Koran Jakarta | May 21 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Jokowi-Ma’ruf Raih 55,5 Persen

Selasa 21/5/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk Provinsi Papua, pasangan Jokowi-Ma’ruf menang mengungguli pasangan Prabowo-Sandi dengan selisih 2,69 juta suara. Untuk Provinsi Papua, pasangan Jokowi-Ma’ruf menang mengungguli pasangan Prabowo-Sandi dengan selisih 2,69 juta suara.   JAKARTA - Komisi Pemi­lihan Umum (KPU)...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Jokowi-Ma’ruf Raih 55,5 Persen

Selasa 21/5/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk Provinsi Papua, pasangan Jokowi-Ma’ruf menang mengungguli pasangan Prabowo-Sandi dengan selisih 2,69 juta suara.

 

JAKARTA - Komisi Pemi­lihan Umum (KPU) meram­pungkan rekapitulasi nasio­nal Pemilihan Presiden 2019 , Senin (20/5).

Dari 34 provinsi, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin unggul di 21 provinsi dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Secara keseluruhan, ter­masuk hasil rekap luar negeri, Jokowi–Ma’ruf memperoleh 85.607.362 suara atau 55,50 persen, sedangan Prabowo– Sandi memperoleh 68.650.239 suara atau 44,50 persen.

Jokowi-Ma’ruf unggul di Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Barat, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung. Selanjutnya, pasangan nomor urut 01 itu menang di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Ke­pulauan Riau, Papua Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Maluku dan Papua.

Sementara itu, 13 provinsi lainnya dikuasai pasangan no­mor urut 02 Prabowo Subian­to-Sandiaga Uno.

Untuk Provinsi Papua, pa­sangan Jokowi-Ma’ruf me­nang mengungguli pasangan Prabowo-Sandi dengan seli­sih 2,69 juta suara. Pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 3.021713 suara, pasangan Prabowo-Sandi 331.352 suara.

Dari 29 kabupaten/kota di Papua, hampir seluruhnya dimenangkan oleh pasangan Jokowi-Ma’ruf. Bahkan di lima kabupaten/kota, pasangan nomor urut 01 itu mendapat­kan100 persen suara. Lima dae­rah tersebut adalah Kabupaten Nduga, Puncak, Puncak Jaya, Lanny Jaya, dan Mamberamo Tengah. Kelima kabupaten ter­sebut semuanya menggelar pe­milu dengan sistem noken/ikat.

Sementara itu, hasil reka­pitulasi suara tingkat nasional pilpres untuk Provinsi Suma­tra Utara, Jokowi-Ma’ruf me­nang atas Prabowo-Sandi. Jokowi-Ma’ruf mendapat suara 3.936.515, sedangkan Prabo­wo-Sandi mendapat 3.587.786 suara. Selisih suara di antara keduanya tak terpaut jauh, yai­tu 348.729 suara.

Tapi untuk Provinsi Riau, Prabowo-Sandi menang atas paslon Jokowi-Ma’ruf. Prabo­wo-Sandi mendapat suara 1.975.287, sedangkan Jokowi- Ma’ruf mendapat 1.248.713 suara. Selisih suara di antara keduanya mencapai 726.574.

Menang di Maluku

Sedangkan di Maluku, Jokowi-Ma’ruf unggul sekitar 200 ribu suara atas rivalnya, Prabowo-Sandi. Pasangan Jokowi-Maruf Amin memper­oleh 599.457 suara, sedangan pasangan Prabowo-Sandi memperoleh 392.940 suara.

Untuk wilayah Kuala Lum­pur, Malaysia, Jokowi-Ma’ruf juga menang atas Prabowo- Sandi. Jokowi-Ma’ruf menda­pat suara 50.049, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 26.630 suara. Perolehan suara yang didapat Jokowi-Ma’ruf hampir dua kali lipat dari per­olehan suara Prabowo-Sandi. Selisih suara di antara kedua pasangan mencapai 23.419.

Di tempat terpisah, Ketua KPU, Arief Budiman, menga­takan KPU berpeluang mem­percepat pengumumkan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 karena menuntaskan rekapitu­lasi suara secara nasional.

“Kita lihat kemungkinan yang ada nanti,” tegas Arief di Kantor KPU, Jalan Imam Bon­jol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/5) siang. rag/P-4

Tampilkan Semua

Presiden: Air Kunci Meraih Kemakmuran

Selasa 21/5/2019 | 00:03
A   A   A   Pengaturan Font
BELU – Presiden Joko Wido­do mengatakan bahwa air me­rupakan kunci untuk meraih kemakmuran dan kesejahtera­an di Nusa Tenggara Timur (NTT). “Yang sudah selesai Ben­dungan Raknamo, sekarang Rotiklot, airnya...
Selengkapnya

Proyeksi Pertumbuhan Dinilai Tidak Realistis

Selasa 21/5/2019 | 00:01
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden sebut defisit yang lebar pada neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan merupakan persoalan besar Indonesia.   JAKARTA – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 berkisar 5,3–5,6 persen....
Selengkapnya

PENGAMANAN DI KPU

Selasa 21/5/2019 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
PENGAMANAN DI KPU - Sejumlah personel kepolisian berjaga di depan kantor KPU, Jakarta, Senin (20/5/2019). Aparat kepolisian memperketat penjagaan gedung KPU dengan menutup Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, yang berada persis di...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Waspadai Terorisme pada Aksi 22 Mei

Senin 20/5/2019 | 07:44
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Mendekati pengumuman hasil Pemilu Serentak 2019, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror selama bulan Mei 2019 telah menangkap 29 orang yang diduga sebagai teroris. Dari hasil pemeriksaan polisi terungkap rencana aksi teror yang akan dilakukan pada 22 Mei, tepat saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil pemilu.

Di sisi lain, akan ada aksi besar-besaran di tanggal tersebut. Ditambah lagi, setelah itu, keluar peringatan dari Pemerintah Amerika Serikat untuk warganya agar menghindari lokasi yang akan dijadikan tempat aksi pada 22 Mei. Tentu, ini harus diwaspadai.

Stanislaus Riyanta, Analis Intelijen dan Terorisme yang juga mahasiswa doktoral Universitas Indonesia mengatakan itu di Jakarta, Minggu (19/5). Menurut Stanislaus dari 29 orang terduga teroris yang ditangkap, 18 orang dicokok polisi di Jakarta, Bekasi, Karawang, Tegal, Nganjuk, dan Bitung di Sulawesi Selatan. Sisanya 11 orang lainnya ditangkap di sejumlah lokasi di Pulau Jawa.

“Sebanyak 9 dari 11 orang tersebut adalah anggota JAD. Penangkapan 11 tersangka ini disertai barang bukti berupa 1 pucuk senapan angin, 5 kotak peluru, dan satu pisau lempar. Teroris akan melakukan aksi teror dengan menggunakan bom sebagai aksi amaliah dengan menyerang kerumunan massa pada 22 Mei 2019,” katanya.

Alasan teroris akan melakukan aksi teror pada 22 Mei, kata Stanislaus karena ada momentum yang dianggap tepat untuk beraksi. Momentum itu adalah berkerumunnya orang. Oleh terduga teroris ini target empuk untuk menebar teror. Dari catatan yang diperoleh dari Polri, selama tahun 2019 ini sebanyak 68 terduga teroris telah ditangkap. Penangkapan tersebut mengakibatkan 8 orang meninggal yang salah satunya adalah pelaku yang meledakkan diri di Sibolga.

“Tentu rangkaian penangkapan tersebut menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan. Salah satu bukti kekhawatiran yang muncul adalah peringatan keamanan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat terhadap warganya terkait dengan pengumuman hasil resmi pemilu Indonesia dengan risiko adanya terorisme,” ujarnya.

Kaitan Terorisme

Pertanyaan yang muncul, kata dia, mengapa teroris akan melakukan aksi pada kegiatan pemilu. Sementara mereka tidak mempunyai hubungan langsung dengan kelompok politik di Indonesia. Tapi jangan pernah diabaikan, para teroris ini menentang demokrasi dan menganggap itu adalah paham atau sistem sesat.

“Aksi teror mereka pada momentum pemilu selain sebagai bentuk perlawanan terhadap negara, juga karena pertimbangan strategis memanfaatkan kerawanan yang ada. Kerawanan itu antara lain adanya kerumunan massa, daya tarik publikasi yang tinggi, dan peluang kelengahan aparat keamanan karena skala kegiatan yang cukup besar,” ujarnya.

Kerawanan-kerawanan inilah menurut Stanislausyang dimanfaatkan oleh kelompok teror. Sehingga peluang keberhasilan aksi mereka lebih besar. Sementara terkait banyaknya teroris yang ditangkap akhirakhir ini, hal tersebut dipengaruhi dengan membaiknya regulasi yaitu UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Terorisme.

“Regulasi terorisme yang baru memberikan kewenangan lebih luas bagi aparat keamanan untuk melakukan pencegahan,” katanya. ags/AR-3

Tampilkan Semua

Zulkifli Hasan Beri Selamat KH Ma’ruf

Senin 20/5/2019 | 07:37
A   A   A   Pengaturan Font
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai, walaupun pengumuman resmi dari KPU pada 22 Mei 2019, tandatanda kemenangan untuk pasangan nomor urut 01 telah terlihat.   JAKARTA – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH...
Selengkapnya

Bawaslu Apresiasi Relawan Pemilu

Jumat 17/5/2019 | 08:02
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan dan pemantauan proses pemilu dengan mendokumentasikan formulir C1 Plano. Itu sebagaimana yang dilakukan oleh koalisi...
Selengkapnya

TNI-Polri Diminta Jaga Soliditas

Jumat 17/5/2019 | 07:54
A   A   A   Pengaturan Font
Proses pembangunan negara bisa dilakukan dengan lancar karena situasi keamanan negara terjaga dengan baik berkat dukungan penuh TNI-Polri.   JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

Tongkat Kekuasaan Serangan Bom

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Kubu Konservatif Australia Amankan Mayoritas

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SYDNEY – Koalisi Konservatif yang berkuasa di Austra­lia diwartakan kantor berita ABC pada Senin (20/5), bisa mengamankan pemerintahan mayoritas setelah secara tak terguna memenangkan pemilu federal yang digelar akhir pekan...
Selengkapnya

Bus Turis Terkena Ledakan Bom Dekat Piramid Mesir

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
GIZA – Sebuah bom dilaporkan telah meledak dan me­ngenai bus turis yang sedang berada dekat obyek wisata Pi­ramid di Giza, Mesir, pada Minggu (19/5). Akibat ledakan bom itu, sejumlah turis mengalami luka-luka. “Bom...
Selengkapnya

Mantan Kepala Sekuritas Tiongkok Disidik

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BEIJING - Komisi Pusat In­speksi Kedisiplinan Tiongkok (CCDI) pada Minggu (19/5) menyatakan bahwa man­tan Kepala Regulasi Sekuritas Tiongkok (CSRC) yang berna­ma Liu Shiyu, tengah disidik atas dugaan pelanggaran huku. Terkait...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Jual Ikan Asap

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

RI Buka Peluang Ekspor Pertanian ke Brasil

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pemerintah terus memperluas akses pasar produk pertanian ke kawasan Amerika Latin. Setelah Ar­gentina, kali ini pemerintah berupaya membuka peluang ekspor ke Brasil. Saat menerima kunjungan Menteri Pertanian Brasil,...
Selengkapnya

Kemenperin-Polri Jaga Keamanan Industri

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pol­ri) untuk meningkatkan pengamanan sektor industri. Hal itu sebagai upaya nyata pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang...
Selengkapnya

Pertamina Apresiasi Pengguna Pertamax

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SEMARANG – PT Pertamina (Persero) Marketing Opera­tion Region (MOR) IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama komunitas motor Royal Riders Indonesia (RORI) Semarang membagikan nasi kotak untuk sahur di...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Wujudkan Sumsel sebagai Provinsi Pembawa Berkah

Senin 13/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berbe­nah. Berbagai program pembangunan terus digenjot agar Sumsel benar-benar men­jadi provinsi yang membawa berkah bagi semuanya. Gu­bernur Sumsel, Herman Daru, bertekad mewujudkan daerah yang dipimpinnya menjadi provinsi yang punya daya sa­ing. Provinsi yang membawa berkah bagi seluruh warganya.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel meningkatkan kualitas warganya, wartawan Koran Jakarta, Agus Supriyatna berkesempatan mewawanca­rai Gubernur Sumsel, Herman Daru, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Provinsi Sumsel akan memperingati hari jadinya yang ke-73 pada 15 Mei nanti, harapan Anda sebagai pe­mimpin di Sumsel?

Di usia provinsi ini yang ke-73 tahun, saya berharap semua elemen di Sumsel bisa mewujudkan one visi, one goal menuju Sumsel maju untuk semua serta sejahtera dan berkeadilan. Momen ulang tahun ini wadah kami untuk introspeksi. Sumsel ini kaya sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), tapi mengapa kemiskinan masih tinggi. Inilah tugas kami bersama memerangi kemis­kinan.

Harapan lainnya?

Mari tingkatkan kesejahter­aan hingga tercapai angka kemiskinan satu digit. Dari tahun ke tahun memang telah banyak perubahan yang terjadi dan semua berdampak positif. Saya berharap dan meminta seluruh pegawai di lingkup Pemprov Sumsel lebih baik lagi melayani masyarakat. Ya, harus diakui banyak yang perlu dibenahi. Nah, HUT inilah wahana kami untuk introspeksi.

Ini butuh waktu dan pe­mikiran yang besar sehingga butuh keikhlasan yang besar juga dari kami semua. Mari bersama-sama membangun Sumsel menjadi provinsi yang membanggakan. Bukan seka­dar diakui negara lain, namun yang paling penting adalah pengakuan dari masyarakat Sumsel sendiri.

Apa yang ingin Anda wu­judkan dengan perhatian be­sar pada pendidikan agama?

Keberadaan madrasah, ru­mah tahfidz ini saya harapkan bisa menjadi wadah pencetak anak-anak generasi muda yang soleh, anak-anak yang tahu ilmu agama dan mengerti agama. Mudah-mudahan juga diberikan bekal bagi akhlak mereka se­bagai generasi penerus bangsa.

 Apa yang dipelajari di ru­mah tahfidz?

Ilmu agama dipelajari, tetapi belajar sekolah umum juga tetap. Jangan dilupakan Al Quran. Awali sejak dini membaca Al Quran. Karena bicara soal akhlak itu adalah hal penting yang harus diberi­kan pada anak-anak untuk bekal mereka sebagai generasi muda harapan bangsa. Akhlak penting menjadi bekal bagi anak didik dalam menjalani hubungannya dengan sesama manusia dalam kehidupan.

Program rumah tahfidz Al Quran di Sumsel mungkin bisa dijelaskan?

Begini, membaca Al Quran itu merupakan suatu ke­wajiban. Mendalami dan memahami bacaan Al Quran sudah menjadi keharusan bagi umat Islam. Se­jak saya menjabat, saya sudah mengajak para kepala daerah di Sumsel untuk meng­galakkan rumah tahfidz di desa dan kelurahan. Target­nya satu desa dan kelurahan masing-masing satu rumah tahfidz.

Di Sumsel ada 3.500 desa/kelurahan. Alhamdulillah, jum­lah rumah tahfidz sudah mendekati jumlah tersebut. Saya menyarankan agar PAUD dan TK dengan rumah tahfidz diintegrasikan. Saya ajak para para istri kades dan lurah, istri camat memanfaatkan ladang ibadah yang gampang ini. Se­mua ini juga dalam rangka me­ngurangi buta aksara Al Quran di Sumsel.

Apa harapan Anda dengan rumah tahfidz?

Saya berharap dengan tumbuhnya rumah tahfidz di pelosok desa, buta aksara Al Quran bisa terus dikurangi. Usia bukan ala­san untuk tidak belajar mem­baca Al Quran. Harapannya generasi milenial Sumsel makin banyak yang cinta Al Quran. Kondisi ini harus kita pertahankan. Karena alangkah indahnya jika semua desa di Sumsel memiliki seorang hafidz dan hafidzoh. Kami pertahankan orang-orang yang cinta Al Quran.

Sumsel dikenal sebagai provinsi yang jadi dalam program pendidikan gratis. Bagaimana perkembangan pembangunan pendidikan di Sumsel?

Saya pikir begini, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumsel telah melakukan ber­bagai upaya untuk mempermu­dah pelajar maupun mahasiswa mendapatkan pendidikan di Sumsel. Misalnya dengan me­ngeluarkan kebijakan diskon penggunaan LRT maupun jalan tol. Begitu juga soal masalah kekurangan guru.

Apa solusi dari kekuaran­gan guru?

Saat ini, pemerintah sudah melakukan pengangkatan guru secara bertahap. Hanya saja harus diakui jumlah guru yang pensiun lebih banyak dari yang diangkat. Dulu kan ada pengangkatan guru besar-besaran. Nah, mereka ini sekarang semuanya masuk pensiun, sementara penggan­tinya diangkat secara bertahap. N-3

Tampilkan Semua

Banyuwangi Terus Berbenah Jadi Kabupaten Inovatif

Senin 6/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
   Pada 25 April 2019, di­gelar peringatan hari otonomi daerah yang ke-23. Kali ini acara perin­gatan hari otonomi daerah tingkat nasional dipusatkan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Banyuwangi dalam...
Selengkapnya

Jatim Pacu Pemasukan dari Sektor Perikanan

Senin 29/4/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur (Jatim), nilai produksi ikan wilayah tersebut menurut kabupaten/kota dan subsektor perikanan pada 2015 mencapai 12,430 triliun ru­piah. Setelah itu meningkat menjadi 13,272 triliun...
Selengkapnya

Jadikan Nias sebagai Destinasi Wisata Berkelas Dunia

Senin 15/4/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sail Nias Tahun 2019 resmi diluncurkan di Jakarta, baru-baru ini. Dengan Sail Nias ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumate­ra Utara (Sumut) optimistis jika pariwisata di Nias akan bangkit. Pemprov yakin daerah tersebut akan menjadi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

RUPST BTN

Senin 20/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Pembangunan Permukiman Dorong Kualitas SDM

Senin 20/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penyamaan persepsi mengenai hakekat perumahan dan permukiman masih menjadi tantangan yang mendasar. Hal ini mengingat bahwa berbagai persoalan penyelenggaraan perumahan dan permukiman sesungguhnya muncul dari adanya perbedaan sudut...
Selengkapnya

Kebijakan Papan, Perlu Sinergi Pusat dan Daerah

Senin 20/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sistem penyelenggaraan di bidang perumahan dan permukiman yang harus dioptimalkan baik di tingkat pusat, wilayah, maupun lokal. Problem utama perumahan rakyat kecil, yakni besarnya backlog (kekurangan pasokan) perumahan, terus...
Selengkapnya

Titik Proyek

Jumat 17/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Pilar Inovasi Digital

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Bundel Ponsel dengan Printer Foto Mini

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Banyak foto indah yang dihasilkan oleh pengguna perangkat mobil. Namun sayangnya foto-foto menarik mereka hanya tersimpan di ponsel atau di media sosial saja. Padahal salah satu cara menampilkan foto dalam bentuk cetak. Untuk memberikan...
Selengkapnya

Dirilis, Perangkat Anti Putus Sinyal Wi-Fi

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Saat ini internet berperan penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Pengguna internet jaringan tetap, membutuhkan router untuk mengakses internet melalui jaringan Wi-Fi, secara nirkabel. Namun seringkali Wi-Fi tidak mampu...
Selengkapnya

Ngebut dengan Teknologi Metro Ethernet

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Teknologi terbaru diadopsi operator guna memberikan layanan prima kepada pelanggan. Diharapkan para pelaku ekonomi kreatif terbantu dengan layanan jaringan yang cepat dan stabil. Meski lemah dari sisi mobilitas, jaringan tetap (fixed...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

MPV Premium Hadirkan Kabin Lega

Rabu 15/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Pada ajang Indonesia International Motor Show 2019, Mercedes Benz menghadirkan MPV (multipurpose vehicle) terbarunya, Mercedes-Benz B-Class. Sebagai perwakilan dari NGCC (New Generation Compact Class) Mercedes- Benz, Mobi ini tampil lebih sporti dan dinamis dibandingkan model pendahulunya.

Benz B-Class menekankan aspek Sports Tourer, yang mendukung perjalanan jauh. Dengan demikian aspek kenyamanan penumpang menjadi perhatian penting dengan fitur hiburan terkini yang canggih.

Salah satu ubahan yang dilakukan Mercy adalah pada dimensinya. Jarak sumbu roda meregang 30 mm menjadi 2.729 mm dan lebar bertambah 33 mm menjadi 1.456 mm, yang membuat mobil ini lebih lega. Sementara panjangnya dan tingginya tetap sama yaitu 4359 mm, dan 1557 mm.

Dengan itu, dijamin kabin menjadi lebih lapang. Diklaim, kapasitas bagasi bisa mencapai 1.540 liter dengan kursi belakang dilipat rata. Selain bisa dilipat, kursi belakang juga bisa dimajukan, sedikit menambah kapasitas bagasi saat sandaran kursi berdiri.

“Kalau dibandingkan dengan A-Class sedikit lebih besar dan lapang. Namun basisnya sama dengan A-Class,” papar Departement Manager Product & Pricing PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia Radite Erlangga, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Sebagai mobil keluarga, B Class terbaru memiliki fitur fitur MBUX (Mercedes-Benz User Experience) yang memanjakan. Sistem tersebut berupa infotainment adaptif dengan tampilan grafik jernih dan bisa diperintah suara.

MBUX menggunakan layar layarnya besar, menggabungkan panel instrumen digital dengan layar head unit 10,25 inci, yang lebar, agar mampu menampilkan gambar lebih luas, yang bisa dikoneksikan dengan perangkat melalui Apple CarPlay dan Anrdoid Auto.

Dapur pacu sama dengan A Class yaitu mesin dengan kapasitas 1,33 liter, dengan tambahan mesin turbo. Teneganya mencapai bertenaga 163 tenaga kuda dan torsi maksimal 250 Nm yang disalurkan melalui transmisi kopling ganda 7G-DCT.

Akselerasinya butuh waktu 8,2 detik untuk mencapai 100 km per jam dari posisi diam. “Salah satu keunggulananya meski dengan mesin kecil, dibandingkan dengan GLA namun tenaganya B-Class lebih besar,” kata Radite.

Di Indonesia B-Class ditawarkan dalam satu varian saja yaitu Progressive Line. Mobil ini ditawarkan pada harga 679 juta rupiah sebelum pajak. Dengan fitur yang dimiliki dan dimensi lebih lega B-Class hanya berbeda 4 juta saja dengan new A-Class A 200 Progressive Line. hay/E-6

Tampilkan Semua

Skutik Macho untuk Para Petualang

Rabu 15/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Honda meluncurkan motor besar bergaya adventure, Honda X-ADV. Berdesain tangguh serta unik, performa tinggi, dan sarat dengan fitur canggih. Skutik ini dihadirkan untuk menjawab penantian para pecinta motor petualang. Dengan konsep...
Selengkapnya

Performa Super si Supercar Italia

Rabu 15/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mobil sport mengutamakan kemampuan kecepatan. Pabrikan Italia melakukan pengembangan dari sisi bobot, aerodinamika, mesin untuk menghasilkan kinerja yang super cepat. Ferrari menghadirkan unit pertama dari supercar Ferrari 488 Pista....
Selengkapnya

Mobil Pilihan

Rabu 8/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Supriadi Belum Dimainkan Persebaya

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

SIDOARJO – Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman memastikan belum akan me­mainkan eks-bintang Timnas Indonesia U-16 Supriadi saat melawan Kalteng Putra pada lanjutan pekan kedua Liga 1 musim kompetisi 2019. “Dia belum dimasukkan dan pasti tidak akan main lawan Kalteng Putra,” ujarnya ketika ditemui usai memi­mpin latihan Persebaya di Stadion Jenggo­lo Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu malam.

Pertandingan melawan Kalteng Putra digelar pada Selasa (21/5) di Stadion Gelo­ra Bung Tomo Surabaya mulai pukul 20.30 WIB.

Meski sudah kembali dari Inggris usai bergabung dengan tim “Garuda Select”, na­mun Supriadi sampai dua hari menjelang pertandingan belum bergabung dengan Ruben Sanadi dan kawan-kawan.

Alasan inilah yang dijadikan Djanur, sa­paan akrab pelatih Persebaya, untuk tidak memainkan atau bahkan belum dimasuk­kan ke statistik line up pemain.

“Kami menunggu Supriadi bergabung dan sepertinya besok sudah datang,” ucap pelatih yang mengantar PSMS Medan promosi dari Liga 2 ke Liga 1 pada musim kompetisi 2017 tersebut.

Meski belum berlatih, Djanur mengaku memiliki waktu lebih dari sepekan untuk memberikan waktu ke Supriadi beradap­tasi dengan tim sebelum menjamu PSIS Semarang pada 30 Mei 2019 di Surabaya.

Persebaya memastikan merekrut Su­priadi meski usianya masih 17 tahun dan telah diperkenalkan saat peluncuran tim sekaligus pemain di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (11/5) malam.

Saat sesi perkenalan pemain dan nama Supriadi disebut oleh pembawa acara di lapangan, sekitar 25 ribu bonek menge­lu-elukannya dan memberikan tepuk tan­gan meriah. Ant/S-1

Tampilkan Semua

Langit Manchester Makin Biru

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sukses Manchester City merebut treble winners (tiga gelar) domestik membuat klub berjuluk “The Citizen” dielu-elukan se­bagai tim sepakbola Inggris terbe­sar yang pernah ada. City men­catatkan sejarah dengan...
Selengkapnya

Napoli Rusak Harapan Inter Milan

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
NAPLES – Harapan Inter Mi­lan untuk lolos ke Liga Champi­ons rusak setelah kekalahan me­malukan 1-4 dari Napoli pada laga Serie A, Senin (20/5) dini hari WIB. Inter yang seharusnya meraih tempat di kompeti­si klub...
Selengkapnya

Akhir Tragis “El Real”

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Madrid finis ketiga di klasemen La Liga, 18 poin di belakang Barcelona dan delapan terpaut dari Atletico Madrid. MADRID – Real Madrid menga­khiri musim yang mengecewakan dengan menye­dihkan. Sementara Gareth Bale bahkan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Tak Akan Putus Asa Orang yang Percaya pada Tuhan

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Tangan Tuhan Tak Pernah Melepasmu

Penulis : Natasha Radiani

Penerbit : Psikologi Corner

Cetakan : April 2019

Tebal : 271 halaman

ISBN : 978-602-0770-79-6

Seringkali manusia lupa, bahwa ada Tuhan yang selalu ada untuknya. Saat hati hanya fokus pada dunia, justru ia akan lalai dari hakikat kehidup­an. Bahkan, tak jarang seseorang lupa bahwa Tuhan selalu mengawasinya. Tuhan punya jalan keluar untuk semua masalahnya. Jika tak kembali pada Tuhan, maka manusia akan cenderung mengambil langkah pelarian dari ma­salahnya. Yang bisa jadi justru menam­bah masalah yang sudah ada.

Pelajaran hidup bisa diambil dari mana saja, termasuk dari lingkungan di sekitar kita. Salah satunya adalah filosofi pohon pisang. Kakek mengajarkan filosofi ini kepada Vendi, cucunya yang masih remaja.

“Kalau pingin hidup tenang, hidu­plah seperti pohon pisang.” Kata Kakek pada Vendi. Pohon pisang itu tidak mau mati sebelum berbuah. Ia ingin kehadirannya di dunia ini bisa memberi manfaat sebelum ajal menjemputnya. Pohon pisang mempersiapkan gene­rasi penerusnya sebelum ia ditebas dan mati. Yaitu tunas yang berada di sampingnya. Tunas-tunas muda akan meneruskan tugasnya memberi man­faat kebaikan pada siapa pun yang memetik buahnya, mengambil daun­nya, atau memanfaatkan batangnya. (Hal. 98)

Kehidupan juga mendewasakan Pu­tri yang baru saja meraih gelar sarjana. Seperti halnya kebanyakan orang, Putri ingin segera memperoleh pekerjaan setelah lulus kuliah. Namun, kebangga­an atas ijazahnya seolah hancur ketika ia ditertawakan pada saat wawancara.

Putri direndahkan oleh pemilik perusahaan yang ia lamar. Pemilik perusahaan itu menertawakannya, dan mengatakan bahwa ia pasti akan sulit mendapatkan pekerjaan dengan bekal ijazah jurusan Bahasa Indonesia. Putri kecewa, namun ia tetap berusaha dan berdoa. Hingga tak lama kemudian ia diterima di sebuah perusahaan yang lebih baik daripada perusahaan yang telah menolaknya itu.

Kisahnya menginspirasi kita. Jika kita diremehkan atau dihina oleh orang lain, janganlah berputus asa. Buktikanlah bahwa kita mampu mendapatkan yang terbaik. Tetaplah bersabar, berusaha, dan berdoa untuk mencapai harapan yang kita impikan hingga harapan itu dapat terwujud. “Tuhan tahu apa yang kita perlukan, meskipun jalan yang ha­rus kita lewati berliku-liku.” (Hal. 193)

Fisik yang gagah belum tentu ber­banding lurus dengan ketegaran hati. Seorang pemuda rela menempuh perja­lanan jauh demi menjawab pertanyaan hatinya akan hakikat kehidupan. Ia ada­lah pemuda yang gagah. Tapi sayang, pakaiannya lusuh, dan ia berjalan mem­bungkuk karena membawa tas yang sangat berat. Ia membawa semua benda yang menurutnya telah dapat mem­bantunya bangkit dari kesedihan dan penderitaan. Baginya itu semua adalah barang berharga. Hingga ia bertemu dengan seorang kakek yang dengan ramah menyapanya. Ia pun menyam­paikan pada Sang Kakek yang bijaksana itu, bahwa ia sudah lelah mencari arti hakikat kehidupan.

Sang kakek tidak serta merta me­minta pemuda itu mengurangi beban di tas yang ia bawa. Justru dari situ, Sang kakek memberi nasihat tentang hakikat kehidupan pada pemuda itu. Sang kakek mengatakan bahwa penderita­an, kesepian, kegagalan, tangisan, air mata, dan bencana, semuanya sangat bermanfaat untuk mendewasakan kehidupan kita. Itu semua membuat kita lebih tabah dan kuat menghada­pi tantangan hidup di masa depan. Namun pada saat kita ingin melangkah maju, jika kita tidak melepaskan hal-hal yang dibelakang itu, maka hal-hal itu hanya akan menjadi beban langqkah kita. “Letakkanlah semua yang mem­bebani hidupmu, maka kehidupanmu akan menjadi lebih ringan dan kau bisa menikmati hidupmu.” (Hal. 267)

Buku ini menceritakan kisah-kisah dari orang-orang yang nyaris menyerah dalam menghadapi permasalahan hi­dup. Baik itu tentang keluarga, peker­jaan, persahabatan, atau cinta. Mereka yang putus asa bahkan sempat memi­kirkan kematian untuk dirinya sebagai solusi, atau kematian orang yang dia anggap sebagai penyebab masalah yang ia hadapi.

Setiap kisah yang disajikan dalam buku ini mengingatkan pembaca agar tetap yakin pada Tuhan Yang Maha Kua­sa. Tuhan tak pernah meninggalkan kita. Bimbingan-Nya selalu ada, meskipun kadang kita tidak menyadari hal itu. Peresensi Sri Lestari, Alumna Bioteknologi Sekolah Pasca Sarjana UGM

Tampilkan Semua

Hormati Kewenangan KPU

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyelesai­kan rekapitulasi suara nasional pemilihan presiden 2019 untuk 32 provinsi. Hari ini, KPU merencanakan menuntaskan rekapitulasi suara di dua provinsi lagi, yakni Maluku dan Papua. Bila KPU...
Selengkapnya

Menjaga Persaudaraan Umat

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
oleh : syahrul kirom, m.phil Tanpa terasa umat muslim melak­sakana ibadah bulan Rama­dhan 1440 H satu pekan lebih. Bulan, yang menurut Rasulullah SAW, penuh berkah, rahmat, dan maghfirah. Hari-harinya adalah hari-hari paling...
Selengkapnya

10 Hal yang Harus Dilakukan Pegawai Baru di 3 Bulan Pertama Kerja

Senin 20/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pertanyaan: Bu Rossa, akhirnya saya diterima bekerja. Apa yang terpenting untuk saya lakukan di bulan-bulan pertama saya bekerja? Jawaban: Selamat, akhirnya peker­jaan yang Anda idamkan kini tercapai juga. Tapi jangan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Memberdayakan Ekonomi Disabilitas dengan Pelatihan Vokasi

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Penyandang disabilitas di Indonesia sudah saatnya mendapat prioritas dan perhatian khusus, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Pasalnya, mereka juga memiliki kemampuan yang dapat didayagunakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Festival Vokasi Teman Disabilitas adalah ga­gasan training ketrampi­lan dari Thisable Enterprise yang dilakukan secara road­show 10 kota dalam waktu 1 bulan, yakni Surabaya, Malang, Solo, Yogyakarta, Ke­bumen, Bandung, Semarang, Cirebon, Bekasi, dan berakhir di Jakarta.

Thisable Enterprise adalah sebuah sosial enterprise di bidang employment service, didirikan seorang perempu­an penyandang tunarungu/ tuli, Angkie Yudistia, sejak 2011 untuk memberdayakan ekonomi penyandang dis­abilitas agar dapat memper­oleh pekerjaan.

Adapun Thisable memiliki kurang lebih 2.000 database Jabodetabek yang telah di­lakukan asesmen agar siap untuk disalurkan pekerjaan. Dengan gagasan training secara roadshow ini, memi­liki target 2.000 tambahan penyandang disabilitas area Pulau Jawa yang akan diberi­kan training secara gratis agar siap menghadapi inklusivitas pekerjaan yang dibutuhkan saat ini.

“Setelah 8 tahun Thisable Enterprise hadir menjadi wadah teman disabilitas dan keluarganya agar mandiri secara ekonomi untuk skala Jabodetabek, inilah saatnya untuk bisa memberdayakan lebih banyak lagi di area luar Jabodetabek yang membu­tuhkan pekerjaan. Semakin banyak yang diberi training, semakin banyak tenaga kerja terdidik yang terserap perusa­haan” jelas Angkie.

Dengan Tagline #Ber­satuUntukBerdaya, Thisable mengajak semua pihak untuk ikut berkontribusi menyukses­kan program Festival Vokasi Teman Disabilitas ini menjadi program inklusi yang dapat membuka kesempatan seluas-luasnya kepada perusahaan untuk merekrut sesuai ama­nah Undang - Undang (UU) No.8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

Menurut UU No. 8 tahun 2016 tersebut, yang dimak­sud dengan Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dapat berinter­aksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisi­pasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

UU yang sama juga me­nekankan hak-hak penyan­dang disabilitas yang salah satunya adalah hak pekerjaan, kewirausahaan dan koperasi. Meskipun hak-hak tersebut telah dijamin negara, dalam implementasinya penyandang disabilitas masih mengha­dapi tantangan untuk dapat diterima bekerja di sektor formal.

Data Kementerian/Badan Perencanaan dan Pemba­ngunan Nasional (Bappenas) menyebut hanya 25 persen penyandang disabilitas di Indonesia yang bekerja, baik di sektor formal maupun informal. Sebanyak 39,9 per­sen bekerja sebagai petani, 32,1 persen bekerja sebagai buruh, 15,1 persen bekerja di sektor jasa dan sisanya bekerja di perusahaan swasta atau menjadi wiraswasta. Oleh hal tersebut, Thisable Enterprise selaku sosial enterprise yang sudah bergerak dalam bidang pemberdayaan menyadari bahwa hal ini harus dapat diselesaikan untuk mewujud­kan terciptanya pemberdayaan teman disabilitas secara massif di beberapa kota di Pulau Jawa. pur/R-1

Masjid Ramah Disabilitas

Kesetaraan dalam beribadah di bulan Ramadan terutama di masjid ramah disabilitas, adalah gagasan program yang diinisiasi oleh So Nice dan Thisable Enterprise yang bertujuan untuk mencip­takan lingkungan inklusi di sekitar masjid.

Program ini dilakukan antara lain di Masjid Jami An Ni’mah, Pondok Labu - Ja­karta Selatan, dan di Masjid Al Mukarromah, Pesanggra­han - Jakarta Selatan.

Selama ini, sulitnya teman disabilitas mengakses masjid menjadi hambatan setiap hendak beribadah, seperti ti­dak adanya akses ramp yang membuat disabilitas daksa sangat jarang ke masjid, dan bahkan ada yang diusir, se­hingga tidak bisa melaksana­kan salat di dalam masjid, karena kursi roda dianggap kotor.

Tidak hanya itu saja, untuk disabilitas tuli karena ketidakmampuan mereka mendengar sehingga tidak pernah mendengar dan memaknai adzan hingga makna salat. Maka dari itu program ini sebagai bentuk inisiasi awal dan mengajak DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) untuk ikut bersama menciptakan lingkungan inklusi di lingkungan Masjid.

“Program ini menjadi pioneer bagi kami untuk terus berusaha menciptakan lingkungan yang inklusi dan ramah, terlebih di bulan Ramadan ini. Masjid yang menjadi pilihan program kami, dikarenakan masjid yang selalu digunakan beribadah oleh teman-teman disabilitas. Semoga dengan terciptanya program ini, dapat memudahkan teman disabilitas untuk selalu dekat dengan Allah SWT,” jelas M Reza Rizali dari Thisable Enterprise.

Dengan Tagline #Masji­dUntukSemua, So Nice dan Thisable Enterprise meng­ajak semua pihak untuk ikut berkontribusi menyukseskan program Masjid Ramah Disabilitas ini menjadi program inklusi tidak hanya ramah terhadap aksesibilitas yang diperlukan dan menggerak­kan sikap masyarakat untuk selalu menerima dengan baik apabila teman disabili­tas ingin melaksanakan salat di dalam masjid.

Progam ini tidak hanya berhenti di bulan Ramadan ini saja, karena So Nice dan Thisable Enterprise telah bekerjasama dalam jangka panjang untuk pember­dayaan disabilitas, sehingga menjadi program yang berkesinambungan tidak ha­nya menjadikan lingkungan yang ramah terhadap dis­abilitas tetapi juga pember­dayaan disabilitas agar lebih mandiri dari beragam segi kehidupan. hay/R-1

Berkarya di Era Digital

Setiap orang mempu­nyai hak yang sama untuk mengembangkan kemampuan dirinya me­lalui pemenuhan kebutuhan, termasuk difabel. Mereka juga berhak mendapatkan pelayanan medis, psikolo­gis, pendidikan, pelatihan keterampilan, dan se­mua jenis pelayanan yang memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan secara maksimal.

Karena itu Kolla Space, peru­sahaan start-up yang bergerak di bidang penyedia layanan tempat (Co-Working Space) mengadakan kegiatan bernama Kollaborasi. Kollaborasi me­rupakan rangkaian kegiatan Kolla Space yang diadakan setiap bulan. Kollaborasi turut melibatkan komunitas yang disesuaikan dengan tema acara. “Cuma untuk tiap bulan, te­manya memang berbeda-beda,” ujar Fairuz Rana Ulfah, manajer operasional Kolla Space.

Difabel menjadi tema utama pada acara Kollaborasi Kolla Space. Menurut Fairuz, diangkatnya tema difabel bertujuan untuk memberikan kasih sayang khususnya ke­pada teman-teman difabel, melalui talkshow inspiratif bertema “Berkarya Tanpa Ba­tas di Era Digital Bagi Difabel” yang berlangsung di Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, bebe­rapa waktu lalu.

Nicky Claraentia Pratiwi, salah satu pembicara dalam acara ini berbagi cerita tentang peluang dan tantangan kerja bagi penyandang difabel. Ia merupakan penyandang tunadaksa yang sudah meng­gunakan kaki palsu sejak usia satu tahun dan sukses menjadi womenpreneur dengan men­jadi Head of Business Develop­ment di Thisable Enterprise. “Khususnya para difabel agar tetap semangat dan selalu ber­fikir positif,” pungkasnya. pur/R-1

Tampilkan Semua

Gelar Wedding Open House

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BeforeAfterWedding Open House by Grand Mercure Jakarta Harmoni yang digelar pada tanggal 18 – 19 Mei 2019, berlangsung meriah. Kegiatan ini dibuka mulai jam 10 pagi hingga 8 malam tanpa dipungut biaya masuk. Wedding open house ini...
Selengkapnya

Perbaiki Struktur Wajah dengan Teknik Kecantikan Terbaru

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tren di dunia kecantikan selalu mengalami perubahan dan perkembangan. Beberapa tahun lalu, teknik perawatan kecantikan seperti tanam benang dan filler menjadi favorit karena dapat mengeluarkan hasil yang instan, minimal rasa sakit dan...
Selengkapnya

“The Lawyer” Kisahkan Kehidupan Nyata Pengacara

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Satu film yang menceri­takan kehidupan para pengacara, ikut meramai­kan perfilman Tanah Air. Film produksi Erwin Kallo Films itu berjudul "The Lawyer: Pokrol Bambu, cukup mendapat tanggapan positif dari bebe­rapa pengacara....
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Jalan Alternatif

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Angkutan Mudik

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Petani Jamur

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Pelaku Penusukan SOTR Ditangkap

Selasa 21/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Anggota Polres Metro Jakarta Selatan dan Pol­sek Metro Setiabudi meringkus salah satu pelaku penusu­kan terhadap Danu Tirta berinisial MN (17) dari geng ber­motor atau Kelompok Limau 9. Kapolsek Metro...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Tetap Taat Aturan dan Kedepankan Jalur Konstitusi

Senin 20/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pemilu Serentak 2019 telah memasuki tahap-tahap akhir Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Nasional. Diharapkan, rekapitulasi selesai pada tanggal 22 Mei 2019, sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat mengumumkan hasil pemilu.

 

Menjelang pen­gumuman hasil pemilu, suasana cukup panas dan rencanaaksi demo besar-besaran digulirkan. Untuk mengupas soal ini Koran Jakarta mewawancarai Direk­tur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, di Jakarta, Minggu (19/5). Berikut petikannya.

Apa yang harus dipersiap­kan KPU menjelang pengumu­man pemilu?

KPU RI agar menyelesaikan proses rekapitulasi nasional ses­uai jadwal yakni tanggal 22 Mei 2019 dengan mengedepankan prinsip taat aturan, indepen­densi transparansi proses dan hasil serta akurasi data hasil rekapitulasi. Selain itu, KPU juga harus memperbaiki mekanisme validasi input data pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (SITUNG) sesuai keputusan Bawaslu RI Nomor 07/LP/PP/ADM/RI/00.00/V/2019 tentang pelanggaran administrasi KPU RI, agar data yang terpublikasi kepada publik melalui Situng memiliki validitas dengan tingkat akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Lalu, bagaimana persia­pan yang harus diperhatikan Bawaslu?

Bawaslu RI agar mengop­timalkan pengawasan pada tahapan rekapitulasi nasi­onal, mengedepankan prin­sip taat hukum, independen dan spirit penegakan hukum pemilu dalam memproses dugaan pelanggaran pemilu, sesuai tagline Bawaslu: Bersama Rakyat Awasi, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.

Terkait dengan seruan mo­bilisasi, bagaimana tanggapan Anda?

Semua pihak agar menun­jukkan kedewasaan dalam berdemokrasi, menghargai konstitusi, menciptakan suasana kondusif menjelang dan setelah penetapan hasil pemilu dengan tidak melakukan provokasi, ancaman kekerasan dan seruan yang mengarah pada tindakan-tindakan yang inkonstitu­sional. Sebab, pemilu memiliki mekanisme penegakan hukum dan mekanisme penyelesa­ian sengketa perselisihan hasil pemilu sebagaimana diatur dalam konstitusi UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Imbauan untuk elite politik?

Merujuk kepada hasil pemilu yang ditetapkan oleh KPU RI sebagai dasar dalam menen­tukan sikap terhadap hasil pemilu. Kemudian, menghargai mekanisme hukum yang telah tersedia dalam Konstitusi dan UU Pemilu.

Lalu, terkait elite politik yang menolak hasil pemilu?

Jika menemukan dugaan pelanggaran agar melapor­kan ke Bawaslu dan atau ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Apabila berkeberatan dan tidak menerima hasil pemilu, dapat menempuh jalur sengketa PHPU ke MK dengan mengajukan bukti-bukti dugaan pelanggaran yang selama ini ter­wacanakan. trisno juliantoro/AR-3

Tampilkan Semua

“Kami Belum Selesai Menghitung, Jadi Apa yang Ditolak?”

Jumat 17/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Usai Pemilu Serentak 2019, penghitungan suara menjadi isu utama yang dipersoalkan tim kampanye capres/cawapres 02 yakni, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga. Pihak BPN menuding Pemilu 2019 penuh dengan kecurangan sehingga mereka...
Selengkapnya

Penurunan Tarif Berdampak bagi Kinerja Keuangan Maskapai

Kamis 16/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Setelah mendapat tekanan yang cukup masif, pemerintah menurunkan tarif batas atas (TBA) pesawat udara, sebesar 12–16 persen. Langkah ini sebagai kebijakan publik yang harus diambil sebab sebagai regulator, Kementerian Perhubungan...
Selengkapnya

Kita Tidak Impor Guru, tapi Mengundang Instruktur dari Luar Negeri

Rabu 15/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dunia pendidikan kembali jadi sorotan. Beberapa waktu lalu, ramai pemberitaan terkait rencana pemerintah melalui Kementerian Koordinasi Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang akan mendatangkan guru asing ke Indonesia atau...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

22-5

Sabtu 18/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
CATATAN ARSWENDO

 

Kalau tanggal ini dicatat—pastilah dicatat, barang kali karena jarak yang ma­kin dekat dengan tanggal 22 Mei. Dengan segala ingar bingar pemilu yang serentak, peta keg­iatan berbeda. Biasanya permulaan puasa, masa mudik musim petama, dengan segala kegiatannya menem­pati acara dan kegiatan humanisme. Juga jalanan, juga kemacetan—yang lebih tidak menjadi beban derita dari tahun ke tahun.

Kali ini beda, 17 April kema­rin, pemilu serentak berlangsung aman, selamat, dan membang­gakan. Sesuai tata krama, hasil akan diumumkan KPU dan kawa­lan Bawaslu. Tapi praktis sebena­rnya diikuti semua peserta, semua partai. Apalagi sejak awal, salah satu pasangan calon presiden/wakil menganggap KPU curang dan minta digugurkan. Ketegangan membadai, karena para juru kampanye—kampanye tidak selalu berarti ribut, tapi itu yang terlihat. Dari yang memakai argumen untuk menolak atau menerima, sampai dengan asal menolak. Puncak yang terus mendaki adalah tanggal 22–5. Hari itu seolah—atau sebenarnya negeri ini sedang membuktikan dan mengukir sejarah demokrasi yang “belum ada taranya dalam se­jarah dunia”. Atau juga kenyinyiran yang paling konyol. Mungkin sekali duanya, dan tak apa asal aman, selamat berlangsung damai.

Aura 22–5 sudah terasa jauh se­belumnya. Beberapa teman di kam­pus minta acara tidak dilangsung­kan di tanggal itu, termasuk acara eating, dringking, partying. Tanggal ini telah menjadi kebutuhan bersama dan dikhususkan. Yang menjadikan tanda tanya adalah ternyata masih banyak kekha­watiran besar jika hal-hal di luar tuntutan hukum terjadi. Kerusuhan umum—amit-amit --misalnya. Atau bentrok massal. Atau, saya tak ingin membayangkan walau menasihati diri untuk superwaspada.

Akankah muncul paranormal seperti biasanya? Mungkin saja masih ada, namun menurut saya, animo masyarakat kepada alat yang bernama kalkulator, mesin penghi­tung yang bisa diikuti dan bukti-bukti yang bisa diperbandingkan satu dengan yang lain. Untuk kali pertama kita mempunyai rasa per­caya penuh pada alat, tetapi juga percaya total pada alat manual.

Di luar segala perubahan yang telah diperhitungkan dengan sangat cermat, perubahan total pada alat dan manual sepenuh­nya mungkin pantas dicatat. Dan menandai penuh perubahan yang terjadi juga atas upaya yang dis­adari atau sangat disadari.

22-05. Ini yang akan terjadi dan masih terus menggelombangkan perubahan –termasuk perubahan komunikasi dan peri laku. 22-05 yang datang itu telah mengubah banyak hal, dan tak bisa kem­bali lagi. 22-05 , dan tak pernah sepenuhnya sama.

22-05, mungkin ada yang menawar, sehingga tanggal itu tak ter­jadi? Mungkin saja, setidaknya dalam cerita wayang. Untuk menghindari “hari H”, yang perlu adalah hari itu tak terjadi. Setelah tanggal 21-05, wlap ke hari lain. Anoman tokoh wayang, menghilangkah hari yang tak dikehendaki dengan cara sederhana: matahari ditelan. Waktu berhenti.

Siapa yang menghendaki tak ada tanggal 22-05? Mereka yang tanggal itu capresnya tak ingin dinyatakan kalah. Bisa ramai karena jumlahnya masih jutaan, belasan, puluhan juta, seratus juta... yang pastilah meriuh rendahan 22-05.

Namun, masyarakat secara bersama-sama—walau tidak sama-sama, makin menemukan apa yang tidak membahayakan diri, ma­syarakat atau keluarga, dan tak bisa menghindarkan 22-05, dengan se­gala yang pernah dibayangkan akan terjadi. 22-05 tiba sebagaimana hari sebelumnya, juga sesudahnya.

22-05. Di lembar berikutnya.

Tampilkan Semua

Refdi Andri

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Lebaran menjadi momentum bagi umat Islam untuk mudik atau pulang kampung. Tradisi mudik Lebaran untuk berkumpul bersama keluarga tidak tergantikan meski dengan beragam alat komunikasi yang semakin canggih. Orang-orang rela antre,...
Selengkapnya

Fitur Lengkap Sensor Pemantau Level Air

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBMTC) BPPT menyempurnakan teknologi sensor pemantauan level air di lahan gambut (SMOKIES) dengan menambahkan sistem komunikasi data Long Range Access (LoRA). Penyempurnaan SMOKIES dengan sistem...
Selengkapnya

Dikembangkan, Sensor Mikroskopis untuk Membaca Gerakan Tubuh

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Para peneliti di School of Engineering, University of British Columbia (UBC) Okanagan, berhasil mengembangkan sebuah sensor berbiaya murah yang dapat ditenun ke dalam tekstil serta material komposit. Meski masih dalam tahap awal, sensor...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta