Koran Jakarta | May 26 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Persatuan Nasional Tak Boleh Ditawar Lagi

Sabtu 25/5/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Para tokoh sepakat bahwa persatuan bangsa Indonesia, stabilitas nasional, proses pemerataan, dan masa depan bangsa Indonesia tidak ada tawar-menawar. Para tokoh sepakat bahwa persatuan bangsa Indonesia, stabilitas nasional, proses pemerataan, dan masa depan bangsa Indonesia tidak ada tawar-menawar.   JAKARTA – Guna...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Pelayanan untuk Pemudik

Sabtu 25/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Petugas mengisi bahan bakar pertamax di rest area KM 391 Tol Batang- Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/5). PT Jasa Marga Property sebagai operator membangun empat lokasi rest area sepanjang Tol Batang-Semarang guna memberikan pelayanan kepada pemudik yang menggunakan tol.

Tampilkan Semua

Diberlakukan Satu Jalur

Sabtu 25/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Warga melintasi Jembatan Lama Kediri untuk menyeberangi Sungai Brantas di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (24/5). Jembatan peninggalan kolonial Belanda berkonstruksi besi pertama di Jawa yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya...
Selengkapnya

Diskon Tarif Tol

Sabtu 25/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sejumlah pengendara kendaraan roda empat keluar gerbang Tol Cinere-Jagorawi (Cijago), Depok, Jawa Barat, Jumat (24/5). Pengusaha tol yang tergabung dalam Asosiasi Tol Indonesia (ATI) sepakat memberikan diskon tarif tol hingga sebesar 15...
Selengkapnya

Pelayanan Mudik Masih Kurang Maksimal

Sabtu 25/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Ombudsman me­nyebutkan pelayanan untuk para pemudik yang menggunakan angkutan darat masih kurang maksimal. Seperti dicontohkan Terminal Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, tidak manusiawi. Padahal, jelang Lebaran seperti ini,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Posisi Pemerintah di DPR RI Semakin Kuat

Rabu 22/5/2019 | 08:23
A   A   A   Pengaturan Font
Peta politik pascapemilu 2019 tidak akan banyak berubah karena kekuatan partai pendukung pemerintah Jokowi nanti masih kuat. Kebijakan Pemerintah akan didukung parlemen.

 

JAKARTA - Komisi Pemi­lihan Umum (KPU) telah merampungkan proses reka­pitulasi Pemilu Legislatif (Pi­leg) 2019 pada Selasa (21/5) dini hari. Hasilnya, terdapat 9 partai politik dari 16 partai politik peserta Pileg yang lo­los ke Senayan untuk mengisi jatah 575 kursi DPR RI karena mendapatkan suara yang me­lebihi ambang batas parlemen 4 persen.

Jika dilihat dari Pileg 2014, terdapat 10 partai politik dari 12 partai politik peserta Pileg yang lolos ke Senayan. Ketika itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mendapat­kan suara tertinggi sebanyak 18,95 persen, diikuti dengan Partai Golkar 14,75 persen dan Partai Gerindra dengan suara 11,81 persen.

Peneliti Bidang Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aisyah Pu­tri Budiatri ketika dihubungi Koran Jakarta, Selasa (21/5) mengatakan, hasil Pileg 2019 berpotensi menguntungkan pemerintah. Sebab, jika dilihat dari hasil Pileg 2019, Dapil-dapil dengan jumlah kursi besar, banyak dimenangkan oleh partai-partai dari kubu Jokowi-Ma’ruf, seperti Jawa Te­ngah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara. Semen­tara dari pihak Prabowo-Sandi hanya unggul di Sumatera Ba­rat dan Jawa Barat.

“Situasi ini tentu mengun­tungkan bagi pemerintah, ka­rena artinya peluang perole­han kursi koalisi pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf akan besar di parlemen. Jika saja perole­han kursi di parlemen nanti di atas 60 persen, maka peme­rintah akan cukup efektif bekerja, belum lagi ada peluang partai dari kubu oposisi yang bergabung,” jelasnya.

Aisyah menjelaskan, peta politik terutama relasi pemer­intah-parlemen, sangat dipen­garuhi pada jumlah kursi di parlemen, bukan hanya ber­dasarkan pada persentase dan perolehan suara Pemilu. Se­bab, metode Sainte Lague yang dipakai menentukan jumlah kursi di parlemen tidak ber­dasarkan persentase suara se­cara keseluruhan, melainkan berdasarkan persentase suara di dapil.

“Ranking perolehan kursi partai bisa saja berbeda dengan perolehan suara, karena dipen­garuhi oleh beberapa faktor, termasuk misalnya yang paling berpengaruh adalah di wilayah mana partai mendapatkan su­ara banyak,” pungkasnya.

Tidak Banyak Perubahan

Penilaian yang sama dike­mukakan engamat olitik dari UIN Syarif Hidayatullah Andi Syafrani yang mengatakan kekuatan parpol pendukung pemerintah makin kuat di parlemen. Namun demikian, menurut Andi, jika melihat hasil pemilu legislatif 2019 dibandingkan dengan hasil pemilu sebelumnya, secara umum tidak tidak akan terlalu banyak perubahan.

Peta politik di Senayan pun tak mengalami perubahan sig­nifikan. Walau memang seka­rang kubu partai pendukung pemerintah lebih kuat di par­lemen. ”Jadi peta politik di Senayan di 5 tahun ke depan, lebih menguntungkan peme­rintah,” katanya.

Apalagi kata dia, beberapa partai politik yang jadi pen­dukung Prabowo-Sandiaga, seperti Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) kemungkinan besar merapat ke kubu Jokowi. Maka prak­tis kekuatan oposisi makin berkurang, hanya menyisakan Partai Gerindra dan Partai Kea­dilan Sejahtera (PKS).

“Potensi oposisi hanya akan dipegang Gerindra dan PKS. Kekuatan pendukung pemerintah dipastikan akan dominan di DPR. Harusnya kebijakan Pemerintah tidak akan dapat masalah berarti dari kubu parpol yang tidak masuk di koalisi pendukung pemerintah karena minima­lis jumlahnya. Kebijakan pe­merintah pun tak akan dapat penolakan signifikan di parle­men,” kata Andi.

Sementara itu Pengamat Politik dari CSIS, Arya Fer­nandez mengatakan kalau membandingkan hasil pemilu legislatif tahun ini dengan pemilu sebelumnya, ada be­berapa hal yang bisa dicatat. Pertama dari sisi suara, efek ekor jas tidak terlalu signkfi­kan pengaruhnya karena ke­naikan suara PDIP dan Ger­indra kurang dari 1 persen. Kedua, konflik internal mem­buat jebloknya suara dua par­tai yaitu PPP dan Hanura. tri/ags/AR-3

Tampilkan Semua

Tolak “People Power”

Rabu 22/5/2019 | 08:21
A   A   A   Pengaturan Font
Massa yang tergabung dalam Forum Pasundan Bergerak (FPB) melakukan aksi tolak people power di depan Gedung KPU Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/5). Dalam aksinya, massa menolak dan mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh...
Selengkapnya

Penjelasan Situasi Keamanan

Rabu 22/5/2019 | 08:17
A   A   A   Pengaturan Font
Menkopolhukam Wiranto (tengah), Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal (kanan), Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi (kiri) berfoto bersama seusai memberikan keterangan pers tentang situasi keamanan terkait penetapan hasil rekapitulasi...
Selengkapnya

Megawati Senang Jika Puan Jadi Ketua MPR

Rabu 22/5/2019 | 08:13
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengaku senang jika putrinya, Puan Maharani didorong menjadi Ketua DPR RI 2019-2019.”Uh, saya sebagai ibunya tentunya...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

Resmikan Parlemen

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Perlindungan Warga Sipil Harus Jadi Fokus DK PBB

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
NEW YORK - “Perlindungan warga sipil harus terus menjadi fokus utama kerja Dewan Ke­amanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB),” demikian ditegaskan Menlu RI, Retno LP Marsudi, dalam sidang ter­buka DK PBB mengenai...
Selengkapnya

Pesisir Filipina yang Tak Kuasa Menahan Kenaikan Air Laut

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Saat Mary Ann San Jose pindah ke Sitio Pariahan, sebuah dusun di kawasan pesisir Teluk Manila, Filipina, lebih dari dua dekade lalu, ia bisa melenggangkan kaki un­tuk pergi ke Kapel Santa Cruz yang dekat dengan kediaman­nya....
Selengkapnya

Tiongkok: AS Berbohong Soal Hubungan Huawei-Komunis

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BEIJING – Tiongkok menge­cam Amerika Seri­kat (AS) karena telah menyebar­kan kebohongan soal perusahaan telekomunikasi raksasa Huawei, yang saat ini jadi pusat perhatian perang dagang bi­lateral. Kecaman itu...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Digitalisasi Pendidikan

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

IHSG Ditutup Menguat

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ini ditutup menguat 24,66 poin atau 0,41 persen ke posisi 6.057,35 seiring pengajuan  gugatan hasil Pilpres 2019 oleh paslon nomor urut...
Selengkapnya

Alodokter Gandeng Century Luncurkan Fitur Belanja

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Aplikasi layanan kesehatan Alodokter meluncurkan fitur belanja terkait layanan kesehatan melalui kanal Alodokter Shop. Pada peluncuran perdananya, Alodokter menggandeng salah satu jaringan farmasi besar,...
Selengkapnya

ATI Beri Diskon 15% untuk Seluruh Ruas Tol

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA– Seluruh operator jalan tol atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di bawah naungan Asosiasi Jalan Tol Indo­nesia (ATI) memberikan potongan harga atau diskon tarif sebesar 15 persen di ruas jalan tol di seluruh...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Wujudkan Sumsel sebagai Provinsi Pembawa Berkah

Senin 13/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berbe­nah. Berbagai program pembangunan terus digenjot agar Sumsel benar-benar men­jadi provinsi yang membawa berkah bagi semuanya. Gu­bernur Sumsel, Herman Daru, bertekad mewujudkan daerah yang dipimpinnya menjadi provinsi yang punya daya sa­ing. Provinsi yang membawa berkah bagi seluruh warganya.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel meningkatkan kualitas warganya, wartawan Koran Jakarta, Agus Supriyatna berkesempatan mewawanca­rai Gubernur Sumsel, Herman Daru, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Provinsi Sumsel akan memperingati hari jadinya yang ke-73 pada 15 Mei nanti, harapan Anda sebagai pe­mimpin di Sumsel?

Di usia provinsi ini yang ke-73 tahun, saya berharap semua elemen di Sumsel bisa mewujudkan one visi, one goal menuju Sumsel maju untuk semua serta sejahtera dan berkeadilan. Momen ulang tahun ini wadah kami untuk introspeksi. Sumsel ini kaya sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), tapi mengapa kemiskinan masih tinggi. Inilah tugas kami bersama memerangi kemis­kinan.

Harapan lainnya?

Mari tingkatkan kesejahter­aan hingga tercapai angka kemiskinan satu digit. Dari tahun ke tahun memang telah banyak perubahan yang terjadi dan semua berdampak positif. Saya berharap dan meminta seluruh pegawai di lingkup Pemprov Sumsel lebih baik lagi melayani masyarakat. Ya, harus diakui banyak yang perlu dibenahi. Nah, HUT inilah wahana kami untuk introspeksi.

Ini butuh waktu dan pe­mikiran yang besar sehingga butuh keikhlasan yang besar juga dari kami semua. Mari bersama-sama membangun Sumsel menjadi provinsi yang membanggakan. Bukan seka­dar diakui negara lain, namun yang paling penting adalah pengakuan dari masyarakat Sumsel sendiri.

Apa yang ingin Anda wu­judkan dengan perhatian be­sar pada pendidikan agama?

Keberadaan madrasah, ru­mah tahfidz ini saya harapkan bisa menjadi wadah pencetak anak-anak generasi muda yang soleh, anak-anak yang tahu ilmu agama dan mengerti agama. Mudah-mudahan juga diberikan bekal bagi akhlak mereka se­bagai generasi penerus bangsa.

 Apa yang dipelajari di ru­mah tahfidz?

Ilmu agama dipelajari, tetapi belajar sekolah umum juga tetap. Jangan dilupakan Al Quran. Awali sejak dini membaca Al Quran. Karena bicara soal akhlak itu adalah hal penting yang harus diberi­kan pada anak-anak untuk bekal mereka sebagai generasi muda harapan bangsa. Akhlak penting menjadi bekal bagi anak didik dalam menjalani hubungannya dengan sesama manusia dalam kehidupan.

Program rumah tahfidz Al Quran di Sumsel mungkin bisa dijelaskan?

Begini, membaca Al Quran itu merupakan suatu ke­wajiban. Mendalami dan memahami bacaan Al Quran sudah menjadi keharusan bagi umat Islam. Se­jak saya menjabat, saya sudah mengajak para kepala daerah di Sumsel untuk meng­galakkan rumah tahfidz di desa dan kelurahan. Target­nya satu desa dan kelurahan masing-masing satu rumah tahfidz.

Di Sumsel ada 3.500 desa/kelurahan. Alhamdulillah, jum­lah rumah tahfidz sudah mendekati jumlah tersebut. Saya menyarankan agar PAUD dan TK dengan rumah tahfidz diintegrasikan. Saya ajak para para istri kades dan lurah, istri camat memanfaatkan ladang ibadah yang gampang ini. Se­mua ini juga dalam rangka me­ngurangi buta aksara Al Quran di Sumsel.

Apa harapan Anda dengan rumah tahfidz?

Saya berharap dengan tumbuhnya rumah tahfidz di pelosok desa, buta aksara Al Quran bisa terus dikurangi. Usia bukan ala­san untuk tidak belajar mem­baca Al Quran. Harapannya generasi milenial Sumsel makin banyak yang cinta Al Quran. Kondisi ini harus kita pertahankan. Karena alangkah indahnya jika semua desa di Sumsel memiliki seorang hafidz dan hafidzoh. Kami pertahankan orang-orang yang cinta Al Quran.

Sumsel dikenal sebagai provinsi yang jadi dalam program pendidikan gratis. Bagaimana perkembangan pembangunan pendidikan di Sumsel?

Saya pikir begini, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumsel telah melakukan ber­bagai upaya untuk mempermu­dah pelajar maupun mahasiswa mendapatkan pendidikan di Sumsel. Misalnya dengan me­ngeluarkan kebijakan diskon penggunaan LRT maupun jalan tol. Begitu juga soal masalah kekurangan guru.

Apa solusi dari kekuaran­gan guru?

Saat ini, pemerintah sudah melakukan pengangkatan guru secara bertahap. Hanya saja harus diakui jumlah guru yang pensiun lebih banyak dari yang diangkat. Dulu kan ada pengangkatan guru besar-besaran. Nah, mereka ini sekarang semuanya masuk pensiun, sementara penggan­tinya diangkat secara bertahap. N-3

Tampilkan Semua

Banyuwangi Terus Berbenah Jadi Kabupaten Inovatif

Senin 6/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
   Pada 25 April 2019, di­gelar peringatan hari otonomi daerah yang ke-23. Kali ini acara perin­gatan hari otonomi daerah tingkat nasional dipusatkan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Banyuwangi dalam...
Selengkapnya

Jatim Pacu Pemasukan dari Sektor Perikanan

Senin 29/4/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur (Jatim), nilai produksi ikan wilayah tersebut menurut kabupaten/kota dan subsektor perikanan pada 2015 mencapai 12,430 triliun ru­piah. Setelah itu meningkat menjadi 13,272 triliun...
Selengkapnya

Jadikan Nias sebagai Destinasi Wisata Berkelas Dunia

Senin 15/4/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sail Nias Tahun 2019 resmi diluncurkan di Jakarta, baru-baru ini. Dengan Sail Nias ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumate­ra Utara (Sumut) optimistis jika pariwisata di Nias akan bangkit. Pemprov yakin daerah tersebut akan menjadi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Solusi Kebutuhan Hunian

Jumat 24/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Mengoptimalkan Fungsi Ruang untuk Hunian

Jumat 24/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Rumah yang nyaman tidak selalu mengandalkan desain arsitektur yang mutakhir. Keindahan sebuah hunian juga bisa dinikmati melalui tata letak ruang. Ya, rumah yang mengutakan fungsi ruang menjadi tempat tinggal juga bisa membuat suasana...
Selengkapnya

Elegan dengan Warna Natural

Jumat 24/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ruangan yang penuh warna netral terutama krem bercampur dengan plasteran dinding dalam warna abu-abu, menjadikan ruangan tampak elegan natural. Warna-warna netral tak pernah lekang oleh waktu. Warna yang diperoleh melalui warna furnitur...
Selengkapnya

RUPST BTN

Senin 20/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Tinjau Mobile BTS

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Portal Aplikasi Gaet Komunitas “e-Sport”

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Portal dan aplikasi konten film dan olah raga, Genflix, melakukan terobosan dalam upaya menjadikan pemenang di tengah penyedia konten yang bertebaran. Terobosan yang dilakukan dalam menambah banyak pelanggan adalah dengan menggandeng...
Selengkapnya

Konsep Terpadu Solusi Belajar Digital

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selain di Indonesia, solusi belajar digital 360 (derajat) juga sudah digunakan di India, Afrika Selatan, dan beberapa negara Timur Tengah. Pendidikan digital atau biasa disebut edutech sangat membantu siswa dalam melakukan transformasi...
Selengkapnya

Dirilis, Ponsel Berdaya Baterai Besar

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Disamping menawarkan Realme C2 dengan banderol murah, merek ponsel Tiongkok ini menawarkan Realme 3 Pro. Ponsel ini memiliki prosesor berkinerja mumpuni, daya baterai besar, kejernihan layar, mendukung penggunaan seharian di luar...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Sistem Aki Hibrida Lebih Ramah Lingkungan

Rabu 22/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk menurunkan tingkat polusi CO2 di perkotaan akibat urbanisasi serta jumlah kendaraan yang meningkat, Bosch mengeluarkan teknologi ramah lingkungan terbaru berupa sistem aki hibrida, booster untuk sistem pengereman regeneratif, dan motor listrik canggih terbaru.

Pada aki Bosch 48-Volt menggunakan sel-sel lithiumion yang sangat kompak, untuk mengurangi CO2. Aki ini distandardisasi untuk memudahkan integrasi dengan model-model kendaraan baru dari mobil kompak, mobil mini, sampai mobil mikro, termasuk mobil hibrida

Aki Bosch 48-Volt juga bisa digunakan pada mobil hibrida yang lebih hemat energi fosil. Seiring dengan pasar masal mobil hibrida yang semakin berkembang, Bosch berharap produk akinya juga akan meraih kesuksesan di sektor tersebut.

“Kami memperkirakan sekitar 15 juta kendaraan yang menggunakan aki hibrida 48-Volt akan mulai beroperasi pada 2025,” kata Presiden Bosch di Asia Tenggara, Martin Hayes.

Selain aki hibrida, Bosch mengenalkan iBooster dengan ESP hev. Komponen ini menghasilkan debu rem 95 persen lebih sedikit sehingga membantu mengurangi masalah emisi partikel kampas di berbagai kota. “Kebanyakan polusi partikulat dari lalu lintas disebabkan oleh jalan, ban dan keausan rem, alih-alih disebabkan oleh pembakaran bahan bakar,” kata Hayes.

iBooster merupakan teknologi penguat rem elektromekanis tanpa gesekan, cocok untuk kendaraan hibrida maupun listrik. Penguat rem bebas vakum ini memperpendek jarak pengereman dan membuat kendaraan menjadi lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar dan emisi CO2.

Kombinasi antara iBooster dengan ESPhev, yaitu sistem pengereman regeneratif berbasis vakum bisa mengurangi debu rem hingga 95 persen. Sistem pengereman regeneratif juga memungkinkan pemulihan energi pengereman dibandingkan dengan rem gesekan.

“Bagi Bosch, mewujudkan udara bersih di perkotaan bukanlah hal yang mustahil. Teknisi kami telah mengembangkan berbagai lompatan inovatif dalam mengembangkan teknologi yang akan membantu memastikan perkotaan kita menjadi tempat yang lebih layak dan berkelanjutan untuk ditinggali,” tutup Hayes. hay/E-6

Tampilkan Semua

Motor “Twin” dengan Pilihan Versi Kustom

Rabu 22/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Setelah lama dinanti publik, akhirnya Royal Enfield (RE) meluncurkan motor dengan dua silinder di Indonesia. Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, motor legendaries asal Inggris meluncurkan dua model sekaligus yaitu...
Selengkapnya

Desain “Coupe”: Elegan dan Sporti

Rabu 22/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilan sport coupe menjadi pilihan pabrikan untuk diterapkan pada kendaraan paling premium. Desainnya yang elegan, dengan kombinasi teknologi terkini, diranang menarik kalangan orang sukses. Seri mobil paling premium terbaru dari BMW...
Selengkapnya

MPV Premium Hadirkan Kabin Lega

Rabu 15/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pada ajang Indonesia International Motor Show 2019, Mercedes Benz menghadirkan MPV (multipurpose vehicle) terbarunya, Mercedes-Benz B-Class. Sebagai perwakilan dari NGCC (New Generation Compact Class) Mercedes- Benz, Mobi ini tampil...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Serena Masih Jadi Harapan Terbesar AS di Prancis Open

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK - Serena Williams masih menjadi harapan terbaik kontingen AS untuk merebut gelar juara tunggal putri turnamen tenis Prancis Open 2019, tetapi ada kekhawatiran mengenai kebugarannya setelah terpaksa mundur dari Italia Open pekan lalu karena cedera lutut.

Williams, juara Prancis Open tiga kali yang memiliki rekor 28-4 di tanah liat merah Roland Garros, bisa muncul sebagai pemain berbahaya jika dia bebas dari cedera dan bisa memulai pertandingan dengan baik.

“Semoga Serena cukup sehat untuk bermain,” kata Martin Blackman, manajer umum pembinaan pemain dari Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA), seperti dikutip Reuters. “Dia sangat profesional sehingga dia tidak akan bermain jika tidak dalam kondisi sehat, terutama Grand Slam,” katanya tentang Serena, juara 23 kali di turnamen besar dan saat ini berada di peringkat nomor 10 di dunia.

“Jadi jika dia dalam kondisi siap tanding, saya pikir di setiap pertandingan dia akan menjadi ancaman besar.”

Sementara kakaknya Venus yang sepanjang tahun itu kurang meyakinkan, tetap diperhitungkan mengingat pengalamannya di turnamen grand slam, termasuk penampilan final di Prancis Open 2002.

Petenis putri AS lainnya, Sloane Stephens yang memiliki kecepatan dan permainan bertahan yang tampil di final Prancis Open tahun lalu dan juara AS Terbuka 2017, berpeluang untuk memperbaiki prestasinya tahun ini.

“Lapangan tanah liat cocok untuk Sloane,” kata Blackman. “Dia bisa bergerak dengan cepat, dia sangat bagus dalam membuka pertahanan lawan di lapangan, dan dia punya banyak cara berbeda untuk meraih angka,” katanya.

Meski AS punya segudang pemain tunggal putri yang siap bersaing, namun penggemar tenis AS merasa kurang optimistis dengan peluang di sektor tunggal putra. Petenis terbaik AS yang menempati peringkat nomor sepuluh dunia, John Isner, pekan lalu menyatakan mundur dari Prancis Open karena cedera kaki di Miami Open.

Harapan terbaik AS hanyalah Sam Querrey, petenis dengan servis keras yang telah sukses di tanah liat. Ant/S-2

Tampilkan Semua

Indonesia Juara Dunia Arung Jeram

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA-Tim Wanita U-23 Indonesia berhasil menjadi juara dunia dalam event IRF R6 World Rafting Championships 2019 yang diselenggarakan di Tully River, Cairns, Australia. Raihan tersebut dipastikan setelah mendapatkan skor 301 pada lomba...
Selengkapnya

Perbasi Bakal Naturalisasi Maxie Esho

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - PP Perbasi dan Badan Tim Nasional (BTN) tengah berupaya untuk menaturalisasi pemain asal Amerika Serikat (AS) untuk menambah skuat ke SEA Games 2019 Filipina. Pebasket Maxie Esho menjadi target utama Perbasi. Manajer Timnas...
Selengkapnya

Dominasi Mercedes Bakal Berlanjut di GP Monaco

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
MONACO - Mercedes menegaskan dominasinya di GP Monaco, Prancis dengan menempatkan Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas di posisi satu dan dua pada sesi latihan bebas kedua. Sedangkan pembalap Ferrari, Sebastian Vettel di urutan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Partai Koalisi Mulai Goyah

Sabtu 25/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kontestasi Pemilu Serentak 2019 telah berakhir. Meski banyak yang perlu dievaluasi, secara keseluruhan pesta demokrasi berjalan lancar dan aman. Hasil akhir kontestasi pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin terpilih menjadi presiden Indonesia 2019–2024.

Hasil itu berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, Selasa (21/5) dini hari. Rekapitulasi meliputi 34 provinsi dan 130 wilayah luar negeri. Hasil ini ditetapkan melalui Keputusan KPU Nomor 987/PL018-KPT/06/KPU/V/2019.

Dari hasil rekapitulasi tersebut pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang atas pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jumlah perolehan suara Jokowi-Ma’ruf mencapai 85.607.362 atau 55,5 persen. Sedangkan perolehan suara Prabowo-Sandi 68.650.239 atau 44,5 persen.

Selisih suara kedua pasangan 16.957.123 atau 11 persen. Tentu hasil ini harus dihormati bersama sebagai wujud pendewasaan demokrasi. Yang menarik untuk didiskusikan nasib koalisi partai politik. Apakah yang kalah akan tetap berlanjut menjadi barisan oposisi atau malah melebur menjadi barisan pendukung pemerintah? Jika ditelisik hingga kini, tampak sekali Koalisi Adil Makmur yang mengusung Prabowo-Sandiago mulai goyah.

Apalagi Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sudah dua kali bertemu Presiden Joko Widodo, Rabu (22/5). Sebelumnya, juga ada gelagat dari Partai Amanat Nasional (PAN) setelah pertemuan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dan Presiden Joko Widodo.

Bila kabar ini terus berlanjut dengan pindahnya anggota koalisi tentu hal ini sangat disayangkan, sebab pelembagaan demokrasi tentu sangat membutuhkan kekuatan partai oposisi yang signifikan. Banyak pertanyaan yang kemudian timbul, apakah partai politik yang mengeklaim oposisi tetap akan berkoalisi sampai lima tahun ke depan ataukah akan bubar di tengah jalan?

Jawabannya tentu tergantung pada partai masing-masing. Sebab ada pula partai yang tetap konsisten di barisan oposisi. Tapi ada pula yang tidak kuat menahan “godaan” hingga mudah tergiur berpindah haluan. Bila ditelisik, karakter dan watak partai politik Indonesia tentu sangat sedikit yang konsisten berdiri di barisan oposisi.

Selama ini, ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra yang konsisten berada di barisan oposisi. Selebihnya akan sangat goyah mendukung pemerintahan. Bahkan mayoritas partai politik ingin lebih dekat pada pusat pemerintahan. Sebab akses ekonomi dalam pusat kekuasaan lebih menguntungkan ketimbang berada dalam barisan oposisi.

Bahkan banyak partai seolah-olah merasa tidak akan mampu berbuat banyak bila menjadi oposan. Hal ini diperparah lagi dengan merebaknya gejala pragmatisme yang kerap melanda partai, di mana kekuasaan menjadi segala-galanya.

Sehingga dengan memilih berada dalam barisan pemerintah akan sangat memiliki nilai signifikan bagi masa depan partai. Dengan begitu, keinginan elite partai pendukung Koalisi Adil Makmur untuk berubah haluan kian mengonfirmasi, godaan kekuasaan menjadi daya tarik luar biasa. Inilah yang kemudian menjadi salah satu penyakit kronis watak sebagian partai Indonesia.

 

Basa-basi

 

Dengan demikian, wacana kehadiran oposan yang konstruktif dapat dikatakan hanya basa-basi. Artinya, wacana mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah hanya sebatas masa kampanye dengan tujuan menarik simpati publik. Padahal, dalam leksikon ilmu politik, demokrasi yang sehat sangat memerlukan keseimbangan kekuasaan.

Kekuasaan tanpa pengimbang akan mudah jatuh pada bentuk otoritarianisme dan kesewenangan lainnya. Kekuatan pengeimbang tidak dapat disangkal merupakan prasyarat utama tegaknya tatanan demokrasi yang sehat. Dengan begitu, harus ada partai yang tetap berani memainkan peran sebagai oposisi untuk lima tahun ke depan.

Dengan kata lain, oposisi harus dapat menjadi pilihan sejumlah partai untuk melakukan pelembagaan. Jika peran oposisi berjalan secara benar dan konstruktif, besar kemungkinan bisa menjadi investasi politik pada masa-masa mendatang. Bahkan pilihan oposisi dapat menciptakan peralihan kekuasaan silih berganti sebagai prasyarat konsolidasi demokrasi.

Menurut studi Hofmeister dan Grabow dalam Political Parties: Functions and Organisation in Democratic Societies (2011), partai politik yang memlih jalur oposisi memiliki fungsi dan peran sangat strategis. Sebab dia bisa menjadi watchdog berbagai kebijakan pemerintah, hingga kemudian bisa memberi wacana alternatif di hadapan publik di kemudian hari. Selain itu, partai oposan tentu bertugas mengawal, mengawasi, dan melakukan otokritik secara konstruktif kebijakan dan program pemerintah.

Dengan demikian, oposisi tentu dipercaya menciptakan pemerintahan yang efektif dan mampu menciptakan garis demarkasi yang jelas antara kubu pemerintah dan nonpemerintah. Hal ini akan membangun mekanisme pengawasan dan fungsi pengeimbang (check and balances) yang sehat.

Sebab partai oposisi dibutuhkan bukan hanya untuk mengawal kekuasaan, tapi karena kebaikan dan kebenaran dalam politik harus pula diperjuangkan melalui kontes serta diuji dalam wacana yang terbuka agar bisa diakses publik. Dalam peran ini, oposisi berkewajiban mengemukakan titik-titik kelemahan suatu kebijaksanaan agar mengurangi efek samping yang merugikan rakyat.

Perannya bukan hanya sebatas memperingatkan pemerintah terhadap kemungkinan salah penerapan kebijaksanaan, tapi juga ikut menunjukkan solusi yang harus dan tidak dilakukan oleh kekuasaan. Jika kemudian kekuasaan bisa lahir dari proses demokrasi yang substantif, oposisi bisa menjadi pilihan terbaik bagi partai untuk bisa ikut membangun kultur Indonesia yang demokratis.

Dengan kata lain, bila sebagian partai hanya basa-basi dalam beroposisi pascakontestasi elektoral 2019, tentu akan dapat meninggalkan catatan buruk bagi tatanan demokrasi yang selama ini diperjuangan. 

 

Bambang Arianto, Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Tampilkan Semua

Akhirnya ke MK

Sabtu 25/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Sandiaga Uno akhirnya memutuskan mengajukan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kepastian itu disampaikan langsung Sandiaga dalam jumpa pers di...
Selengkapnya

Contoh Religiositas Kaum Papa

Sabtu 25/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
    Teladan tidak hanya datang dari orang kaya ataupun tokoh agama, tapi juga kaum miskin yang tiada pernah kekurangan derita. Hal inilah yang menggerakkan Sindhunata untuk menuliskan cerita-cerita di dalam buku Aburing...
Selengkapnya

Mengoptimalkan Usia Muda untuk Berkarya

Jumat 24/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Muda, Berdaya, Karya Raya Penulis : Fadh Pahdepie Penerbit : Republika Cetakan : I, Maret 2019 Tebal : xx + 336 halaman ISBN : 978-602-573-472-4 Ada yang mengatakan fase ter­berat hidup saat berusia 20-an hingga 30-an....
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Memiles Ajak Masyarakat Berwisata via Aplikasi

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Setiap orang tentunya punya keinginan untuk bisa melancong ke banyak destinasi wisata di dalam negeri maupun luar negeri, apalagi bagi penyuka traveling. Namun biaya akomodasi yang tinggi pastinya akan menjadi batu sandungan. Kini, ada sebuah program aplikasi bernama Memiles, yang bergerak di bidang advertising di mana program aplikasi tersebut menawarkan kemudahan agar bisa mewujudkan mimpinya dengan cukup mudah.

Memiles adalah sebuah program aplikasi yang memadukan bisnis travelling, advertising, dan market place dalam satu aplikasi. Setelah bergabung, ada poin yang harus dikumpulkan dengan jalan memasang iklan untuk bisa mendapatkan semacam hadiah berupa perjalanan wisata, ataupun barang yang diinginkan yang tersedia di dalam aplikasi tersebut, semisal kendaraan motor, mobil, ataupun rumah.

Menariknya, dengan aplikasi ini, harga barang dan perjalanan wisata bisa sangat murah, karena adanya semacam bonus dari Top Up yang dilakukan oleh seorang pengguna. Perwakilan Memiles, F Suhanda, yang sekaligus sebagai motivator Memiles mengatakan Memiles bukanlah MLM yang dikenal masyarakat. Tapi aplikasi Memiles justru memberikan harapan masyarakat untuk bisa mewujudkan mimpinya dalam hal berwisata atau mendapatkan sesuatu barang keperluan.

"Ini bukan MLM. Tujuan kita justru ingin memberi kesempatan untuk bisa mendapatkan mimpinya. Kita ingin membantu pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat lewat aplikasi pasang iklan ini," ujarnya, di sela momen rapat dengan pengguna Memiles, di bilangan Mangga Dua Square, Jakarta, baru-baru ini. Suhanda menambahkan, bahwa Memiles adalah program aplikasi pasang iklan.

Dengan point tertentu yang didapat dari Top Up, orang bisa memilih hadiah yang diinginkan dengan harga yang sangat murah. Ditegaskannya lagi, masyarakat diajak bergabung. Di dalam aplikasi itu orang bisa memilih barang yang diinginkannya, semisal motor, mobil, perjalanan wisata luar negeri dengan harga sangat murah, namun diwajibkan pengguna untuk melakukan Top Up terlebih dulu, dan menunggu dalam jangka waktu sekitar tiga bulan, barulah bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

Di dalam daftar hadiah, ada kesempatan untuk melancong ke sejumlah destinasi wisata di dalam dan luar negeri dengan biaya sangat murah. Misalnya hanya sekitar 300 ribu rupiah, atau memperoleh motor hanya dengan uang sejumlah tersebut, atau juga mobil yang hanya seharga 10 juta rupiah dengan hanya diminta untuk Top Up lalu memasang iklan di aplikasi itu. yzd/S-1

Tampilkan Semua

Robert Pattinson Bungkam Soal Fim Batman

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabar tentang Robert Pattinson yang akan berperan sebagai Bruce Wayne dalam film "The Batman" semakin membuat penggemar penasaran. Pattinson pun akhirnya memberikan jawaban terkait perannya. Saat menghadiri Festival Film Cannes, Robert...
Selengkapnya

Mengurangi Kebergantungan pada Energi Fosil

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sebagai partisipasi kepedulian kepada lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, PT PLN (Persero) menawarkan Premium Renewable Energy, sesuai kebutuhan pelanggan industri. Sebagai bagian upaya pemerintah menekan...
Selengkapnya

“Keluarga Cemara” Ikuti Festival Film ASEAN di London

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Film “Keluarga Cemara” yang disutradarai Yandy Laurens yang diangkat dari cerita bersambung di majalah remaja karya Arswendo Atmowiloto adalah satu-satunya film Indonesia yang diputar dalam ASEAN Festival Film yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Pameran Disain

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Jakarta Kondusif

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Apresiasi Buat TNI-Polri

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Syaikhu Lebih Pilih Jadi Wagub

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Mantan Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syai­khu, memastikan tidak akan mengundurkan diri dari bursa calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta. Syaikhu bah­kan mendorong Panitia Khusus (Pansus) Cawagub DKI agar...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Kepala Daerah Wajib Melaporkan Perkembangan Arus Mudik

Sabtu 25/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari. Pemerintah telah melakukan berbagai persiapan menyambut Lebaran, terutama menyambut arus mudik. Alat transportasi umum pun dicek, pun jalan yang akan dilintasi para pemudik.

 

Kementerian Dalam Negeri sebagai salah satu kemen­terian yang merupakan poros pemerintahan dalam negeri ikut sibuk menyam­but musim mudik. Kementerian Dalam Negeri ingin memastikan arus mudik, terutama di daerah bisa berjalan lancar. Untuk mengupas itu, Koran Jakarta sempat me­wawancarai Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Berikut petikan wawancaranya.

Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi, adakah persiapan khusus Ke­menterian Dalam Negeri mendu­kung kelancaran arus mudik?

Ya, saya telah keluarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Nomor 300/3817/SJ tanggal 14 Mei 2019. Surat ini berisi instruk­si untuk seluruh kepala daerah agar membentuk Posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri.

Fungsi Posko-posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri apa?

Posko- posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri ini nanti fungsinya adalah untuk memantau dan melapor­kan persiapan seluruh kebutuhan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019.

Mungkin ada imbauan Anda kepada para kepala daerah untuk membantu arus mudik Lebaran ini?

Saya berharap kepala daerah bisa memfungsikan posko Hari Raya dengan optimal, sehingga arus mudik di daerahnya masing-masing bisa lancar. Lewat posko itu pula, para kepala daerah harus aktif melaporkan perkem­bangan arus mudik atau nanti pada saat arus balik Lebaran.

Makanya, saya meminta seluruh ke­pada daerah agar lebih aktif mengoordinasi­kan posko terpadu Hari Raya Idul Fitri, sehingga pelayanan kepada publik khususnya kepada para pemudik bisa terjamin.

Semua dinamika bisa terpantau dengan baik. Jangan sampai ada dinamika yang menganggu kelan­caran arus mudik. Intinya, Pemda saya minta untuk tetap fokus pada peningkatan pelayanan untuk masyarakat.

Soal keamanan dan ketertiban selama arus mudik bagaimana?

Kepala daerah dan jajaran­nya saya minta harus memasti­kan ketenteraman, keamanan, ketertiban umum dan perlind­ungan masyarakat terjamin. Selain menjamin kebutuhan masyarakat lainnya di saat musim Lebaran ini. Prinsipnya pastikan semua persiapan aman, dari segi Tramtibum. Selain itu, pemda har­us memastikan jalannya pelayanan masyarakat khusus hadapi Hari Raya Idul Fitri aman.

Di Kemendagri ada posko juga?

Ada. Sudah dibentuk Posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri 1440 H/ Tahun 2019. Posko di Kementerian Dalam Negeri dipusatkan di Ge­dung A lantai 3. Posko inilah yang akan memantau laporan dari dae­rah seputar persiapan dan dinamika yang terjadi selama arus mudik.

Posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri 1440 H/ Tahun 2019 akan bekerja 24 jam. Ada pegawai yang stand by setiap saat di posko. Para pegawai inilah yang nantinya akan memantau, melihat dan memoni­toring apa yang terjadi di daerah selama arus mudik Lebaran.

Petugas posko Lebaran berasal dari Biro Kepegawaian dan Ditjen Bina Pembangunan Daerah. Nanti, mereka yang akan terus memantau dan melihat berbagai kesiapan yang dilakukan oleh petugas posko di daerah dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Selain memantau kelancaran arus mudik apalagi yang harus jadi perhatian pemda?

Banyak hal yang jadi pantauan para petugas di posko terpadu Lebaran, misalnya kebutuhan logistik, bahan bakar minyak, pos kesehatan, kesiapan sarana prasarana angkutan, ketenteraman, keamanan, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, pengen­dalian inflasi, pasokan listrik, dan kesiapan jaringan telekomunikasi.

Posko terpadu dilengkapi dengan fasilitas media elektronik. Ini untuk memudahkan koordinasi.

Ada koordinasi dengan kemen­terian atau lembaga terkait?

Oh ya, posko terpadu juga akan berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait yang juga me­mantau persiapan arus mudik. agus supriyatna/P-4

Tampilkan Semua

Elite-elite Politik Perlu Mengembangkan Narasi yang Menyejukkan

Jumat 24/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Polisi telah menetapkan sebanyak 72 tersangka provokator yang melakukan unjuk rasa hingga terjadi kerusuhan di depan Gedung Bawaslu.   Untuk kerusuhan di wilayah Petamburan, polisi mengamankan 156 tersangka. Semen­tara untuk...
Selengkapnya

“Contraflow” Diberlakukan Situasional

Kamis 23/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Berbagai langkah dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memberikan kelancaran bagi para pemudik yang akan berlebaran di kampung halaman.   Untuk hal tersebut Direk­torat Jenderal Perhubungan...
Selengkapnya

Perpanjangan Izin Akan Dikaji Tim Pembina dan Penertiban Ormas

Rabu 22/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan tentang Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Front Pembela Islam (FPI) yang akan habis masa berlakunya pada bulan Juni tahun ini.   Kemudian, muncul petisi di situs change.org yang meminta...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Kepala Daerah Wajib Melaporkan Perkembangan Arus Mudik

Sabtu 25/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari. Pemerintah telah melakukan berbagai persiapan menyambut Lebaran, terutama menyambut arus mudik. Alat transportasi umum pun dicek, pun jalan yang akan dilintasi para pemudik.

 

Kementerian Dalam Negeri sebagai salah satu kemen­terian yang merupakan poros pemerintahan dalam negeri ikut sibuk menyam­but musim mudik. Kementerian Dalam Negeri ingin memastikan arus mudik, terutama di daerah bisa berjalan lancar. Untuk mengupas itu, Koran Jakarta sempat me­wawancarai Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Berikut petikan wawancaranya.

Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi, adakah persiapan khusus Ke­menterian Dalam Negeri mendu­kung kelancaran arus mudik?

Ya, saya telah keluarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Nomor 300/3817/SJ tanggal 14 Mei 2019. Surat ini berisi instruk­si untuk seluruh kepala daerah agar membentuk Posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri.

Fungsi Posko-posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri apa?

Posko- posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri ini nanti fungsinya adalah untuk memantau dan melapor­kan persiapan seluruh kebutuhan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019.

Mungkin ada imbauan Anda kepada para kepala daerah untuk membantu arus mudik Lebaran ini?

Saya berharap kepala daerah bisa memfungsikan posko Hari Raya dengan optimal, sehingga arus mudik di daerahnya masing-masing bisa lancar. Lewat posko itu pula, para kepala daerah harus aktif melaporkan perkem­bangan arus mudik atau nanti pada saat arus balik Lebaran.

Makanya, saya meminta seluruh ke­pada daerah agar lebih aktif mengoordinasi­kan posko terpadu Hari Raya Idul Fitri, sehingga pelayanan kepada publik khususnya kepada para pemudik bisa terjamin.

Semua dinamika bisa terpantau dengan baik. Jangan sampai ada dinamika yang menganggu kelan­caran arus mudik. Intinya, Pemda saya minta untuk tetap fokus pada peningkatan pelayanan untuk masyarakat.

Soal keamanan dan ketertiban selama arus mudik bagaimana?

Kepala daerah dan jajaran­nya saya minta harus memasti­kan ketenteraman, keamanan, ketertiban umum dan perlind­ungan masyarakat terjamin. Selain menjamin kebutuhan masyarakat lainnya di saat musim Lebaran ini. Prinsipnya pastikan semua persiapan aman, dari segi Tramtibum. Selain itu, pemda har­us memastikan jalannya pelayanan masyarakat khusus hadapi Hari Raya Idul Fitri aman.

Di Kemendagri ada posko juga?

Ada. Sudah dibentuk Posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri 1440 H/ Tahun 2019. Posko di Kementerian Dalam Negeri dipusatkan di Ge­dung A lantai 3. Posko inilah yang akan memantau laporan dari dae­rah seputar persiapan dan dinamika yang terjadi selama arus mudik.

Posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri 1440 H/ Tahun 2019 akan bekerja 24 jam. Ada pegawai yang stand by setiap saat di posko. Para pegawai inilah yang nantinya akan memantau, melihat dan memoni­toring apa yang terjadi di daerah selama arus mudik Lebaran.

Petugas posko Lebaran berasal dari Biro Kepegawaian dan Ditjen Bina Pembangunan Daerah. Nanti, mereka yang akan terus memantau dan melihat berbagai kesiapan yang dilakukan oleh petugas posko di daerah dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Selain memantau kelancaran arus mudik apalagi yang harus jadi perhatian pemda?

Banyak hal yang jadi pantauan para petugas di posko terpadu Lebaran, misalnya kebutuhan logistik, bahan bakar minyak, pos kesehatan, kesiapan sarana prasarana angkutan, ketenteraman, keamanan, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, pengen­dalian inflasi, pasokan listrik, dan kesiapan jaringan telekomunikasi.

Posko terpadu dilengkapi dengan fasilitas media elektronik. Ini untuk memudahkan koordinasi.

Ada koordinasi dengan kemen­terian atau lembaga terkait?

Oh ya, posko terpadu juga akan berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait yang juga me­mantau persiapan arus mudik. agus supriyatna/P-4

Tampilkan Semua

Andrinof Achir Chaniago

Sabtu 25/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Isu pemindahan ibu kota kini bukan lagi wacana. Presiden Joko Widodo sudah memutuskan, ibu kota negara bakal dipindah, tidak lagi di Jakarta. Kepala negara juga memutuskan ibu kota akan dipindah ke luar Jawa. Pulau Kalimantan menjadi salah...
Selengkapnya

“Kayu Baru”, Lebih Ringan dan Super Kuat

Sabtu 25/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dengan meneliti sifat mekanis kayu, ilmuwan berhasil mengembangkan teknologi kayu menjadi sekuat baja. Kekuatan metarial sehingga tahan lama digunakan tidak hanya didomonasi besi, baja, atau bahkan titanium. Dalam penelitian terbaru,...
Selengkapnya

Ilmuwan Mengambangkan Material Kayu yang Tahan Api

Sabtu 25/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Api memakan kayu dengan ganas, namun zat yang digunakan untuk merawat kayu agar tahan terhadap api juga bisa berbahaya dan beracun. Profesor Ilmu Bahan dari Stony Brook University membimbing seorang sarjana dan dua siswa SMA Long Island....
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta