Koran Jakarta | October 14 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Jangan Abaikan Pembangunan Sektor Pertanian

Senin 14/10/2019 | 00:05
A   A   A   Pengaturan Font
>> Penguatan ekonomi harus dimulai dari petani sebagai kelompok terbesar penduduk RI. >> Perikanan berkontribusi paling besar dalam pertumbuhan sektor pertanian...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

BAZNAS dan IPB Selenggarakan The Islamic Economics Winter Course

Senin 14/10/2019 | 14:00
A   A   A   Pengaturan Font

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan The Islamic Economics Winter Course (IEWC) di Gedung Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB, Bogor, mulai Senin (14/10) hingga Sabtu (19/10).

Hadir sebagai pembicara kunci, Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA CA. 

Sebanyak 10 tokoh regulator, praktisi, peneliti dan akademisi juga hadir sebagai pembicara, antara lain Prof Aslam Haneef dari Interational Islamic University Malaysia;  Direktur International Centre For Education In Islamic Finance (INCEIF) Malaysia, Prof Dr Azmi Omar; Prof Dr Yusman Syaukat dari IPB. 

Hadir pula Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dr. Dadang Muljawan serta Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Dr Irfan Syauqi Beik.

Para peserta merupakan pelaku industri, akademisi dan peneliti yang datang dari berbagai negara seperti Nigeria, Bangladesh, Thailand, Malaysia dan Indonesia.

Dalam acara ini akan dibahas isu-isu global terkini terkait perbankan dan keuangan syariah baik dari aspek ekonomi maupun hukum syariah serta isu-isu keuangan inklusif dan sosial syariah.

Bambang Sudibyo mengatakan berbagai data menguatkan optimisme akan masa depan ekonomi islam, termasuk pengelolaan zakat nasional yang cerah, sehingga penting untuk menyiapkan layanan yang terbaik bagi muzaki dan mustahik. 

Dengan layanan terbaik ini, zakat akan makin tumbuh dengan baik dan memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia islam masa kini.

“Populasi Muslim saat ini sekitar 22 persen dari populasi dunia, dan di antara semua agama di dunia pertumbuhan pemeluk Islam adalah yang terbesar. 

"Dengan  pertumbuhan populasi tercepat ini, diperkirakan pada tahun 2050 Muslim sudah menjadi yang terbesar,” Kata Bambang saat menyampaikan materi “The Role of Zakat in the Contemporary Development of Islamic World”.

Tren perkembangan demografi ini tentu berdampak besar pada potensi dan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah,  termasuk di dalamnya zakat.

“Misalnya, sistem keuangan syariah dunia yang pada 2017 nilainya hanya USD 2,438 Miliar pada 2023 diperkirakan akan menjadi 3,809 miliar. Bisnis makanan halal yang nilainya hanya USD 1,303 miliar pada 2017,  pada 2023 diperkirakan ajan menjadi USD 1,863 miliar,” katanya. 

Begitu pula dengan wisata perjalanan halal yang pada 2017 nilainya hanya USD 177 miliar, kelak pada 2023 diperkirakan akan naik menjadi USD 274 miliar.

Irfan Syauqi Beik mengatakan, sektor ekonomi syariah menjadi salah satu sektor yang memiliki tren pertumbuhan yang cepat dibandingkan sektor yang lain. Perkembangan yang dinamis ini tentunya harus didukung dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul untuk memberikan dukungan bagi industri-industri yang bergerak dalam sektor ekonomi syariah. 

“Dalam rangka memenuhi tuntutat pasar tersebut, maka diperlukan suatu pelatihan dan kursus untuk meningkatkan skill dan juga kemampuan SDM dalam bidang ekonomi syariah. Karena itu Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS dan Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, FEM IPB menginisiasi kegiatan IEWC ini,” kata Irfan.

IEWC merupakan kursus singkat ekonomi syariah secara komprehensif. Tidak hanya itu,  IEWC juga memfasilitasi para peserta untuk dapat mengunjungi secara langsung industri-industri kunci dalam sektor ekonomi syariah. 

Kemudian melihat secara langsung  Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan mengelola dan mengatur industri keuangan syariah di Indonesia serta berkunjung ke kantor pusat BAZNAS untuk melihat bagaimana pengelolaan zakat nasional dilakukan secara profesional.

Para peserta juga difasilitasi untuk dapat melihat langsung bagaimana kegiatan ekonomi syariah masyarakat seperti di kampung Batik Cibuluh dan Tegal Waru Bogor yang menjadi desa binaan BAZNAS. 

"Sehingga, diharapkan para peserta IEWC mendapatkan wawasan dan keilmuan pada bidang ekonomi syariah secara komprehensif baik dari aspek teoritis maupun dari aspek praktek,” katanya.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Syariah FEM IPB Asep Nurhalim mengapresiasi kerjasama antara BAZNAS dan IPB sebagai upaya untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi ekonomi syariah, termasuk ekonomi dan keuangan sosial syariah. 

"Diharapkan kegiatan ini memberi dampak positif dalam memperkuat literasi ekonomi syariah," ujarnya.

 

Tampilkan Semua

Bandara Radin Inten II Diharapkan Jadi Embarkasi Haji

Senin 14/10/2019 | 07:23
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, semua pihak harus sinergis dan bersatu dalam membangun wilayah di daerah masing-masing.   LAMPUNG SELATAN - Wa­kil Ketua DPR, Aziz Syamsudin berharap Bandara Internasion­al Radin...
Selengkapnya

Jaga Keamanan Surabaya dengan Perbanyak “CCTV”

Senin 14/10/2019 | 07:19
A   A   A   Pengaturan Font
Kemajuan dan kes­ejahteraan suatu daerah tidak bisa lepas dari situasi keamanan wilayah tersebut. Situasi aman yang berujung pada rasa tenteram warga adalah salah satu syarat utama agar roda perekonomi­an dapat berjalan lancar....
Selengkapnya

Tari Kolosal

Senin 14/10/2019 | 07:16
A   A   A   Pengaturan Font
Penari tampil pada aksi tari kolosal Gandrung Sewu, di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (12/10). Aksi kolosal 1.350 penari gandrung dengan tema Panji-Panji Sunangkoro itu, dibalut dalam sendratari berkisah tentang perjuangan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Korupsi Politik Sangat Berbahaya

Senin 14/10/2019 | 08:47
A   A   A   Pengaturan Font
Praktik korupsi politik libatkan para pengambil keputusan politik dengan menyalahgunakan kekuasaan yang dimilikinya.

 

JAKARTA – Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri memperingatkan tentang bahayanya korupsi politik atau political corruption. Dan yang terjadi sekarang di Indonesia, bukan sekadar petty corruption. Tapi korupsi politik yang menggejala. Korupsi politik jika dibiarkan, bakal membuat Indonesia bangkrut.

“Kalau political corruption, itu bisa membangkrutkan negara. Itu pernah terjadi pada 1998, di mana tidak ada lagi checks and balances, yang berujung pada kebangkrutan negara secara ekonomi,” kata Faisal di Jakarta, Minggu (13/10).

Ini kata Faisal yang ia khawatir dengan kasus pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diprotes banyak kalangan. Sebab korupsi politik itu melibatkan para pengambil keputusan politik atau kebijakan dengan menyalahgunakan kekuasaan yang dimilikinya. Korupsi politik menjadi instrumen interest group yang memburu rente tak kenal batas.

“Dan di saat yang sama menjadi patron, baik bagi yang ada di dalam kekuasaan atau pun yang tidak (oposisi). Inilah yang berbahaya, karena akan menghasilkan systemic corruption, di mana para elitlah yang mengontrol pemerintahan atau elite-controlled-government,” ujarnya.

Faisal pun memberi contoh modus korupsi politik. Misalnya ada anak dari seorang menteri dan beberapa perusahaan menjalin kerja sama bisnis dengan PGN. Dia, si anak menteri ini dapat konsesi gas 40%, ainnya 20 persen.

“Nah, political patronage membuat lingkaran keuntungan eksis di sekitar orang-orang yang sama, dan hal ini melahirkan rente besar, di mana persaingan tidak terwujud,” katanya.

Pada akhirnya, kata dia, proses tender yang menjadi salah satu bentuk proses mewujudkan persaingan usaha tidak dilakukan. Padahal tender adalah salah satu musuh dari patronase politik. Sementara patronase politik hanya membuat pendapatan negara tidak optimal. Salah satu dampaknya adalah, penyelewengan APBN.

“Karena itu korupsi bukan sekadar musuh penegak hukum, korupsi adalah musuh peradaban,” ujarnya.

Kondisi seperti inilah lanjut Faisal yang terjadi sekarang. Kekayaan sumber daya ekonomi termasuk Sumber Daya Alam memarginalkan kekuatan rakyat, di mana penguasaan sumber daya ekonomi dilanggengkan oleh penguasa yang mencari perlindungan dengan dukungan politik. Sekarang, bahkan banyak pengusaha yang akhirnya membuat partai. Tujuannya untuk mempertahankan penguasaan ekonominya.

Benih Letupan Sosial

Padahal kata Faisal, Indonesia itu adalah negara penerima investasi terbesar nomor 16 di Asia tahun 2018. Bahkan Indonesia tertinggi di ASEAN. Masalahnya investasi tinggi, tapi pertumbuhan hanya 5%. “ Ini disebabkan korupsi. Korupsi yang merajalela bisa menimbulkan kondisi kembali pada tahun 1998. Bank Dunia juga pernah membahas soal shadow power, di mana merupakan latar belakang dari lahirnya KPK itu sendiri,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, quality of economy menurun. Rakyat menjadi beban negara. Di sisi lain korupsi yang merajalela menimbulkan kekhawatiran benih letupan sosial. Maka ketika masyarakat sudah tidak dapat menahan beban, ia akan menyalahkan demokrasi. Lalu menginginkan masa-masa otoriter karena berpikir bahwa demokrasi tidak memberikan kebaikan. Ini yang berbahaya.

“Kita belum tahu, karena hal ini belum terjadi. Jika kita tidak cegah sekarang, maka akumulasinya akan berkemungkinan terjadi di masa depan. Maka, Perppu KPK perlu dikeluarkan untuk merespon kedaruratan yang terjadi. Karena itu pernyataan KPK menghambat investasi itu keliru. Kerangka analisis model lama itu kan politik memengaruhi ekonomi melalui public policy. Sedangkan kondisi sekarang, ekonomi dan politik itu sudah satu equilibrium atau saling memengaruhi, dan tidak bisa dipisahkan,” katanya. ags/AR-3

Tampilkan Semua

Silaturahmi Lintas Agama

Senin 14/10/2019 | 08:45
A   A   A   Pengaturan Font
Wakil Presiden terpilih periode 2019- 2024 KH Ma’ruf Amin menghadiri acara silaturahmi lintas agama di Universitas NU di Mataram, NTB, Sabtu (12/10). Selain menghadiri silaturahmi lintas agama, KH Ma’ruf Amin juga melakukan...
Selengkapnya

Generasi Muda Asean Agar Junjung Moderasi

Senin 14/10/2019 | 08:42
A   A   A   Pengaturan Font
MATARAM – Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat dua periode, Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyerukan generasi muda dan masyarakat Asean untuk tetap menjunjung semangat moderasi dalam menghadapi tantangan...
Selengkapnya

Demokrasi Model Ikatan Alumni Smandel

Senin 14/10/2019 | 08:38
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Nama Smandel sebagai singkatan dari Sekolah Menengah Atas Negeri Delapan atau SMAN 8 Jakarta sudah familiar bagi kalangan dunia pendidikan, khususnya di Ibu Kota Jakarta. Sekolah yang terletak di kawasan Jalan Taman...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

Johnson Bahas Kesepakatan Baru

Senin 14/10/2019 | 09:07
A   A   A   Pengaturan Font
PM Boris Johnson terus berupaya untuk menggolkan kesepakatan Brexit yang baru. Hal itu dilakukan usai ia bertemu dengan PM Irlandia untuk progres Brexit yang pelaksanaannya tinggal beberapa hari lagi.

 

LONDON – Perdana Men­teri Inggris, Boris Johnson, pa­da Minggu (13/10) berunding dengan anggota kabinetnya untuk membahas perkemban­gan dan strategi untuk meng­golkan kesepakatan Brexit (ke­luarnya Inggris dari keanggota­an Uni Eropa) yang baru.

Langkah itu ditempuh PM Inggris itu setelah para negosi­ator di Uni Eropa (UE) melang­sungkan perundingan tertut­up di Brussels, Belgia, dan PM Johnson menjelaskan garis be­sar dari kesepakatan Brexit ter­baru dengan Perdana Menteri Irlandia, Leo Varadkar, pada Kamis (10/10) pekan lalu.

Perundingan mengenai Brexit diintensifkan setelah ba­tas waktu tinggal beberapa hari lagi dan banyak pihak meragu­kan bahwa kesepakatan Brexit terbaru bisa berhasil.

“Melaksanakan Brexit pada 31 Oktober sangat penting,” ka­ta PM Johnson dalam pernyataannya pa­da Minggu.

Proposal dari kesepak­atan yang ba­ru dan seutuh­nya ini rencanan­ya akan diajukan saat pertemuan tingkat tinggi para pemimpin UE di Brussels pada Kamis (17/10) dan Jumat (18/10) mendatang yang membahas pelaksanaan Brexit yang batas waktunya jatuh pada 31 Oktober atau dua pekan lagi.

Masalah kesepakatan Brex­it yang baru juga akan dirund­ingkan antara Kanselir Jerman, Angela Merkel, dengan Pres­iden Prancis, Emmanuel Ma­cron, berbarengan waktunya dengan negosiator Brexit dari UE, Michel Barnier, melakukan rembuk dengan dubes UE.

Beberapa detail yang bo­cor dari kesepakatan Brexit yang baru menerangkan bah­wa telah terjadi kompromi mengenai perbatasan In­ggris-Irlandia yang akan membiarkan sebagian dari wilayah Irlandia Utara tetap bisa mener­apkan aturan kepa­bean UE. Kompromi masalah perba­tasan ini akan diulas tuntas di Brussels dan di parlemen Ing­gris dan masih perlu persetu­juan dan kejelasan dalam be­berapa hari mendatang.

Perjuangan PM Johnson ter­hadap kesepakatan Brexit baru ini dilakukan setelah ia berjan­ji tak akan menunda untuk ke-3 kalinya pelaksanaan Brexit. Jika janjinya itu dilanggar, ma­ka Johnson akan menghadapi tuntutan dilakukannya kemba­li pemilu ulang yang diprediksi bisa dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.

Tak Mudah

Saat PM Johnson bertemu dengan PM Varadkar pada Ka­mis lalu, PM Irlandia itu mengi­syaratkan dukungan terhadap diintensifkan perundingan leb­ih lanjut setelah batas waktu 31 Oktober jika saja bisa terlaksa­na Brexit dengan kesepakatan.

Inggris bisa menghindari perceraian dengan kekacauan dengan mitra dagang dekatnya jika saja kesepakatan Brexit di­setujui oleh parlemen di Lon­don. Sebelumnya parlemen Inggris telah menjegal 3 kese­pakatan Brexit yang saat itu di­perjuangkan oleh mantan PM Theresa May.

Untuk meloloskan kesepak­atan Brexit yang baru di parle­men tidak mudah karena PM Johnson memimpin minoritas dan ia harus bisa mendapatkan dukungan dari anggota Partai Konservatif yang saat ini ter­pecah belah, namun juga so­kongan dari partai kecil dari Ir­landia Utara, Partai Demokra­tik Persatuan (DUP).

Karena sulit, sekutu John­son menyerukan pada anggota legislatif agar memberikan PM Inggris itu kesempatan. Jika hingga akhir pekan ini belum ada tanda-tanda bisa terca­pai Brexit dengan kesepakatan, maka PM Johnson harus tun­duk atas undang-undang yang telah diloloskan parlemen un­tuk menunda pelaksanaannya. SB/AFP/I-1

Tampilkan Semua

Presiden Xi Jinping Kunjungi Nepal

Senin 14/10/2019 | 09:06
A   A   A   Pengaturan Font
KATHMANDU – Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada Sab­tu (12/10) melakukan kunjun­gan ke Nepal. Kunjungan ini amat bersejarah karena selama 23 tahun terakhir belum ada pe­mimpin Tiongkok yang mengin­jakkan kaki ke...
Selengkapnya

Polisi Tangkap Pengunjuk Rasa Berpenutup Muka

Senin 14/10/2019 | 09:00
A   A   A   Pengaturan Font
HONG KONG – Polisi Hong Kong sepanjang Minggu (13/10) sore menangkap seke­lompok pengunjuk rasa yang mengenakan masker penut­up muka yang melakukan ger­akan aksi protes di beberapa wilayah. Hal itu dilaksanakan setelah...
Selengkapnya

Warga Eropa Protes Serangan Turki ke Suriah

Senin 14/10/2019 | 08:59
A   A   A   Pengaturan Font
PARIS - Ribuan warga kota di beberapa negara Eropa pada Sabtu (12/10) turun ke jalan untuk memprotes seran­gan Turki terhadap Kurdi di Suriah. Beberapa dari pem­rotes bahkan berteriak “Erdogan teroris” dan menyebut...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Tindak Tegas Importir TPT Nakal

Senin 14/10/2019 | 08:18
A   A   A   Pengaturan Font
Guna mendorong ekspor produk tekstil nasional, pemerintah tengah mengambil sikap yang tegas terhadap importer nakal yang menyalahgunakan izin impor.

 

JAKARTA – Pemerintah akan menindak tegas importir tekstil yang menyalahgunakan pem­berian persetujuan impor (PI), bahkan angka pengenal impor produsen (API-P), apabila ter­bukti adanya pelanggaran. Hal tesebut ditegaskan secara ber­sama dalam rapat koordinasi an­tara Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama sejumlah kementerian terkait dan perusa­haan tekstil.

“Hingga kini Kemendag telah mencabut PI dan Angka Penge­nal Impor Produsen (API-P) atas satu perusahaan karena memin­dahtangankan bahan baku serta tidak ada kegiatan produksi di lokasi pabrik. Modus lainnya yaitu memanipulasi jumlah dan jenis TPT yang diimpor,” tegas Direktur Tertib Niaga Ditjen Per­lindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Wahyu Widayat, dalam konferensi per­snya di Jakarta, kemarin.

Hal tersebut, menurut Wahyu Hidayat, semata untuk meng­antisipasi pelambatan ekonomi global, dan kecenderungan pro­teksi pasar dalam negeri di ham­pir seluruh negara produsen TPT di dunia. Terkait hal ini, pemerin­tah melakukan penyempurnaan tata kelola impor TPT. Kemendag tidak menerbitkan persetujuan impor TPT untuk industri kecil dan menengah (IKM) sejak dela­pan bulan ini.

“Sejak bulan Februari 2019, Kemendag tidak menerbitkan persetujuan impor (PI) kepada API-U melalui Pusat Logistik Berikat (PLB),” tukas Wisnu. Hal ini merupakan langkah peme­rintah bersama pelaku usaha dalam mengambil sejumlah langkah strategis untuk mening­katkan ekspor tektil dan produk tekstil (TPT).

Sementara itu, Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi, mengatakan pe­nyimpangan atau kebocoran TPT yang terjadi tidak hanya di­sebabkan impor yang dilakukan melalui PLB. Impor TPT dapat dilakukan melalui PLB dan non-PLB. “Saat ini, impor TPT mela­lui PLB tidak signifikan, hanya sebesar 4,07 persen dari total impor TPT secara keseluruhan,” tutur Heru.

Kebocoran terjadi disebabkan adanya dugaan perusahaan pe­milik API-P yang memindahtan­gankan bahan baku TPT kepada pihak lain. Untuk itu, perusahaan importir yang terbukti melaku­kan pelanggaran dalam kegiat­an importasi TPT telah ditindak tegas oleh Ditjen Bea dan Cukai. “Kami telah melakukan 406 kali penindakan sepanjang tahun 2019 terhadap pelaku usaha TPT yang tidak menaati ketentuan,” tegas Heru.

Makin Kompetitif

Wakil Ketua Umum bidang Perdagangan Luar Negeri, Aso­siasi Pertekstilan Indonesia (API), Anne Patricia, mengata­kan, kerja sama antara industri hulu dan hilir menjadikan TPT sebagai basis pengembangan ekspor yang berteknologi dan berorientasi industri 4.0, se­hingga produk TPT lebih kom­petitif di pasar global.

“Walaupun pasar TPT du­nia mengalami keguncangan, namun ekspor TPT Indonesia optimis akan meningkat. Hal ini tercatat dalam 10 tahun ter­akhir. Hal ini sejalan dengan meningkatnya produk yang berkualitas dari segmen mile­nial,” ujar Anne.

Melalui sinergitas ini, tam­bah Anne, Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) mengusulkan kepada peme­rintah untuk mengenakan ke­bijakan anti-dumping atau safeguards terhadap produk-produk impor yang merugikan industri dalam negeri.

Diketahui, ekspor TPT Indo­nesia tercatat terbesar 13,15 mi­liar dollar AS pada tahun lalu. Jumlah ini meningkat diban­ding tahun 2017 yang tercatat mencapai sebesar 12,44 miliar dollar AS. Adapun negara-ne­gara tujuan utama ekspor TPT Indonesia masih didominasi oleh Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Jer­man, dan Turki. ers/E-12

Tampilkan Semua

Penyerapan Teh Naik

Senin 14/10/2019 | 08:16
A   A   A   Pengaturan Font
Sejumlah pekerja membungkus teh di Pabrik teh Poci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (12/10). Menurut Ketua Umum Dewan Teh Indonesia, Suharyo Husen serapan teh dalam negeri diperkirakan mengalami peningkatan dua hingga tiga persen...
Selengkapnya

Waspadai Siasat Pabrik Rokok Asing

Senin 14/10/2019 | 08:13
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Asosiasi per­usahaan rokok kecil yang ter­gabung dalam Forum Masya­rakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) mendesak Pemerintah agar merumuskan kebijakan cukai yang adil agar upaya-upaya pensiasatan...
Selengkapnya

PUPR Berencana Bangun 65 Bendungan

Senin 14/10/2019 | 08:09
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Kementerian Pe­kerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan bendungan se­banyak 65 bendungan yang beroperasi hingga akhir tahun 2024 mendatang. Dengan ke­seluruhan bendungan yang beroperasi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Sumedang Siap Menjadi Kabupaten Wisata

Senin 30/9/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Memiliki potensi yang cukup banyak, membuat Sumedang semakin gencar mempro­mosikan destinasi wisatanya. Salah satunya dilakukan lewat kejuaraan paralayang inter­nasional yang akan diadakan perdana di Tanah Air yaitu West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019, yang akan di­gelar pada 22–28 Oktober 2019 di Sumedang, Jawa Barat.

Tidak tanggung-tanggung, dengan dukungan Kemente­rian Pariwisata (Kemenpar), Kabupaten tertua di Jawa Barat ini mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Wisata. Aneka wisata yang ada di daerah ini, mulai dari alam, agriculture, budaya, dan sosial akan dikem­bangkan dengan serius.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Kabu­paten Sumedang ke depan, wartawan Koran Jakarta, Mohammad Zaki Alatas, berkesempatan mewawanca­rai Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, seusai pe­luncuran kegiatan West Java Paragliding World Champi­onship and Culture Festival 2019, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Ja­karta, belum lama ini. Berikut petikan selengkapnya.

Kalau boleh tahu potensi wisata apa saja yang ada di Sumedang?

Kami memiliki keka­yaan wisata yang beragam. Keragaman potensi wisata yang bisa ditemukan di Sumedang, mulai dari alamnya, agriculture, budaya, dan sosial.

Apakah itu semua objek wisata terse­but sudah diop­timalkan?

Kami sedang mengarah ke sana dengan melakukan berbagai pembenahan dan membangun sarana dan prasarana yang ada. Sep­erti yang diamanahkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yaitu untuk menarik wisatawan berkunjung ke Sumedang, baik wisatawan mancanegara atau domestik. Untuk itu, kami akan men­coba konsistensi melakukan pengembangan atraksi, akses, dan amenitas (3A).

Seperti apa yang akan Anda lakukan?

Sesuai yang disampaikan Menteri Pariwisata, ada tiga hal yang harus dimiliki yaitu 3A. Kami punya atraksi yaitu paralayang dengan standar internasional. Untuk akse­bilitas saat ini kami sedang membangun 62 ruas jalan yang menghubungkan dae­rah wisata. Lokasi Sumedang juga hanya 30 menit dari Bandara Kertajati. Jalan tol juga lengkap melintang si Sumedang.

Selain itu?

Untuk bisa menarik wisatawan, Sumedang punya destinasi unggulan. Destinasi yang diusulkan menjadi Ka­wasan Ekonomi Kreatif (KEK) yaitu Jatigede. Ke depannya yang akan menjadi unggulan kami adalah Jatigede.

Di sini pemandangannya sangatlah indah. Pengun­jung bisa naik ke namanya Pasir Cinta untuk melihat sunrise. Dari sini juga bisa melihat pulau-pulau kecil yang tersebar di waduk. Bisalah kita bilang seperti kini Raja Ampat, namun latarnya adalah gunung.

Sumedang juga tengah mengembangkan wisata agriculture?

Iya benar. Tak hanya mengandalkan Jatigede, kami juga punya wisata yang lainnya yang patut dikun­jungi wisatawan. Salah satunya merasakan wisata ubi cilembu. Kami membuat wisatanya, di mana wisatawan merasakan langsung memetik ubi cilem­bu, mencuci dan memasaknya langsung di wilayahnya. Satu hal yang pasti, kuliner khas Sumedang yaitu tahu sumedang. Masih banyak lagi destinasi yang semuanya bisa dirasakan bila berkunjung ke Sumedang. N-3

Tampilkan Semua

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu...
Selengkapnya

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Perbaiki Kualitas Rumah Subsidi

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Tambahan kuota FLPP untuk menjaga stabilitas industri properti Indonesia dan memastikan program sejuta rumah dapat tercapai di tahun 2019.

Pengusaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia bidang properti bersama-sama dengan asosiasi di bidang perumahan seperti REI (Realestat Indonesia), Himperra (Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat) dan PI (Pengembang Indonesia) menginginkan kepastian fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) akibat habisnya kuota sebelum tahun 2019 berakhir.

“Kami kasihan dengan pembeli rumah yang seharusnya bisa akad tahun ini, terpaksa ditunda karena tidak tersedianya FLPP,” kata Ketua Komite Tetap Kadin Properti, Setyo Maharso.

Para pengusaha berharap Pemerintah dapat secepatnya mengeluarkan tambahan kuota FLPP untuk menjaga stabilitas industri properti Indonesia dan memastikan program sejuta rumah dapat tercapai di tahun 2019.

“Banyak terjadi ketidakpastian usaha bagi pengembang perumahan FLPP. Kami sudah menyampaikan kepada pemerintah perihal kekurangan kuota ini sejak awal tahun 2019,” tambah Endang Kawidjaja, Ketua Umum Himperra.

“Sekitar 85 persen anggota PI adalah pengembang perumahan FLPP yang sangat rentan terhadap pergerakan pembiayaan konsumen. Jika pembiayaan terhambat maka akan ada efek ganda ke stakeholder lain yaitu perbankan, kontraktor, vendor dan akhirnya ke konsumen juga,” tambah Barkah Hidayat, Ketua Umum PI.

Pengusaha juga berharap angka kuota FLPP tidak ditentukan sepihak oleh pemerintah namun berdasarkan data bersama seluruh organisasi.

“Kabar terakhir, surat dari kementerian PUPR telah sampai ke kementerian keuangan. Kami harapkan kementerian keuangan dapat secepatnya mengambil keputusan untuk mengeluarkan tambahan kuota FLPP tersebut paling tidak di akhir Agustus atau awal September,” ujar Barkah.

Setyo lebih jauh mengingatkan di belakang industri properti terdapat 174 industri ikutan yang juga mendorong perputaran roda perekonomian Indonesia mulai dari industri rumahan sampai industri berat. “Jadi kondisi ini berbahaya jika dibiarkan tanpa ada solusi apa-apa,”ujar dia.

Joko Suranto, Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat menilai pemerintah terlalu banyak melakukan pengaturan hal-hal yang bersifat sangat teknis sehingga membuat gerak pengembang sangat sempit dan terbatas.

“Kami adalah pengembang, bukan kontraktor. Pengembang mempunyai konsep dan kapasitas untuk mengembangkan sesuatu dari yang tiada menjadi ada, dari yang tidak bernilai menjadi bernilai,” jelas dia.

Menurut dia pemerintah sebaiknya mengatur kebijakan saja di hulu, kami sebagai organisasi akan mengikuti kebijakan tersebut di hilir agar berjalan dengan baik.

“Di awal tahun, kami telah memberikan early warning kepada anggota kami bahwa kuota FLPP mengecil dan kondisi perekonomian secara umum masih berat agar semua bersiap-siap melakukan perencanaan dengan hati-hati,” tambah Joko.

Apalagi kami sebagai a nggota REI Jawa Barat merupakan wilayah penyumbang perumahan FLPP terbesar di Indonesia, tegasnya.

“Kami selalu mencari tahu sisa kuota FLPP yang ada di bank-bank di Jawa Barat dan 80 persen pembiayaan masih berasal dari BTN,” jelas Joko.

Joko menilai dengan kondisi yang sangat tidak menentu, seluruh pihak pasti waspada dan mencari strategi bertahan hidup masing-masing.

“Bagi pengembang, segala bentuk pembangunan baru pasti dihentikan. Sementara perbankan pasti memiliki exit strategy sendiri. Mungkin pihak perbankan akan mengembangkan produk baru yang mirip dengan FLPP walaupun tidak sama. Bagus jika bisa begini. Tujuannya agar bisa menjadi solusi bersama keluar dari permasalahan ini,” ujar Joko.

Sementara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan terus akan mendorong pembangunan perumahan untuk rakyat. Dalam program subsidi rumah, selain kuantitas rumah, pemerintah juga mendorong pengembang dan perbankan dan stakeholder lainnya mengutamakan kualitas rumah subsidi.

Kementerian PUPR juga melakukan pemantauan kualitas rumah subsidi sesuai dengan standar yang ditetapkan maupun pendataan pengembang rumah subsidi. Secara umum, pemerintah berhasil menyalurkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 17 September 2019 sebesar 5,57 triliun rupiah.

“Hingga pertengahan September 2019, dana KPR FLPP yang telah tersalurkan senilai 5,57 triliun rupiah bagi 57.949 unit rumah atau sebesar 78,5 persen dari dana FLPP tahun 2019 sebesar 7,1 triliun rupiah untuk 68 ribu unit rumah,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin dalam keterangan resminya.

Dirjen Bina Konstruksi meminta asosiasi pengembang perumahan untuk mendorong anggotanya melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data di Sistem Registrasi Pengembang (Sireng) yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Konstruksi Kementerian PUPR.

“Hingga saat ini, sebanyak 12.802 pengembang telah terdaftar di Sireng Kementerian PUPR yang terbagi ke dalam 18 asosiasi pengembang. Kami harapkan asosiasi pengembang berperan aktif mendorong anggotanya memproduksi dan menjual rumah MBR dengan kualitas layak huni dan terjangkau,” katanya.

Tingkatkan Pengawasan

Selain meningkatkan pengawasan kualitas rumah subsidi, pemerintah juga terus melakukan pengawasan kepatuhan penghunian rumah subsidi yang telah dibeli oleh masyarakat.

Hal ini untuk memastikan penyaluran FLPP tepat sasaran yakni bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal, bukan untuk investasi.

Untuk bisa memiliki rumah dengan KPR FLPP, sejumlah syarat harus dipenuhi antara lain besar penghasilan maksimal 4 juta rupiah untuk rumah tapak dan 7 juta rupiah untuk rumah susun.

Syarat lainnya belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah. Manfaat KPR FLPP yakni menikmati uang muka terjangkau, bunga tetap 5 persen selama masa kredit maksimal 20 tahun, bebas PPn dan bebas premi asuransi.

Pemerintah terus memperluas akses masyarakat terhadap rumah layak huni dan terjangkau diantaranya dengan meningkatkan daya beli masyarakat melalui bantuan pembiayaan perumahan.

Untuk itu Kementerian PUPR menyalurkan subsidi perumahan melalui sejumlah program yang sudah berjalan seperti KPR FLPP, Subsidi Selisih Bunga Kredit Perumahan (SSB), dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Sebagaimana diketahui, KPR FLPP penyalurannya dilakukan Kementerian PUPR melalui Lembaga Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (LPDPP) bekerjasama dengan Bank Pelaksana, dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala untuk memastikan penyaluran subsidi bisa mencapai target.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan sebanyak 18 pihak bank pelaksana telah menyalurkan dana kredit pemilikan rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah.

“Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Kementerian PUPR juga melakukan pemantauan kualitas rumah subsidi sesuai dengan standar yang ditetapkan maupun pendataan pengembang rumah subsidi dalam Sistem Registrasi Pengembang (Sireng).

Basuki juga menyatakan, permintaan terhadap rumah subsidi yang disalurkan melalui mekanisme KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus bertambah.

Menurut Basuki, batas harga jual rumah subsidi yang telah ditetapkan tidak mempengaruhi permintaan akan rumah subsidi dari masyarakat maupun pengembang perumahan, bahkan permintaan pembangunan rumah subsidi melalui program tersebut dinilai terus bertambah.

Penetapan harga rumah subsidi menyesuaikan dengan kondisi terkini pada setiap wilayah, di antaranya disesuaikan dengan faktor harga tanah, kenaikan harga bahan bangunan, termasuk juga faktor upah pekerja. yun/E-6

Tampilkan Semua

Pembiayaan Program Sejuta Rumah Dipermudah

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) bekerja sama dengan Perum Peruri dan BPJS Ketenagakerjaan (TK) terkait penyaluran kredit di bidang perumahan bagi karyawan Peruri yang berlokasi di Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa...
Selengkapnya

Diminati, Klaster Berkonsep “Compact”

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Di tengah kondisi pasar properti yang kurang kondusif, produk properti di wilayah yang strategis tetap laris diserbu konsumen. Selain akses lokasi, tingginya minat beli juga dipengaruhi faktor kualitas hunian, harga terjangkau, dan...
Selengkapnya

Diskusi Hak Pengelolaan Lahan

Jumat 11/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Peluncuran Aplikasi

Kamis 10/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Vendor Rilis Layar Berbasis Web

Kamis 10/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Produsen solusi bagi display untuk profesional BenQ meluncurkan teknologi X-Sign Broadcast sebagai fitur terbaru yang tersedia di rangkaian produk layar Interactive Flat Panels (IFP) dengan jaringan Campus Broadcast System. X-Sign...
Selengkapnya

AI Bisa Tekan Kredit Macet

Kamis 10/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Industri keuangan saat ini mutlak membutuhkan kecerdasan buatan (artificial intellegence/AI) untuk meningkatkan daya saing. Teknologi AI mampu menganalisa untuk meminimalkan kredit macet. Perusahaan yang bergerak dalam industri keuangan...
Selengkapnya

Canggih, Fitur Stabilizer di Kamera Ponsel

Kamis 10/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Oppo menghadirkan lagi seri Reno terbaru sebagai bagian dari stretegi untuk mengangkat citra merek ini. Kali ini ponsel asal Tiongkok ini menghadirkan Reno2 Series yang terdiri dari Reno2 dan Reno 2 F, dengan spesifikasi dan harga yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Kabin Luas “Hatchback Hybrid”

Rabu 9/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Pada ajang Tokyo Motor Show yang berlangsung antara 24 Oktober hingga 4 November 2019 Honda akan merilis varian Honda Jazz terbaru. Spesifikasi Honda Jazz generasi ke-empat, atau dengan nama lain Honda Fit akan memiliki kabin yang luas dengan varian mesin hibrida.

Honda Jazz baru akan hadir tanpa mengurangi fungsi dari model sebelumnya. Pabrikan berjanji akan memastikan kenyamanan pengguna dan membuat kehidupan sehari-hari mereka lebih menyenangkan.

Seperti render yang telah dirilis, Honda Jazz teranyar ini akan memiliki desain lebih lengkung pada bagian atap dibandingkan dengan pendahulunya yang cenerung datar. Masih seperti sebelumnya Honda Jazz memiliki memiliki kabin lebih luas di kelasnya dengan lampu utama bulat, dan gril lebih besar.

Kabin Jazz terbaru akan lebih fleksibel dapat memberi ruang lebih luas untuk kargo di bagian belakang mobil. Teknologi hibrida yang ada di Honda Jazz ini diadopsi dari teknologi dualmotor hybrid yang sebelumnya sudah tersedia di varian terbaru CR-V.

CR-V Hybrid memasangkan dual-motor dengan 2.0-litre petrol engine untuk dapur pacunya dan transmisi CVT, kehalusan perpindahan gigi, dan penghematan bahan bakar. Meski dirilis dan diperkenalkan akhir tahun ini, rencananya all-new Honda Jazz akan resmi dirilis di Asia, termasuk Indonesia pada awal tahun 2020.

Selain memperkenalkan Honda Jazz, pavilliun Honda di Tokyo Motor Show ke-46 akan menampilkan varian Accord terbaru untuk Jepang, NSX, mobil Freed, N-Box Kei, dan mobil listrik Honda untuk peluncuran di Jepang.

Pada ajang dua tahunan itu, pada sektor roda dua, Honda akan memperkenalkan Honda Africa Twin 1100 2020, CT125 berbasis Super Cub, skuter listrik Benly, dan skuter listrik Gyro roda tiga. hay/E-6

Tampilkan Semua

Fitur Keselamatan Aktif Mobil Listrik

Rabu 9/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa pabrikan Jepang telah mengumumkan jajaran mobil elektrifikasi canggih yang bakal hadir pada pameran yang dielenggarakan pada 25 Oktober hingga 4 November 2019 di Tokyo. Mobil listrik dan hibrida terus mengalami penyempurnaan...
Selengkapnya

Motor 900cc dari Pabrikan Italia

Rabu 9/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Merek motor asal Italia, Aprilia, hadir di pasar Indonesia dengan pilihan mesin 900 cc. Melalui PT Piaggio Indonesia, perusahaan ini menghadirkan, Aprilia Shiver 900 yang menawarkan tenaga bersar serta daya puntir yang kuat. Melalui...
Selengkapnya

Fitur Canggih Mobil Listrik Dua Penumpang

Rabu 2/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pabrikan otomotif menawarkan mobil listrik dua penumpang. Salah satu pemainnya menawarkan fitur teknologi terkini yang memudahkan penggunanya. Pabrikan mobil listrik mengenalkan seri mobil listrik mini untuk dua penumpang. Dua contoh...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Biles Samai Rekor Raih Medali Terbanyak

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

STUTTGART - Ratu senam Amerika Serikat Simone Biles menyamai rekor medali kejuaraan dunia senam terbanyak sepanjang sejarah, dengan 23 medali, yang sebelum ini dipegang pesenam putra Be­larus Vitaly Scherbo.

Biles memperoleh medali ke-23 terse­but setelah menjuarai nomor meja lompat putri pada Sabtu (12/10), yang juga meru­pakan medali emas kejuaraan dunia ke-17 yang dia rebut sepanjang kariernya.

Pesenam berusia 22 tahun itu tinggal satu medali lagi untuk bisa merebut pre­dikat pesenam paling banyak memper­oleh medali sepanjang sejarah dari Vitaly Scherbo. Peluang ini sangat besar tercipta karena dia akan kembali berlaga pada dua partai final yang berlangsung hari ini 13 Oktober dalam kejuaraan dunia senam 2019 di Stuttgart.

Biles sempat berpeluang memperoleh medali kedua pada Sabtu, namun gagal se­telah finis urutan kelima pada palang ber­tingkat putri di belakang juara nomor ini Nina Derwael dari Belgia yang memperta­hankan gelar juara dunia yang setahun lalu dia sabet di Doha.

Biles sebelumnya merebut medali emas ketiganya dalam sepekan pada meja lom­pat putri dengan mengumpulkan 15,399 poin di atas rekan senegaranya Jade Carey, yang mendapatkan medali perak, sedang­kan pesenam Inggris Ellie Downie merebut medali perunggu.

Juara Olimpiade empat kali itu juga memenangkan medali emas nomor semua alat putri dan beregu putri pekan ini untuk memperpanjang rekor pesenam paling ba­nyak memperoleh medali emas di dunia.

Biles mempertahankan gelar juara du­nia meja lompat yang dia menangkan di Doha tahun lalu dengan unggul pada dua kesempatan dengan menuntaskan dua se­tengah puntiran pada upaya keduanya.

Kurang satu tahun sebelum Olimpiade Tokyo, dia berpotensi meninggalkan Stutt­gart dengan memboyong lima medali yang dua di antaranya berpeluang dia rebut dari nomor final balok keseimbangan putri dan senam lantai. AFP/S-2

Tampilkan Semua

Leo/Indah “Runner Up” di WJC 2019

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
KAZAN - Wakil Indonesia di sektor ganda campuran Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil harus puas di posisi runner up Ke­juaraan Bulu Tangkis Dunia Junior (WJC) 2019 di Kazan, Russia, Minggu (13/10), setelah me­nyerah dari...
Selengkapnya

PON 2020 Pertandingkan 37 Cabang Olahraga

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Surat Keputusan soal cabang olahraga yang dipertandingkan di PON 2020 resmi diteken dengan menetapkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabang olahraga, 679 nomor pertandingan/perlombaan, dan kuota atlet sebanyak 6.442 orang. JAKARTA -...
Selengkapnya

Kompetisi Olahraga Air untuk Pacu Prestasi

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Kompetisi olahraga air yang mempertandingkan dua cabang olahraga yaitu renang dan dayung di Ancol Beach City, Jakarta Utara resmi ditutup. Diharap­kan kompetisi tersebut melahirkan atlet ber­prestasi Wakil Kepala Staf...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Waspadai Sel Teroris

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 Insiden penusukan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, di Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (11/10), begitu membuat geger. Maklum, Wiranto ditusuk saat menyalami warga setelah turun dari kendaraan usai memberi kuliah umum dan meresmikan ruang kuliah Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Keca­matan Saketi, Pandeglang.

Polisi mengungkapkan, pelaku adalah Syahrial Alam­syah alias Abu Rara dan istrinya, Fitri Andiriana. Adapun motif penusukan karena takut ditangkap. Menurut Kepa­la BIN, Budi Gunawan, pelaku sudah terpapar radikalisme dan terhubung dengan jaringan teroris Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bekasi.

Pelaku adalah bagian kelompok teroris JAD Bekasi. Mengapa mereka masih eksis dan mampu melakukan se­rangan teror meski dengan senjata tajam biasa, bukan bom ataupun senjata mematikan? Mengapa mereka bisa masuk ke ring satu pengamanan Menko Polhukam? Apakah ge­rakan mereka tidak terdeteksi? Itulah serangkaian perta­nyaan yang muncul di benak masyarakat.

Tulisan ini menyorot jaringan mereka yang mungkin ada dan sedang merencanakan gerakan teror di sekitar kita. Penusukan Wiranto bukan saja menggegerkan, tetapi membuat banyak pejabat negara harus berpikir ulang da­lam kaitan pengamanan ketika melakukan aktivitas, ter­utama di luar ruang yang melibatkan banyak masyarakat. Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, mengatakan pe­nusukan Wiranto harus menjadi warning pemerintah dan masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman teror.

Bagaimana sesungguhnya ancaman teror tersebut? Ba­nyak analis dan pengamat terorisme mengatakan, teroris tak akan mati seiring dengan perkembangan masyarakat dan teknologi informasi/internet yang memungkinkan me­reka terus bergerak lebih leluasa. Sel-sel teroris akan terus hidup dan bangkit mencari sasaran. Tinggal siapa, waktu, tempat, dan situasi yang tepat untuk melaksnakan teror. Dalam konteks ini kewaspadaan terus-menerus menjadi kunci untuk mencegah aksi mereka.

Menelusuri jejak jaring­an sel teroris yang membuat aksi di Banten tersebut, bisa mendapat informasi valid mantan narapidana kasus terorisme Sofyan Tsauri. Dia mengungkapkan, jaringan teroris JAD Bekasi, kelompok yang menaungi penye­rang Wiranto, Abu Rara dan Fitria, merupakan bagi­an dari kelompok Tambun, Bekasi yang pernah dipim­pin Ruri Alexander Ruma­tarai alias Iskandar alias Abu Qutaibah.

Lalu, siapa Abu Rara dan istrinya? Menurut kepolisian pasangan suami-istri ini anak buah Abu Zee, pentolan JAD Bekasi. Abu Rara terpa­par dari media sosial Abu Zee dan sempat dinikahkan di Bekasi dengan FA (Fitria). Abu Zee sudah diringkus Sep­tember 2019. Sesdang Abu Qutaibah ditangkap 7 Juni 2017. Ia diduga terlibat dalam pengeboman Kampung Melayu.

JAD adalah tempat meleburnya semua faksi teroris pro ISIS yang pernah dipimpin Aman Abdurrahman. Ia men­dekam di Lapas Nusakambangan dan terlibat dalam ne­gosiasi saat penyanderaan yang berakhir penyerahan diri di Rutan Mako Brimob beberapa tahun lalu. Pada Desem­ber 2016 Aman Abdurrahman dari balik Lapas Nusakam­bangan menyerahkan mandat kepemimpinan ke Zainal Anshori, Ketua JAD Jawa Timur.

Ritual penyerahan mandat itu kemudian diresmikan dengan mengundang perwakilan pimpinan sel JAD di se­luruh Indonesia, di Malang. Dalam pertemuan itu, Zainal meneruskan amanat yang diterimanya dari Al-Baghdadi, amir ISIS pusat. Yakni, meminta semua sel ISIS di seluruh dunia untuk melakukan amaliah. Tentu saja, semua sel ISIS pun langsung bergerak.

Dalam kaitan itulah, sel-sel teroris kecil dan mungkin tak saling berhubungan, melakukan aksi teror terhadap tokoh, kelompok, atau siapa pun yang dinilai tak sehalu­an. Kita harus waspada dan peduli gerak gerik orang ling­kungan rumah. Jika rakyat abai, mereka akan lebih leluasa membangun rencana dan melaksanakan niat jahatnya.

Tampilkan Semua

Mengenal Sejarah Kota Kecil Blitar dari Masa ke Masa

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Napak Tilas Jejak-jejak Kaki Wong BlitarPenerbit : Perpustakaan NasionalCetakan : 2018Tebal : xxx+330 halaman Blitar memiliki perjalanan seja­rah ke swatantraan yang cukup menarik untuk dicermati. Ini mulai dari zaman...
Selengkapnya

Beban Ekonomi Kemacetan

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Oleh Djoko Subinarto Kemacetan lalu lintas di kota-kota harus segera ditangani agar tidak menimbulkan risiko ekonomi dan kesehat­an yang kian besar. Kemacetan lalu lintas boleh dibilang su­dah menjadi horor yang tidak...
Selengkapnya

Cara Tepat Hadapi Ulasan Negatif Pelanggan

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pertanyaan: Bu Rossa, saya dan suami menjalankan bisnis sebagai supplier alat tulis sekolah dan perkantoran. Kami ingin mencoba memasarkan produk kami di media sosial. Rekan kami bercerita bahwa ada pelanggan yang berkomentar negatif...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Mengenal Tradisi Betawi yang Hampir Punah

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Dari sekian banyak tradisi Betawi, ada beberapa diantaranya yang nyaris punah. Pasalnya, banyak generasi kekinian yang sudah tidak lagi mengenal tradisi Betawi, misalnya Rompes dan Andilan.

Dua pemuda terlibat perkelahian seru di RT 01 RW 04, Bale­kambang, tepatnya di sebidang lahan tepi Kali Ciliwung, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menggunakan jurus silat, keduan­ya berusaha saling melumpuhkan dengan pukulan dan tendangan yang dilancarkan satu sama lain.

Setelah saling serang sekitar 10 menit, seorang pemuda di anta­ranya berhasil dikalahkan hingga terjatuh. Sadar telah muncul pemenang, dua pemuda itu pun kembali berdiri tegak di posisi masing-masing dan membungkuk, tanda salam kepada orang yang menonton adu jotos itu.

Pertarungan itu bukanlah perkelahian pemuda antarkam­pung, melainkan seni bela diri yak­ni Rompes. Rompes adalah salah satu dari belasan jenis seni bela diri asli Betawi. Salah seorang dari tujuh pendekar legenda Betawi bernama Babeh Sa’aman(alm) jadi salah satu tokoh yang menguasai dan mempopulerkan jenis bela diri yang satu ini.

Babeh Sa’aman pernah membuka padepokan bela diri Rompes di Condet. Namun, sepeninggalnya, padepokan tak terurus.

Beberapa murid dibantu perangkat kampung membangun kembali sehingga menjadi Per­guruan Silat Rompes Pecut. Fauzi (44) atau Bang Oji adalah salah satu murid Babeh Sa’aman yang kini mengajar di Perguruan Silat Rompes Pecut.

“Pertama, harus belajar kuda-kuda dan 12 jurus dasar. Kalau itu sudah paham, baru jurus tung­gal atau kembangan. Itu jurus kombinasi dengan jurus dasar. Setelah itu baru jurus masal, ada 71 jurus kombinasi jurus dasar, kembangan sama jurus masal itu sendiri,” ujar Bang Oji.

Inti dari seni bela diri Rompes adalah kecepatan tangan. Kata ‘pecut’ ditambahkan karena ciri khas bela diri Rompes adalah melakukan gerakan sentakan seperti memecut ke wilayah vital korbannya sebelum ia melakukan serangan inti.

Hasil gambar untuk Andilan

Sementara Andilan adalah salah satu tradisi masyarakat Betawi jelang Idul Fitri. Sebagai masyara­kat komunal yang berbasis pada usaha pertanian dan peternakan, tak heran tradisi unik ini sempat hidup cukup lama di masyarakat Betawi.

Andilan adalah tradisi potong kerbau secara bersama-sama untuk kemudian dagingnya dikon­sumsi saat Hari Raya. Orang Betawi tempo dulu punya kebiasaan men­gumpulkan uang atau menabung selama berbulan-bulan untuk membeli kerbau.

Sehari sebelum Idul Fitri, kerbau akan dimandikan sebelum akhirnya disembelih. Setelah itu, setiap keluarga yang ambil bagian akan mendapatkan daging yang sama beratnya untuk diolah men­jadi semur kerbau dan dimakan di Hari Raya.

Namun, tradisi yang sangat baik ini rupanya tak begitu lagi popular. Menghilangnya Andilan secara tidak langsung menggambarkan perubahan cara hidup masyara­kat Betawi yang tadinya komunal menjadi lebih individualistis.

Selain itu, juga menggambar­kan perubahan tata kota. Jakarta yang tadinya berupa kampung dan banyak lahan untuk menggembala serta mencari rumput kini telah dipenuhi gedung-gedung. Akibat­nya, tradisi Andilan pun tergerus seiring perkembangan zaman. hay/R-1

Tempat Menarik untuk Dieksplorasi

Barangkali ada yang mengang­gap bahwa Jakarta hanya me­miliki destinasi wisata yang itu-itu saja. Sebenarnya, masih ada hal-hal menarik yang belum terlalu dieksplorasi di wilayah ibu kota ini. Tempat-tempat ini hanya dikenal dan dikunjungi oleh segelintir orang. Padahal, nilai wisatanya tak kalah menarik.

Bagi Anda yang bosan untuk berkunjung ke berbagai objek wisata mainstream di Jakarta, si­mak beberapa pilihan berikut ini.

Taman Amir Hamzah

Dari Taman Menteng, lokasi Taman Amir Hamzah tidak terlalu jauh. Taman ini memiliki suasana yang teduh dan menyenangkan. Pasalnya, ada pepohonan yang rimbun di dalam kawasan taman. Dengan kehadiran sebuah kolam kecil di tengahnya, Taman Men­teng pun semakin cantik.

Taman ini merupakan salah satu tempat bermain Barack Obama, mantan Presiden Amerika Serikat, pada masa kecilnya. Di sini juga KH Abdurrahman Wahid, mantan Presiden Indonesia, atau lebih dikenal dengan nama Gus Dur, pernah menghabiskan waktu dengan bermain bola. Itulah se­babnya ada patung berupa sosok anak kecil setinggi 1,20 meter di dalam taman.

Taman Tanjung

Selanjutnya, ada pula Taman Tanjung yang berlokasi di Jl. TB Si­matupang, Jakarta Selatan. Taman ini cocok sebagai tempat untuk jogging atau melakukan olahraga ringan. Pada hari biasa, taman Taman Tanjung cenderung sepi dari pengunjung. Padahal, selain jogging track, ada pula wahana permainan untuk anak-anak.

Di setiap sudut taman, ada po­hon-pohon yang tumbuh sehingga membuat suasana di dalam terasa adem dan sejuk. Menariknya, taman ini juga ramah terhadap penyandang disabilitas karena ada jalur khusus yang bisa digunakan. Sebagai salah satu ruang terbuka hijau di Jakarta, taman ini meru­pakan lokasi yang ideal untuk berinteraksi di luar ruangan.

Museum Layang-Layang

Meskipun sudah dibangun cu­kup lama, Museum Layang-Layang tidak terlalu ramai oleh pengun­jung. Di museum yang terletak di Jl. Haji Kamang, Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan ini, ada banyak koleksi layang-layang dari berbagai bentuk. Anda bisa mengajak si kecil untuk menikmati keindahan dan keunikan mainan anak zaman dulu tersebut.

Selain itu, para pengunjung juga dapat membuat, melukis, atau menerbangkan layang-layang di Museum Layang-Layang. Di sisi yang berbeda, anak-anak juga dapat memahami manfaat layang-layang bagi kelompok masyarakat yang lain, di antaranya untuk mengusir burung di sawah, membantu mencari ikan, mem­berikan informasi pernikahan, dan sebagainya.

Rumah Akar

Hasil gambar untuk rumah akar kota tua

Apakah Anda pernah menyam­bangi Rumah Akar yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta? Dari Museum Fatahillah, jarak Rumah Akar dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 7 menit. Meskipun terkesan angker, tempat ini sebenarnya memiliki arsitek­tur bangunan yang megah khas Belanda kuno.

Konon, Rumah Akar dahulu adalah bangunan yang digunakan oleh Belanda sebagai kantor perni­agaan. Ada juga yang mengatakan bahwa gedung ini pernah menjadi gereja dan gudang. Karena kurang terawat, bangunan ini pun ditum­buhi oleh akar pepohonan. Banyak orang menjadikan lokasi Rumah Akar sebagai tempat untuk belajar fotografi karena terlihat unik dan indah.

Nah, inilah beberapa tempat wisata yang masih jarang dikun­jungi di Jakarta. Untuk mengun­jungi tempat-tempat ini, Anda bisa langsung memesan tiket pesawat ke Jakarta dengan menggunakan aplikasi Airy. Sejumlah maskapai menawarkan harga tiket murah, di antaranya tiket Citilink.

Menyenangkan lagi, Anda bisa melakukan refund atau reschedule pada tiket jika mengalami ken­dala dalam perjalanan. Prosesnya terbilang cukup mudah. Seluruh transaksi yang terjadi di Airy dijamin bebas penipuan dan tidak mengecewakan. Jadi, tunggu apa lagi, yuk berlibur ke Jakarta seka­rang. hay/R-1

Tampilkan Semua

Krisdayanti Tampil di Reyog Jazz Ponorogo

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Reyog Jazz Ponorogo 2019 di Telaga Ngebel, Jawa Timur, Sabtu (12/10), menjadi pang­gung perdana Krisdayanti (KD) setelah menjadi anggota DPR RI periode 2019 hingga 2024. Tak seperti penampilan musisi yang lain, KD memulai aksinya di...
Selengkapnya

Superman Is Dead Meriahkan Kuta Beach Festival

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Superman Is Dead (SID) tampil memeriahkan hari kedua gelaran Kuta Beach Festival yang di­adakan di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (12/10) malam. Band punk rock yang beranggotakan Bobby Kool (gitar), Eka Rock (bass), dan Jerinx (drum) itu...
Selengkapnya

"Joker" Masih di Puncak Box Office

Senin 14/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pada akhir pekan ke­dua, "Joker" masih tertawa terbahak-bahak di box office dengan penghasilan sebesar 60 juta dollar Amerika Serikat dan jauh dari ekspektasi awal. Menurut laporan The Hollywood Reporter, Minggu (13/10), film yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Hari Museum Nasional

Senin 14/10/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Solidaritas Papua

Senin 14/10/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

”The Downtown Walk”

Senin 14/10/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Mural Proklamator

Senin 14/10/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

TNI Angkatan Darat Kerahkan Seluruh Prajurit

Senin 14/10/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil pemilih umum (pemilu) serentak 2019, Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin akan digelar pada 20 Oktober 2019. Agar seluruh rangkaian acara pelantikan tersebut berjalan lancar dibutuhkan pengamanan dari Kepolisian dan TNI .

 

Lalu, sejauh mana persiap­an yang dilakukan oleh TNI, khususnya Angkatan Darat (AD), dalam membantu peng­amanan pelaksanaan pelantikan presiden dan wapres tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mem­berikan penjelasannya di Markas Besar TNI AD, Rabu (9/10). Berikut petikannya.

Bagaimana situasi keamanan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden?

Situasinya tadi, itu inventarisasi kami, situasinya ternyata memang hanya beberapa tempat saja (yang butuh perhatian). Beberapa itu lebih kecil dari 30 persen dari seluruh wilayah yang kami undang kecuali Papua. Itu yang secara fak­tual terucap dan tertulis.

Bagaimana TNI AD menyikapi itu?

Khusus untuk konsep operasi akan di­lakukan Panglima TNI. Tapi, paling tidak, bagaimana kita bekerja sama dengan rekan di daerah. Atau jajaran dari Polri, pemerintah dae­rah, itu tadi kita ba­has. Termasuk bagaimana bertindak, apabila kita mendapatkan pesanan atau informasi yang kira-kira kalau di jajaran bawah tidak tahu, mung­kin bisa dianggap benar. Kalau itu dianggap benar itu bisa menimbul­kan reaksi yang tidak diinginkan.

Apa maksud dari 30 persen?

Maksudnya 30 persen itu estimasi. Jadi, setelah diinventarisasi tadi, kita semakin tahu, oke sebenarnya yang difokuskan untuk daerah ini saja. Kita sudah bersama staf umum merencanakan, siapkan di titik yang tidak rawan, untuk menyiapkan pasukan-pasukan, sehingga apabila dibutuhkan, bisa kita gerakan ke titik yang menjadi pusat tadi.

Untuk personel TNI AD yang disiagakan dalam pengamanan pelantikan seperti apa?

Yang jelas, kita mengerahkan semua. Jadi, kita seluruh jajaran walau kita memiliki satuan tempur, biasanya bukan satuan tempur yang dilibatkan, melainkan satuan teritorial. Ini semata-mata untuk kita siap di mana pun itu. Makanya kami inventarisasi.

Berapa jumlahnya?

Kalau jumlah, hampir 100 persen kekuatan Angkatan Darat. Walaupun mereka tidak dijadi­kan stand by force, praktiknya semua fokus ke arah sana. Apakah itu identifikasi, kemudian juga bagaimana berusaha membantu menciptakan kondisi bagus. Semua elemen dikerahkan oleh panglima Kodam.

Bagaimana membangun soliditas TNI AD dengan purna­wirawan, melihat kemarin ada purnawirawan TNI AL yang ter­indikasi ikut bermain dalam aksi di lapangan?

Purnawirawan dan kami ialah kakak-adik. Artinya, kami pernah punya hubungan. Tetapi hubungan itu ke hubungan emosional. Hubungan bersifat pribadi. Karena apa? Mereka sudah berada di luar struktur sudah di luar dinas aktif. Kami dalam bertugas aktif, kami memedomani perintah komando atas. Kalaupun ada purnawirawan yang kita ada hubungan, itu hanya sekadar hubungan emosional. Kalau ada pesanan dan perintah di luar komando, itu tidak bisa dilakukan. Kami sayang purnawirawan, dan kami sangat menghormati, tetapi kami juga punya tugas pokok yang juga diatur komando kami. muhammad umar fadloli/AR-3

Tampilkan Semua

Dukungan Parpol untuk Jokowi-Ma’ruf di DPR Sudah Cukup

Rabu 9/10/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pelantikan Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin akan dilakukan pada 20 Oktober 2019. Setelah itu, Jokowi- KH Ma’ruf akan resmi memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan, 2019–2024. Agar pemerintahan lima tahun kedua berjalan...
Selengkapnya

Perbatasan Harus Mampu Menjadi Pusat Pertumbuhan di Daerah

Selasa 8/10/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Sejak mulai menjabat sebagai Presiden, Joko Widodo (Jokowi) langsung mencanangkan program membangun Indonesia dari pinggiran. Wilayah tapal batas negara atau perbatasan jadi salah satu prioritas Jokowi untuk dibangun.   Mantan Wali...
Selengkapnya

Spekulan Tanah Tidak Akan Berani Bermain di Kawasan Ibu Kota Baru

Sabtu 5/10/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) sudah diputuskan ke Kalimantan Timur. Proses pembangunan fisik kantor pemerintahan mulai tahun depan disiapkan. Begitu juga prasarana berbagai kebutuhan mendasar mulai air, listrik, gas, dan transportasi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

La Nyalla Mahmud Mattalitti : DPD Akan Buat Aneka Terobosan Kr

Sabtu 12/10/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
La Nyalla Mahmud Mattalitti resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019–2024. Mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ini menang dalam pemilihan lewat voting dengan perolehan 47 suara.

La Nyalla mengungguli Nono Sampono dengan 40 suara, Mahyudin 28 suara, dan Sultan Baktiar Najamudin 18 suara. Sementara satu suara abstain. Catatan dari Sekretariat Jenderal DPD sendiri, anggota DPD yang menggunakan hak suara sebanyak 134 orang.

Setelah terpilih menjadi ketua, La Nyalla Mattalitti didampingi Wakil Ketua DPD, Nono Sampono, Mahyudin, dan Sultan B Najamuddin, memimpin pemilihan Pimpinan Alat Kelengkapan DPD periode 2019–2020. Pemilihan Pimpinan Alat Kelengkapan tersebut berlangsung melalui mekanisme musyawarah dan mufakat.

Untuk mengetahui apa yang akan dilakukan oleh jajaran pimpinan DPD ke depan, wartawan Koran Jakarta, Muhammad Umar Fadloli, berhasil mewawancarai Ketua DPD, La Nyalla Mahmud Mattalitti, di Gedung DPD, Kompleks Parlemen, Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa yang akan Anda lakukan dalam memimpin DPD ke depan?

Saya ingin memastikan DPD dapat menjalin hubungan yang harmonis dan komunikatif, dengan semua lembaga negara, termasuk dengan Presiden dan semua kepala daerah di Indonesia. Ini penting bagi DPD, karena untuk memastikan pembangunan di daerah atau kepentingan daerah dapat terakomodasi dengan optimal.

Apalagi Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan konsep pembangunan Indonesia sentris. Artinya, dari Sabang sampai Merauke menjadi prioritas, bukan hanya di Pulau Jawa saja. Dengan hubungan yang harmonis dan komunikatif, percepatan pembangunan harus bisa terlaksana.

Fokus apa yang akan dilakukan di awal kepemimpinan Anda?

Begini, DPD dari sisi konstitusi memang masih memiliki kekurangan. Artinya, ruang peran dan fungsinya masih terbatas. Tetapi Mahkamah Konstitusi telah memberi ruang dengan memberi tafsir yang lebih kuat dari kalimat yang tertulis di dalam UUD kita.

Nah, fokus awal kepemimpinan saya adalah melakukan terobosan-terobosan kreatif dan positif. Untuk memperbanyak ruang aksi bagi seluruh anggota DPD untuk bekerja demi daerah yang mereka wakili. Sehingga kembali ke spirit lahirnya DPD yaitu untuk memastikan keputusan di tingkat nasional, memberi manfaat sebesar-besarnya untuk daerah. Karena wajah Indonesia secara utuh itu bukan Jakarta atau Jawa, tetapi 34 provinsi itulah wajah Indonesia.

Bagaimana cara Anda menyolidkan seluruh anggota agar tugas di DPD berjalan lancar?

Pertama, pola kepemimpinan sangat penting. Saya menawarkan konsep kepemimpinan kolektif kolegial. Saya ingin semua anggota DPD adalah pemimpin karena sejatinya para anggota DPD ini adalah tokoh di daerah masing-masing.

Tidak ada siapa dipimpin siapa, tapi kita pimpin bersama. Kita bawa DPD ini secara bersama, menjadi DPD yang lebih kuat dan bermartabat, yang benar-benar berperan dalam memberi manfaat bagi daerah kita masing-masing.

Kedua, saya dan unsur pimpinan hanya pemandu arah dan penjaga marwah lembaga saja. Saya memilih mendelegasikan sebanyak mungkin tugas-tugas senator kepada anggota. Dengan begitu, otomatis anggota dituntut aktif. Tidak bisa santai-santai lagi.

Bagaimana upaya Anda meningkatkan kedisiplinan anggota untuk hadir dalam rapat-rapat?

Itu ada di domain Badan Kehormatan (BK) DPD. Ada sanksi dan mekanisme di dalam BK terkait dengan keaktifan anggota. Pimpinan tidak akan intervensi.

Lalu, apa yang akan Anda lakukan agar Anggota DPD lebih giat lagi dalam bertugas?

Saya memiliki skala prioritas program jangka pendek menyangkut kepentingan anggota DPD yang akan saya perjuangkan.

Apa saja skala prioritas tersebut?

Sejak DPD berdiri hingga saat ini, hanya ada empat kantor DPD di daerah, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Karenanya, kita akan menambah kantor DPD di daerah lain. Hal ini harus kita teruskan. Saya sudah berkoordinasi dengan para gubernur. Itu sudah disiapkan tanahnya. Kalau saya dipercaya, kita harus lanjutkan lagi. Itu prioritas pertama.

Kedua, banyak anggota DPD dari daerah yang tidak memiliki rumah di Jakarta. Hal ini berbeda dengan anggota DPR yang selama ini disediakan rumah dinas. Untuk itu, saya akan bicara dengan Menteri Keuangan agar ada skema bantuan bagi anggota DPD.

Prioritas selanjutnya apa?

Ketiga, akan menghidupkan kembali kaukus perempuan yang pernah ada. Keempat, kunjungan kerja anggota DPD ke luar negeri harus dibiayai secara lumpsum atau pembayaran langsung sekaligus, bukan at cost atau dibayar sesuai dengan kebutuhan. Anggota DPD yang bertugas harus mendapat fasilitas untuk bisa membawa staf seperti anggota DPR.

Kelima, dukungan tenaga ahli bagi setiap anggota DPD. Saat ini hanya tiga orang staf, padahal dapil DPD adalah provinsi. Untuk itu, ke depan, tujuh atau minimal lima orang staf.

Terkait mekanisme pemilihan Alat Kelengkapan Dewan yang sudah digelar kemarin seperti apa?

Semua pimpinan dipilih terlebih dahulu dari subwilayah masing-masing, yaitu Barat I, Barat 2, Timur 1, dan Timur 2. Setelah itu, baru kemudian akan dilakukan pemilihan ketua dan wakil ketua di masing-masing alat kelengkapan utama Komite dan non-Komite. Sebagian besar pimpinan alat kelengkapan yang dipilih melalui mekanisme musyawarah dan mufakat.

Apa yang Anda harapkan dari para pimpinan Alat Kelengkapan Dewan yang terpilih?

Saya harap yang terpilih terus bekerja secara kolektif kolegial dalam memperjuangkan kerja konstitusional DPD dan mengawal untuk kepentingan daerah. Saat ini banyak pimpinan alat kelengkapan yang terpilih dari kalangan muda.

Saya harap mudah-mudahan ini bisa jadi penerus kami-kami yang senior. Alat Kelengkapan yang ada dapat lebih optimal dalam melaksanakan tugas konstitusional sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menjalankan amanah yang diemban.

Lebih khusus untuk seluruh anggota DPD, apa harapan Anda?

Kami berharap keanggotaan DPD periode 2019–2024 ini dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat dan daerah. Hal itu mengingat kehadiran DPD merupakan wujud keberpihakan kepada daerah.

Apa yang akan dilakukan DPD ke depan dalam rangka untuk kemajuan wilayah atau desa?

Begini, provinsi yang baik karena didukung kabupaten/kota yang baik. Kabupaten/kota yang baik karena kecamatannya bekerja dengan baik. Kecamatan yang baik karena desa atau kelurahan yang baik. Nah, Indonesia bisa lebih baik, salah satunya, apabila 34 provinsi itu berkinerja baik.
Di sini peran penting DPD untuk memastikan daerah mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan perlukan. Anggota DPD menyerap informasi, menyampaikan, memperjuangkan, dan mengawal ke daerah sekaligus mengawasi implementasinya.

Apa yang akan Anda lakukan dalam rangka terus menjalin komunikasi dengan para pemimpin tinggi negara, seperti DPR, MPR, dan Presiden?

Bisa formal, bisa informal. Yang penting komunikatif. Karena tidak jarang persoalan itu ada karena kebuntuan komunikasi saja. Kalau perlu, saya yang memulai komunikasi. Tidak harus menunggu atau saling tunggu.

Apakah dalam waktu dekat akan ada rapat dengan pimpinan terpilih DPR dan MPR?


Seharusnya ada. Mungkin setelah semua selesai menyusun alat kelengkapan masing-masing. Kalau perlu inisiasi pertemuan diusulkan DPD. Bisa saja.

DPD memiliki fungsi untuk ikut pembahasan dan memberikan pertimbangan yang berkaitan dengan bidang legislasi tertentu, apa nanti yang akan diusulkan DPD?

Untuk domain membahas RUU, tentu semua yang berkaitan dengan daerah, sedangkan untuk domain memberi pertimbangan, terkait dengan RAPBN, pajak, pendidikan, dan agama. Di UU MD3, dikatakan, pertimbangan DPD wajib ditindaklanjuti dalam pembahasan antara DPR dan Presiden.

Legislasi apa saja yang nanti disusulkan DPD?

Nanti dibahas dulu di DPD sebelum kami sampaikan dalam daftar Prolegnas.

Bagaimana tanggapan keluarga atas terpilihnya Anda sebagai ketua DPD?

Tentu berharap bisa konsisten dengan apa yang sudah saya sampaikan dalam ikhtiar ketika maju sebagai calon ketua DPD.

Apakah ada pesan khusus dari keluarga atas amanah yang telah diberikan ini?

Tentu agar saya amanah terhadap sumpah dan janji saat dilantik.

Bagaimana cara Anda untuk mengatur waktu dalam menjalankan tugas dan berinteraksi dengan keluarga?

Alhamdulillah tidak ada masalah. Selama ini saya sudah terbiasa aktif di beberapa organisasi dan tidak ada masalah membagi waktu.

Nama Anda muncul kembali untuk bursa ketua umum PSSI, bagaimana tanggapannya?
Ada banyak anggota yang meminta saya kembali membenahi PSSI.

Apa hobi yang paling Anda senangi?

Silaturahmi dan kumpul bersama sahabat, makan bersama. Itu sudah nikmat.

N-3

Tampilkan Semua

Produk Kertas Penyerap Noda Lemak

Sabtu 12/10/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Banyak tebaran kertas di muka bumi. Ada yang digunakan untuk keperluan sekolah dan pekerjaan, ada juga untuk keperluan bungkus. Kertas juga difungsikan sebagai pembersih atau tisu. Khusus kertas tisu, ternyata ada beberapa kelebihan...
Selengkapnya

Material Lilin untuk Baju Tahan Air

Sabtu 12/10/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Lapisan partikel lilin anti air juga cocok untuk memperoleh nuansa alami tekstil. Ada kekhawatiran yang berkembang atas dampak lingkungan dari produksi tekstil dan banyak produk tahan air di pasaran yang umumnya dibuat dengan bahan kimia...
Selengkapnya

Menikmati Keindahan Pantai Pandawa

Sabtu 12/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Potensi wisata bahari Indonesia telah dikenal di kalangan wisatawan dalam dan luar negeri. Dengan garis pantai 99.093 kilometer, terpanjang nomor dua di dunia, dan jumlah pulau mencapai 17.504 buah, memberi pilihan destinasi wisata tanpa...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta