Koran Jakarta | Informasi Berita Terkini Hari Ini
Koran Jakarta | December 9 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Perlu Reformasi Total untuk Pangkas Impor Pangan

Senin 9/12/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
>> Program pangan murah dengan cara impor akan hancurkan pertanian RI. >> Perlu gerakan bersama untuk kembali mengutamakan produk pangan lokal. JAKARTA –...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Sistem Pendidikan Dinilai Salah Implementasi

Senin 9/12/2019 | 07:35
A   A   A   Pengaturan Font
UU Sistem Pendidikan Nasional bertujuan menilai dari seluruh pendidikan dan kompetensi anak.

 

JAKARTA – Sistem pendidik­an di Indonesia dinilai salah implementasi. Karena itu, har­us dikembalikan kepada sistem yang benar dengan merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdinas).

“Sebenarnya, UU itu (UU Sisdiknas) sendiri bertujuan menilai dari seluruh pen­didikan dan kompetensi seko­lah. Bukan menilai mata pela­jaran tertentu pada siswa,” ka­ta Anggota Komisi X DPR, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia mengambil contoh, ke­tika mata pelajaran Bahasa In­ggris kurang baik maka hal itu berarti perlu adanya peningka­tan kompetensi di bidang terse­but. “Jadi, penilaiannya tidak kepada siswa, tapi menyeluruh pada sistem,” ujarnya.

Menurutnya, disebabkan implementasi yang dilakukan selama ini sudah salah secara menyeluruh, maka ke depan­nya perlu kajian secara menye­luruh pula.

Dia pun mendukung adanya wacana penghapusan Uji­an Nasional (UN) di sekolah sebagaimana yang disampai­kan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Maka­rim. “Kami menyambut baik dan mendukung karena se­lama ini implementasinya me­mang salah,” tegasnya.

Namun, penerapan wacana penghapusan UN tidak mung­kin dapat dilakukan pada 2020 sebab ada aturan hukum ter­masuk Undang-Undang No­mor 20 Tahun 2003 tentang Sis­diknas yang harus direvisi ter­lebih dahulu.

Dia menambahkan, da­lam waktu dekat akan diada­kan rapat kerja bersama untuk mengetahui bagaimana ske­ma pergantian tersebut serta hal terkait lainnya. “Kita dari Komisi X juga mengajukan un­tuk Program Legislasi Nasion­al. Itu revisi Undang-Undang Sisdiknas,” katanya.

Jika memang wacananya baik, skema dan kajiannya su­dah komprehensif serta hal-hal lain di antaranya bagaima­na tes kemampuan anak ke de­pan, tentu akan dirumuskan.

Seperti diberitakan se­belumnya, Mendikbud Na­diem Makarim mewacanakan penghapusan UN. Wacana ini muncul karena banyak aspira­si dari masyarakat, guru, mu­rid, dan orang tua mengenai UN. Hal serupa sebenarnya su­dah diinisiasi oleh Mendikbud sebelumnya yakni Muhadjir Ef­fendy.

Kurang Akurat

Sementara itu, pemerha­ti pendidikan, Najeela Shihab, mengatakan perlu adanya pe­rubahan dalam sistem penila­ian pendidikan yang ada, ka­rena dinilai kurang akurat dalam memberikan gamba­ran menyeluruh kondisi pen­didikan.

“Fungsi dari sistem penila­ian kita, lebih kepada meny­alahkan anak, mengorbankan anak, membanding-banding­kan sekolah satu dengan seko­lah lainnya. Kurang bisa mem­berikan gambaran menyelu­ruh kondisi pendidikan kita,” ujar dia.

Najeela menambahkan, ide­alnya sistem penilaian tidak hanya bersifat menguji hafalan atau kemampuan mengin­gat saja, melainkan harus bisa mengukur kemampuan abad 21 siswa, yakni komunikasi, ko­laborasi, berpikir kritis, menye­lesaikan masalah, dan kreativi­tas serta inovasi.

Kendati demikian, Najee­la menyebut penilaian secara nasional seperti Ujian Nasion­al (UN) harus tetap ada, na­mun tidak dijadikan satu-satu­nya penentu kualitas pendidik­an di Tanah Air.

Kepala Badan Peneli­tian dan Pengembangan Ke­mendikbud, Totok Suprayit­no, mengatakan UN selama ini hanya mengukur kemam­puan mengingat dan mengh­afal siswa, bukan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu, perlu diubah sistem pembelajarannya.

“Memang UN lebih pada kemampuan mengingat dan menghafal anak, beberapa ta­hun terakhir kita sudah inter­vensi dengan soal dengan da­ya nalar tingkat tinggi, namun ternyata kurang efektif karena soal seperti itu tidak bisa dike­nalkan, tetapi harus mengubah budaya,” jelas Totok.

Menurut Totok, tidak hanya sistem penilaian saja yang harus diubah, melainkan juga kualitas pembelajaran, peningkatan kap­asitas guru, kualitas guru, hingga hasil belajar. ruf/Ant/E-3

Tampilkan Semua

UI Kembangkan Desain Pemandu Wisata Budaya

Senin 9/12/2019 | 07:32
A   A   A   Pengaturan Font
DEPOK - Gabungan tim pe­neliti dari Fakultas Ilmu Buda­ya (FIB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) mengembang­kan desain pekerjaan pemandu wisata budaya bagi warga Desa Tenganan Pegringsingan,...
Selengkapnya

Raja se-Indonesia Akan Hadiri Sarasehan Budaya

Senin 9/12/2019 | 07:27
A   A   A   Pengaturan Font
YOGYAKARTA – Komunitas Pelestari Seni Budaya Nusan­tara akan menggelar Sarasehan Nasional Budaya Nusantara yang akan diikuti oleh raja-ra­ja se-Indonesia sebagai sum­ber utama kearifan lokal dan jati diri bangsa. Acara...
Selengkapnya

PLN Rekrut Karyawan Penyandang Disabilitas

Senin 9/12/2019 | 07:24
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Perusahaan Listrik Negara (PLN) membu­ka peluang bagi penyandang disabilitas untuk meniti karier dengan memberikan hak yang sama dengan karyawan lain. “Sesuai petunjuk dari Kementerian BUMN, kami ju­ga...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Ganjar Pimpin Ribuan Pelajar di Hari Antikorupsi Sedunia

Senin 9/12/2019 | 07:53
A   A   A   Pengaturan Font

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin 3.000 pelajar dari berbagai sekolah pada peringa­tan Hari Antikorupsi Sedunia 2019 yang berlangsung di depan kantor gubernur di Semarang, Minggu (8/12). Dalam acara yang dikemas mirip unjuk rasa tersebut ribuan pelajar terlihat berjalan menuju depan Kantor Gubernur Jateng sambil men­eriakkan yel-yel antikorupsi dan mengangkat tinggi poster-poster berisi tuntutan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Poster yang dibawa para pelajar itu tidak seperti poster demontrasi biasanya, melainkan berisi kalimat khas generasi millenial seperti “Jangan Makan Uangku”, “Makan Saja Mantanku”, “Cukup Atiku Sing Ambyar, Negoroku Ojo”, “Mending Ketemu Tikus Tanah, Dibanding Tikus Berdasi”.

Setelah tiba di depan kantor Gubernur Jateng, ribuan pelajar itu langsung satu komando dan menggelar aksi. Se­mentara itu, Gubernur Ganjar yang mengenakan kaos putih bertuliskan “Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi” dan berikat kepala merah putih, langsung naik panggung memimpin aksi peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Ant/AR-3

Tampilkan Semua

ICMI Serukan Kaum Cendekiawan Perkuat Komitmen Kebangsaan

Senin 9/12/2019 | 07:50
A   A   A   Pengaturan Font
PADANG - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyerukan kaum cendekiawan di Tanah Air untuk memperkuat komitmen kebangsaan dengan meningkat­kan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. “Untuk...
Selengkapnya

Persiapan Penerimaan CPNS

Senin 9/12/2019 | 07:39
A   A   A   Pengaturan Font
Peserta mengikuti Simulasi Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta, Minggu (8/12). Simulasi dilakukan sebagai persiapan penerimaan Calon Pagawai Negeri Sipil (CPNS) 2019/2020 yang digelar Kantor Regional V...
Selengkapnya

Jokowi-Amin Berkomitmen Dorong Pemberantasan Korupsi

Senin 9/12/2019 | 07:38
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman me­ngatakan bahwa pemerintahan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin terus berkomitmen mendorong pemberan­tasan korupsi yang ada di Indonesia. “Dalam rangka peringatan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

Australia Timur Bersiap Hadapi Gelombang Panas

Senin 9/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font

SYDNEY – Gelombang panas dengan temperatur mencapai diatas 40 derajat Celsius akan menerpa pinggiran Kota Brisbane, Queensland, Australia timur, sepanjang pekan ini. Datangnya bencana itu akan semakin memperburuk kondisi kebakaran semak yang terjadi akibat kemarau panjang.

“Warga diminta segera dievakuasi karena kebakaran semak akan makin mengancam jiwa,” kata Otoritas Pemadam Kebakaran di Negara Bagian Queensland, Minggu (8/12). “Kondisi kebakaran saat ini amat berbahaya dan petugas pemadam kebakaran akan kewalahan untuk memadamkan api,” imbuh mereka.

Dalam keterangannya, Otoritas Pemadam Kebakaran Australia pun menyebutkan ada lebih dari 100 titik api di seluruh wilayah timur Negeri Kanguru itu, termasuk sebuah kobaran api raksasa yang membara di Sydney utara.

Selain kebakaran semak dan gelombang panas, dilaporkan pula bahwa Ibu Kota Canberra saat ini telah diselimuti kabur asap yang berasal dari kebakaran semak tak jauh dari Kota Sydney.

Sejauh ini kebakaran semak di Australia yang terjadi mulai September lalu, diperkirakan telah menghanguskan wilayah seluas 2 juta hektare. SB/AFP/I-1

Tampilkan Semua

Ribuan Warga Berpawai Dukung Aung San Suu Kyi

Senin 9/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
NAYPYIDAW – Ribuan warga Myanmar pada Sabtu (7/12) berpawai di jalanan di Ibu Kota Naypyidaw untuk memberi dukungan pada Aung San Suu Kyi. Dukungan terhadap pemimpin de facto Myanmar itu diberikan karena pada Minggu (8/12) dini...
Selengkapnya

Presiden Macron Bahas Mogok Massal dengan Kabinet

Senin 9/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
PARIS – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Minggu (8/12) melakukan pertemuan dengan kabinetnya untuk membahas aksi mogok massal nasional yang telah memasuki hari ke-4. Aksi mogok massal yang melumpuhkan negara itu terjadi...
Selengkapnya

Media Jepang Ungkap Dokumen Budak Seks

Senin 9/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
TOKYO – Kyodo News Service yang menyoroti peran negara dalam sistem perempuan penghibur, melaporkan temuan dokumen yang membuktikan bahwa Angkatan Bersenjata Jepang selama Perang Dunia II telah meminta pemerintah untuk menyediakan satu...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Terima Penghargaan

Senin 9/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Kegiatan CSR

Senin 9/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Resmikan Pabrik Baru

Senin 9/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Dipengaruhi Data Ekonomi AS

Senin 9/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
    JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan kembali tertekan di awal pekan ini. Membaiknya data ekonomi Amerika Serikat (AS) akhir pekan lalu telah mendorong penguatan pada dollar AS terhadap mata...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Sumedang Siap Menjadi Kabupaten Wisata

Senin 30/9/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Memiliki potensi yang cukup banyak, membuat Sumedang semakin gencar mempro­mosikan destinasi wisatanya. Salah satunya dilakukan lewat kejuaraan paralayang inter­nasional yang akan diadakan perdana di Tanah Air yaitu West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019, yang akan di­gelar pada 22–28 Oktober 2019 di Sumedang, Jawa Barat.

Tidak tanggung-tanggung, dengan dukungan Kemente­rian Pariwisata (Kemenpar), Kabupaten tertua di Jawa Barat ini mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Wisata. Aneka wisata yang ada di daerah ini, mulai dari alam, agriculture, budaya, dan sosial akan dikem­bangkan dengan serius.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Kabu­paten Sumedang ke depan, wartawan Koran Jakarta, Mohammad Zaki Alatas, berkesempatan mewawanca­rai Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, seusai pe­luncuran kegiatan West Java Paragliding World Champi­onship and Culture Festival 2019, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Ja­karta, belum lama ini. Berikut petikan selengkapnya.

Kalau boleh tahu potensi wisata apa saja yang ada di Sumedang?

Kami memiliki keka­yaan wisata yang beragam. Keragaman potensi wisata yang bisa ditemukan di Sumedang, mulai dari alamnya, agriculture, budaya, dan sosial.

Apakah itu semua objek wisata terse­but sudah diop­timalkan?

Kami sedang mengarah ke sana dengan melakukan berbagai pembenahan dan membangun sarana dan prasarana yang ada. Sep­erti yang diamanahkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yaitu untuk menarik wisatawan berkunjung ke Sumedang, baik wisatawan mancanegara atau domestik. Untuk itu, kami akan men­coba konsistensi melakukan pengembangan atraksi, akses, dan amenitas (3A).

Seperti apa yang akan Anda lakukan?

Sesuai yang disampaikan Menteri Pariwisata, ada tiga hal yang harus dimiliki yaitu 3A. Kami punya atraksi yaitu paralayang dengan standar internasional. Untuk akse­bilitas saat ini kami sedang membangun 62 ruas jalan yang menghubungkan dae­rah wisata. Lokasi Sumedang juga hanya 30 menit dari Bandara Kertajati. Jalan tol juga lengkap melintang si Sumedang.

Selain itu?

Untuk bisa menarik wisatawan, Sumedang punya destinasi unggulan. Destinasi yang diusulkan menjadi Ka­wasan Ekonomi Kreatif (KEK) yaitu Jatigede. Ke depannya yang akan menjadi unggulan kami adalah Jatigede.

Di sini pemandangannya sangatlah indah. Pengun­jung bisa naik ke namanya Pasir Cinta untuk melihat sunrise. Dari sini juga bisa melihat pulau-pulau kecil yang tersebar di waduk. Bisalah kita bilang seperti kini Raja Ampat, namun latarnya adalah gunung.

Sumedang juga tengah mengembangkan wisata agriculture?

Iya benar. Tak hanya mengandalkan Jatigede, kami juga punya wisata yang lainnya yang patut dikun­jungi wisatawan. Salah satunya merasakan wisata ubi cilembu. Kami membuat wisatanya, di mana wisatawan merasakan langsung memetik ubi cilem­bu, mencuci dan memasaknya langsung di wilayahnya. Satu hal yang pasti, kuliner khas Sumedang yaitu tahu sumedang. Masih banyak lagi destinasi yang semuanya bisa dirasakan bila berkunjung ke Sumedang. N-3

Tampilkan Semua

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu...
Selengkapnya

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Raih Penghargaan

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Perbankan Siap Lakukan Inovasi Pembiayaan KPR

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 43 yang jatuh pada 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengukuhkan posisinya sebagai Bank yang fokus pada segmen properti dan menjadi kontributor utama untuk membantu...
Selengkapnya

Transformasi Digital Mudahkan Pengelolaan Apartemen

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kehidupan akan semakin mudah dan nyaman dengan hadirnya era digitalisasi di semua bidang industri. Hampir semua sektor industri saat ini, sudah memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Transformasi...
Selengkapnya

Berikan Keterangan

Jumat 6/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

First Media Gandeng Benihbaik.com Berikan Jaringan Internet Gratis

Jumat 6/12/2019 | 17:00
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta, 6 Desember 2019 – PT Link Net Tbk ( LINK ) dengan brand First media melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility ( CSR ) kali ini berkolaborasi dengan BenihBaik.com yang merupakan salah satu platform penggalangan dana untuk membantu orang lain yang membutuhkan uluran tangan. Kerjasama ini diresmikan dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Marlo Budiman, Presiden Direktur & CEO PT Link Net Tbk, Ferliana Sumiano, Content & eSport Director PT Link Net Tbk, dan juga Andy F. Noya selaku ketua Yayasan Benih Baik Indonesia pada Jumat, 6 Desember 2019 di Hotel Aryaduta Jakarta.

Marlo budiman mengungkapkan, sebagai perusahaan publik berkomitmen untuk selalu berusaha meningkatkan kontribusinya baik ke shareholders maupun stakeholders secara luas. Kerjasama dengan BenihBaik.com kami lakukan dalam tangka mengajak pelanggan first media untuk turut berbagi dengan sesame yang bertujuan memberikan jaringan internet di sekolah-sekolah yang berada di wilayah operasional First Media, serta mendukung kemajuan dunia pendidikan di era digital. Kedepannya, kami akan terus mengingkatkan kontribusi perusahaan dalam berbagai bentuk kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Menyadari masih kurangnya akses internet di Indonesia maupun di beberapa sekolah untuk menunjang proses belajar mengajar membuat First Media mengambil langkah ini sebagai bagian dari kegiatan CSR ‘First Happiness #Share Togetherness’ yang sudah dijalankan oleh perusahaan dimulai tahun ini. Menurut survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC), Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di asia, posisi Indonesia berada dibawah Vietnam. Data yang dilaporkan the world Economic Forum swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektivitas,efesiensi dan standarisasi pengajaran. Melalui program CSR ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam memajukan dan memaksimalkan dunia pendidikan Indonesia.

Ketua yayasan benih baik Indonesia, Andy F. Noya menyambut baik kerjasama yang akan dilaksanakan ini, mengingat beliau sangat focus dan memperhatikan masalah dunia pendidikan di Indonesia yang saat ini masih tergolong rendah. “ kami memiliki semangat yang sama dengan first media untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia dan berharap kerjasama ini bisa berkesinambungan sehingga memberikan dampak positif bagi banyak orang karenanya “Ayo tanam kebaikan selagi masih ada kesempatan dan menjadi #teman baik bersama BenihBaik.com dan First Media”.

Tampilkan Semua

Infinix S5 Dipasarkan dengan Harga Kurang dari Rp 2 Juta

Jumat 6/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Ikut meramaikan puncak Harbolnas 12.12 mendatang, Infinix Indonesia secara resmi meluncurkan produk terbarunya Infinix S5 ke pasar Indonesia yang di tandai dengan konser musik di salah satu Universitas ternama di Jakarta dengan...
Selengkapnya

WhatsApp Rilis Fitur Katalog UKM

Kamis 5/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
WhatsApp kini memudahkan pelaku usaha kecil untuk memajang produknya dengan memperkenalkan fitur Katalog yang terdapat pada aplikasi WhatsApp Business. Fitur yang tersedia pada ponsel pintar dengan system operasi Android dan iPhone...
Selengkapnya

Teknologi Audio dengan “Active Noise Cancellation”

Kamis 5/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Salah satu kelebihan perangkat wearable berupa buds adalah menawarkan kebebasan bagi penggunya dari gangguan kabel. Hal ini berbeda dengan earphone nirkabel Bluetooth yang masih menyisakan kabel untuk menghubungkan bagian speaker di...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Tampang Klasik Retro Motor Italia

Rabu 4/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Seperti halnya Royal  Enfield, pabrikan motor  asal Pesaro Italia,  Benelli menawarkan bermacam  seri motor bergaya retro  mulasi dari touring, klasik,  hingga model adventure.  Pada ajang IIMS IIMS Motobike  2019, Benelli meluncurkan  seri klasik Imperiale 400  Imperiale. 

Imperiale 400 mengusung  desain klasik seperti headlamp  bulat, tangki model  tear drop, dan jok terpisah.  Pesaing dari Cleveland Ace  400 dan Royal-Enfield 350  series dibanderol pada harga  79 juta rupiah. 

CEO PT Benelli Anugerah  Motor Pusaka, Steven Kentjana  Putra, mengatakan,  Benelli justru memberikan  solusi bagi masyarakat Indonesia  yang menyukai motor  klasik dan custom. “Artinya  dengan membeli Benelli tidak  perlu lagi mengubahnya  motor sport menjadi motor  custom,” ujar dia di Jakarta. 

Dari sisi tampang Benelli  Imperiale 400 memiliki  kesamaan dengan Royal  Enfield Classic 350, seperti  pada bentuk lampu depan  bulat, pelek dengan jari-jari,  jok terpisah pengendara dan  penumpang. Tidak heran keduanya  menjadi rival sengit  di pasar India. 

Performas Benelli didukung  dengan mesin 374 cc,  yang menyemburkan tenaga  maksimal 21 PS pada  putaran 5.500 rpm dan torsi  29 Nm pada putaran 4.500  rpm. Pasokan bahan bakar  mesin ini sudah menggunakan  sistem injeksi sehingga  menjadi lebih irit. 

Meski terlihat kuno, morot  ini sudah dinekali dengan  rem cakram pada kedua  roa. Bukan hanya itu rem  cakram ini dibekali teknologi  anti-lock braking system  (ABS), untuk mencegah roda  mengunci saat dilakukan  pengereman secara tajam.  Pad panel instrumennya  sudah dilengkapi kombinasi  analog serta digital untuk  kemudahan menyampaikan  informasi. 

Yang menarik adari  Benelli adalah motornya  sudah dirakit secara di Indonesia  tepatnya di Gunung  Putri, Kabupaten Bogor  Jawa Barat. Apalagi sekarang  PT Benelli Motor Indonesia  sudah menjual banyak  model-model dengan mesin  berkapasitas besar yang juga  dirakit secara lokal .

Jajaran motor dengan mesin  besar dari Benelli yang  dirakit secara local antara  lain Benelli Leoncino 500,  Benelli TNT 249s, Benelli  502C dan Benelli TRK 502.  Melengkapi seri-seri dengan  seri yang berada di kelas  menengah. hay/E-6

Tampilkan Semua

Generasi “Hatchback” Kian Canggih

Rabu 4/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kendaraan hatchback yang ringkas menawarkan kemudahan dalam bermanufer, efisiensi bahan bakar, Qdan harga yang bersaing. Yang menarik dari Tokyo Motor Show 2019 adalah hadirnya dua mobil hatchback generasi terbaru yaitu Honda Jazz dan...
Selengkapnya

Nmax, Skutik dengan Fitur Konektivitas

Rabu 4/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Yamaha melakukan pembaruan pada skutik kelas 155 cc miliknya dengan meluncurkan All New Nmax 155 di Jakarta. Motor ini menawarkan fitur konektivitas yang sejalan dengan perkembangan dunia digital denhgan mesin baru yang lebih...
Selengkapnya

Mobil Sedan Utamakan Fitur Keselamatan

Rabu 27/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bagi banyak orang, faktor keselamatan menjadi alasan utama dalam memilih kendaraan. Peringkat bintang yang diperoleh sebuah mobil oleh lembaga resmi yang merupakan acuan penting dalam memimilih aman. Salah satu mobil yang memperoleh...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Dipengaruhi Data Ekonomi AS

Senin 9/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font

 

 

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan kembali tertekan di awal pekan ini. Membaiknya data ekonomi Amerika Serikat (AS) akhir pekan lalu telah mendorong penguatan pada dollar AS terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah.

Kepala Riset dan Analisis Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksikan kurs rupiah terhadap dollar AS, hari ini (9/12), bergerak melemah didorong data ekonomi AS yang membaik hingga melampaui ekspektasi pasar. Ariston memperkirakan nilai rupiah terhadap dollar AS berada di kisaran 14.000-14.080 rupiah per dollar AS.

“Data ekonomi non farm payrolls AS dan data survei sentimen konsumen AS, Jumat (6/12) malam, yang dirilis melebihi ekspektasi, bisa mendorong pelemahan rupiah terhadap dollar AS bila tidak ada kabar positif lagi soal prospek kesepakatan antara AS dan Tiongkok,” ujar Ariston di Jakarta, Minggu (8/12).

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pekan lalu, terapresiasi seiring harapan adanya kesepakatan perang dagang pada pertengahan Desember ini. Rupiah ditutup menguat 27 poin atau 0,19 persen dari sehari sebelumnya menjadi 14.038 rupiah per dollar AS.

 

uyo/E-10

Tampilkan Semua

Yong Dae akan Terus Bermain

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pangeran bulutangkis Korea Selatan dan juara Olimpiade Beijing 2008 Lee Yong Dae menyatakan akan terus bermain bulu tangkis sampai usia 40 tahun. “Untuk mengikuti pertandingan olahraga saya masih berpikiran untuk...
Selengkapnya

Derby Manchester Milik MU

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Hasil derby Manchester membuat Liverpool yang mengoleksi 46 poin punya keunggulan 14 poin dari City yang tertahan di urutan ketiga. MANCHESTER – Derby Manchester menjadi milik Manchester United usai menang 2-1 atas rival sekta...
Selengkapnya

“Hattrick” Messi Menangkan Barca

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BARCELONA – Lionel Messi menandai selebrasi kemenangan trofi Ballon d’Or keenamnya dengan mengemas trigol kala Barcelona mengatasi tamunya Mallorca 5-2 dalam laga pekan ke-16 Liga Spanyol di Stadion Nou Camp, Sabtu waktu...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Hari Antikorupsi

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Tanggal 9 Desember diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia (HAS). Peringatan ini dimulai setelah Konvensi PBB Melawan Korupsi pada 31 Oktober 2003. Melalui resolusi 58/4 pada 31 Oktober 2003, PBB menetapkan 9 Desember sebagai Hari Antikorupsi Internasional.

Majelis mendesak semua negara dan organisasi integrasi ekonomi regional yang kompeten untuk menandatangani dan meratifikasi Konvensi PBB melawan Korupsi. HAS diperingati untuk meningkatkan kesadaran bahaya korupsi dan dampak negatifnya terhadap masyarakat.

Pencegahan korupsi harus menjadi kesadaran kolektif partisipasi dan pelibatan seluruh masyarakat. Hasil survei Transparansi Internasional – badan dunia pemerhati upaya pemberantasan korupsi - yang dilakukan pemerintah, dunia bisnis dan masyarakat sipil tahun 2018, atas 180 negara masih menunjukkan gambaran yang menyedihkan.

Lebih dari dua per tiga mendapat skor kurang dari 50. Skor tertinggi adalah 100 yang berarti sangat bersih atau bebas korupsi. Sedang terendah adalah nol atau sangat korup. Hanya 20 negara menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya pemberantasan korupsi beberapa tahun terakhir. Mereka adalah Denmark, Selandia Baru, Finlandia, Singapura, Swedia, Swiss, Norwegia, Belanda, dan Kanada. Kemudian, Luksemburg, Jerman, Inggris, Australia, Austria, Hong Kong, Islandia, Belgia, Estonia, Irlandia, dan Jepang.

Sementara itu, IPK Indonesia naik satu poin, menjadikannya maju ke posisi 89, sedikit di bawah Tiongkok. Ini membaik tujuh peringkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di posisi 96. Untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi keempat setelah Singapura, Brunei Darussalam dan Malaysia.

Setelah Orde Baru tumbang, ternyata bangsa ini tidak serta- merta mampu menipiskan korupsi. Di Indonesia, korupsi menjadi penyebab rakyat menderita dan membuat perekonomian bangsa menjadi lemah. Korupsi seperti telah mendarah daging. Kehadiran Komisi Pemberantas Korupsi belum mampu menciptakan kesadaran masyarakat untuk menjauhi korupsi. Vonis hukuman berat yang dijatuhkan penegak hukum belum membuat jera elite-elite negeri ini.

Masyarakat harus berani melapor jika melihat indikasi korupsi di tempat mereka bekerja. Apalagi bila di instansi pemerintah. Peran publik itu sangat penting, bahkan sebagian besar atau 80 persen kasus korupsi tanah air terungkap karena ada laporan dari orang dalam. Kasus korupsi yang terungkap karena laporan auditor hanya berkisar 15 persen.

Korupsi berpotensi mengganggu stabilitas dan keamanan masyarakat. Korupsi juga dapat memperlemah nilai-nilai demokrasi, etika, keadilan, dan kepastian hukum. Melemahnya nilai-nilai akan membahayakan kelangsungan dan keberlanjutan pembangunan. Korupsi juga menjadi bencana bagi perekonomian nasional dan merusak sistem penyelenggaraan pemerintahan.

Korupsi tidak hanya semata-mata hilangnya uang negara, akan tetapi berdampak pada kemiskinan dan menyengsarakan kehidupan rakyat. Korupsi adalah kejahatan dengan daya rusak luar biasa. Korupsi membuat alokasi sumber daya baik dalam bentuk anggaran maupun program pembangunan menjauh dari kepentingan rakyat.

Alih-alih kecipratan, rakyat sebagai pembayar pajak justru tak dapat tetesan apa pun. Tak tersangkal, daya merusak praktik korupsi bukan sekadar uang negara yang dirampok.

Daya rusak korupsi bersifat sistemik dan korosif. Dia menimbulkan kemiskinan, merusak lembaga politik, menyabotase demokrasi, memperlebar ketimpangan, dan mendistorsi pasar serta praktik bisnis, hingga melumpuhkan negara. Korupsi juga membuat roda ekonomi berjalan tidak sehat. Lantaran korupsi yang membudaya, tata-kelola urusan ekonomi dan bisnis hanya melayani kelompok tertentu.

Tampilkan Semua

Nasib Bumi di Ambang Sekarat

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bumi telah mengalami lima peristiwa kepunahan massal sebelum yang sedang kita alami sekarang. Semua kepunahan massal, kecuali yang menghabisi dinosaurus, melibatkan perubahan iklim akibat gas rumah kaca. Yang paling parah adalah 252 juta...
Selengkapnya

Cabut Hak Politik Koruptor

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Oleh DR Agus Riewanto Tanggal 9 Desember, masyarakat dunia memperingatinya sebagi Hari Antikorupsi Internasional (HAI). Peringatan bermula ketika pada tanggal 9 Desember, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui melaksanakan sebuah...
Selengkapnya

Pertemuan Pertama yang Mengesankan

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pertanyaan: Bu Rossa, saya baru dipin­dahkan ke bagian marketing dimana tugas saya banyak di luar menemui orang-orang baru untuk membangun network. Saya belum banyak pengalaman dan sering mera­sa kurang percaya diri. Mohon...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Saus “Salted Egg York” Kian Populer

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Karena tren yang terus meningkat, masyarakat berlomba untuk meracik aneka hidangan dan kudapan dengan menggunakan bumbu telur asin.

Rasa asin yang kuat dengan  tekstur kasar di lidah cukup  memenuhi alasan  telur asin atau salted egg  memiliki banyak penggemar. Bahkan  salah satu olahan telur asin seperti  saus “salted egg york” menjadi  tren kuliner “kekinian” yang sedang  berkembang saat ini. 

Rasanya tak sulit untuk menemukan  aneka kudapan dengan rasa  saus bumbu telur asin. Tak hanya  “makanan berat”, bahkan camilan seperti  kwaci pun menggunakan salted  egg york sebagai varian rasanya.  Saus atau bumbu telur asin  sendiri sebenarnya tidak seperti  telur asin murni. Bahkan rasa asinnya  pun sudah tidak terlalu kuat.

  Itu karena sudah dicampur dengan  beberapa bahan dan bumbu  tambahan lainnya seperti mentega  dan susu, karnanya tingkat  keasinan dari bumbu ini  sudah jauh berkurang.  Rasanya pun cenderung  lebih gurih creamy. Beberapa  malah ditambah  dengan keju yang membuat  rasa saus telur asin ini  semakin creamy. 

Meracik saus atau  bumbu telur asin juga cukup  mudah dan simpel.  Tutorialnya juga banyak  dan mudah ditemukan di  internet. Anda hanya perlu  beberapa butir kuning  telur asin dan memesaknya bersama  susu dan mentega. 

Saus telur asin cocok berpadu  dengan lauk seperti ayam goreng,  udang ataupun cumi yang disantap  bersama nasi. Bumbu telur asin  juga lezat berpadu dengan kudapan  ringan seperti kripik kentang atau  juga pop corn. 

Variasi 

Di kutip dari sejumlah sumber,  telur asin sebenarnya sudah lama  menjadi bumbu lokal oleh masyarakat  Malaysia yang kemudian  berkembang ke seluruh Kepulauan  Melayu seperti Brune Darussalam  dan juga Indonesia. 

Kreativitas dan inovasi menjadikan  telur asin menjadi olahan yang  ada saat ini, yakni saus atau bumbu  telur asin. Menu ini awalnya banyak  disajikan di restoran chinese  food. Tren ini berkembang di Singapura  yang kemudian merambah  pula ke Indonesia. 

Karena tren yang terus meningkat,  tak hanya masyarakat yang  berlomba untuk meracik aneka  hidangan dan kudapan dengan  menggunakan bumbu telur asin ini. 

Sejumlah produsen makanan  juga mulai mengeluarkan produkproduk  saltet egg dalam bentuk  powder atau bubuk salted eeg yang  lebih praktis untuk diolah menjadi  saus atau bumbu telur asin. 

“Powder kami dibuat dengan  kuning telur sesungguhnya jadi  rasanya enak dan yang pasti jauh  lebih praktis sebagai bumbu untuk  olahan makanan dengan salted  egg,” kata Joy Tarigan, managing  director, Unilever Food Solution  Indonesia yang memiliki produk  salted egg powder. 

Bahkan beberapa waktu lalu,  dalam acara ngulik rasa, USF jugamenggunakan salted egg powder sebagai salah satu bahan kreasi dalam acara kompetisi kreativitas mengulik tiga jenis makanan, yakni soto, nasi goreng dan sate.

“Sebenarnya tidak hanya salted egg saja yang dikreasikan. Tapi kami melihat salted egg memang sedang menjadi salah satu yang tren di kalangan pecinta kuliner saat ini,” Joy menambahkan. Eka, pemilik Umah Pawon dari Jawa Timur mengakui salted egg bagi masyarakat Jawa Timur memang bukan hal yang asing. Telur asin setidaknya bisa ditemukan dalam sajian rawon. “Nah, salted egg juga sedang naik daun. Jadi kami coba kembangkan di menu lain. Yakni soto,” kata Eka.

Eka menggunakan, salted egg sebagai pengganti untuk koya yang biasa ditabur sebagai sentuhan ahir pada soto. Koya sendiri biasanya dibuat dengan menumbuk halus kerupuk udang dan beberapa bahan tambahan lainnya.

“Ternyata setelah koya diganti dengan salted egg, rasanya jauh lebih mantap,” kata Eka yang menjadi salah satu pemenang dalam kompetisi masak tersebut.

Sementara itu Chef Bambang Nurianto mengatakan keunggulan salted egg salah satunya adalah mudahnya untuk dibuat menjadi aneka makanan kekinian. “Untuk saus cocolan enak, sebagai bumbu juga lezat dan yang suka pedas, bisa ditambah dengan irisan cabai misalnya jadi lebih kaya lagi rasanya,” kata Chef Bambang. nik/E-6

 

Membuat Telur Asin 

Teknik pengasinan menjadi salah satu teknik pengawetan makanan yang cukup tua di dunia. Salah satunya pada telur melalui telur asin. Lazimnya, telur asin menggunakan telur bebek sebagai bahan dasarnya. Yakni dengan mencampurkan telur ke dalam cairan garam.

Setelah itu mengeringkan dan memadatkannya dengan lapisan yang berasal dari campuran garam kasar, pasir ataupun tanah yang kemudian di peram selama beberapa hari hingga kemudian direbus dan telur asinpun siap di santap.

Meski sudah dikenal lama di Indonesia, tetapi asal usul telur asin dan sejak kapan berkembang di Indonesia masih cukup sulit di lacak.

Meski demikian, mengutip laman pegi.pegi.com telur asin mulai berkembang di Indonesia pada tahun 1950-an melalui usaha telur asin yang dikembangkan pasangan suami istri In Tjiau Seng dan Tan Polan Nio. Keduanya mengembangkan usaha mereka di kota Brebes. Bahkan kota Brebes hingga saat inipun dikenal sebagai salah satu produsen telur asin terbesar di Indonesia. nik/berbagai sumber/ E-6

Pepes Telur Asin

Bahan: • 6 butir telur asin mentah • 75 ml santan dari 1/4 butir kelapa • 1 ikat daun kemangi • 1 buah tomat diiris tipis • daun pisang Bumbu: • 4 buah cabai merah keriting • 4 butir bawang merah • 2 siung bawang putih • 2 butir kemiri • 1 cm kunyit yang sudah dibakar • 1 cm jahe • ¼ sendok teh garam • ½ sendok teh gula pasir

Cara Membuat: Campur rata semua bumbu dan santan. Balut sebutir telur dalam daun pisang lalu tuang 2 sendok campuran bumbu dan taburkan kemangi. Semat dengan lidi, kukus selama 30 menit, lalu angkat.

Udang Goreng Telur Asin

Bahan: • 700 gram udang • 60 gram tepung maizena • garam dan lada bubuk secukupnya • 225 gram mentega • 1 buah bawang putih, diiris tipis-tipis • 6 buah telur asin rebus (cukup kuningnya saja) • minyak goreng

Cara Membuat: Pertama hancurkan kuning telur asin hinggal lembut, sisihkan. Campur tepung maizena, garam, dan lada bubuk. Balur udang yang sudah diberihkan dengan adonan tepung kering. Deep fry udang dalam minyak hingga matang. Tumis bawang, lalu masukkan kuning telur yang sudah dihancurkan dalam tumisan. Jika sudah rata, masukkan udang goreng, aduk hingga rata.

Jamur Goreng Telur Asin

Bahan: • 100 gr jamur, rendam dalam air es • 5 sdm tepung terigu • 2 sdm tepung sagu • ½ sdt garam • ½ sdt kaldu ayam • Lada bubuk secukupnya • 1 butir telur asin • Daun kari secukupnya • Daun pandan secukupnya, potong-potong • 1 sdm mentega

Cara Membuat : Campur sagu dan terigu sambil menambahkan garam, kaldu ayam, dan lada bubuk. Masukkan jamur, aduh rata. Pastikan minyak sudah panas, lalu goreng jamur hingga matang. Untuk bumbunya, panaskan mentega lalu masukkan telur asin. Aduk hingga berbusa, lalu tambahkan daun kari dan daun pandan. Masukkan kembali jamur ke dalam bumbu, aduk hingga rata, angkat dan santap selagi panas.

Tahu Telor Asin

Bahan: • 2 buah tahu Bahan Lapisan: • 50 gram tepung terigu • 1 sdt tepung beras • ¼ sdt garam • ¼ sdt merica bubuk • air secukupnya

Bahan Tumisan:
• 3 siung bawang putih
• 2 buah cabai merah keriting
• 2 buah cabai hijau keriting
• 4 butir kuning telur asin rebus (haluskan)
• ¼ sendok teh garam
• ¼ sendok teh merica bubuk
• ¼ sendok teh gula pasir
• ¼ sendok teh kaldu ayam bubuk
• 2 sendok makan minyak untuk menumis dan
menggoreng tahu

Cara Membuat : Campur semua bahan lapisan, lalu masukkan tahu yang sudah dipotong jadi beberapa bagian, aduk lalu goreng hingga matang. Tumis bawang dan cabai yang sudah dihaluskan, lalu masukkan bahanbahan tumisan dan aduk hingga rata. Setelah itu masukkan tahu yang sudah matang, tumis hingga rata. Kamu bisa tambahkan bawang goreng sesuai selera.

Brokoli Saus Telur Asin

Bahan Utama:
• 300 gram brokoli
• 2 buah cabai merah besar
• 2 butir telur asin matang
• 100 ml air
• 1 sendok makan minyak
goreng untuk menumis

Bumbu Tumis:
• 2 siung bawang putih
• ½ buah bawang bombay
• Garam secukupnya
• ¼ sendok teh merica bubuk
• 1 sendok teh maizena dan
1 sendok teh air (campur)

Cara Membuat : Pertama-tama tumis brokoli yang sudah dicuci dengan minyak panas sambil menambahkan garam secukupnya. Angkat dan sisihkan. Selanjutnya tumis bawang dan cabai. Setelah harum, masukkan telur asin yang sudah dicincang, tambahkan garam dan merica. Tuangkan air, masak hingga mendidih, tambahkan larutan maizena, lalu aduk hingga rata. Setelah matang, tuangkan saus telur asin di atas brokoli yang sudah dipersiapkan tadi.

Tampilkan Semua

Peluang Disabilitas Meraih Kesuksesan

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang digelar Kementerian Sosial (Kemensos) pada 3 Desember 2019 dengan mengusung tema ‘Indonesia Inklusi Disabilitas Unggul’, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berbagai pihak terhadap...
Selengkapnya

Cut Mini Rebut Piala Citra Pendukung Wanita Terbaik

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Aktris Cut Mini dalam film “Dua Garis Biru” berhasil membawa pulang Piala Citra kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di acara puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2019, Jakarta, Minggu (8/12). Dengan mata berkaca-kaca,...
Selengkapnya

Taylor Swift Musisi dengan Bayaran Tertinggi Versi Forbes

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penyanyi Taylor Swift dinobatkan sebagai musisi dengan bayaran tertinggi oleh majalah Forbes di tahun 2019. Dilansir NME, Sabtu (8/12), Taylor Swift menghasilkan 185 juta dollar AS dalam pengha­silan sebelum pajak dari bulan Juni...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Penyebab Kebakaran

Senin 9/12/2019 | 04:00
A   A   A   Pengaturan Font

Pemilik toko di Mal Lokasari mengeluarkan barang dagangannya saat terjadi kebakaran di Mal tersebut di Jakarta, Sabtu (7/12/2019). Hingga saat ini penyebab kebakaran mesih dalam penyelidikan pihak berwajib.

Tampilkan Semua

Pameran Arsitektur

Senin 9/12/2019 | 04:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pengunjung mengamati karya seni rupa dalam pameran Prihal yang diselenggarakan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Minggu (8/12). Prihal merupakan pameran arsitektur yang memperlihatkan sisi lain dari studio arsitektur Andra Matin...
Selengkapnya

Wacana Keperawanan

Senin 9/12/2019 | 04:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Jaringan Muda Setara melakukan aksi dukungan untuk SA atlet senam yang dipulangkan dari Sea Games pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/12). Dalam...
Selengkapnya

Tolak Relokasi Pasar Kenari

Senin 9/12/2019 | 04:00
A   A   A   Pengaturan Font
Calon pembeli memilih pakaian bekas sisa ekspor di Pasar Metro Atom, Pasar Baru, Jakarta, Minggu (8/12). Pemprov DKI Jakarta berencana memindahkan pedagang kaki lima (PKL) pakaian bekas sisa ekspor Senen ke Pasar Metro Atom, Pasar Baru,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Melalui Inovasi, Upaya Efisiensi Harus Dilakukan

Senin 9/12/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Tahun 2020, kembali akan digelar agenda politik penting yakni pemilihan kepala daerah serentak di sejumlah daerah. Lima tahun ke depan, baru hajatan politik nasional kembali digelar, yakni pemilu serentak tahun 2024.

 

Selama ini, problem klasik dari pemilu ke pemilu, baik itu pemilihan di tingkat daerah maupun di tingkat nasional, selalu soal data pemilih. Untuk mengupas itu lebih lanjut, Koran Jakarta berkesempatan mewawancarai Pelaksana Tu­gas Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Bahtiar di Jakarta. Berikut petikan wawancaranya.

Komisi II minta agar DPT itu diurus oleh Kemendagri saja. Tanggapan Anda?

Nah, saya kira itu usulan yang positif sebenarnya. Ya, itu sebenarnya usulan positif kalau DPT atau Daftar Pemilih Tetap itu mengacu hanya kepada e-KTP atau KTP elektronik. Persoalannya di UU, daftar pemilih itu berdasar­kan DPT pemilu terakhir atau pilkada terakhir dengan mempertimbangkan daftar pemilih potensial. Jadi memang DP4 atau KTP elektronik tadi itu bukan satu-satunya sebagai sumber dalam penetapan daftar pemilih pemilu. Nah untuk melakukan itu harus ada revisi UU.

Jadi, usulan dari Komisi II itu sangat baik?

Idealnya seperti itu memang. Artinya, data ideal itu (data kepen­dudukan) bisa dimanfaatkan untuk berbagai jenis layanan pemerintahan, layanan untuk bisnis, perbankan, untuk layanan ksehatan, layanan pndidikan, misalnya siswa itu, layanan perpustakaan, juga bisa juga terkait dengan layanan pemerintah terkait dengan kepemiluan, sehingga benar-benar kita itu singel identity number. Itu yang kita rencanakan.

Kalau soal wacana penerapan e-Rekap bagaimana?

Iya itu kan di norma UU kan be­lum bunyi. Nah kalau kita membuat pengaturan itu ya bisa saja.

Bisakah e-Rekap atau e-KTP sebagai dasar DPT misalnya diterapkan untuk pilkada tahun depan?

Memang harus ada penyesuaian UU-nya yang tidak mmungkinkan, tapi dalam teknis pelaksnaan mesti­nya bisa dibuat rekayasa efisiensi dan itu yang bisa melakukan rekayasa efisiensi itu teman-teman penyeleng­gara, bagaimana tahapan sesuai dengan aturan main, tetapi dengan cara efisien.

Soal pilkada yang masih sangat mahal biayanya. Tanggapan Anda?

Misalnya kan gini, isu terbesar pe­nyelenggaran pilkada itu biaya mem­bengkak. Misal pada 2018 ada pilkada di 171 daerah, Itu menghabiskan APBD kurang lebih 18 triliun rupiah. Bayangkan, 18 triliun rupiah itu kalau kita bagi bangun untuk sekolah ada banyak sekolah. Ini pada 2020, NPHD yang sudah ditandatangani KPU, Ba­waslu untuk 270 daerah itu angkanya sudah mencapai 15 triliun rupiah dan daerah itu untuk menyiapkan dana pilkada itu harus menabung empat tahun. Itu Silpa.

Efisiensi jadi sesuatu yang mutlak?

Artinya, upaya-upaya efisiensi memang harus kita lakukan. Salah satu cara efisiensi ngapain sih kalau misalnya daerahnya sudah KTP elektroniknya sudah terekam semua, hampir 100 persen misalnya begitu, bisa saja menggunakan itu saja. Sebenarnya harus ada inovasi, walupun UU-nya begitu, karena anggarannya besar itu, termasuk coklit itu anggrannya besar lho.

Jadi Kemendagri mendukung efisiensi pemilihan?

Iya efisiensi pelaksaan pilkada serentak, sudah 15 triliun rupiah lho sekarang ini. Itu belum masuk untuk dana pengamanan, belum nanti termasuk biaya yang dikeluar­kan oleh pasangan calon.

Dari catatan Kemendagri ang­garan terbesar yang dikeluarkan penyelenggara itu terkait apa?

Termasuk itu, termasuk anggaran untuk coklit itu, pendataan pemilih itu, itu besar sekali, hal seperti itu, mestinya basis data penduduknya digunakan. Kan ada daerah-daerah yang sudah ada data kependudukannya sudah bagus. agus supriyatna/AR-3

Tampilkan Semua

52 Pejabat Administrator Dialihkan ke Jabatan Fungsional Ahli Madya

Jumat 6/12/2019 | 06:31
A   A   A   Pengaturan Font
Penyederhanaan struktur birokrasi menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Salah satu yang diperintahkan Presiden Jokowi adalah sesegera mungkin struktur eselon di tubuh birokrasi dipangkas.   Sebab,...
Selengkapnya

Penghapusan Ujian Nasional Bukan Pekerjaan Mudah

Selasa 3/12/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa waktu lalu beredar wacana penghapusan Ujian Nasional (UN). Tapi sampai saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) nyatanya baru sebatas mengkaji mengenai kemungkinan penghapusan UN.   Menteri Pendidikan...
Selengkapnya

Pilpres Tidak Langsung Kemunduran Demokrasi Indonesia

Senin 2/12/2019 | 05:30
A   A   A   Pengaturan Font
Wacana Majelis Permusyarahan Rakyat (MPR) untuk mengamendemen Undang- Undang Dasar (UUD) 1945 memunculkan beragam pandangan di masyarakat. Salah satu poin yang menjadi perbicangan hangat ialah perubahan sistem Pemilihan Umum (pemilu)...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Ari Kuncoro : Kembangkan Kuliah Berbasis Kolaborasi

Sabtu 7/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Universitas Indonesia (UI) akan menghadirkan pola perkuliahan berbasis kerja sama atau kolaborasi bagi para mahasiswa. Hal tersebut dilakukan karena salah satu kendala yang dihadapi UI atau perguruan tinggi lain adalah kurangnya kemampuan para civitas akademika, terutama mahasiswa untuk bekerja sama. Mereka terlalu mementingkan nilai akademik.

Kolaborasi penting diwujudkan karena sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, UI harus bisa bersaing dengan universitas-universitas di luar negeri terutama dari segi ranking dunia. UI juga mesti mampu terlibat dalam pembangunan nasional dengan memberikan solusi atas masalah-masalah yang terjadi di Indonesia.

Untuk mengetahui program apa saja yang akan diwujudkan guna meningkatkan kualitas UI ke depan, wartawan Koran Jakarta, Muhamad Marup berkesempatan mewawancarai Rektor UI, Ari Kuncoro, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa tantangan mendasar yang dihadapi UI ke depan?


Lulusan kami itu banyak yang pintar-pintar, tapi masalahnya kalau kerja tim itu agak kurang. Kerja tim itu penting untuk menguasai kemampuan seperti negosiasi, kepemimpinan, monitoring, mampu melakukan perbaikan secara fleksibel, dan segala macam.

Yang terjadi hari ini di UI sendiri justru waktu kuliah itu mahasiswa fokus mendapat nilai, tapi lupa untuk kerja tim. Kolaborasi mahasiswa harus menjadi terbuka dan sekat fakultas akan kami coba hilangkan agar mahasiswa punya interpersonal skill.

Ada peribahasa, kalau mau berburu dan mendapat hasil cepat, berburulah sendiri. Namun, kalau mau berburu hasilnya banyak maka berburulah bersama-sama. Itulah mengapa kami harus tekankan di UI itu soal kolaborasi dan sinergi. Pada dasarnya para mahasiswa akan terjun ke dunia nyata. Ijazah, IPK, dan segala macam lainnya hanya akan menjadi catatan manis dalam hidupnya, tapi kalau kerja dia akan menggunakan pengalamannya.

Masalah apa yang kemudian menuntut UI untuk menekankan kerja tim?


Banyak. Salah satunya untuk meningkatkan daya saing bangsa di dunia internasional dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan. Kita itu kan mengalami masalah dari segi ekonomi, seperti melemahnya rupiah dan perdagangan terutama ekspor yang menurun karena kita jualannya barang mentah seperti minyak sawit.

Sementara kita kalau ingin masuk ke produk-produk dengan nilai tambah tinggi itu harus sudah berbentuk rantai pasokan internasional atau supply change. Itu merupakan jaringan. Jadi kalau masuk harus negosiasi kemudian kita bisa menunjukkan kinerja dan prestasi, jadwal pengiriman dan segala macam dengan cepat. Dengan itu semua, akhirnya bisa masuk dalam jaringan baru dan dapat kontrak. Jadi tidak gampang.

Itu terkait dengan kualitas SDM?


Masalahnya SDM kita tidak mempunyai EQ bukan IQ maka kita banyak mengandalkan broker salah satunya dari Singapura. Karena itu produk Indonesia sering dikenal produk Singapura karena kita tidak mengekspor sendiri makanya kita punya nilai tambah lebih rendah. Repotnya lagi kita juga tidak bisa masuk rantai pasokan untuk industri-industri bernilai tambah tinggi. Jadi problemnya sebenarnya masalah SDM.

Langkah-langkah apa saja untuk menanamkan kerja tim di UI?

Jadi nanti pelajaran tidak hanya mengasah otak tapi juga mengasah kemauan untuk silaturahmi atau guyub. Jadi misalnya ada paper atau makalah bersama. Kerja sama itu tidak hanya masalah pintar, tapi dia juga tahu budaya. Apalagi kalau yang diajak kerja sama itu orang luar negeri, otomatis budayanya beda. Dengan adanya kerja sama tersebut maka kemungkinan besar hasil karya kita diterima itu lebih besar karena dibuatnya antarnegara dan antaruniversitas.

Dosennya juga harus dibekali kerja tim?

Iya, semua dosen juga harus dibekali kemampuan yang sama dengan kemampuan untuk mahasiswa seperti tadi negosiasi, kepemimpinan, monitoring, kemampuan bahasa Inggris, dan segala macam. Untuk itu nanti ada pelatihan supaya staf pengajar semakin mengerti bagaimana berinteraksi dengan lingkungan sekeliling.

Selain itu dosen-dosennya kami sediakan suatu klaster penelitian dan mereka harus bekerja sama dengan universitas yang bereputasi di luar negeri. Jadi ke depan untuk penelitian akan dibuat klaster atau kelompok karena kalau penelitian individu dianggap kurang karena penelitian pada dasarnya kerja sama.

Terus pengurus, semisal dekan segala macam dia harus mengetahui cara manajemen perguruan tinggi. Kalau dekan itu dari dosen maka harus diberi pelatihan manajemen. Karena manajemen itu yang diatur orang maka dia harus bisa tahu bakat-bakat orang bagaimana menghubungkannya dengan pekerjaan. Jadi istilahnya menghubungkan titik-titik untuk membentuk sebuah pola. Jadi komplit semua.

Bagaimana untuk kerja sama dengan industri?

Kerja sama dengan industri juga akan kami lakukan. Jadi kalau kami misalnya melakukan penelitian dananya tidak dari universitas semuanya, tapi harus juga dari industri. Karena industri menunjukkan yang kita lakukan relevan dan berguna dengan masyarakat makanya didanai oleh industri.

Dilibatkan kalangan industri untuk mengajar?

Harus memberikan porsi kepada industri untuk terlibat dalam pengajaran. Industri bisa masuk sebagai pengajar lewat kaca mata dunia nyata. Itu mungkin pendekatannya akan lain, tapi tidak masalah. Selain dari segi tenaga pengajar, kerja sama dengan industri juga bisa menyusun segala macam menjadi sistemis akademis. Akhirnya terjadi semacam dialog industri dan akademisi.

Jadi kami melepaskan diri dari konsep bahwa universitas belajar saja. Universitas harus bermasyarakat dalam arti dia harus mengenal lingkungannya, baik dalam maupun luar negeri. Nah, itu diperlukan perubahan orientasi. Jadi kalau tadinya fokus akademis maka juga perlu fokus pada hal-hal nonakademis.

Dengan fokus kerja sama, tidak khawatir kompetensi akademik di UI menurun?

Tentu tidak. Karena definisi akademik bukan kepintaran akademik tapi apa itu relevan atau tidak dengan masyarakat. Misalnya ini kami jago matematika, tapi pertanyaan berikutnya apa gunanya bagi masyarakat? Misal untuk menghitung antrean agar tidak macet. Dia juga harus tahu perusahaan-perusahaan yang bisa menyelesaikan masalah-masalah kemacetan itu. Jadi ada terapannya. Jadi universitas tidak semata-mata jadi menara gading.

Bagaimana dengan posisi UI dalam rangking internasional?

Rangking itu motivator dan jadi instrumen yang bisa digunakan untuk mencari sparing partner untuk bisa lebih meningkatkan lagi kapasitas kami. Ada target juga untuk mendorong UI masuk dalam peringkat 200 besar universitas di dunia.

Terlepas dari itu, kami coba lebih fokus pada tujuan kami. Yang penting mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalau kami terlalu ke rangking, kami melakukan manipulasi rangking. Yang penting itu proses, menjadi rangking kalau memang proses baik, rangking bagus itu ideal.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengingatkan soal regulasi yang mengekang kemerdekaan perguruan tinggi. Apa itu juga mengganggu proses kerja sama yang akan diusung UI?


Kami juga terkena disrupsi sehingga tata kelola perlu dibereskan. Nah, itulah yang dilakukan universitas-universitas di dunia. Betul. Kami ambil contoh penelitian. Dana penelitian itu masuk kas universitas. Itu ada regulasi-regulasi yang membatasi.

Misal ingin mendatangkan profesor dari luar negeri harus menggunakan fasilitas yang sudah ditentukan, tapi fasilitas tersebut tidak sesuai dengan keinginan profesor apalagi kalau profesornya pemenang Nobel. Kemudian aturan-aturan yang berkaitan standar biaya umum, misal laboratorium dan segala macam. Profesor dari luar itu biasanya punya standar tinggi dari yang diterapkan oleh regulasi. Itu menghambat.

Masih banyak yang lain seperti naik pangkat, mata kuliah terlalu banyak tapi tidak jadi kreatif. Perguruan tinggi jadi harus dimerdekakan jangan banyak kuliah. Yang penting ilmu yang bisa mencari solusi. Karena kalau menghafal saja percuma. Jangan diberi beban menghafal tapi buat mata kuliah yang tidak banyak tapi harus kreatif. Regulasi bisa dibuat sesederhana mungkin, dengan menjadi budaya yang menyenangkan. Caranya membuat simpel, menyederhanakan tanpa menghilangkan esensi.

Program terdekat yang akan dilakukan?

Saya akan melanjutkan estafet kepemimpinan Rektor UI sebelumnya, Prof Anis yaitu melanjutkan The Next Level of Excellence sehingga kami bisa membuat perbaikan terus menerus. Ke depan kami akan lakukan perampingan beban mata kuliah.

Dalam jangka waktu pendek, perbaikan data akan menjadi langkah awal yang akan saya lakukan. Kebijakan yang selama ini diambil terkadang belum berdasarkan data yang ada. Ke depan, pembentukan kebijakan itu harus berbasis dengan data.

Target keseluruhan yang akan dicapai UI ke depan seperti apa?

UI adalah agent of developement dan harus bisa menjadi pusat ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan yang unggul serta berdaya saing. Upaya ini dilakukan dengan cara mencerdaskan kehidupan bangsa dalam peningkatan kesejahteraan dan pembangunan bangsa.

Selain itu, UI bisa menjadi pusat riset yang unggul, memiliki tata kelola yang baik, serta berperan dalam penyelesaian masalah bangsa dan kemanusiaan. Jika melihat visi saya kemarin, UI harus lebih inovatif, mandiri, unggul, inklusif, dan bermartabat. Mungkin saat ini masih banyak CEO yang berasal dari UI, tetapi kita tidak tahu dalam lima tahun ke depan.

N-3

Tampilkan Semua

Ilmuwan Menciptakan Bahan Elastis untuk Busa Helm

Sabtu 7/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Para ilmuwan telah mengembangkan bantalan elastis untuk helm. Bahan ini diklaim bisa memberi perlindungan maksimal untuk kepala dari benturan. Bahan ini disebut bantalan mikrolattis elastis. Secara teori, dapat menahan serangan tunggal...
Selengkapnya

Dirilis, Alat Pengukur Oksigen Bayi

Sabtu 7/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perangkat mini sebagai sensor oksigen untuk bayi dapat dikenakan dengan mudah, fleksibel, bersifat nirkabel, murah, dan mobile. Para peneliti sedang mengembangkan sensor mini yang akan mengukur kadar oksigen pada darah bayi. Kadar oksigen...
Selengkapnya

Keterampilan Modal Percaya Diri

Sabtu 7/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penyandang disabilitas telah mendapatkan kesetaraan sejak ada undang-undang untuk disabilitas, yaitu UU No 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Krisis percaya diri masih kerap menghantui para penyandang disabilitas. Kondisi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta