Koran Jakarta | August 21 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Beban Utang Hambat Akselerasi Pertumbuhan

Rabu 21/8/2019 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pola gali lubang tutup lubang masih akan terjadi pada pengelolaan utang negara hingga setidaknya lima tahun ke depan. Pola gali lubang tutup lubang masih akan terjadi pada pengelolaan utang negara hingga setidaknya lima tahun ke depan.     JAKARTA – Beban pembayaran bunga...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Dugaan Penyuapan

Rabu 21/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Bupati nonaktif Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip (kiri) bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/8). Sri Wahyumi Maria Manalip menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan barang atau jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran 2019.

Tampilkan Semua

KIRAB BUDAYA

Rabu 21/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sejumlah muda mudi berpakaian adat nusantara membentangkan bendera merah putih sepanjang 74 meter saat kirab budaya nusantara di Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (20/8). Kirab budaya nusantara diikuti oleh puluhan kelompok seni...
Selengkapnya

Layanan Posyandu

Rabu 21/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sejumlah balita diperiksa mengenai kesehatan gizi di Posyandu Melati, di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (20/8). Melalui Posyandu, pemerintah mengajak masyarakat lebih peduli imunisasi anak.
Selengkapnya

Didalami, Perusahaan Terlibat Karhutla

Rabu 21/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
PALEMBANG - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Se­latan tengah mendalami satu perusahaan perkebunan di wi­layah Kabupaten Musi Banyua­sin (Muba) yang diduga terlibat kasus pembakaran hutan dan lahan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Pengamanan Presiden

Rabu 21/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Personel Brimob Polda NTT mendengarkan arahan dari komandannya usai mengikuti apel gelar pasukan pengamanan VVIP kunjungan kerja Presiden Jokowi ke NTT di Kota Kupang,NTT (20/8). Sebanyak 1.442 personel gabungan baik TNI-Polri dan aparat keamanan dari pemerintah pemprov disiapkan untuk mengamankan kedatangan Presiden Jokowi.

Tampilkan Semua

Baleg Belum Terima Usul Revisi UU MD3

Rabu 21/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Supratman Andi Agtas, mengungkapkan bahwa draf Revisi Undang-undang MPR, DPR RI, DPRD, dan DPD (MD3) belum secara resmi masuk ke dalam Baleg. Seperti diketahui, saat ini ada wacana...
Selengkapnya

Pemda Diminta Luruskan Informasi

Rabu 21/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kerusuhan besar dapat terjadi hanya karena persoalan kecil seperti informasi keliru atau bahkan berita bohong yang disebarluaskan melalui media sosial. Jadi hindari hal itu.   JAKARTA – Menyikapi peristiwa unjuk rasa yang...
Selengkapnya

RUU Pertanahan Harus Dibahas Mendalam

Rabu 21/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Jakarta – Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Brahmantya S Poerwadi mengingatkan pembahasan RUU Pertanahan harus hati-hati dan jangan terburu-buru, sebab ini menyangkut...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

FORUM INDONESIA - AFRIKA

Rabu 21/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Jokowi Ajak Afrika Bersatu Hadapi Ketidakpastian Global

Rabu 21/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
NUSA DUA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak negara-negara kawasan Afrika untuk bersatu menghadapi ketidakpastian global yang terjadi saat ini. Jokowi mengatakan ada banyak tantangan global yang harus dihadapi banyak negara....
Selengkapnya

Presiden Duterte akan ke Beijing Bahas LTS

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
MANILA – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, akan me­lakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pekan depan untuk menemui Presiden Xi Jinping guna membahas seng­keta di Laut Tiongkok Selatan (LTS). Kunjungan Presiden Duterte...
Selengkapnya

Surat Kabar Tertua Malaysia Bakal Tutup

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
KUALA LUMPUR - Surat kabar tertua yang terbit di Ma­laysia, Utusan Malayu, dan salah satu media grupnya, Ha­rian Kosmo, bakal berhenti terbit pada Rabu (21/8) karena mengalami kesulitan keuangan untuk operasional. Infor­masi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Sosialisasi QRIS

Rabu 21/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal, M.Taufik Amrozy (kanan) mempraktekkan pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik dan mobile banking saat peluncuran QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Tegal, Jawa Tengah, Selasa (20/8). Peluncuran QRIS sebagai implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025 itu untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Tampilkan Semua

Serahkan Tabungan Pelajar

Rabu 21/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sesmenpora Gatot S Dewo Broto (kiri) dan VP Bank Mandiri Maristella Tri Haryanti (kanan) memegang mockup e-money edisi khusus Paskibraka dan uang tabungan kepada perwakilan Paskibraka Nasional 2019 di Jakarta, Selasa (20/8). Tabungan...
Selengkapnya

Pemerintah Pastikan Tak Ada Skema Ganti Rugi Lahan

Rabu 21/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pemerintah menegaskan tak ada skema ganti rugi untuk lahan ibu kota baru di Kalimantan. Pen­egasan itu disampaikan untuk merespons wacana maraknya aksi spekulasi beli tanah di Kalimantan saat ini. “Tidak perlu...
Selengkapnya

Target Pajak 2020 Tak Rasional

Rabu 21/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Target pajak terlalu tinggi berisiko membebani perekonomian tahun depan yang diperkirakan masih dibayangi potensi resesi sejumlah negara.   JAKARTA – Target pajak da­lam Rancangan Anggaran Pen­dapatan dan Belanja...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Perhelatan ilmiah bertema Generasi Sains Milenial Peng­gerak Kemandirian Ekonomi Daerah itu diikuti oleh sekitar 1.000 pelajar serta guru dari 32 provinsi se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, para pelajar mendapat bimbingan langsung dari sejumlah peneliti LIPI lewat berbagai kompetensi keilmuan. LIPI menilai berbagai tata kelola pemerintahan yang dilaksana­kan di Kabupaten Banyuwangi, dapat menjadi inspirasi bagi para peneliti serta pelajar.

Menjadi inspirasi untuk mewujudkan bagaimana jajaran birokrat bergerak cepat dan selaras, bekerja menjadi satu tim tanpa ada sekat yang sangat birokratis. Dengan demikian, penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi dapat menjadi inspirasi baru bagi pelajar untuk semakin menggemari ilmu pengeta­huan, termasuk di dalamnya kegiatan penelitian.

Kegiatan ini bertujuan me­ningkatkan minat dan kemam­puan remaja di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian serta membimbing remaja me­laksanakan penelitian ilmiah yang terkait dengan lingkungan sekitarnya. Di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini juga diselenggarakan keg­iatan workshop guru bagi guru pembimbing. Setiap sekolah mendaftarkan tiga siswa dan satu guru pembimbing sebagai peserta.

Peserta diutamakan dari sekolah yang belum pernah berpartisipasi dalam Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional. Peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional dalam dua tahun terakhir (2017–2018) tidak dapat mendaftar di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII Banyuwangi kali ini. Selama penyeleng­garaan, panitia menanggung akomodasi dan konsumsi.

Untuk mengetahui apa saja yang dilakukan dalam kegiatan tersebut dan harapan yang bisa dipetik dari kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII tersebut, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawancarai Bupati Banyu­wangi, Abdullah Azwar Anas, di Banyuwnagi, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa tujuan dari Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini?

Ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII akan memacu minat dan kemam­puan remaja di bidang riset dan ilmu pengetahuan (iptek). Remaja akan terbiasa berpikir kritis dan mencoba menemu­kan solusi dari masalah yang ada di sekitarnya.

Selama melakukan kegiatan, para pelajar juga berinteraksi dengan warga sekitar, mengamati kondisi alam dan sosial masyarakat di lokasi tersebut. Dari situ, kami harapkan tumbuh ide penelitian dari peserta untuk kemudian dijadikan paper di akhir kegiatan.

Seperti apa bentuk keg­iatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII?

Kami berterima kasih kepada LIPI yang telah menunjuk Banyuwangi sebagai tuan ru­mah. Se­lama satu minggu, para pelajar se-Indonesia ini diajak melakukan riset lapangan di berbagai tempat di Banyuwangi dengan cara yang menyenangkan sehingga dunia riset tak lagi dinilai selalu membosankan.

Para pelajar melakukan eksperimen bidang ilmu penge­tahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu teknik di sejum­lah lokasi di Banyuwangi. Eks­perimen dilakukan, antara lain di lokasi konservasi terumbu karang di Bangsring Underwa­ter, Agro Wisata Tamansuruh, Pusat Kopi Gombengsari, Desa Adat Osing Kemiren, dan Mal Pelayanan Publik.

Apa alasan pemilihan lokasi tersebut?

Lokasi tersebut kami pilih agar tumbuh paradigma bahwa riset bisa berangkat dari hal sederhana yang ada di sekitar kita serta bisa dilakukan secara menarik seperti di tempat wisata. Ratusan inovasi yang kami geber selama ini tak lain berangkat dari problem yang kami hadapi.

Masalah yang ada dianalisis, lalu dicari solusinya, yang akhirnya menghasil­kan inovasi. Seperti itu pula keg­iatan riset ilmiah yang lahir dari dorongan mencari solusi atas problem di sekitar kita.

Mengapa tertarik mendu­kung kegiatan ini?

Dana untuk penelitian di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 10,23 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau 0,91 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu menjadikan Indonesia se­bagai negara berperingkat 28 terbesar terkait dana riset dari 116 negara.

Riset ini bisa dibilang kunci segala hal. Hal ini didorong pemerintah pusat dengan te­rus menaikkan dana riset. Se­moga dari ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi ini bisa lahir generasi sains milenial yang di masa depan menjadi peneliti andal Indonesia.

Bagaimana dengan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri dalam mendorong riset?

Stimulus untuk mendorong anak muda menggeluti dunia ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus dilakukan Pemkab Banyuwangi ke depan. Stimulus tersebut, di antara­nya dengan memberi beasiswa mahasiswa, hibah penelitian dengan berbagai kampus, hibah penelitian untuk mahasiswa, terutama pada tema yang mem­bantu pertanian dan UMKM Banyuwangi, serta riset terapan pertanian seperti untuk lahan uji coba, dan uji varietas. N-3

Tampilkan Semua

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Cegah Sampah dari Rumah Masuk ke Sungai Citarum

Senin 1/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat (Jabar) yang mengaliri area irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hek­tare. Citarum mengaliri 12 wi­layah administrasi kabupaten/kota dan merupakan sumber air untuk kebutuhan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

BUMN Peduli

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Perusahaan Material Meriahkan HUT ke-74 RI

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menyemarakkan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Semen Indonesia menggelar program “BUMN Hadir untuk Negeri” di Kabupaten Kepulauan Selayar. Sejumlah program maupun kegiatan mewarnai kegiatan ini, mulai...
Selengkapnya

Interior Alam di Dalam Gedung

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tinggal di dalam gedung bukan berarti menghilangkan imajinasi tentang alam. Nuansa alam dapat dihadirkan melalui interior ruang. Alhasil, manusia pun seolah tidak terpisah dengan alam meskipun hanya melalui interior ruang. Cara tersebut...
Selengkapnya

Desain Nyaman untuk Disabilitas

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Salah satu desain dapat dibuat strip pararel dalam bentuk garis horizontal maupun vertikal setinggi tangan di bagian dinding. Cara ini cukup efektif sebagai petunjuk taktis. Aksesibilitas menjadi keutamaan saat mendesain bangunan untuk...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Uji Coba Jaringan 5G

Selasa 20/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Teknologi untuk Siaran Gratis

Selasa 20/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mengadakan satelit untuk memberikan layanan kepada konsumennya memang tidak murah. Satelit Nusantara Satu milik PT Pasifik Satelit Nusantara menghabiskan biaya sebesar 230 juta dollar AS, sebuah ongkos yang tidak kecil. Pendanaan...
Selengkapnya

Kemandirian Satelit untuk Wilayah 3T

Selasa 20/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Masih ada tugas berat yang harus diselesaikan setelah Palapa Ring, yaitu pengadaan High throughput Satellites (HTS). Meski telah merdeka selama 74 tahun dalam urusan jaringan telekomunikasi ternyata kita masih lemah. Di wilayah 3T yaitu...
Selengkapnya

Agar Akses Internet Merata

Selasa 20/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk melayani akses internet secara merata, dan melayani bermacam layanan satelit oleh perusahaan, Indonesia membutuhkan banyak satelit untuk memenuhi kebutuhan transponder yang masih kurang. Menurut Menteri BUMN Rini M Soemarno,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Jelang ISSOM

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Inovasi Teknologi Kendaraan Niaga

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Inovasi teknologi dilakukan bukan hanya pada kendaraan penumpang saja. Kendaraan komersial juga mengalami beberapa inovasi teknologi untuk mendukung pengangkutan barang ataupun penumpang. Merek kendaraan Komersial asal Jepang, UD...
Selengkapnya

Tampilan Baru Motor “Sport” Vixion

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Yamaha menawarkan desain stripping dan warna baru pada motor sport andalannya All Vixion dan All New Vixion R. Perubahan ini diharapkan dapat menampung aspirasi dari anak muda sebagai sebagai konsumennya. Sebanyak 5 warna baru beserta...
Selengkapnya

Potret Kendaraan Masa Depan

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bagaimana potret mobil masa depan? Gambarannya bisa dilihat dari mobil konsep. Di waktu mendatang mobil akan dipenuh dengan Teknologi Informasi dan mesin yang ramah yang ramah lingkungan. Mobil konsep merupakan purwarupa mobil yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Timnas U-23 Daftarkan 40 Pemain

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pelatih tim nasional sepakbo­la Indonesia U-23, Indra Sjafri akan kembali mengumpulkan pemain guna memper­siapkan skuad yang nanti akan bertanding di SEA Games 30 Filipina. Sebanyak total 40 orang pemain akan didaftarkan terlebih dahulu dimana sesuai regulasi 35 di antara­nya merupakan pemain berusia kurang dari 23 tahun dan 5 pemain senior. Pemusatan latihan Timnas U-23 bulan Agustus akan dilaksanakan pada tanggal 25-31 Agustus di Yogyakarta.

Pada sebuah acara perkenalan MNC se­bagai Official Broadcaster SEA Games 2019, Delegasi cabang sepakbola yang diwakili oleh Feby Eka anggota Tim Nasional U-23 dan juga pemain Persija Jakarta menga­ku siap jika diberi kesempatan untuk ber­gabung dalam skuad SEA Games. Feby Eka merupakan salah satu pemain yang nantin­ya akan dipanggil untuk mengikuti pemu­satan latihan bulan Agustus mengaku akan memberikan kemampuan terbaiknya jika diberikan kesempatan masuk dalam skuad SEA Games.

“Saya fokus dan percaya diri dalam mena­tap SEA Games, berharap dalam pemusatan latihan akhir bulan ini mampu memberikan kemampuan terbaik” Ujar Feby Eka di laman resmi PSSI.

“Saya juga bahagia karena, di klub, pela­tih mulai memberikan saya kepercayaan untuk tampil setiap pekannya. Mudah mu­dahan pengalaman bermain di Liga dapat menjadi modal dalam persiapan menuju SEA Games. “

SEA Games ke 30 yang berlangsung di Filipina dimulai dari tanggal 25 November hingga 11 Desember 2019. Tim Nasion­al U-23 terlebih dahulu akan melakukan pemusatan latihan pada tanggal 25-31 Agus­tus di Yogyakarta. S-1

Tampilkan Semua

MU Berbagi Poin dengan Wolves

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
WOLVERHAMPTON – Man­chester United harus puas dengan hasil imbang 1-1 kontra Wolves. Pada laga yang berlangsung Sela­sa (20/8) dini hari WIB itu penalti Paul Pogba digagalkan oleh kiper Rui Patricio. Tim asuhan Ole Gunnar...
Selengkapnya

Messi Nominator Puskas “Award”

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
LAUSANNE – Lionel Messi dan Zlatan Ibrahimovic ada­lah nama-nama bintang dalam daftar 10 pemain peraih peng­hargaan Puskas untuk gol ter­baik tahun ini. Demikian diu­mumkan oleh FIFA pada Senin (19/8) waktu...
Selengkapnya

Coutinho Dipinjamkan ke Bayern

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
MADRID – Pemain Barce­lona Philippe Coutinho ber­gabung ke Bayern Munich. Coutinho pindah ke klub Bundesliga itu berstatus pinja­man satu tahun senilai 8,5 juta euro dengan opsi untuk pem­belian permanen. Demikian...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Membangun Ketenteraman Batin dengan Memaafkan

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Forgiving the Unforgivable
Penulis : Afthonul Afif
Penerbit : Buku Mojok
Cetakan : Cetakan 1, Juni 2019
Tebal : viii + 242 halaman
ISBN : 978-623-7284-03-1

Sebagian orang kerap memaknai pemaafan sebagai kekalahan dan penurunan harga diri. Hal ini membuat orang membiarkan per­masalahan begitu saja tanpa penye­lesaian. Yang bersalah (pelanggar) enggan minta maaf. Sedang yang dirugikan (korban) merasa tidak perlu memaafkan. Kedua pihak mengam­bil sikap bodo amat dengan men­coba melupakan dan berharap waktu berjalan masalah itu selesai dengan sendirinya.

Buku ini menepis bahwa melupa­kan menjadi solusi. Dengan melupa­kan, barangkali akan terbebas dari beban-beban luka. Namun, ini hanya sementara karena luka-luka pada da­sarnya belum tersembuhkan. Ibarat obat, melupakan hanyalah pereda rasa nyeri dan tidak akan bisa me­nyembuhkan penyakit yang menjadi sumber rasa nyeri (hlm 50).

Mungkin tidak semua me­nyadari dan mengakui, dorong­an untuk melupakan sebenarnya penjelmaan dari kegentaran meng­hadapi dampak buruk. Orang ingin semuanya tetap dalam keadaan baik-baik saja. Sementara itu, kehidupan sebenarnya dalam keadaan darurat (hlm 52).

Minta dan memberi maaf adalah wujud tanggung jawab moral terhadap diri sendiri dan orang lain. Pemaafan ideal jika yang bersalah dan korban sama-sama aktif. Kendati demikian, tiada paksaan dalam memaafkan. Lagi-lagi orang dihadapkan pada pilihan: menjalankan atau tidak.

Ketika yang bersalah dan korban sama-sama pasif, tiada perbaikan hubungan. Padahal perbaikan hu­bungan adalah sesuatu yang hendak dicapai dari pemaafan. Kepekaan yang bersalah terkikis dari tanggung jawab seharusnya untuk minta maaf. Sedang yang tersakiti tanpa sadar membi­arkan diri terus dikuasai amarah, dendam, dan kebencian.

Memaafkan memang bukan per­soalan mudah dan tidak mungkin ter­jadi begitu saja. Sebab melibatkan pe­nyembuhan luka batin yang tersakiti. Proses ini membutuhkan waktu (hlm 80). Level penyembuhan luka tiap orang tidak sama. Semua tergantung pada seberapa berat pelanggaran yang terjadi. Hal ini berimbas pada panjang pendek waktu orang tersakiti dalam penyembuhan lukanya.

Buku ini menyebutkan beberapa dimensi pemaafan. Pemaafan palsu, diam-diam, total, dan tiada pemaafan. Buku mengajak merefleksi peng­alaman pemaafan pembaca dengan kesadaran baru. Kepekaan pembaca pada posisi sebagai pelanggar digelitik untuk bertanggung jawab dengan meminta maaf. Sebaliknya jika di posisi korban, berikanlah maaf. Buku mengupas tuntas pemaafan disertai contoh konflik ringan hingga berat bisa menuntun demi kesehatan batin yang pernah terluka.

Penyembuhan luka menjadi proses penting dalam memaafkan. Namun tidak dipungkiri proses inilah yang menjadikan pemaafan berat untuk ditempuh. Memaafkan tidak bisa disebut sempurna jika luka batin masih menganga. Memaafkan de­ngan sungguh-sungguh, meski tidak ada permintaan maaf oleh pihak yang bersalah, seolah-olah yang ada hanyalah kerugian pihak korban. Na­mun memaafkan bukanlah transaksi semacam itu. Semakin tulus memaaf­kan, tambah menunjukkan kualitas kemanusiaannya.

Memaafkan menyadarkan orang bahwa kemenangan sejati tidak selalu bermakna sebagai menaklukkan pihak lain. Tapi justru dengan jalan pengen­dalian diri untuk memaafkan. Me­maafkan merupakan pemberian untuk orang lain. Ini tindakan yang sekilas lebih mengutamakan kepentingan orang lain ketimbang diri sendiri.

Namun, apabila merujuk pada hasil-hasil positif tindakan tersebut, maka yang paling diuntungkan adalah orang yang memaafkan (hlm 145). Memaaf­kan adalah medan uji terbaik setiap manusia. Dengan memaafkan, orang menjadi tahu betapa tinggi kapasitas rasional dan spiritualnya (hlm 149). Diresensi Sitta Zukhrufa, Guru SMK NU Banat Kudus

Tampilkan Semua

Kerusuhan Papua

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
KABUPATEN Manokwari mencekam pada Senin (19/8) mulai pagi waktu setempat. Sejumlah jalan protokol diblokir mahasiswa dan masyarakat. Mereka protes karena tak terima dengan rasisme dan persekusi terhadap sejumlah mahasiswa asal Papua yang...
Selengkapnya

RAPBN: Optimisme dan Kerja Keras

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
oleh dr telisa aulia falianty Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memaparkan nota keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2019. RAPBN 2020 dirancang untuk mencapai visi misi menjadi...
Selengkapnya

Petaka Akibat Deforestasi

Selasa 20/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul buku : Deforestasi dan Ketahanan SosialPenulis : Herman HidayatPenerbit : Pustaka OborCetakan : Juli 2019Tebal : 367 halamanISBN : 978–602- 06-2992-6 Ada berita penting yang meng­gembirakan tentang menu­runnya...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Berkreasi dengan Nasi, Mie, dan Pasta

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Menu nasi, mie, dan pasta adalah makanan berat yang bisa diolah dengan beragam olahan. Apa saja?

Nasi adalah makanan utama orang Indo­nesia. Meski nasi putih adalah yang paling favorit, namun nasi bisa dijadikan beragam olahan yang sangat enak.

Bahkan, nasi yang tak habis dimakan bisa diolah menjadi makanan. Kalau nasi tak habis dimakan, biasanya si nasi sisa cuma dimasak ulang men­jadi makanan yang praktis, misalnya nasi goreng. Padahal olahan nasi sisa bisa lebih bervariasi.

Selain nasi goreng, nasi putih yang tersisa di magic jar bisa diproses kembali menjadi nasi bakar atau bola-bola nasi goreng. Mungkin dua jenis olahan nasi sisa yang baru disebutkan ini sudah pernah Anda buat.

Tetapi bagaimana dengan kerupuk, sempol, atau kue lumpur yang diolah dari nasi putih? Bisa jadi Anda belum pernah mencicipi kreasi nasi sisa yang satu ini.

Ya, olahan nasi sisa bisa dibuat adalah kerupuk. Ta­hapan yang harus dilalui untuk membuatnya memang cukup panjang, tetapi sebenar­nya tergolong mudah.

Kerupuk dari nasi ini cuma dibuat dari tiga bahan dasar, yaitu nasi putih, tapioka, dan bawang putih. Selebihnya Anda bisa menambahkan bumbu lain sesuai selera.

Selanjutnya, membuat kue lumpur. Kalau biasanya meng­gunakan kentang atau labu, sekarang bisa mencoba belajar cara membuat lumpur dari nasi sisa.

Anda bisa menambah variasinya dengan menam­bahkan topping serutan kelapa muda atau menambahkan pasta pandan pada adonan kue lumpur.

Intinya, sebagai salah satu makanan pokok di Indonesia, nasi dapat diolah menjadi salah satu menu yang praktis. Untuk di rumah, nasi dapat di kreasikan menjadi nasi goreng komplit yang simpel atau membuat nasi kuning.

Anda hanya perlu meng­kombinasikan dengan aneka lauk seperti ayam goreng, abon sapi, dendeng atau ke­ring tempe untuk membuat nasi kuning menjadi semakin meriah.

Selain nasi goreng, olahan nasi lain yang bisa anda buat sebagai makanan untuk ke­luarga adalah nasi uduk atau arem-arem yang tak kalah praktis. Untuk arem-arem anda tidak perlu lagi membuat tambahan lauk. Anda bisa mengisi arem-arem dengan tumisan sayur atau daging giling di dalamnya.

Jika ingin sedikit ber­beda, olahan nasi lain yang bisa dikreasikan sebagai menu untuk keluarga ada­lah onigiri. Nasi kepal ala Jepang ini cukup praktis sebagai sangu piknik.

Anda hanya tinggal mencampur nasi dengan garam dan kecap asin lalu mengepal nasi dan tambah­kan nori di atasnya. kepalan nasi juga bisa diisi dengan tumisan atau berbagai isian lain.

Mie

Bahan makanan ini biasa­nya sangat digemari oleh anak-anak. Bisa menjadi menu bekal piknik, Anda bisa mem­buat aneka mie goreng dengan bahan yang satu ini. Tambah­kan sayuran, sosis, sea food seperti udang atau cumi atau juga bisa menambahkan irisan daging sapi atau ayam untuk membuatnya semakin lezat dan bergizi.

Selain meracik mie men­jadi mie goreng, anda juga bisa membuat mie telur yang dililitkan pada sosis kemudian digoreng. Menu satu ini bisa menjadi bekal piknik sekaligus camilan di sepanjang pen­jalanan. Selain mie, Anda juga bisa berkreasi dengan bihun ataupun kwetiau sebagai bekal piknik lainnya.

Pasta

Pasta akan menjadi menu rumahan atau bekal yang praktis dan tidak membosank­an bagi anak-anak. Cobalah macaroni schotel panggang yang praktis.

Menu pasta lain yang bisa dipilih adalah spagetti dengan saus bolognaise yang kaya rasa atau saus putih gurih. Pilih­an lainnya adalah fettucini carbonara. Tapi untuk me­nyajikanya ada baiknya untuk memisahkan antara pasta dan sausnya.

Roti

Roti menjadi pilihan yang juga sangat praktis untuk bekal liburan dan disajikan di rumah. Salah satu yang paling populer biasanya adalah roti isi atau sandwich.

Anda bisa menggunakan aneka isian mulai dari keju, selai kacang, mayonnaise atau saus dan lain sebagainya.Anda juga bisa membuat roti isi daging sebagai bekal untuk piknik atau roti panggang yang juga tak kalah nikmat. nik/berbagai sumber/E-6

Saus untuk Olahan Menu Bakar

Untuk rendaman atau olesan saat memang­gang, saus barbekyu (BBQ) mampu menyem­purnakan hasil akhir olahan menu “bakaran” Anda. Mau manis atau pedas, semua ha­nya soal selera.

BBQ Sauce atau saus BBQ merupakan salah satu dari ragam saus yang sudah cukup familiar di Indonesia. Saat pe­rayaan tertentu seperti malam pergantian tahun, aneka menu sajian “bakaran” kerap menjadi pilihan sajian yang ikut menyemarakan perayaan pergantian tahun tersebut. Tentu dengan saus BBQ seba­gai salah satu pelengkapnya.

Saus barbekyu digunakan sebagai saus penyedap, ren­daman atau marinasi hingga menjadi bumbu untuk olahan daging yang biasanya dima­sak dengan teknik memasak barbekyu seperti daging sapi, iga sapi ataupun daging ayam.

Seperti halnya saus lain­nya, saus BBQ ini memiliki rasa yang cukup unik yang didapat dari perpaduan berbagai bahan-bahan yang digunakan untuk membuat saus. Meski demikian, umum­nya, saus BBQ dibedakan dari saus dengan rasa yang cen­derung manis dan juga saus dengan rasa pedas.

Dalam bentuk kemasan, saus BBQ sudah mulai dipro­duksi dan dipasarkan sejak ta­hun 1909 di Amerika. Namun keberadaan saus yang satu ini sudah mulai dikenal jauh sebelumnya.

Saus mustar Carolina Se­latan, sejenis saus bbq sudah mulai dikenal sejak abad 18 di pemukiman Jerman di Amerika. Beberapa daerah lain di Amerika bahkan sudah meracik saus BBQ sejak abad ke 17.

Racikan saus BBQ berasal dari beragam bahan yang cukup bervariasi. Bahkan ma­sing-masing negara memiliki racikan bahan yang berbeda sebagai bahan dasar saus BBQ ini. Misalnya, di Brazil, saus barbekyu khas dise­but sebagai vinaigrette yang diracik dari cuka, minyak zaitun,tomat dan bawang.

Di Australia, saus BBQ biasanya lebih sederhana berupa saus dengan bahan dasar tomat yang dicampur dengan saus worcestershire. Di India, dikenal dengan saus BBQ pedas dengan yoghurt ada di dalamnya.

Sementara di Korea, saus untuk BBQ dikenal dengan saus Galbi yang digunakan untuk perendaman dan olesan. Biasanya memadu­kan kecap, bawang putih dan gula pasir serta variasi minyak wijen, pasta cabai, jus buah,soda lemon hingga madu.

Sedangkan di Indonesia, saus untuk BBQ biasanya dijadikan sebagai bumbu rendaman dan juga olesan. Bumbunya cukup sederhana dan biasanya merupakan campuran kecap manis, madu, minyak atau ment­ega atau juga aneka bumbu rempah-rempah seperti kuyit, jahe, asam jawa dan lain sebagainya.

Meski memiliki racikan bahan-bahan yang berbeda dan sangat bergantung pada negara masing-masing, seba­gian besar saus BBQ menca­kup pada beberapa variasi pada cuka, pasta tomat, mayones, bubuk bawang, rempah-rempah seperti lada hitam, hingga pemanis seperti gula. Penggunaan cuka, tidak hanya soal rasa tetapi juga membantu proses pengolah­an bahan bbq menjadi kebih mudah dan cepat.

Di pasaran, saus BBQ sa­ngat mudah ditemukan dalam berbagai merek dan kemasan. Meski demikian, pada dasar­nya membuat sendiri saus bbq untuk acara spesial anda di akir tahun ini bisa menjadi pilihan yang jaug lebih sehat dan juga hemat di kantong.

Kualitas bahan-bahan yang digunakan untuk meracik sendiri saus BBQ di rumah harusnya segar untuk menja­min rasa saus BBQ tak kalah dari saus botolan di pasaran. Beberapa tips juga bisa dip­raktikan untuk membuat saus BBQ yang tak kalah lezat. Mi­salnya penambahan tobasco untuk memberikan rasa yang sedikit “smoky”.

 Sementara untuk mem­buat saus BBQ dengan bahan dasar tomat, maka proses memasaknya harus diperhati­kan secara menyeluruh untuk memecah rasa tomat hingga akhirnya bisa berbaur dengan bahan-bahan lainnya. Ada baiknya juga untuk menyim­pan saus BBQ ini beberapa hari sebelum digunakan.

Anda juga bisa bisa men­campur saus dari campuran cuka buah dengan lada hitam untuk membuat saus BBQ yang pedas, beraroma tapi cu­kup simpel dan mudah.

Awalnya, saus bbq lebih banyak digunakan dalam sa­jian steak. Namun belakangan saus bbq juga digunakan tak hanya pada hidangan seperti steak. Saus bbq juga diguna­kan untuk bergam kombinasi makanan seperti sate, ikan, udang hingga sosis bahkan juga burger.

Tak hanya untuk makan­an yang dipanggang, saus BBQ juga bisa dikreasikan bersama dengan sayap ayam goreng yang dimasak dengan saus barbekyu serta ber­bagai kreasi lainnya. Selamat mencoba. nik/berbagai sumber/E-6

Berkreasi dengan Roti

Roti menjadi salah satu menu yang bisa di coba untuk bekal piknik anda. Roti gulung salah satunya. Berikut resep Roti Gulung Ayam Keju yang diambil dari resep so Good

Roti Gulung Ayam Keju

Bahan utama :

- So Good Ayam Potong paha dan dada 1 Kg (4 potong di fillet)

- 50 gram mozzarella

- 4 lembar roti tawar

- 2 sdm saus tiram

Saus keju :

- 1 sdm butter

- 1 sdm terigu

- 30 ml susu

- 30 ml whip cream

- 1 sdt garam

- 1 sdt lada

- 50 gram keju parut

Adonan pelapis :

- 3 sdm terigu

- 1 sdm maizena

- 1 sdm tepung beras

- 1 telur utuh

- 30 ml air

- Tepung tempura

Cara membuat

  1. Lumuri dada ayam yang sudah difillet dengan saus tiram dan diamkan selama 30 menit lalu dimasak hingga matang dan disuwir
  2. Untuk saus keju, aduk rata semua bahan sampai kental
  3. Ambil roti tawar dan tipiskan, oleskan saus keju pada roti dan beri suwiran ayam dan keju mozzarella, gulung.
  4. Celupkan pada adonan pelapis dan gulingkan pada tepung tempura, dinginkan dalam kulkas 1 jam
  5. Goreng dengan minyak panas sampai kuning kecoklatan. Sajikan bersama saus sambal.
Tampilkan Semua

Menelusuri Jejak Sejarah dan Nilai Budaya Kota Lunpia

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Semarang Heritage merupakan program yang mengajak siapapun menjelajahi Kawasan Kota Lama Semarang hingga Pasar Johar, serta berinteraksi dengan lingkungan setempat. Sejarah adalah pem­bentuk identitas bangsa. Bagaimana Indonesia...
Selengkapnya

Program GranDhika Future Leader Diluncurkan

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Hotel GranDhika Indonesia yang merupakan management hotel di bawah naungan PT. Adhi Commuter Properti (PT. ACP) terus melakukan pengembangan dengan meluncurkan progam Management Trainne dibidang perhotelan yang dinamakan Hotel GranDhika...
Selengkapnya

Permudah Pembayaran bagi UMKM

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Di pertengahan tahun ini, platform marketplace business to business (B2B) Ralali.com telah bekerja­sama dengan beberapa partner fintech demi memberikan kemudahan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) da­lam mengelola dan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Gudang Penyimpanan Logistik Polda Terbakar

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Gudang tempat penyimpanan logistik Polda Metro Jaya, di Jalan Jenderal Sudirman, Kebayoran Baru, Ja­karta Selatan, hangus dilalap si jago merah. Titik kebakaran berada di ruang bawah tanah berukuran 4 x 3 meter yang sudah lama tidak terpakai.

“Bukan gudang peluru, ruang bawah tanah ukuran 4 x 3,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (20/7). Menu­rutnya gudang tersebut tengah direnovasi.

“Jadi ada beberapa yang sedang diperbaiki,” katanya.

Argo mengatakan gudang tersebut juga dijadikan tempat penyimpanan barang-barang peninggalan tahun 1950-an.

“Ada sangkur (senjata tajam atau pisau), sarung magasin (sarung tabung berisi peluru yang dapat dipasang di pistol atau senapan) dan kotak-kotak kayu bekas pembungkus barang lo­gistik. Barang-barang yang sudah tidak dipakai,” beber Argo.

Argo membantah objek kebakaran merupakan gudang amunisi senjata. Dia menegaskan gudang amunisi jauh dari lokasi kebakaran.

Di sisi lain, Argo menjelaskan kebakaran itu mula-mula diketahui anggota kepolisian karena melihat ada asap. Se­telah dicek, asap itu ada di salah satu ruangan bawah tanah yang dekat dengan dapur dan meja makan. Petugas kemu­dian menghubungi pemadam kebakaran. Mobil Sabhara lebih dulu datang membantu memadamkan api.  jon/P-6

Tampilkan Semua

Berkas Kivlan Zen P21

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Polda Metro Jaya segera mengirimkan berkas tersangka dugaan kepemilikan senjata ilegal Kivlan Zen ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Berkas perkara tahap pertama telah dinyatakan lengkap atau P21. “Betul,...
Selengkapnya

800 Kartu Jak Lingko Dibagikan Gratis di Sekolah

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang kini te­ngah gencar mengampanyekan penggunaan transportasi publik, menggelontorkan 800 kartu Jak Lingko gratis melalui program Jak Lingko Goes To School. “Kegiatan ini menggandeng...
Selengkapnya

Kapolda Berikan Jaminan Keamanan

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Sekitar 20 per­wakilan mahasiswa asal Papua bersama tokoh adat Papua yang ada di Jakarta mendatangi Ma­polda Metro Jaya, Senin (19/8) malam sekitar pukul 21.30. Kedatangan para warga Papua di Jakarta ini memenuhi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Perlu Kajian Komprehensif sebelum Melakukan Amendemen

Senin 19/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
PDI Perjuangan dan sejumlah parpol pendukung Presiden Joko Widodo mengusulkan dilakukannya amendemen terbatas terhadap UUD 1945. Mereka ingin mengembalikan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai lembaga tertinggi negara.

Sebagai lembaga tertinggi negara, MPR akan diberikan kewenangan membuat Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Agenda strategis tersebut baru akan dibahas oleh MPR RI periode 2019–2024.

Untuk mengupas hal tersebut lebih lanjut, Koran Jakarta mewawancarai pakar hukum tata negara Universitas Indonesia (UI), Fitra Arsil, di Jakarta, Selasa (13/8). Berikut petikannya.

Bagaimana pendapat Anda terkait usulan MPR periode 2019–2024 melakukan amendemen terbatas UUD 1945?

Menurut saya, melihat soal amendemen, kita tidak perlu anti terhadap amendemen. Wajar-wajar saja kalau kita memerlukan amendemen UUD 1945. Terakhir amendemen kan tahun 2002. Memang masih banyak persoalan-persoalan yang membutuhkan jalan keluar. Dari jangka waktu, sudah 17 tahun yang lalu kita melakukan amendemen, jadi wajarwajar saja kita melakukan evaluasi terhadap konstitusi kita.

Lalu, apa saja yang harus diperhatikan MPR dalam melakukan amendemen UUD?

Yang perlu diperhatikan dalam melakukan amandemen, MPR harus teliti. Dalam arti, punya kajian yang jelas, karena yang terkait dengan konstitusi ini kita harus komprehensif. Jadi, saya menyarankan kita harus buat kajian yang komprehensif tentang amendemen, apa yang menjadi persoalan kita. Misalkan, kita ingin mengokohkan ideologi Pancasila. Apa yang bisa mengokohkan itu? Misalkan, kita mengevaluasi pembentukan sistem pemerintahan kita. Jadi, kita bicara konsep-konsep dasar terlebih dahulu. Nanti baru fitur-fitur dalam memperkuat sistem pemerintahan. Jangan sampai kita memperbaiki sisi yang lain, sementara sisi yang lain tidak kita perbaiki.

Bagaimana dengan wacana perlunyan GBHN?

Kalau kita bicara GBHN, kita letakkan posisi pemerintahan kita letakkan di mana. Jangan sampai mengganggu sistem check and balances pemerintahan. Dalam sistem presidensiil, presiden bertanggung jawab langsung kepada rakyat. Jangan sampai problem, nanti pelaksanaan GBHN bisa mempengaruhi legitimasi presiden. Kita harus membicarakan lebih lanjut mekanisme kontrolnya.

Menurut Anda, seberapa penting GBHN itu?

Kalau kita bicara soal GBHN sebagai instrumen perencanaan yang efektif, saya menilai dalam tingkat tertentu diperlukan. Yang harus diperhatikan, kita perlu bicara soal implementasi pelaksanaannya bagaimana. Misalnya, bagaimana eksekusi ketika GBHN tidak dilaksanakan, bagaimana mekanisme kontrolnya, jangan sampai menimbulkan instabilitas pemerintahan dengan mempengaruhi legitimasi presiden.

Lalu, mekanisme kontrol yang baik itu seperti apa?

Tetap menurut saya, mekanisme kontrolnya harus dilakukan DPR RI, bukan MPR RI. Lembaga kontrolnya tetap DPR, karena DPR merupakan wakil langsung dari rakyat. Hal ini agar tidak menabrak dasar sistem pemerintahan kita yang menganut sistem presidensiil.

Kemudian, ada yang mengkritik bahwa GBHN akan membatasi kreativitas presiden terpilih, pendapat Anda?

GBHN kan program jangka panjang, dibuat untuk 20 tahun atau 25 tahun ke depan. Namanya Garis Besar Haluan Negara. Yang kita sepakati di GBHN itu model pembangunan jangka panjang. Jadi, cita-cita bangsa kita, bukan program-program teknis.

Seperti kita menyepakati Undang- Undang Dasar kan kita sepakati untuk jangka panjang. Artinya, di tingkat program, presiden tetap bisa berkreativitas. Tetapi, GBHN juga harus mengikuti perkembangan zaman, dalam artian sewaktuwaktu dapat dilakukan amendemen terhadap GBHN. 

 

trisno juliantoro/P-4

Tampilkan Semua

Proteksi Berlapis Dilakukan agar Tumpahan Minyak Tidak Meluas

Rabu 14/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Masyarakat pesisir di Jawa Barat dan Jakarta Utara selama hampir sebulan terakhir dirugikan oleh pencemaran minyak dan gas bumi (migas) dari sumur YYA-1 milik Pertamina Offshore Northwest Java (ONWJ).   Nelayan dan petambak udang...
Selengkapnya

4.380,85 Barrel Tumpahan Minyak Telah Berhasil Diangkat ke Darat

Senin 12/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Tumpahan minyak dari anjungan yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Pantai Utara Jawa yang terjadi beberapa waktu yang lalu sudah meluas.   Tidak ingin bertambah besar berdampak pada...
Selengkapnya

MPR Kembali Akan Diberikan Wewenang Menetapkan GBHN

Jumat 9/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sudah sepakat melakukan amendemen terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara terbatas.   Dalam amendemen ter­batas itu MPR kembali...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Srihadi Pelukis Pejuang

Jumat 16/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk berjuang bisa dilakukan oleh siapa pun dengan profesi apa pun, termasuk pelukis. Perjuangan tidak hanya saat merebut kemerdekaan dari penjajah, tapi sekarang pun dibutuhkan banyak pejuang di profesi mereka masing-masing. Berjuang untuk mengisi kemerdekaan tidak akan pernah berhenti.

Pelukis Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo telah berjuang sejak era perjuangan kemerdekaan. Bergabung menjadi tentara dengan bertugas di Balai Penerangan Militer. Tugasnya membuat poster, brosur, yang isinya penyemangat perjuangan serta membuat sketsa peristiwa sebagai bahan dokumentasi internal TNI, yang waktu itu masih disebut TKR.

Untuk mengetahui kiprahnya di masa perjuangan dan harapannya kepada generasi muda sekarang, wartawan Koran Jakarta, Teguh Raharjo, berkesempatan mewawancarai pelukis kenamaan Indonesia, Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, di kediamannya, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/8). Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana Anda mulai tertarik melukis?

Saya lahir tahun 1931. Seingat saya, waktu itu masih umur empat atau lima tahunan sudah suka corat-coret di kertas, di dinding rumah. Yang memperhatikan kakek dan nenek. Waktu itu Belanda masih menguasai Indonesia. Saat itu saya tinggal di Solo. Kakek yang menyediakan potlot (pensil-red), kapur warna, tidak ada guru khusus yang ngajarin. Kakek membelikan cat air dan peralatan melukis.

Kakek membelinya di sebuah toko di Semarang, kalau tidak salah namanya Toko Van Dort. Kalau harus ke Semarang, kakek naik kereta, tidak seperti sekarang kendaraan banyak. Saya semakin suka melukis karena kakek. Namun sejak Jepang masuk, agak sulit mencari peralatan lukis. Penjajahan Jepang memang lebih berat bagi rakyat waktu itu, hampir semua sulit didapat.

Tapi masih bisa meneruskan melukisnya?

Keinginan melukis terus saja ada, tidak bisa dicegah. Bahan apa saja yang ada bisa dipakai untuk melukis. Masuknya Jepang memberikan dorongan baru bagi saya untuk semakin bersemangat melukis, terutama sketsa. Waktu itu saya membaca majalah Jepang, di dalamnya banyak gambar ilustrasi, bukan foto, tidak ada kamera saat itu. Jadi hanya gambar ilustrasi. Yang membuat ternyata adalah prajurit Jepang yang bertugas sebagai wartawan dan pelukis peristiwa.

Saya kagum, lukisannya menggantikan foto saat itu, bisa menggambarkan kondisi peperangan dengan sketsa. Banyak gambar tentara Jepang saat menyerbu Asia, masuk Indonesia, pesawat jatuh di Jakarta, dan lainnya. Sangat detail sketsanya. Kita yang melihat sekarang tidak tergambar perang seperti apa karena tidak ada foto, tapi tahu karena ada lukisan tentara Jepang itu.

Kapan mulai menjadi perlukis perjuangan?

Saat saya mulai membuat sketsa peristiwa perjuangan yang saya saksikan, ternyata itu diperhatikan oleh Balai Penerangan Militer saat itu. Lalu diajak masuk dan bergabung, khusus untuk membuat poster, brosur, yang isinya penyemangat perjuangan. Juga membuat sketsa peristiwa sebagai bahan dokumentasi internal TNI, yang waktu itu masih disebut TKR.

Saya juga aktif di organisasi Ikatan Pelajar Indonesia, semakin aktif membuat gambar untuk TNI. Suasana waktu Proklamasi Kemerdekaan juga digambarkan, kebetulan anak sekolah saat itu semua keluar merayakan kemerdekaan, ada rapat-rapat akbar. Saya ingat waktu itu umur sekitar 14 tahun, sudah gabung di TNI, sebagai pelukis sketsa.

Jadi sudah aktif di TNI umur 14 tahun dengan tugas melukis?

Tugasnya membuat slogan-slogan perjuangan dengan lukisan dan tulisan penyemangat. Kan sebelumnya aktif membuat grafiti di jalan, dengan difasilitasi TNI, semakin mudah menyalurkan minat melukis, meski sketsa dan peristiwa kisah perjuangan dan kebanyakan untuk dokumentasi internal. Saya intinya menjadi prajurit waktu itu. Tapi juga menjadi seperti wartawan, sebab dikirimkan ke lokasi penting untuk membuat sketsa peristiwa untuk dokumentasi TNI.

Sampai kapan menjadi prajurit?

Di TNI saya mendapatkan pangkat seperti prajurit lain. Sampai akhirnya tahun 1950, ada pengakuan Belanda atas kemerdekaan murni Indonesia, saya diberikan pilihan. Saat itu kan bergabung dengan TNI sebagai tentara untuk berperang. Perang selesai maka tugas sebagai tentara dianggap selesai juga. Pilihannya tetap sebagai prajurit atau kembali sebagai masyarakat sipil.

Saya berpikir masih terlalu muda untuk menjadi tentara dan menghabiskan umur sebagai prajurit, sementara passion saya melukis. Akhirnya memilih untuk keluar dan meneruskan belajar yang sempat terbengkelai. Pangkat terakhir saya adalah sersan mayor, itu tahun 1950. Itu berarti saya umurnya baru 19 tahun. Sampai sekarang masih mendapatkan hak sebagai legiun veteran, saya anggota LVRI.

Saya menyelesaikan SMP dan SMA, kemudian mencari tahu pendidikan selanjutnya yang terkait menggambar. Hanya ada satu yakni pendidikan di Balai Pendidikan Guru Gambar, itu pun gambar untuk sketsa arsitektur atau teknik sipil. Kini akhirnya ada ITB dengan jurusan seni rupa, saya sempat menjadi guru besar ITB. Saya terus menjadi dosen dan melukis sampai saat ini.

Sebagai pelaku perjuangan yang juga pelukis, menurut Anda, cara menjaga rasa nasionalisme masyarakat seperti apa? P

ara pahlawan memperjuangkan kemerdekaan dari nol sampai akhirnya ada Indonesia. Kita harus selalu bersyukur. Justru kita yang harus membawa negara ini menjadi gemah ripah loh jinawi. Itu yang harus menjadi tujuan, karena pada awalnya kita ini tidak memiliki apa-apa, dijajah Belanda dan Jepang.

Kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu momen yang saya rasakan sangat luar biasa. Saat itu, kami keluar sekolah bersama-sama merayakan kemerdekaan. Mendengarkan teks Proklamasi sungguh hal luar biasa. Pemuda-pemudi yang diajarkan berperang oleh Jepang kini bisa mempraktikan langsung melawan Belanda yang kemudian akan datang lagi menjajah. Jadi, itu sekarang yang harus disyukuri. Jangan ribut terus.

Apa yang Anda harapkan dari pelukis atau seniman saat ini?

Sekarang kita bisa berjuang melalui profesi masing-masing, keahlian masing-masing. Bidang apa pun yang baik. Masyarakat harus mampu mengembangkan mutunya masing-masing. Satukan visi satu negara kesatuan. Indonesia harus semakin dikenal dunia internasional. Jangan meremehkan sumber daya yang ada, termasuk melukis dengan cat air.

Mudah ditemukan, murah, dan semua bisa, tapi hasilnya kini diakui dunia internasional melalui International Watercolor Society di Bali. Negara lain bisa hargai ini, sementara kita sendiri masih anggap ogah-ogahan dengan cat air. Padahal sumber dayanya melimpah di kita, murah. Anak-anak bisa mulai mencobanya.

Pesan terhadap anak muda sekarang?

Tetap terus semangat, bekerja sebaik-baiknya sesuai profesi yang disukai, hukum, desain, seni. Yang penting 100 persen mencintai pekerjaannya, jangan setengah-setengah. Gamelan jika tidak dikembangkan akan hilang, tarian juga demikian. Itu kebudayaan kita yang harus tetap dipertahankan.

Negara lain iri dengan kekayaan seni dan budaya kita. Anak saya saja, tidak ada paksaan untuk mengikut jejak melukis. Silakan mereka milih sesuai passion-nya dengan konsekuensi jangan setengah-setengah. Alhamdulillah, semua sudah berhasil dengan keinginannya masing-masing.

Dengan karya yang begitu banyak, apakah tidak ingin membuat museum?

Saya tentu ingin, tapi nggak berani. Karena membuat museum itu tidak mudah. Harus mengelolanya dengan baik, mengatur suhu ruangan yang pas. Memelihara lukisan itu tidak mudah. Saya juga tidak mau memberikan tanggung jawab museum kepada anak-anak. Mereka tidak di sini. Tetapi kalau ada museum yang meminjam lukisan silakan, saya tidak keberatan.

Bagaimana dengan persiapan Anda untuk pameran tunggal?

Rencananya dilaksanakan di Galeri Nasional pada tanggal 11 Maret 2020. Masih lama, tapi sejak setahun lalu sudah saya siapkan. Awalnya minta tahun ini saja, tapi pihak Galeri Nasional mengatakan jadwal sangat penuh, apalagi mendekati akhir tahun.

Apa yang ingin ditampilkan?

Saya berencana memajang 50 lukisan. Temanya adalah lukisan alam atau landskape. Alam yang saya lukis adalah alam asli Indonesia. Beberapa lukisan sudah siap, beberapa lainnya sedang disiapkan. Semoga bisa selesai tepat waktu.

Di ruang tamu ini terpajang banyak lukisan. Ini lukisan Anda semua?

Iya. Sudah lama sekali dibuat. Jadi pajangan. Beberapa yang itu (menunjuk lukisan yang tersender di dinding bagian bawah ruang tamu) adalah proyek baru. Sedang mencoba membuat lukisan dengan media baru, kertas-kertas, ada printingan juga. Yang ini, lukisan dari cat air. Kalau lihat tahunnya itu tahun 1975. Yang di pojokan itu lukisan printing.

Sudah lama sekali tapi masih bagus, dan itu cat air?

Iya, cat air. Jangan dikira cat air itu cat yang murahan. Negara lain, khususnya Eropa sangat menghargai lukisan cat air. Bahkan selama sepuluh hari lalu, di Bali, saya menjadi juri sebuah acara. Namanya International Watercolor Society. Jadi memang baru istirahat dua hari ini pulang dari Nusa Dua. Masih cukup lelah, tapi sangat menyenangkan di sana. Banyak lukisan bagus, semuanya cat air. Sangat indah.

Indonesia menjadi tuan rumah event lukisan cat air internasional?

Betul, kami sangat bangga mendapatkan kepercayaan ini. Apalagi saya menjadi juri dari Indonesia, bersama dengan empat juri lain dari Kanada, Amerika Serikat, Singapura, dan Tiongkok. Jadi ada 56 negara yang hadir, di mana ada 100 pelukis yang mengikuti pameran tersebut.

Yang saya tidak sangka, banyak negara yang tidak pernah muncul di berita ikut, seperti Albania, Kosovo. Bahkan Kosovo menjadi juara pertama bersama pelukis dari Jerman. Selain pameran memang dilombakan. Juara satu, dua, dan tiga masing-masing ada dua setiap kategorinya. Indonesia ada peserta dari Bali yang mendapatkan juara dua. Banyak sekali cerita bagus di sana.

Apa cerita bagus tersebut?

Selama sepuluh hari pamerannya. Seminggu kami bawa sekitar 100 peserta keliling tur Bali menggunakan empat bus. Kami diskusi banyak hal terkait lukisan cat air dengan sesama pelukis dan wartawan serta mengulas perkembangannya saat ini. Mereka sangat puas dengan penyelenggaraan di Indonesia.

Memang sejak April persiapannya, kami menerima 900 kiriman lukisan melalui email, dalam bentuk foto dulu. Lalu diseleksi menjadi sekitar 350 lukisan. Nah, 350 lukisan ini kemudian dikirimkan ke Bali dan yang kemarin itu dipamerkan di sana. Dari yang dipamerkan itu kami pilih enam lukisan terbaik untuk mendapatkan hadiah.

Memang melelahkan, tapi sangat senang, kami juga dibantu oleh para kurator untuk memilih dan seleksi lukisan cat air. Yang juara kami kasih hadiah untuk stay di Bali selama seminggu, melihat Bali dan Indonesia yang indah. Mereka sudah pasti bisa mengikuti event yang sama pada tahun depan. Kemungkinan akan di Eropa, kami akan jadi tamu dan juri tamunya. 

N-3

Tampilkan Semua

Jejak Ketangguhan Ekonomi Indonesia

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Setiap periode waktu tertentu, Museum Bank Indonesia menyajikan ilustrasi dan penggambaran peristiwa ekonomi moneter yang terjadi dari masa ke masa. Museum bukan sekadar gedung untuk mem­bangun kenangan. Sejatinya, museum adalah...
Selengkapnya

Koleksi yang Membuat Kagum Dunia

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Museum Nasional Indonesia merupakan museum yang merefleksikan kebudayaan di seluruh Indonesia. Hampir semua peninggalan sejarah di Nusantara dapat dilihat di museum ini. Koleksi di Museum Nasional banyak dipinjam museum negara lain...
Selengkapnya

Bambang PS Brodjonegoro

Sabtu 10/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Wacana pemindahan Ibu Kota terus bergulir dan kini sudah makin mengerucut. Pemerintah dipimpin oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah melakukan kajian mendalam. Kini...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta