringatan dini juga ada tim siaga, peta evakuasi, SOP, diseminasi, risk assessment di awal. Indonesia yang mengatur sistem peringatan dini di dunia harus seperti yang kami bikin. Orientasinya tidak hanya alat, tapi juga kesiapan sistem di masyarakatnya, bagaimana komunitas tanggap bencananya.

Saya pasang di berbagai negara, seperti Timor Timor, Argentina, Myanmar, dan sebagainya. Mereka akan ikuti ISO bikinan kami. ISO ini bukan milik saya ya, ini milik badan ISO, hanya sayalah yang membawa standard yang telah kami uji dan dilakukan di Indonesia sebagai standar dunia. ISO mainan anak misalnya, semua negara harus ikuti bikinan negara maju. Nah, ISO longsor harus ikuti standar bikinan Indonesia.

Setelah ISO longsor sekarang saya disuruh bikin lagi ISO Multidisaster. Dengan nama ISO 22328-1. Strip 1 ini untuk tanda nanti akan muncul ISO early warning banjir, gunung api. BMKG sedang menguji untuk tsunami. Nanti semua ada serinya. Longsor yang bernomor tanpa strip, namun setelah lima tahun bisa ditinjau untuk bisa masuk ke 22328.

Apa keuntungan sebagai penyusun ISO dunia?

Keuntungan langsung tidak ada. Tapi ini berarti banyak bagi pergaulan dunia. Indonesia bisa intervensi dalam penanganan deteksi dini, di mana-mana di seluruh dunia. Memastikan standarnya memenuhi apa yang kami buat.

Artinya, di bidang kebencanaan alam sebenarnya komunitas intelektual kita lebih unggul dari negara lain di dunia?

Kepala BNPB, Syamsul Maarif, ketika itu pernah mengatakan ancaman bencana kita itu ada dua, yakni bencana alam dan ketergantungan pada sistem dan teknologi asing. Sehingga upaya kita ya harus menjawab dua-duanya.

Pada pidato pengukuhan guru besar saya pada tahun lalu, saya membuat judul, Penegakan Kedaulatan Teknologi Nasional di Bidang Kebencanaan.

Waktu awal pengembangannya, Dirut Pertamina pernah bilang bahwa alat inovasi UGM tentu saja masih ada kekurangannya, tapi kalau tidak digunakan, dikritik, diperbaiki performan-nya, bagaimana bisa berkembang? Kalau kita ke Korea, penduduk sana kalau tidak pakai produk mereka sendiri malah minder.

Di bidang lain, kita bisa dikatakan meniru sistem dan teknologi asing. Di kebencanaan kita relatif mandiri?

Sebenarnya yang paling penting, kalau ada bencana di mana pun itu kita datang tidak hanya membawa mi, tapi teknologi. Saya cita-citanya membuat teaching industri. Sudah kerja sama dengan Pemprov DIY. Bikin workshop GAMA-EWS. 

N-3

Tampilkan Semua

Emisi Pesawat yang Ramah Lingkungan

Sabtu 14/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dengan menggunakan partikel aluminium, teknologi ini nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dalam penerbangan pada pesawat komersial. INSINYUR dirgantara di Technion-Israel Institute of Technology telah mengembangkan dan...
Selengkapnya

Pakaian Tidur Elektronik Pemantau Ritme Pernapasan

Sabtu 14/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Para peneliti di University of Massachusetts Amherst, Amerika Serikat, telah mengembangkan tekstil pengindraan fisiologis yang dapat ditenun atau dijahit menjadi pakaian tidur yang mereka sebut “phyjama.” Para ilmuan...
Selengkapnya

Phinisi Mewah Pengantar Trip Labuan Bajo

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Taman Nasional Pulau Komodo di Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) rencananya akan ditutup mulai 1 Januari 2020. Meskipun masyarakat setempat menolak rencana penutupan itu, kemungkinan besar penutupan akan tetap dilakukan. Tujuannya, untuk...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta