Koran Jakarta | July 18 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

PLTSa Atasi Masalah Energi dan Lingkungan

Kamis 18/7/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Jika pemerimtah ingin mempercepat pembangunan PLTSa, maka semua sektor harus bergerak mendukungnya. Jika pemerimtah ingin mempercepat pembangunan PLTSa, maka semua sektor harus bergerak mendukungnya.   JAKARTA – Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Dugaan Penerimaan Gratifikasi

Kamis 18/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Menjaga Kekayaan Intelektual

Kamis 18/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Dialog Kenegaraan

Kamis 18/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Usia Dini

Kamis 18/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
PROBOLINGGO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanamkan nilai antikorupsi sejak dini kepada ratusan siswa taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) se-Kota Probolinggo. Hal ini dilakukan agar semangat antikoru­psi dapat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Menjaga Kekayaan Intelektual

Kamis 18/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Dialog Kenegaraan

Kamis 18/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Pemerintah Gelar Festival Gapura Cinta Negeri

Kamis 18/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pemerintah akan menggelar Festival Gapura Cinta Negeri. Festival ini digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019. “Dalam rangka memperingati HUT ke-74...
Selengkapnya

1.227 Lembaga Sudah Mengakses Data Kependudukan

Kamis 18/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Data kependudukan yang sekarang banyak dimanfaatkan oleh banyak lembaga mulai dibangun dari tahun 2013. Data kependudukan yang ada sekarang adalah data generasi kedua. JAKARTA – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

Arnault Geser Gates sebagai Orang Terkaya Nomor 2 Dunia

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK – Pendiri sekaligus kepala perusahaan multi­nasional Amerika Serikat (AS), Microsoft, Bill Gates, saat ini tak lagi jadi orang terkaya nomor dua di dunia dalam daftar Bloomberg Billionaires Index, dan saat ini orang terkaya no­mor dua di dunia ditempati oleh milyuner asal Prancis, Ber­nard Arnault.

“Arnault, CEO perusahaan pembuat barang-barang me­wah LVMH, telah menyalip Gates dalam Bloomberg Billion­aires Index pada Selasa (16/7). Ini merupakan pertama kali­nya Gates keluar dari urutan dua teratas sejak daftar ini dibuat 7 tahun lalu,” demikian dilaporkan kantor berita CNN.

Adapun urutan teratas dari daftar orang terkaya di dunia masih dipegang CEO Amazon, Jeff Bezos, dengan kekayaan senilai 125 miliar dollar AS. Nilai kekayaan Arnault sendiri sebanyak 108 miliar dollar AS, sementara kekayaan Gates saat ini bernilai 107 miliar dollar AS.

Menurut Bloomberg, Gates sebenarnya masih berada dalam urutan puncak Bloomberg Billionaires Index jika saja ia tak gemar mendermakan kekayaannya. Gates di­ketahui menghibahkan sebagian kekayaannya senilai 35 miliar dollar AS untuk yayasannya, Bill & Melinda Gates Foundation.  CNN/I-1

Tampilkan Semua

Mark Sanford Pertimbangkan untuk Ikut Bursa Pilpres AS 2020

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
WASHINGTON DC – Politisi Partai Republik yang juga mantan Gubernur South Carolina, Mark Sanford, pada Sela­sa (16/7) menyatakan dirinya sedang mempertimbangkan untuk menantang Donald Trump untuk jadi kandidat Pre­siden...
Selengkapnya

AS Cekal Panglima AB Myanmar

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS) pada Selasa (16/7) mengumumkan larangan kunjungan panglima Ang­katan Bersenjata Myanmar dan 3 petinggi militer lainnya karena alasan keterlibatan mereka dalam pembersihan et­nis...
Selengkapnya

AS Ingin Lanjutkan Dialog dengan Korut

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
WASHINGTON DC - Ame­rika Serikat (AS) pada Selasa (16/7) menegaskan bahwa pi­haknya berharap tetap meng­adakan pembicaraan denuk­lirisasi dengan Korea Utara (Korut). Sebelumnya Kor­ut mengancam bahwa mere­ka dapat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Tinjau Proyek

Kamis 18/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Proteksi Dwiguna

Kamis 18/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Bank BUMN Bukukan Laba Bersih Rp13,5 Triliun

Kamis 18/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih 13,5 triliun rupiah pada kuartal II atau semester I tahun ini. Laba tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 11,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Direktur...
Selengkapnya

Emiten Properti Himpun Dana “Rights Issue” Rp11,2 Triliun

Kamis 18/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa investor global, antara lain George Raymond Zage III, Chow Tai Fook Nominee Limited, Gateway Partners, turut berpartisipasi dalam rights issue yang dilakukan LPKR. JAKARTA – Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam (SDA). Paradigma lama, transmigrasi hanyalah proses memindah kepadatan penduduk.

Saat ini diarahkan untuk mencapai kesejahteraan, kemandirian, integrasi transmigran dengan penduduk sekitar, dan kelestarian fungsi lingkungan secara berkelanjutan dengan adaptasi pada percepatan teknologi digital 4.0. Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat memiliki Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Jaya di Kecama­tan Rasau Raya.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) dalam mengembangkan Kawasan Terpadu Mandiri di Kecamatan Rasau Raya, war­tawan Koran Jakarta, Eko Sugiarto Putro, berkesempatan mewawancarai Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, di Yogyakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana program transmigrasi dikembangkan di Kubu Raya?

Kubu Raya memiliki po­tensi pertanian yang produktif dengan kontribusi ke Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten sebesar 12,38 persen di bawah industri pengolahan yang sebesar 31,66 persen. Sejak era 1970-an sudah ada beberapa desa di sejumlah kecamatan yang di­jadikan area transmigrasi dan berhasil. Nah, Kawasan Ter­padu Mandiri Rasau Jaya ini kemudian menjadi kawasan transmigrasi percontohan.

Seluas apa Kawasan Ter­padu Mandiri Rasau Jaya?

Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Jaya berdasar Perda RTRW 2016–2035 terdiri dari Kecamatan Rasau Jaya, Kubu, Sungai Raya, dan Teluk. Total empat kecamatan dengan 48 desa. Luas kawasan ini 710 hektare dengan pusat kawasan terpadu mandiri berada di Desa Rasau Jaya 1. Sedangkan jumlah desa utama ada em­pat, yakni Desa Sungai Deras, Desa Kampung Baru, Desa Kubu, dan Desa Bintang Mas. Tingkat perkem­bangan desanya dinyatakan sebagai mandiri menengah pada tahun 2016.

Kelengkapan sarana prasa­rana di Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Raya, apa saja?

Sudah cukup lengkap. Di sana ada rumah pintar, pasar tradisional Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Raya, pusat bisnis Rasau Raya, Masjid Islamic Centre, Islamic Centre, dermaga penyeberangan, gedung ruang tunggu penye­berangan, dan untuk mendu­kung industri pertanian ada rice milling plant yang cukup respresentatif.

Apa rencana Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Jaya ke depan?

Keberadaan Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Jaya ini menjadi best practice bagi Pemkab Kubu Raya dalam membangun dan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi kawasan terisolir. Pemkab Kubu Raya akan menjadikan program trans­migrasi sebagai upaya yang solutif. Di era milenial ini, infrastruktur digital sangat membantu masyarakat di semua sektor, khususnya perekoniman. Maka ke depan kami ingin terus mengem­bangkan dengan arah kebi­jakan yang telah disiapkan.

Apa saja kebijakannya?

Misalnya spasial plan­ning for spasial decision yang berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan men­jadikan Perda RTRW sebagai satu-satunya pedoman per­encanaan wilayah, one map policy, untuk menghindari tumpang tindih pemanfaatan lahan. Kami punya kebijakan pencadangan tanah untuk area permukiman transmi­grasi. Lalu, perencanaan dan penganggaran dengan sistem berbasis IT serta penguatan aparatur pemerintah dengan penguatan IT.

Secara makro, bagaimana sebenarnya relasi Kabu­paten Kubu Raya dan Kota Pontianak sebagai Ibu Kota Provinsi Kalbar?

Secara geografis, Kabupaten Kubu Raya memiliki posisi yang sangat strategis, yakni sebagai hinterland bagi Kota Pontianak. Kota Pontianak ini ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN), yaitu Kawasan Pontianak Met­ropolitan Area (PMA) pada RTRW Na­sional tahun 2008–2028.

Kondisi tersebut mem­berikan manfaat bagi per­kembangan perekonomian Kabupaten Kubu Raya, teru­tama sektor perdagangan dan jasa, seperti hotel, restoran, dan properti. Kubu Raya juga merupakan pintu gerbang Pro­vinsi Kalbar karena terdapat Bandara Internasional Supa­dio Kubu Raya, Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Ambawang, dan Pelabuhan Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Jaya.

Selain itu, terdapat pula fasilitas strategis nasional lain, seperti pangkalan TNI AU dan markas Kodam Tanjung­pura XII. Kehadiran semua itu menunjang stabilitas keaman­an di Kabupaten Kubu Raya khususnya dan Kalimantan Barat secara umum.

Bisa diceritakan bagaima­na pertumbuhan ekonomi selama ini?

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kubu Raya pada 2017 sebesar 5,17 persen le­bih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebe­sar 5,07 persen. Di Kalbar kami tertinggi kedua setelah Kabu­paten Ketapang yang memiliki pertumbuhan 7,21 persen. Untuk ekonomi Kalbar tahun 2017, Kubu Raya menyumbang pertumbuhan 0,79 persen.

Setelah Rasau Jaya, wilayah manalagi yang direncanakan menjadi dae­rah transmigrasi?

Tahun 2019 ini target kami adalah menyusun Rencana Kawasan Transmigrasi Keca­matan Terentang.

N-3

Tampilkan Semua

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Cegah Sampah dari Rumah Masuk ke Sungai Citarum

Senin 1/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat (Jabar) yang mengaliri area irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hek­tare. Citarum mengaliri 12 wi­layah administrasi kabupaten/kota dan merupakan sumber air untuk kebutuhan...
Selengkapnya

Kopi Gayo untuk Sejahterakan Rakyat Bener Meriah

Senin 24/6/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sebagai kabupaten yang masih relatif muda, baru berusia 15 tahun pada tahun ini, Kabu­paten Bener Meriah, Provinsi Aceh terus berbenah untuk mengoptimalkan potensi daer­ahnya. Dengan visi kabupaten yang islami, harmoni, maju, dan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Penandatanganan Kerja Sama

Senin 15/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Belasan Ribu Pengembang Sudah Teregistrasi

Senin 15/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Jumlah pengembang perumahan yang terdaftar di aplikasi Sistem Registrasi Pengembang atau Sireng sejak diluncurkan awal 2018 hingga Juli 2019 mencapai 11.789 pengembang. Aplikasi Sireng merupakan bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan...
Selengkapnya

Problem Lahan di Ibukota Baru

Senin 15/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pelaku usaha properti yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) siap turut serta membangun properti di...
Selengkapnya

Tarik Ulur Regulasi Pertanahan

Senin 15/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pengusaha properti yang tergabung dalam Realestate Indonesia (REI) berharap RUU Pokok Agraria dapat segera disahkan untuk memberikan kepastian hukum kepada pengusaha properti. Masalah regulasi pertanahan masih menjadi salah satu problem...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Selular Award 2019

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Tren 2019, TV Berfitur Kecerdasan Buatan

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabar gembira datang dari penyedia solusi system on chip (SoC), MediaTek. Vendor ini mengumumkan telah meluncurkan S900, sebuah SoC televisi cerdas terbaru yang mendukung resolusi 8K dan komputasi edge AI (artificial...
Selengkapnya

Ponsel Tiongkok Usung “Game” Multi-Turbo

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Vivo Indonesia menghadirkan ponsel seri tebaru Vivo S1 untuk segmen anak muda. Ponsel ini diasumsikan selalu tampil mengikuti perkembangan jaman. Ponsel ini menawarkan desain menanarik yang gaya mewakili anak muda sebagai target...
Selengkapnya

Teknologi Jaringan 5G Melesat

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
5G yang menawarkan kunggulan pada latensi yang rendah, di beberapa negara maju mengalami perkembangan yang pesat. Jaringan komunikasi nirkabel 5G yang memiliki keunggulan pada jeda pengiriman data hingga mencapai 1 milidetik (ms), terus...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Motor Enduro Italia Dibanderol Rp650 Juta

Rabu 17/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

PT Piaggio Indonesia menampilkan seri terbaru dari Moto Guzzi, Moto Guzzi V85TT, untuk pertama kalinya di Indonesia. Piaggio Group sendiri telah meluncurkan Moto Guzzi V85TT untuk wilayah Asia Pasifik, pada bulan Mei lalu.

Melalui pameran kali ini, PT Piaggio Indonesia mengambil kesempatan untuk menyapa para pencinta dan penggemar Moto Guzzi di Indonesia dengan menghadirkan secara resmi Moto Guzzi V85TT.

Motor ini menawarkan fitur premium dan berbagai pilihan aksesori untuk memuaskan setiap pengendara, dalam perjalanan sehari-hari di segala jenis medan, off-road maupun untuk touring.

“Bulan Mei lalu, Piaggio Group telah meluncurkan Moto Guzzi V85TT untuk wilayah Asia Pasifik di Thailand. Kini, kami sangat antusias menyambut Moto Guzzi V85TT yang resmi hadir dan dapat segera menyapa para pecinta dan penggemar Moto Guzzi di Indonesia,” kata PR & Communications Manager PT Piaggio Indonesia, Robby Gozal, di Jakarta.

Motor jenis travel enduro klasik ini didedikasikan bagi mereka yang menginginkan kendaraan roda dua serbaguna yang memiliki keunikan khas Italia, serta mendukung semangat bertualang pada pengalaman berkendara sehari-hari mereka di berbagai kondisi jalan.

V85TT memadukan gaya klasik dunia off-road dengan elemen teknologi canggih seperti cluster instrumen digital dan pencahayaan LED. Selain itu Daytime running lamp (DRL) di lampu depan dihiasi dengan siluet dari lambang Moto Guzzi yang ikonik.

Moto Guzzi V85TT juga dilengkapi dengan plexiglass windshield dan sepasang handguard yang menjadikannya kendaraan roda dua yang cocok untuk segala musim, siap untuk memulai petualangan kapan pun dan dimana pun.

Moto ini ditawarkan dengan harga 650 juta rupiah (on-the-road Jakarta) yang dilengkapi dengan program penawaran eksklusif cicilan 0 persen. PT Piaggio Indonesia menghadirkan Moto Guzzi V85TT ke Mall-to-mall exhibition yang mengadaptasi konsep Motoplex.

Pada iven Mall-to-mall exhibition di Kota Kasablanka Jakarta a 9 Juli hingga 14 Juli 2019, Moto Guzzi menghadirkan empat brand premium Italia guna memberikan pengalaman produk yang lengkap bagi pelanggan setia dan pengunjung mall, mencakup; keunggulan produk, jaringan diler, servis dan suku cadang, juga aksesoris. hay/E-6

Tampilkan Semua

Menanti Mobil Baru di GIIAS 2019

Rabu 17/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mobil-mobil konsep bisa menjadi gambaran tentang kendaraan yang akan diluncurkan ke pasar di masa depan. Ajang GIIAS 2019 akan kembali bakal memanjakan pecinta otomotif nasional. Pada iven ini akan hadir mobil baru, mobil konsep, dan...
Selengkapnya

Edisi Terbatas Bonneville T120

Rabu 10/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Triumph Motorcycle melalui distributornya di Indonesia, PT GAS Triumph Motorcycle, memasarkan dua unit Bonneville edisi terbatas yakni Bonneville T120 Ace Cafe dan Bonneville T120 diamond. Kedua motor edisi khusus ini dijual pada harga...
Selengkapnya

Vega Force Tampil Sporti

Rabu 10/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Di jaman motor matik, motor jenis under bone atau bebek ternyata masih diminati oleh sebagian konsumen. Tidak heran kemudian pabrikan masih tetap memproduksi motor bebek kerena memang pasarnya masih ada. Bagi pecinta motot bebek, Yamaha...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

150 Pedayung Ikuti Belitong Geopark Internasional

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - 150 atlet da­yung dan kayak dari tujuh ne­gara siap bertempur di ajang BPJS Ketenagakerjaan Belitong Geopark Internasional Stand Up Paddle & Kayak Marathon 2019 di Belitung, Bangka Beli­tung, 2 - 4 Agustus mendatang.

Kegiatan tersebut melanjut­kan serangkaian acara promosi kegiatan Pra Event di Sungai Cikaniki Bogor, Pantai Karan­gantu Banten, Pulau Seribu Lombok, Waduk Jatiluhur, dan Bali. Hingga pertengahan pe­kan ini sebanyak 150 peserta asing dan dalam negeri dipas­tikam akan ambil bagian. Pe­serta asing berasal dari Malay­sia, Singapura, Selandia Baru, Australia, dan Amerika.

Berbeda dengan praevent sebelumnya yang hanya meru­pakan eksibisi, acara interna­sional marathon akan melom­bakan empat kategori, yakni stand up paddle marathon and race, kayak marathon, dan tra­ditional canoe race.

Komite Pelaksana sekali­gus Fouder SUP.ID Heriyanto me mengakui dayung berdiri (stand up paddle) dan kayak di Indonesia masih menjadi bagian dari olahraga rekreasi dan bukan menjadi bidang olahraga prestasi. Hal ini pun menyebabkan olahraga satu ini masih dalam naungan ko­munitas bukan dari Persatuan Olahraga Dayung Seluruh In­donesia (PODSI).

“Stand up paddle dan Sea Kayak belum punya regulasi maka dari itu kami masih ber­kutat dalam olahraga rekreasi. Masih komunitas yang men­gadakan, dan PODSI akan berada disana untuk melihat bahwa kedua olahraga ini bisa menjadi olahraga prestasi. At­let yang berpotensi juga sudah bermunculan,” ujarnya di Ja­karta, Rabu (17/7).

Heriyanto menganggap dengan adanya ajang ini, POD­SI mungkin dapat mempertim­bangkan agar olahraga ini bisa dimasukkan kedalam cabang olahraga prestasi. ben/S-2

Tampilkan Semua

Menpora Harapkan Indonesia Juara Umum ASG 2019

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SEMARANG - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menekankan kepada atlet Indonesia untuk memaksimalkan momentum tuan rumah menjadi juara umum pada kejuaraan ASEAN Schools Games (ASG) 2019 di Sema­rang, Jawa Tengah,18-24...
Selengkapnya

Pacquiao Bantah Lawan Khan di Arab Saudi

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
MANILA - Manny Pacquiao tidak menan­datangani kontrak melawan Amir Khan di Arab Saudi tahun ini kendati ada pengakuan telah dicapai kesepakatan untuk tarung tinju terse­but, kata humas petinju asal Filipina tersebut. Khan yang...
Selengkapnya

Rudy Hadapi Theodorus Ginting di One Pride Pro

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
 JAKARTA - One Pride Pro Never Quit, Pro­motor MMA (Mixed Martial Art) terbesar di Indonesia dengan lebih dari 200 laga per ta­hun dengan 300 petarung yang berasal dari lebih 50 klub di 34 provinsi di Indonesia, kem­bali...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Islam Moderat dan Isu-isu Demokratisasi

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Islam Moderat dan Isu-isu Kontemporer
Penulis : Ayang Utriza, DEA., Ph.D
Penerbit : Kencana, 2016, Divisi dari Prenadamediamedia Group
Cetakan : ke-1, Oktober 2016
Tebal : xiv + 252 hlm
ISBN : 978-602-422-052-5

Ayang Utriza Yakin, DEA., Ph.D, lulusan S3 (doktoral) bidang Sejarah, Filologi, dan Hukum Islam pada tahun 2013 dari Ecole des Hautes en Sciences Sociales, Paris, Prancis, banyak menulis artikel di media.

Sebagian pembacanya menuduh fundamentalis atau liberal. Ayang sendiri memilih jalan tengah dalam melihat persoalan-persoalan keislam­an kontemporer, moderat. Buku Islam Moderat dan Isu-isu Kontemporer me­rupakan kumpulan artikelnya berisi tema-tema demokrasi, pluralisme, kebebasan beragama, nonmuslim, po­ligami, dan Jihad.

Demokrasi dalam konteks Piagam Madinah: Arkeologi Demokrasi dalam Islam dimuat dalam bab 1. Nilai-nilai demokrasi seperti persamaan di de­pan hukum, kebebasan beragama, hak asasi manusia, dan musyawarah dapat ditelusuri dalam sejarah keislaman, khususnya dalam piagam Madinah (hal 23).

Buku ini juga mengangkat tema HAM, demokrasi, dan peran masya­rakat madani Indonesia. Demokrasi adalah pemerintahan di tangan rakyat. Indonesia berbentuk negara republik yang demokratis, namun baru pada ta­hun 1998 memasuki pentas demokrasi sesungguhnya.

Untuk mewujudkan Indonesia yang demokratis, menghargai HAM, telah ada keterlibatan LSM, pers, dan orga­nisasi keagamaan. Demokratisasi ada­lah jalan terbaik untuk memelihara, melestarikan, dan mengukuhkan aset nasional, seperti stabilitas, keamanan, persatuan, atau kesatuan (hal 49), bu­kan sistem yang lain.

Dalam sejarahnya, Islam memben­tuk dan menyakralkan pluralisme (ke­majemukan). Pluralisme bukan rin­tangan, tapi potensi. Rakyat dituntut mampu melestarikan nilai berharga itu di masa depan (hal 103).

Islam memberi kebebasan sepe­nuhnya dalam beragama. Pandangan tentang kebebasan beragama dan kebebasan berpikir kritis atas teks agama ini menimbulkan kontroversi dan ancaman murtad dalam masyara­kat Islam, tidak kebenaran tunggal dan pasti. Allah adalah akhir dari sebuah kebenaran (hal 105–120).

Dalam wilayah Islam, status hu­kum nonmuslim dalam kitab-kitab fikih berada pada posisi terbatas, tidak sama di depan hukum, atau diskriminatif. Hal ini terjadi karena status dzimmi (berdasarkan perjanjian di daerah Islam) yang disandang non­muslim dan status tersebut bernuansa politis. Para fakih klasik sudah apriori terhadap nonmuslim sebelum pem­buktian lebih dulu. Penilaian seperti itu tergesa-gesa dan mengada-ada.

Poligami termasuk tema yang banyak diperdebatkan masyarakat. Pada masa Nabi, poligami dibolehkan untuk menolak kemadaratan anak yatim piatu yang dinikahi, lalu diambil hartanya oleh suami mereka. “Ka­rena keburukan yang ditimbulkannya lebih besar dari kebaikannya, maka poligami sudah seharusnya dilarang” (hal 171)

Masih terkait poligami, pada bab 7 dengan judul Tafsir dan Sejarah Ayat Poligami dan Praktik Poligami Rasulullah SAW (hal 173–201) disim­pulkan, berdasarkan sumber-sumber utama sejarah Islam, ternyata poli­gami hak khusus Nabi Muhammad Saw (beristri 24). Umat Islam tidak boleh mengikutinya.

Terkait isu jihad dijelaskan sebagai perjuangan awal kemunculan Islam untuk penyebaran dan kekuasaan Is­lam. Namun, jihad kerap kali disalah­gunakan ketika diri atau kelompoknya tidak mendapat kekuasaan. “Siapa pun yang mengatasnamakan Islam dan mengaku berjihad, tetapi mem­bunuh mereka yang tidak bersalah, maka mereka bukanlah muslim. Me­reka hanyalah pembunuh dan teroris (hal 244).

Secara umum, buku Islam Moderat dan Isu-isu Kontemporer dapat dika­takan mengarah pada sebuah gagasan untuk mengarusutamakan moderasi beragama. Hakikat agama adalah me­manusiakan manusia, membawa misi damai dan keselamatan, kemudian mengakui dan menghargai kemaje­mukan masyarakat. Diresensi Pormadi Simbolon, Mahasiswa Pascasarjana STF Dri­yarkara Jakarta

Tampilkan Semua

Kasus Novel dari Tim ke Tim

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, pada 11 April 2017 diserang dua orang tak dikenal usai salat subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kedua orang yang berboncengan sepeda motor...
Selengkapnya

Terobosan Turunkan Tarif Listrik

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
oleh david firnando silalahi, st, meng Semua tentu berharap se­lalu tersedia listrik yang memang telah se­demikian vital dalam kehidupan modern. Hampir seluruh aktivitas menggunakan listrik, meski ha­rus membayar mahal....
Selengkapnya

Kisah Putri Gayatri Kunci Sejarah Majapahit

Rabu 17/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Putri RajapatniPenulis : Putu FelisiaPenerbit : LokamediaCetakan : Pertama, Juni 2019ISBN : 978-602-5509-52-0 Bila dulu kita berpikir bahwa belajar sejarah itu membo­sankan, mungkin benar. Namun sekarang, belajar sejarah...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Kecantikan untuk Menyenangkan Suami

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Presenter Fenita Arie menyebut kecantikan kulit wajah menjadi aset penting untuk menyenangkan hati suami.

"Apalagi ketika sedang men­jadi seorang istri, seorang Ibu, pastinya kita ingin dilihat sama suami bahwa istrinya cantik terus," imbuh dia.

Istri presenter Arie Untung itu menyebut dirinya kini sangat mengutamakan label halal, terutama pada produk perawatan wajahnya semen­jak berhijab.

"Saya semenjak berhijab menganggap, sepertinya label halal itu sangat penting sekali," ujar Fenita di Jakarta.

Fenita menyebut, dirinya sering menggunakan riasan untuk menutupi noda hitam tanda penuaan di wajahnya, terutama menimpa bedak di wajah untuk memperbaiki riasan.

Seiring bertambahnya usia, Fenita menyadari tanda-tanda penuaan kulit tidak dapat ditu­tupi dengan riasan saja, namun harus dijaga dengan rajin me­rawat kulit wajah sejak dini

"Saya sempat dengar bahwa di usia 25 tahun regenerasi kulit melambat, merasa be­lum butuh produk anti aging. Jangan sampai waktu timbul kerutan, baru kelabakan deh!" pungkas dia. Ant/S-1

Tampilkan Semua

Daur Ulang Limbah Elektronik yang Bersih dan Efektif

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Daur ulang limbah elektro­nik yang sembarang bisa menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Para peneliti dari Jepang bekerja untuk mengubah untuk membuatnya menjadi lebih aman. Karena jumlah perangkat...
Selengkapnya

Clara Benedeth Ingin Main Film Action

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Akting Clara Bene­deth di film horor "Ikut Aku ke Nera­ka" agaknya boleh diacungi jempol. Di film yang digarap oleh Sutra­dara Azhar 'Kinoi' Lubis itu, Clara berperan sebagai gadis bernama Lita, yang diceritakan mendapat...
Selengkapnya

Produk Penghantar Listrik dari Plastik Hitam

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal for Carbon Research, berfokus pada daur ulang kimia yang menggunakan unsur-unsur penyusun plastik untuk membuat bahan baru.    Sebuah studi baru melakukan penelitian terhadap...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Batik Marunda

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Pameran Kota Cerdas

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Pameran Kendaraan

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Tiket Harian Dihapus

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Program Studi Favorit Dianggap Lebih Menjanjikan

Selasa 16/7/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Terdapat program studi atau prodi-prodi favorit dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini.

 

Dari bidang sains dan teknologi prodi-prodi yang paling banyak dim­inati peserta yaitu prodi Kedokteran, dan Agroteknologi. Sedangkan bidang Sosial Humanio­ra prodi-prodi favorit yaitu Hukum, Ilmu Komunikasi, dan Manajemen. Padahal perkembangan dunia kerja sudah jauh lebih dinamis. Bahkan, terdapat prodi-prodi baru untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Untuk mengupas fenomena tersebut, Koran Jakarta mewawa­ncarai Direktur Jenderal Pem­belajaran dan kemahasiswaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek­dikti), Ismunandar. Berikut petikan wawancaranya.

Mengapa beberapa prodi menjadi favorit, khususnya dalam SBMPTN tahun ini?

Nampaknya masyarakat melihat bahwa prodi tersebut menjanjikan dan setelah lulus akan mudah mendapatkan pekerjaan serta di­hargai dengan gaji tinggi. Selain itu, prodi-prodi favorit memang memi­liki fasilitas, sumber daya manusia, dan infrastruktur yang bagus.

Bagaimana kesiapan prodi-prodi favorit ini dalam hubungan­nya dengan dunia kerja?

Prodi-prodi favorit selalu memberi wawasan industri dan dunia kerja kepada mahasiswanya dan terintegrasi dengan kurikulum dan perkuliahan yang diberikan. Biasanya mereka memiliki sistem penjaminan mutu yang baik dan memiliki kerja sama dengan lemba­ga-lembaga dalam dan luar negeri sehingga para lulusannya memiliki Surat Keterangan Pendamping Ijazah yang memetakan keunggulan masing-masing lulusan.

Dari segi dosen?

Dosen-dosen prodi favorit juga selalu mengembangkan ilmu dengan melanjutkan pendidikan formal dan infor­mal. Hal lainnya, prodi favorit juga mengikutsertakan dosen-dosen tamu atau staf industri dijadikan dosen tidak tetap.

Beberapa prodi favorit, misalnya, mengalami fenomena jumlah lulusan lebih banyak dari ketersediaan lapangan kerja. Terkait itu bagaimana?

Untuk kedokteran, Kemenristek­dikti dan Kementerian Kesehatan selalu berkoordinasi erat, kuota mahasiswa baru per prodi Kedok­teran telah lama diterapkan. Kini sedang dalam kajian aturan kuota untuk program Kependidikan.

Memungkinkan juga untuk dilakukan pengurangan kuota. Kalau mengambil contoh di prodi Kedokteran ada beberapa krite­ria yang mempengaruhi pengurangan kuota seperti akreditasi institusi/prodi, rasio dosen, dan mahasiswa, ketersediaan fasilitas (Rumah Sakit Pendidikan), dan kelululusan ma­hasiswanya.

Beberapa perguruan tinggi membuka prodi baru. Apakah perkembangan dunia kerja?

Pertimbangan pembukaan prodi baru oleh perguruan tinggi salah satunya adalah kebutuhan kompe­tensi di dunia kerja, misalnya dengan pertumbuhan industri baru di daerah maka perlu juga memenuhi kebutuhan industri lokal dan juga meningkatkan kompetensi SDM putra daerah.

Prodi-prodi lain bagaimana?

Umumnya perguruan tinggi dan prodi-prodinya melakukan inovasi dalam kandungan kurikulum dan pendekatan pembelajaran ber­dasarkan perkembangan dinamis di dunia kerja.

Untuk prodi-prodi yang tidak favorit bagaimana peluangnya dalam dunia kerja sekarang?

Pada prinsipnya setiap memiliki potensi strategis, masing-masing pengelola prodi strategis memiliki ki­at-kiat spesifik. Sebagai contoh prodi Sastra Nusantara mempunyai kiat dengan pembekalan Bahasa Inggris dan kemampuan berkesenian, maka lulusan dapat diserap di kedutaan-kedutaan Indonesia di luar negeri.

Apakah adanya Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) mem­pengaruhi peta prodi favorit di Indonesia?

Perubahan orientasi pendaf­tar SBMPTN, yaitu prodi di PTN menengah banyak diminati oleh sebagian besar peserta yang me­miliki nilai menengah dan terjadi penurunan jumlah pendaftar di prodi favorit. Peserta yang nilainya tinggi saja yang mendaftar di prodi favorit. aden ma’ruf/AR-3

Tampilkan Semua

Akan Ada Pertemuan Lanjutan Jokowi-Prabowo

Senin 15/7/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto, dua tokoh yang bersaing dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 akhirnya terlaksana. Pertemuan Jokowi dan Prabowo digelar sangat unik, yakni di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT), Lebak Bulus,...
Selengkapnya

Antisipasi Kekeringan Telah Dilakukan

Sabtu 13/7/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini soal musim kemarau tahun 2019 yang lebih lama dari biasanya. Kondisi ini tentunya mengancam ketahanan air di sejumlah wilayah.   Untuk membahas...
Selengkapnya

Dikotomi Tua-Muda untuk Posisi Menteri Kabinet Tidak Relevan

Jumat 12/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk kali kedua, Presiden Joko Widodo akan menyusun formasi kabinetnya setelah memenangkan Pilpres 2019. Sempat menjadi wacana perlunya menteri berusia muda di kabinet mendatang. Polemik tua dan muda pun jadi diskursus belakangan ini. ...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Yenti Garnasih

Sabtu 13/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) pada Kamis (11/7) menyatakan dari total 376 pendaftar Capim KPK 2019-2023, sebanyak 192 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Mereka selanjutnya akan mengikuti uji kompetensi.

Tingginya partisipasi masyarakat yang mendaftar, tidak lepas dari sepak terjang sembilan anggota Pansel Capim KPK yang secara masif berkunjung ke berbagai instansi. Mereka menyosialisasikan dan mendorong agar banyak warga bersedia mendaftarkan diri.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pansel Capim KPK, wartawan Koran Jakarta, Yolanda Permata Putri Syahtanjung, Muhammad Umar Fadloli, dan Eko Nugroho berkesempatan mewawancarai Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Garnasih, dalam beberapa kesempatan terpisah, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Kenapa banyak yang enggak lolos seleksi administrasi?

Sesuai UU kita kan seleksi administrasi. Kami melihat berkas lengkap atau tidak, syarat-syarat dan berkas harus sesuai format yang kami berikan, dan ada bebearpa yang tidak menggunakan format itu. Kalau pun berkas lengkap ada masalah substansinya dalam berkas tersebut antara lain yang paling penting umur 40-65 tahun, tapi ada yang kurang dari 40, ada yang lebih dari 65 lalu berkaitan riwayat pekerjaan yaitu 15 tahun dalam bidang hukum, perbankan, ekonomi, keuangan. Yang paling substansi.

Setelah itu, proses apa yang akan dijalani 192 Capim yang lolos?

Dari 192 orang yang dinyatakan lolos diwajibkan mengikuti seleksi tahap berikutnya yakni uji kompetensi yang meliputi objective test dan penulisan naskah pada Kamis 18 Juli 2019 di Pusat Pendidikan dan Latihan Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta Selatan.

Formatnya seperti apa?

Setelah ini selesai, kami akan mengundang rapat dengan Pemred (pemimpin redaksi) karena sudah atur jadwalnya. Pada 30 Agustus, insya Allah bisa tercapai selesai.

Melibatkan media?

Itu ide dari media untuk transparansi sebanyak mungkin kita berikan supaya bisa dilakukan. Formatnya tergantung media tapi kami beri rambu-rambu bahwa ini selection, bukan election.

Apakah ada ketentuan lain kepada Capim setelah dinyatakan lolos dan terpilih komisioner nantinya?

Dalam persyaratan di awal, antara lain memberikan surat perrnyataan termasuk yang tidak memberikan surat pernyataan, gugur. Surat pernyataan bila nanti terpilih sebagai komisioner bersedia meninggalkan jabatan sebelumnya dan menyerahkan LHKPN.

Bagaimana menyeleksi para Capim selanjutnya?

Selain dilihat rekam jejak, kami lihat psikotes dan profile assesment. Kami serahkan kepada ahlinya. Kalau track record nanti ditanya. Kami punya tim yang tanyakan bagaimana keseharian dia.

Tidak masalah kalau masih terikat dengan instansi lain?

Tidak masalah. Ini pasti judulnya polisi, karena jaksa nggak ada. Pak Ruki bagus, penyidiknya juga dari polisi semua. Jangan lupa, yang pertama itu penyidiknya polisi semua. Jadi itu kembali ke orangnya. Jangan instansinya karena UU tidak melarang. Kalau sekarang polisi nggak boleh, malah kena UU. KPK adalah lembaga penegakan hukum. Kalau ada penegak hukum bagus akan lebih bagus lagi.

Setelah itu, kami lihat nanti yang paling baik bagi Indonesia ke depan berkaitan dengan pemberantasan korupsi. Kami harap di tahun 2025, di Stranas kalau nggak salah di angka 60 indeks persepsinya. Sekarang baru 38. Yang lain bisa 90, ada yang 100 bahkan (negara lain). Saya berpikir, kita yang logis saja. Tidak terlalu emosional dan substansial jangan lemah. Kita semoga dapat orang-orang terbaik dengan rekam jejak bagus dan akhirnya dapat 10 nama terbagus.

Idealnya harus ada jaksa dan polisi?

Ya, kalau memang dia memenuhi persyaratan, dia berhak. Gitu saja. Sepanjang dia penuhi syarat dan tes lolos, ya dia berhak. Pertanyaannya, ya kami nggak bisa membedakan. Kalau jaksa segini, polisi harus begini. Komponen nilai sudah ada.

Dari para calon yang mendaftar apakah sudah cukup kapasitasnya?

Itu yang mau dirapatkan. Yang jelas, UU mengatakan komisioner harus terdiri dari unsur masyarakat dan pemerintah. Unsur pemerintah, termasuk penegak hukum. Dari unsur pemerintah harus kombinasi dua hal, yaitu harus paham betul hukum acara pidana. Dia harus memahami hukum acaranya, baik dari KUHP maupun UU tentang KPK.

Seorang calon harus paham kombinasi ini dan paham masalah keuangan negara, masalah pengadaan, dan sebagainya. Yang paling penting, sekarang harus ada komponen yang memahami betul mengenai organisasi internal KPK atau memahami manajerial organisasi. Kalau menurut media ada sedikit masalah di dalam dan menurut kami meskipun sedikit, itu bahaya. Bagaimana mau fokus memberantas korupsi keluar, tapi di dalamnya sendiri repot.

KPK itu lembaga milik seluruh rakyat Indonesia yang mempunyai semangat untuk memberantas korupsi. Jadi KPK harus bersih. Pemberantasan dan pencegahan korupsi kemudian koordinasi supervisi dan monitoring itu mereka harus tahu betul. Dia harus bisa mengayomi dan punya wisdom.

Mereka juga harus paham upaya pencegahan korupsi?

Di satu sisi, kami juga harus melihat pentingnya pembangunan ekonomi, dalam artian, mereka tahu bagaimana memunculkan upaya-upaya pencegahan. Dari pendidikan misalnya pencegahannya harus muncul yaitu nanti harus ada masukan-masukan berkaitan dengan penguatan sistem. Misalnya, perizinan tidak boleh face to face. Harus ada penyederhanaan perizinan. Hal-hal yang seperti ini juga harus menjadi upaya pencegahan dan harus dikedepankan.

Dalam penindakan masih banyak kelemahan. Kita punya 18 kasus besar yang masih terkatung-katung dan ada beberapa tersangka yang masih tetap tersangka padahal sudah sekian tahun. Kasihan yang bersangkutan, bisa juga kasihan negara.

Kemudian, tindak pidana pencucian uang (TPPU) sangat lemah. Sekarang dari 300 kasus, hanya 15 yang kena TPPU. Artinya, paradigma hanya memenjara dengan UU tentang Korupsi, tapi tidak ada paradigma bagaimana mengoptimalkan uang milik mereka yang di penjara, diambil semua hasil korupsinya. Pelacakan tidak dikuatkan. Jadi, kami akan mencari orang yang mempunyai visi dan memahami betul bagaimana menerapkan UU tentang TPPU bersama dengan UU tentang Korupsi sedini mungkin.

Kalau ditunda-tunda seperti sekarang, kenyataannya hanya fokus pada korupsi maka uangnya akan hilang. Uang negara akan hilang. Mungkin ini juga berdampak kepada yang di penjara-penjara itu masih banyak uangnya bahkan uang itu nanti berbentuk dollar bisa untuk pendanaan kampanyenya. Mungkin bisa saja berkaitan dengan penyuapan kepada kepala Lapas.

Harus didalami narapidana yang menyuap kepala Lapas itu uang apa?

Kalau uang korupsi lagi, berarti seharusnya memakai TPPU. Jadi uang yang belum dirampas itu di mana. Apakah ada di istrinya, di anaknya, atau di luar negeri. Jadi, pakai TPPU untuk ambil. Jadi paradigma harus ke sana

. Jadi, jangan hanya mau penjara. Paling penjaranya hanya dua tahun dan uang pun masih disimpan. Kita butuh uang hasil korupsi, baik di dalam negeri maupun luar negeri ditarik semua dengan pendekatan dilakukan oleh KPK. Namun, ini sekarang masih sangat lemah.

Bagaimana dengan pencegahan korupsi?

Banyak yang harus dilakukan. Kalau kita akan memberantas dan mencegah korupsi maka seharusnya DPR juga memikirkan sinergi atau harmoni dengan UU tentang Pilkada, Pileg, dan Pilpres. Itu harus harmonis, kalau tidak kita akan sulit. Semua harus mendukung, bagaimana UU, sistem dari eksekutif, sistem di rekrutmen yang lain yang masih memungkinkan mereka untuk korupsi.

Kita harus bikin sistem bukan karena dipidana berat, kemudian dia takut korupsi. Bagaimana pidana yang berat itu juga membuat orang lain tidak berani korupsi. Memang sistem dibangun sehingga mereka tidak bisa korupsi. Ini yang harusnya dipikirkan. Itu pekerjaan rumah (PR) kita semua.

PR pemerintah dan DPR. Kalau sudah menjadi kasus, tugas yudikatif. Jadi sebelumnya penegakan hukum melalui yudikatif ini penting dengan dibarengi langkah-langkah eksekutif dan legislatif. Kalau hanya diserahkan kepada yudikatif saja, ya kita hanya sudah terlanjur terjadi. Harusnya kan pencegahan. Pencegahan ini sangat penting, baik dari sisi UU maupun penegakan hukumnya.

Bagaimana kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT)?

Kalau BNPT sudah sangat ramai dibicarakan. Kami tidak mau kecolongan, komisionernya itu mempunyai atau terafiliasi dengan paham radikal. Lalu, jangan-jangan di belakangnya supporting itu. Hal ini kami serahkan kepada BNPT. Kami tidak mau yang mendaftar itu di belakangnya yang support berkaitan dengan narkotika atau bahkan pendanaan terorisme.

Ini yang bahaya sekali. Menurut saya, di satu sisi korupsi digenjot diberantas, tapi di sisi lain kita lihat UU perpolitikan yang kita dorong juga untuk pencegahan. Itu penting, sinergi. Selain itu juga jangan terlalu leluasa, sudah tersangka masih boleh mendaftarkan.

Baru keluar dari narapidana, masih boleh mendaftarkan. Kemudian pendanaan kampanye hanya lebih difokuskan jumlahnya saja, tidak difokuskan sumbernya dari mana. Meskipun ada di dalam UU, sumbangan kampanye yang 7,5 miliar rupiah dan 25 miliar rupiah kalau corporate kalau tidak salah. Tidak pernah ada mekanisme yang mendalam bahwa sumbangan dana kampanye ini tidak terkait dengan hasil korupsi.

Apa yang diharapkan dari BNPT?

Kerja samanya berkaitan tracking. Secara garis besar disampaikan, jangankan untuk memilih setingkat komisioner KPK, untuk pemilihan jajaran di perguruan tinggi juga sudah dilakukan untuk mengantisipasi. Ini dilakukan untuk mengantisipasi atau melihat dan membaca situasi yang ada pada dinamika di Indonesia karena sejak awal pansel berkepentingan calonnya tidak terindikasi paham radikal.

Pansel Capim KPK juga mendatangi Badan Narkotika Nasional (BNN). Kerja sama apa yang dilakukan Pansel dengan BNN?

Kami menggandeng BNN agar jangan sampai komisioner yang terpilih ternyata terlibat dengan jaringan peredaran gelap, TPPU terkait narkotika atau bahkan penyalahgunaan narkotika. Kerja sama dengan BNN, bukan hanya untuk mengetahui apakah Capim KPK merupakan pengguna narkotika dan obat berbahaya, namun lebih dari itu.

Barangkali nanti ada catatan-catatan bahwa yang mendaftar ini, ada namanya terlibat dalam sindikat narkotika. Ini penting. Di beberapa negara, hal itu sangat mungkin dalam pemilihan apa pun. Orang yang terpilih itu, ternyata yang mem-backing adalah kartel-kartel narkoba.

Pansel Capim KPK bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Ada pesan khusus dari Presiden?

Presiden Joko Widodo meminta kepada kami untuk mengemban amanah dengan baik, menghasilkan komisioner KPK yang baik. Bagaimanapun peran pimpinan KPK sangat penting. Presiden sangat memahami dan mengikuti dinamika yang ada. Yang paling penting, Presiden menyerahkan sepenuhnya kepada pansel.

Ketika bertemu dengan Komisioner KPK, apa saja yang dibahas?

Masukan-masukan berkaitan dengan kinerja KPK dan yang diharapkan pimpinan KPK untuk empat tahun ke depan. Kami berbicara kendalanya apa, keberhasilannya apa. Kendala dan keberhasilannya seperti apa selama ini, dan akan ditingkatkan empat tahun kemudian. Kedua, kami minta bantuan untuk tracking rekam jejak. 

N-3

Tampilkan Semua

Peneliti Kembangkan Pembersih dari Spons Kayu

Sabtu 13/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tumpahan minyak dan limbah industri dapat mencemari air dengan zat minyaknya. Meskipun benar bahwa minyak dan air tidak bercampur, namun memisahkan dan memulihkan setiap komponen minyak dari ini tetap masih menjadi tantangan tersendiri....
Selengkapnya

Lithium Metal, Andal untuk Mobil Listrik

Sabtu 13/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Teknologi baterai logam yang lebih kuat dan stabil yang terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari. Ilmuwan dari Penn State University, Amerika Serikat, merilis temuan baru bahwa baterai lithium metal yang lebih tahan lama, lebih cepat,...
Selengkapnya

Belajar Bahasa Asing di D’Ling

Sabtu 13/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pengajar di D’Ling bersifat sukarela. Komunitas hanya memberikan uang transport dan jajan ala kadarnya. Keinginan anak muda untuk mampu ‘cas cis cus’ berbahasa asing kadang terbentur biaya les yang tergolong mahal atau...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta