Koran Jakarta | November 12 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Segera Benahi Regulasi untuk Dorong Investasi

Selasa 12/11/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Peraturan menteri terlalu banyak, Presiden minta menteri mencabut 40 aturan sekaligus ketika ingin menerbitkan satu aturan baru. Peraturan menteri terlalu banyak, Presiden minta menteri mencabut 40 aturan sekaligus ketika ingin menerbitkan satu aturan baru.   JAKARTA – Sejumlah kalangan...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Akhmad Menyesal Suap Bupati Kudus

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

SEMARANG - Plt Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus, Akhmad Shofian mengaku menyesal telah menyuap Bupati Kudus, HM Tamzil. Penyuapan dengan uang senilai 750 juta rupiah ini dilakukan dengan tujuan agar dapat promosi naik jabatan.
“Saya merasa bersalah dan menyesal. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” kata Akhmad Shofian dalam sidang pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Tipikor Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/11).

Uang tersebut diperuntukkan sebagai fee permohonan kenaikan jabatan terdakwa bersama istrinya yang bernama Rini Kartika Hadi. Suap tersebut diberikan dalam tiga tahap. Tahap pertama sebesar 250 juta rupiah untuk memuluskan jabatan terdakwa sendiri dari semula di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kudus ke DPPKAD Kabupaten Kudus. Dari yang tadinya PNS eselon 3B menjadi 3A.

Kemudian tahap kedua sejumlah 250 juta rupiah untuk memuluskan jabatan istrinya dari yang tadinya masih PNS eselon 3 menjadi eselon 2. Pemberian ketiga dengan nominal yang sama, 250 juta rupiah juga untuk melanjutkan tahap kedua, yakni mengurus jabatan istrinya. Uang suap dengan total 750 juta rupiah tersebut tidak diberikan langsung kepada Bupati Kudus HM Tamzil, melainkan lewat dua staf bupati terlebih dulu.

Lewat Ajudan
Secara teknis, terdakwa memberi uang kepada ajudan Bupati yang juga anggota Polres Kudus, Uka Wisnu Sejati. Kemudian Uka memberikan suap tersebut kepada staf ahli Bupati bernama Agoes Soeranto. Baru kemudian Agoes menyerahkan ke Bupati. “Pokoknya saya percayakan sama Pak Uka. Karena dia kan teman baik saya,” ujar Akhmad Shofian dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Sulistyono.

Berdasarkan fakta sidang sebelumnya, Uka Wisnu Sejati dan Agoes Soeranto, masing-masing mengaku diberi imbalan 50 juta dan 75 juta rupiah. Atas perbuatan itu, Akhmad Shofian dijerat melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Atau kedua, Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. SM/N-3

Tampilkan Semua

Pelawak Nurul Qomar Divonis 17 Bulan Penjara

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BREBES - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memvonis pelawak Nurul Qomar dengan hukuman 17 bulan penjara terkait kasus dugaan surat keterangan palsu. Vonis 1 tahun 5 bulan yang dijatuhkan majelis hakim...
Selengkapnya

Jateng “Role Model” Pembangunan Nasional

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah dijadikan sebagai role model pembangunan nasional oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional /Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Capaian dan prestasi Jawa Tengah dalam...
Selengkapnya

Tanamkan Pancasila ke Anak Sejak Dini

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Semua pihak terkait harus sinergis membangun tumbuhnya iklim toleransi, kerukunan, dan kemajemukan dalam kehidupan sehari-hari. JAKARTA - Ekosistem Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sudah hilang. Untuk...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Bonus Demografi Agar Jadi Berkah

Selasa 12/11/2019 | 07:09
A   A   A   Pengaturan Font
Semakin besarnya penduduk usia produktif Indnesia 10 tahun mendatang, harus dijadikanmomentum untuk meningkatkan kemajuan.

 

JAKARTA – Bonus demografi yang dihadapi Indonesia, harus jadi berkah. Bukan jadi masalah. Karena itu dibutuhkan berbagai langkah untuk membuat bonus demografi itu jadi kekuatan kebangkitan bangsa. Salah satunya adalah lewat peningkat sumber daya manusia.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan itu saat menerima dan menyerahkan Salinan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Peresmian dan Pengangkatan Pimpinan DPRD Provinsi Tahun 2019 - 2024 di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Senin (11/11).

Menurut Tito, bonus demografi adalah berkah, sekaligus tantangan yang harus dijawab agar ini jadi modal besar untuk kemajuan bangsa. “Bonus demografi merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia pada Tahun 2030- 2040,” ujarnya.

Tito menambahkan, Indonesia akan menghadapi era di mana bonus demografi akan terjadi. Bonus demografi adalah saat jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif. Tentu ini harus dijawab. Dibutuhkan daya dorong agar sumber maya manusia dari penduduk usia produktif ini benar-benar punya keunggulan.

“Mereka jika tidak difasilitasi akan menganggur, muncul lah demo, tidak percaya pemerintah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM sangat dibutuhkan dalam menghadapi peluang dan tantangan bonus demografi,” kata Tito.

Pemerintah di bawah Jokowi dan Ma’ruf sendiri lanjut Tito, sudah punya misi dan misi untuk menjawab tantangan dan peluang bonus demografi. Sudah dirancang program prioritas pembangunan nasional.

Prioritas pembangunan ini bertumpu pada lima aspek. Pertama pembangunan SDM. Kedua, pembangunan infrastruktur. Ketiga, penyederhanaan regulasi. Keempat, reformasi birokrasi. “Kelima, transformasi ekonomi,” ujarnya.

Presiden Jokowi lanjut Tito, memahami betul masalah-masalah bonus demografi, SDM, dan lain sebagainya. Maka, seluruh program pembangunan yang dirancang memang terkait untuk membuat bonus demografi benar-benar jadi berkah bagi kemajuan bangsa.

Tito juga yakin, sinergi program antara pmerintah pusat dan daerah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang ideal. “Dibutuhkan sinergi dalam memanfaatkan uang negara dan implementasi kebijakan investasi. Dengan demikian, kebijakan sinergi tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang ideal,” katanya.

Pertumbuhan ekonominya harus di atas 5 persen, kemudian stabilitas politiknya. Untuk mencapainya, diperlukan pengelolaan APBN dan investasi yang harus sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Generasi Berkualitas

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo di depan para menteri Kabinet Kerja, menekankan agar persoalan pendidikan dan pelatihan vokasi dapat dipertajam agar sesuai dengan keinginan untuk mewujudkan generasi yang berkualitas tinggi.

“Supaya itu bonus demografi yang puncaknya ada kurang lebih 2030 bisa kita manfaatkan dan kita bisa melakukan pembangunan sumber daya manusia secara besarbesaran,” kata Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, kunci dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yakni melalui reformasi di pendidikan dan pelatihan vokasi yang dilakukan secara terpadu dan terintegrasi. ags/AR-3

Tampilkan Semua

Kemenhan Siapkan Komponen Cadangan

Selasa 12/11/2019 | 07:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan Kementerian Pertahanan akan mengandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) menjadi komponen cadangan. “Iya tentunya...
Selengkapnya

Kemendagri Buka Formasi untuk Putra Asli Papua

Selasa 12/11/2019 | 06:54
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Rekrutmen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi dibuka. Salah satu kementerian yang membuka formasi penerimaan CPNS adalah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Salah satu formasi yang dibuka adalah...
Selengkapnya

Bahas Semangat Pahlawan

Selasa 12/11/2019 | 06:51
A   A   A   Pengaturan Font
Dari kiri: Anggota Fraksi Partai Golkar MPR, Mukhamad Misbakhun, Anggota Fraksi PDI Perjuangan MPR, Muchammad Nabil Haroen, dan pengamat politik CSIS, J Kristiadi menjadi pembicara dalam Diskusi Empat Pilar MPR di Media Center, Kompleks...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

Demonstran Ditembak Polisi

Selasa 12/11/2019 | 06:32
A   A   A   Pengaturan Font
Situasi di Hong Kong kembali tegang pada Senin (11/11) setelah polisi menembak seorang demonstran dan insiden pembakaran terhadap seorang pria oleh demonstran.

 

HONG KONG – Situasi kete­gangan kembali terjadi di Hong Kong pada Senin (11/11) pagi setelah seorang polisi menem­bak demonstran yang meng­genakan topeng dalam sebu­ah insiden yang ditayangkan secara langsung di media so­sial Facebook. Ketegangan te­rus berlanjut setelah terjadi in­siden seorang pria dibakar.

Para pengunjuk rasa, yang telah memulai aksi di seluruh kota semiotonom itu dengan tujuan untuk melumpuhkan pusat keuangan internasio­nal itu, bereaksi terhadap pe­nembakan pada pagi hari itu dengan mengamuk menyasar setiap stasiun kereta, mem­barikade jalan-jalan dan meru­sak toko-toko sepanjang hari.

Seorang penyerang yang mengenakan topeng juga te­lah menyiram seorang pria de­ngan cairan yang mudah terba­kar dan membakarnya dalam suatu pertengkaran, dan ade­gan mengerikan itu sempat ter­tangkap di ponsel dan juga di­posting secara daring.

Atas insiden ini pihak ke­polisian Hong Kong menga­takan seorang pemrotes telah melakukan serangan itu dan menuduh perusuh berpaka­ian hitam telah melakukan se­rangkaian tindakan kekeras­an lain termasuk melemparkan bom molotov ke dalam ger­bong kereta.

“Aksi amukan ini amat me­rugikan bagi Hong Kong,” ka­ta juru bicara kepolisian Hong Kong, John Tse, saat konferensi pers sembari memperlihatkan rekaman video seorang pria dibakar serta serangan bom molotov ke gerbong kereta.

Atas insiden kekerasan yang amat keji itu, ketua eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, saat konferensi pers mengatakan amat mengecam keras. “Saya secara jelas dan tegas bahwa insiden itu tak akan terulang lagi di sini,” kata Lam.

Dalam keterangannya, Lam menambahkan bahwa kondi­si pria yang dibakar saat kritis. “Serangan ini amat tak manu­siawi,” imbuh dia.

Pada bagian lain dari cup­likan penembakan oleh poli­si yang ditayangkan secara langsung di Facebook mem­perlihatkan seorang polisi se­dang mengeluarkan pistol saat ia mencoba menahan se­orang demonstran yang me­ngenakan topeng pada sebu­ah persimpangan yang telah diblokade para demonstran. Saat seorang demonstran lain mencoba mendekati polisi itu, ia jadi sasaran tembak yang ke­mudian ia tersungkur di jalan.

Insiden penembakan yang menyasar demonstran di Hong Kong pada Senin kemarin me­rupakan yang ketiga kalinya terjadi, namun semua penem­bakan itu tak ada yang meng­akibatkan korban jiwa.

Lanjutkan Protes

Sementara itu dilapor­kan bahwa aksi unjuk rasa te­rus terjadi di sejumlah loka­si di Hong Kong hingga Senin malam. Sebelumnya saat jam makan siang, polisi harus men­embakkan gas air mata di Dis­trik Central, untuk membubar­kan ribuan demonstran yang berkumpul sembari meneriak­kan “pembunuh” pada aparat polisi.

Tembakan gas air mata dan peluru karet pun dilaporkan terjadi di beberapa distrik se­panjang Senin kemarin, ter­masuk di kampus-kampus se­jumlah perguruan tinggi di Hong Kong.

Melalui media sosial, peng­unjuk rasa mengatakan bahwa mereka akan kembali melan­jutkan aksi protes pada Selasa (12/11) ini. ang/AFP/I-1

Tampilkan Semua

Sidang Kasus 1MDB Eks PM Najib Dilanjutkan

Selasa 12/11/2019 | 06:28
A   A   A   Pengaturan Font
KUALA LUMPUR - Sidang perdana mantan pemimpin Malaysia, Najib Razak, terkait dengan megaskandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB), akan dilanjutkan ke tahap ber­ikutnya setelah seorang hakim pada Senin (11/11) memutus­kan bahwa...
Selengkapnya

Partai Sosialis Raih Kemenangan

Selasa 12/11/2019 | 06:26
A   A   A   Pengaturan Font
MADRID – Partai Sosialis yang dipimpin Perdana Men­teri Spanyol, Pedro Sanchez, PSOE (Partido Socialista Obre­ro Espanol), berhasil meme­nangkan pemilu yang dilak­sanakan pada Minggu (10/11). Walau berhasil meraih...
Selengkapnya

Evo Morales Mundur dari Jabatan Presiden Bolivia

Selasa 12/11/2019 | 06:22
A   A   A   Pengaturan Font
LA PAZ – Presiden Bolivia, Evo Morales, telah menyata­kan mundur dari jabatannya pada Minggu (10/11) setelah terjadi sengketa terkait pemilihan umum selama 3 pekan yang diwarnai dengan aksi protes berdarah. Putusan untuk mundur...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Perkuat Pasar Pertanian Lokal

Selasa 12/11/2019 | 05:49
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah sepakat untuk meningkatkan koordinasi antarkementerian untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat pasar pertanian dalam negeri.

 

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) ber­sama Kementerian Perda­gangan (Kemendag) melaku­kan sinergi untuk mendorong produktivitas produksi perta­nian untuk memperkuat pasar dalam negeri. Produksi perta­nian dalam negeri yang kuat akan meredam inflasi dengan mendorong peningkatan hasil pangan.

“Intinya akan mengaman­kan dan memperkuat pasar dalam negeri. Hal tersebut di­lakukan dengan mengendali­kan impor secara selektif, sta­bilisasi harga bahan kebutuhan pokok untuk menjaga inflasi jelang Natal dan Tahun Baru,” ungkap Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, saat rapat koordinasi di Kementerian Per­tanian, Jakarta, Senin (11/11).

Pemberdayaan produk lo­kal, menurut Mendag, se­suai dengan arahan Presiden. Upaya lainnya dengan mendo­rong usaha rintisan (start up) dengan mekanisme yang ap­likatif dan tertib, serta imple­mentasi Sistem Resi Gudang (SRG) tersebut, terdiri dari inisiasi penguatan pembiayaan SRG untuk petani atau peng­usaha lokal tujuan ekspor, dan optimalisasi sistem SRG.

Di samping mengantisipasi kenaikan harga, Agus Supar­manto juga menjaga neraca perdagangan yang dilakukan melalui penyelesaian perjan­jian perdagangan serta me­lakukan kajian yang dapat memberikan manfaat terhadap ekonomi nasional.

Agus menegaskan, strategi yang akan dilakukan adalah meningkatkan ekspor nonmi­gas. Ekspor barang dan jasa ditargetkan tumbuh 4,5–8,63 persen. Sedangkan ekspor non­migas akan tumbuh 6,88–12,23 persen. Kemendag akan me­lakukan pengendalian impor secara selektif. “Impor harus mengutamakan bahan baku atau bahan penolong yang ber­tujuan untuk ekspor dan inves­tasi,” tutur Mendag.

Ego Sektoral

Kedua kementerian ter­sebut, sepakat untuk mem­perkuat sinergitas dan kerja sama strategis dalam upaya membangun ketahanan pa­ngan. Hal ini, karena hubungan kedua kementerian ini sering tidak harmonis. Kementeri­an ini kerap mengedepankan ego masing-masing lembaga, sehingga sulit mengurai per­soalan harga pangan.

Terkait hal tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Lim­po, mengaku akan bertandang ke Kemendag untuk membahas hal-hal yang perlu dikerjasa­makan dengan Kemendag ter­utama yang berkaitan dengan pembangunan pertanian.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, ego sektoral an­tara Kementerian tidak boleh terjadi. Intinya kekuatan negeri ini harus kita optimalkan, dan itu salah satunya hadir dari ta­ngannya menteri perdagangan, terutama dalam menginte­grasikan satu program dengan program yang lain agar tidak terjadi tumpang tindih,”ungkap Syahrul.

Ke depan, sambung Syahrul, dirinya akan membawa pejabat eselon I Kementan ke Kemendag dan menggelar workshop ber­sama mereka. Menurutnya, ko­munikasi ekonomi dan diplo­masi pertanian harus dilakukan secara timbal balik supaya tidak selalu bicara impor, akan tetapi lebih banyak bicara ekspor.

Dalam pertemuan itu, se­lain memperkuat sinergitas, poin lain yang dibahas ialah yang berkaitan dengan pene­rapan teknologi. Pemanfaatan teknologi bisa dilakukan untuk mengefisiensikan waktu dan menambah jumlah produksi.

“Misalnya dengan drone yang kita miliki penyiraman 500 hektare hanya membu­tuhkan waktu setengah jam karena mesin ini sudah meng­gunakan internet. Dan yang lebih penting, semua mesin dan teknologi ini buatan anak bangsa,” katanya. ers/E-12

Tampilkan Semua

Produk IKM

Selasa 12/11/2019 | 05:47
A   A   A   Pengaturan Font
Presdir Astra International, Prijono Sugiarto (ketiga kiri), bersama Direktur Astra, Johannes Loman (kanan), Suparno Djasmin (kedua kiri), Gita Tiffany Boer (kiri), Presdir Astra Mitra Ventura, Jefri R. Sirait (kedua kanan) dan Presdir...
Selengkapnya

Pemerintah Tetapkan Kontrak WK Corridor

Selasa 12/11/2019 | 05:43
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha­nya PT Pertamina Hulu Energi bersama Conocophillips (Gris­sik) Ltd, Talisman (Corridor) Ltd, dan Satuan Kerja Khu­sus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi...
Selengkapnya

Ribuan Hektare Hutan di Papua dan Maluku Rusak

Selasa 12/11/2019 | 05:41
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Organisasi ling­kungan global, Mighty Earth melaporkan dalam lima tahun terakhir sekitar 30.000 hektar hutan hujan di Papua dan Ma­lulu rusak akibat kegiatan usaha Korindo Group, konglomerat minyak kelapa sawit...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Sumedang Siap Menjadi Kabupaten Wisata

Senin 30/9/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Memiliki potensi yang cukup banyak, membuat Sumedang semakin gencar mempro­mosikan destinasi wisatanya. Salah satunya dilakukan lewat kejuaraan paralayang inter­nasional yang akan diadakan perdana di Tanah Air yaitu West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019, yang akan di­gelar pada 22–28 Oktober 2019 di Sumedang, Jawa Barat.

Tidak tanggung-tanggung, dengan dukungan Kemente­rian Pariwisata (Kemenpar), Kabupaten tertua di Jawa Barat ini mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Wisata. Aneka wisata yang ada di daerah ini, mulai dari alam, agriculture, budaya, dan sosial akan dikem­bangkan dengan serius.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Kabu­paten Sumedang ke depan, wartawan Koran Jakarta, Mohammad Zaki Alatas, berkesempatan mewawanca­rai Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, seusai pe­luncuran kegiatan West Java Paragliding World Champi­onship and Culture Festival 2019, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Ja­karta, belum lama ini. Berikut petikan selengkapnya.

Kalau boleh tahu potensi wisata apa saja yang ada di Sumedang?

Kami memiliki keka­yaan wisata yang beragam. Keragaman potensi wisata yang bisa ditemukan di Sumedang, mulai dari alamnya, agriculture, budaya, dan sosial.

Apakah itu semua objek wisata terse­but sudah diop­timalkan?

Kami sedang mengarah ke sana dengan melakukan berbagai pembenahan dan membangun sarana dan prasarana yang ada. Sep­erti yang diamanahkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yaitu untuk menarik wisatawan berkunjung ke Sumedang, baik wisatawan mancanegara atau domestik. Untuk itu, kami akan men­coba konsistensi melakukan pengembangan atraksi, akses, dan amenitas (3A).

Seperti apa yang akan Anda lakukan?

Sesuai yang disampaikan Menteri Pariwisata, ada tiga hal yang harus dimiliki yaitu 3A. Kami punya atraksi yaitu paralayang dengan standar internasional. Untuk akse­bilitas saat ini kami sedang membangun 62 ruas jalan yang menghubungkan dae­rah wisata. Lokasi Sumedang juga hanya 30 menit dari Bandara Kertajati. Jalan tol juga lengkap melintang si Sumedang.

Selain itu?

Untuk bisa menarik wisatawan, Sumedang punya destinasi unggulan. Destinasi yang diusulkan menjadi Ka­wasan Ekonomi Kreatif (KEK) yaitu Jatigede. Ke depannya yang akan menjadi unggulan kami adalah Jatigede.

Di sini pemandangannya sangatlah indah. Pengun­jung bisa naik ke namanya Pasir Cinta untuk melihat sunrise. Dari sini juga bisa melihat pulau-pulau kecil yang tersebar di waduk. Bisalah kita bilang seperti kini Raja Ampat, namun latarnya adalah gunung.

Sumedang juga tengah mengembangkan wisata agriculture?

Iya benar. Tak hanya mengandalkan Jatigede, kami juga punya wisata yang lainnya yang patut dikun­jungi wisatawan. Salah satunya merasakan wisata ubi cilembu. Kami membuat wisatanya, di mana wisatawan merasakan langsung memetik ubi cilem­bu, mencuci dan memasaknya langsung di wilayahnya. Satu hal yang pasti, kuliner khas Sumedang yaitu tahu sumedang. Masih banyak lagi destinasi yang semuanya bisa dirasakan bila berkunjung ke Sumedang. N-3

Tampilkan Semua

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu...
Selengkapnya

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Kick Off Fun Golf Foreksis 2019

Senin 11/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Interior Minimal untuk Ruang Terintegrasi

Senin 11/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Interior minimal dapat menghasilkan ruang yang saling berkesinambungan satu dengan lainnya. Interior tersebut juga mampu memecah ruangan yang terkesan abstrak menjadi lebih sederhana. Seperti Shimpei Oda dan Tetsuya Tanji, arsitek dari...
Selengkapnya

Konsep Rumah Taman di Hunian Modern

Senin 11/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Rumah-rumah bergaya modern yang biasanya hanya ditemukan di kota besar, kini mulai dengan mudah ditemukan di daerah pedesaan. Nuansa alami perkebunan dapat dihadirkan di lingkungan perumahan yang minim lahan terbuka. Pembukaan lahan di...
Selengkapnya

Pengembangan Destinasi Pariwisata

Senin 4/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Pengumuman Pemenang Tahap Kedua

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Teknologi Mutakhir “Speaker Wireless”

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Di era mobilitas seperti sekarang speaker nirkabel dengan ukuran kecil saat ini begitu popular. Karena banyak digunakan di luar rumah salah satunya bahkan untuk luar ruang speaker seperti ini harus kokoh dan tahan air. Soundcore merek...
Selengkapnya

Prosesor Baru untuk Para Kreator Animasi

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perusahaan teknologi komputasi, grafis, dan visualisasi, AMD akan mengeluarka keluarga prosesor desktop kelas atas tarbaru. Prosesor prosesor 24- core AMD Ryzen Threadripper 3960X dan prosesor 32-core AMD Ryzen diharapkan dapat mendukung...
Selengkapnya

Belanja Daring dengan Layar Interaktif

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pembayaran belanja di kedua gerai dengan layar interaktif ini dapat dilakukan melalui kasir, meskipun tersedia pilihan pembayaran lain. Masih banyak dari masyarakat yang belum melakukan belanja online karena beberapa kendala pada...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Ban SUV yang Awet dan Senyap

Rabu 6/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Perusahaan ban asal Korea Selatan Hankook meluncurkan ban baru Dynapro AT2 untuk kendaraan sport utility vehicle (SUV). Ban kelanjutan dari Dynapro AT memiliki tiga kelebihan yaitu lebih senyap, lebih tahan lama, tampilan yang gaya, dan memiliki traksi yang kuat baik pada medan on road maupun off road.

Menurut Apriyanto Yuwono, National Sales Manager PT Hankook Tiren Sales Indonesia, sebagai penyempurnaan, ban SUV dengan alur agak dalam biasanya berisik saat dipakai di jalan raya.

“Tapi seberapa senyap kami masib belum menerima data dari Korean tentang berapa desibel tingkat kebisingan. Ban ini baru jadi kami harus banyak memahami terlebih dulu,” ujar Apriyanto.

Keawetan ban Dynapro AT 2 diperoleh dengan dengan membaut struktur ban memiliki masa aus yang panjang. Caranya pengukur bawah tapak diperkuat dengan peningkatan daya tahan sabuk.

Pada sabuk ban yang berada di bagian pinggir diperkuat dengan bahan nilon dan baja berkekuatan tinggi. Langkah ini untuk membantu mencegah kerusakan eksternal. Selanjutnya diperkuat dengan tambahan kawat manik (bead wire) tanpa sambungan untuk mencegah pemisahan manik saat ban mengalami tekananan berat.

Tampilan Dynapro AT2 cukup menarik untuk dipasang pada mobil SUV, dengan tampilan yang gagah penuh gaya. “Dynapro AT2 modis tapi tetap senyap,” ujar Aprianto.

Sebagai ban untuk kendaraan SUV, Dyanpro AT2 dirancang juga untuk menjelajah jalan non aspal. Dengan telapak yang memiliki alur sedemikian rupa, ban ini sanggup melewati medan off road tanpa perlu takut kehilangan grip.

Dynapro AT 2 ditawarkan dalam tiga ukuran ring dari 15 hingga ring 20 inci. Khusus untuk ukuran ring 17 kea atas diperuntukkan untuk SUV kelas premium, yang memang memiliki ukuran ring lebih tinggi.

“Harganya Dynapro AT 2 kami jual antara 1,5 juta hingga 2 juta rupiah per ban, dan akan mulai tersedia di pasar mulai Januari tahun depan,” ujar Aprianto. hay/E-6

Tampilkan Semua

Harga Kompetitif SUV Eropa

Rabu 6/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Varian X1 terbaru yang diluncurkan BMW adalah New BMW X1 sDrive18i xLine. Varian ini mengusung desain terbaru dan dilengkapi dengan sejumlah fitur inovasi teknologi terkini. Kendaraan SUV (sport utility vehicle) ukuran kecil menjadi...
Selengkapnya

Honda Siapkan Infrastruktur Mobil Listrik

Rabu 6/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan perlu dukungan infrastruktur pengisian daya yang tersedia di mana saja. Di samping itu untuk menghasilkan emisi karbon nol persen, sumber listriknya harus berasal dari pembangkit listrik...
Selengkapnya

Mobil Listrik: Mobilitas Masa Depan

Rabu 30/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pabrikan global meluncurkan mobil konsep untuk pertama kalinya di ajang Tokyo Motor Show 2019. Pada Tokyo Motor Show 2019 yang berlangsung antara 24 Oktober hingga 4 November 2019, beberapa pabrikan seperti Nissan, Honda, Mitsubishi,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Raptors Hentikan Laju Lakers

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

LOS ANGELES – Juara bertahan NBA, Toronto Raptors berhasil menghentikan tren positif tujuh kemenangan beruntun LA Lakers. Pada laga lanjutan NBA 2019-2020 di Staples Center, Senin (11/11) WIB, Raptors sukses mena­klukkan LeBron James dan kawan-kawan di depan pendukungnya sendiri dengan skor 104-113.

Meski banyak yang yakin dengan performa Lakers, tidak ada yang menduga hal tersebut terjadi saat melawan Raptors. Di laga ini, dua pemain andalan Raptors yakni Kyle Lowry dan Serge Ibaka padahal harus absen. Namun, absennya pilar tim tidak terasa karena Pas­cal Siakam menghasilkan 24 poin, 11 re­bound, empat assist, dan tiga blok.

Catatan itu cukup untuk menyudahi perlawanan Lakers, meski Anthony Davis membuat 27 poin dan James mencetak triple double (13 poin, 13 rebound, 15 assist). Aki­bat kekalahan ini, Lakers kini memiliki rekor 7-2 dan bersanding bersama Denver Nuggets pada puncak klasemen Wilayah Barat NBA.

Dalam pertadingan ini, LA Lakers awal­nya mampu mendominasi di dua kuarter pertama. Akan tetapi, situasi berbalik saat memasuki kuarter tiga dan empat. Bah­kan LeBron James yang sukses mencetak triple-double di laga ini dengan 13 poin, 13 rebound, dan 15 assits tak berhasil mem­bawa Lakers mengalahkan Raptors.

Sebab, tim asuhan Nick Nurse itu tam­pil ganas dan memaksa Lakers tunduk di depan publik sendiri dengan skor 113-104. Pascal Siakam menjadi aktor kemenangan Raptors dengan mencetak 24 poin, 11 re­bound, dan 4 assists.

Usai pertandingan berakhir, LeBron James kemudian mengakui bahwa Toronto Raptors bermain lebih baik dibanding LA Lakers, tepatnya di kuarter terakhir. James juga memuji para pemain Raptors yang menurutnya masih memiliki DNA juara.

“Mereka masih memiliki pemain juara. Mereka bertangan pendek, tapi mereka punya pemain yang memiliki DNA juara, jadi kami tidak menganggap remeh me­reka,” tegas LeBron dikutip dari Clutch Points. AFP/S-2

Tampilkan Semua

Marquez Nilai Musim 2020 Bakal Lebih Sengit

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
CERVERA – Juara dunia MotoGP 2019, Marc Marquez menyebut 2019 adalah musim terbaik di dalam kariernya. Namun, untuk musim MotoGP 2020, pembalap Repsol Honda itu menilai persain­gan bakal lebih ketat lagi. Marquez begitu...
Selengkapnya

Federer Terancam Tersingkir Cepat dari ATP Finals

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kekalahan di laga pertama melawan Dominic Thiem membuat Roger Federer terancam tersingkir cepat dari ajang ATP Finals. Agar tak terulang tragedi di 2008, Federer harus menang melawan Matteo Berrettini. LONDON - Roger Federer mengatakan...
Selengkapnya

Solo Akan Gelar Pocari Sweat Run 2020

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SOLO - Merek minuman isotonik dari PT Amerta Indah Otsuka kembali akan meng­gelar ajang lari “Pocari Sweat Run Solo 2020”, dan memilih Solo, Jawa Tengah sebagai kota kedua setelah Bandung, dengan mengangkat konsep sport...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Potensi Zakat untuk APBN

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

oleh Dr Tika Widiastuti

Keterbatasan anggaran pemerintah dan kebutuhan pembangunan yang besar mengharuskan adanya penggalian sumber-sumber pembiayaan pembangunan baru. Salah satu yang memiliki potensi besar adalah dana sosial seperti zakat dan wakaf. Dalam sejarah Islam, zakat merupakan instrumen fiskal yang sangat penting, dan masih tetap relevan dalam konteks saat ini.

Studi Beik (2012) menunjukkan bahwa potensi zakat Indonesia mencapai 3,4 persen dari PDB sehingga mencapai 217 triliun rupiah pada tahun 2012. Dengan PDB tahun 2018 sebesar 14.837 triliun (BPS, 2019), potensi zakat setahun mencapai 504 triliun. Ini tentunya mencapai 25,96 persen pendapatan pemerintah tahun 2018 yang mencapai 1.942,3 triliun.

Dengan potensi yang begitu besar, zakat, infak, sedekah (ZIS) yang berhasil dikumpulkan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat (BAZ) baru mencapai 8,2 triliun pada 2018. Ini hanya sekitar 1,6 persen dari potensi zakat tahun 2018.

Sebenarnya, ZIS yang dibayarkan umat Islam selama tahun 2018 jauh dari angka tersebut. Sebab, berbagai studi seperti Saidi (2003) dan Pirac (2007) menyebut bahwa hanya 6 persen muzakki Indonesia membayar zakat kepada BAZ/LAZ. Sebanyak 94 persen membayar tidak melalui lembaga zakat resmi.

Sebanyak 66 persen membayar melalui amil dekat rumah seperti masjid, pesantren, atau yayasan anak yatim, dan 28 persen membayar langsung kepada penerima zakat (mustahiq), terutama fakis miskin. Dengan asumsi tersebut, kemungkinan besar ZIS setahun mencapai 16,67 kali perolehan LAZ/BAS atau 133 triliun rupiah pada tahun 2018.

Apa penyebabnya? Banyak faktor perolehan zakat jauh dari potensinya, di antaranya saat ini, literasi zakat pada kaum muslimin masih cukup rendah. Utamanya berkaitan dengan objek zakat. Teks tentang objek zakat dalam Al Quran dan hadits memang terbatas, sehingga sangat mengandalkan ijtihad para ulama. Secara umum, setiap muslim harus memahami bahwa esensi objek zakat adalah pendapatan dan simpanan.

Pendapatan merupakan objek zakat utama, namun bentuknya saat ini sangat berbeda dibanding zaman dulu, sehingga diperlukan ijtihad. Salah satu yang penting munculnya objek lain berupa zakat profesi. Dalam konteks ini, pendapatan apa saja menjadi objek zakat (QS 2:267). Maka pendapatan pengacara, dokter, polisi, PNS, atau profesi lain juga merupakan objek zakat.

Sementara itu, objek zakat simpanan mengandung pengertian bahwa simpanan apa saja merupakan objek yang harus dizakati. Karena itu, surat berharga, saham, obligasi, deposito, atau simpanan barang bernilai lainnya merupakan objek zakat. Semuanya disamakan dengan simpanan emas yang harus dikeluarkan zakat setelah mencapai haul (setahun) dan nishab, yaitu batas simpanan terendah yang terkena wajib zakat.

Kemudian, lembaga zakat. Meningkatkan profesionalisme menjadi suatu keharusan untuk memaksimalkan pengumpulan zakat. Saat ini, kinerja BAZ/LAZ sudah cukup baik. Namun, membuat ukuran kinerja mereka sangat penting agar kepercayaan terhadap lembaga zakat meningkat. Di sinilah, Baznas sebagai regulator zakat harus segera menyusun ukuran kinerja yang baik, layaknya pengukuran kinerja lembaga keuangan seperti bank atau asuransi.

Selama ini, pemerintah sudah menjadikan zakat sebagai pengurang pajak tidak langsung (deductible taxable income). Ke depan, pemerintah perlu menjadikan zakat sebagai pengurang pajak langsung (tax deductible) seperti Malaysia. Zakat menjadi pengurang pajak langsung tidak perlu dikhawatirkan mengurangi perolehan pajak.


Digitalisasi
Semua itu menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam World Zakat Forum di Bandung, pekan lalu. Forum juga membahas isu digitalisasi zakat yang diyakini dapat meningkatkan perolehan. Kemudahan teknologi menjadikan orang muslim lebih mudah mengetahui kewajiban zakat dan melaksanakan pembayaran. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital sudah selayaknya diterapkan LAZ/BAZ.

Perlu menyinergikan zakat dan APBN. Sejarah mencatat, zakat merupakan salah satu instrumen penting pembangunan pemerintahan Islam. Meski penggunaan zakat bersifat spesifik, delapan golongan sebagaimana ditegaskan dalam At-Taubah ayat 60, namun banyak program pemerintah bisa menggunakan dana zakat, di antaranya program-program pemberdayaan umat, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan masjid.

Dengan demikian, bisa dilakukan integrasi dana zakat dan APBN dalam membiayai pembangunan. Sinergi pemerintah-lembaga zakat akan menguntungkan kedua pihak. Sinergi akan membuat penyaluran zakat lebih efektif. Lembaga zakat akan berbagi dengan pemerintah dalam pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, mereka bisa fokus pada objek atau daerah tertentu. Begitu juga pemerintah bisa memfokuskan dana pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan pada daerah yang tidak ditangani lembaga zakat.

Hal ini bisa terwujud jika pemerintah sungguh-sungguh memposisikan zakat sebagai bagian dari pemerintah dengan cara meningkatkan literasi, mendorong muslim untuk membayar zakat, dan memberi insentif pembayar zakat. Jika potensi zakat besar itu bisa dimaksimalkan, pemerintah akan sangat terbantu membiayai pembangunan. Ini utamanya yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan, pendidikaan, dan kesehatan. Penulis Dosen Ekonomi Syariah FEB Universitas Airlangga

Tampilkan Semua

Membumikan Nilai Kepahlawanan

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Setiap tanggal 10 November, seluruh masyarakat memperingati momen bersejarah dalam perjuangan bangsa, perlawanan rakyat Jawa Timur dalam menentang kembalinya penjajahan. Ini khususnya koalisi pasukan Inggris-Belanda setelah merdeka, 17...
Selengkapnya

Langkah Paus Fransiskus Merajut Persaudaraan

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Dokumen tentang Persaudaraan ManusiaPenerjemah : Martin Harun OFMPenerbit : OborCetakan : Oktober 2019ISBN : 978–979-565-862-7 Kunjungan Paus Fransiskus ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 4 Februari 2019, merupakan...
Selengkapnya

Desa Fiktif

Senin 11/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, tentang desa fiktif saat membahas evaluasi kinerja 2019, di Komisi XI DPR, Senin (4/11), membuat publik terperangah. Bagaimana tidak, meski desa baru itu tidak berpenduduk, tapi tetap mendapat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Madonna Dituntut Penggemar Akibat Konser Telat

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Salah satu pengge­mar Madonna, seorang pria asal Florida yang bernama Nate Hollander menun­tut sang bintang pop ka­rena konser yang mulai digelar pada jam 10.30 malam itu kelewat ter­lambat dari jadwal "early bird", seperti dilansir Page Six.

Dalam gugatan class action-nya, Nate Hol­lander mengklaim dia membeli tiga tiket untuk melihat pertunjukan Ma­donna pada 17 Desem­ber di Fillmore Miami Beach, yang awalnya dijadwalkan dimulai pu­kul 8:30 malam, menurut laporan NBC.com.

Tetapi pelantun “Material Girl” itu malah mengulur waktu hingga dua jam, dan dia tidak mau lagi menonton kon­ser itu. Demikian NBC. com mengutip gugatan yang diajukan 4 Novem­ber di pengadilan federal di Miami-Dade County.

“Para pemilik tiket [harus] bekerja dan pergi ke sekolah pada hari berikutnya, yang mence­gah mereka menghadiri konser yang akan berak­hir sekitar pukul 01:00,” kata gugatan itu.

Hollander, yang merogoh kocek hingga 1.024,95 dolar AS untuk tiga tiket itu mengatakan hal tersebut adalah pe­langgaran kontrak, dan bahwa nilai tiket jatuh karena perubahan waktu malam-Inggris. Dia me­ngatakan penetapan jad­wal baru membuatnya tak bisa menjual kembali tiketnya.

Hollander juga menuduh sang legenda pop berusia 61 tahun itu berulang kali terlam­bat datang ke “Madame X Tour” -nya. Dia juga mengatakan bahwa Madonna memiliki “sejarah panjang muncul dan telat ketika memulai konser”.

Hollander juga meng­gugat Live Nation yang merupakan promotor konser. Perwakilan untuk Madonna tidak me­nanggapi permintaan komentar. Ant/S-1

Tampilkan Semua

Dikembangkan, Detektor Radiasi Super Sensitif

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Detektor radiasi skala nano bekerja seratus kali lebih cepat dari perangkat pendahulunya serta dapat berfungsi tanpa gangguan. Para peneliti dari Aalto University dan VTT Technical Research Center Finlandia telah mengembangkan bolometer...
Selengkapnya

Gadis Indonesia Juarai The Voice Jerman

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Gadis asal Indonesia, Claudia Emmanuela Santoso berhasil menjadi juara di ajang pencarian bakat The Voice Jerman 2019. "Selamat, Claudia Emmanuela Santoso berhasil memenangkan The Voice Jerman musim ke-9," tulis laman resmi Instagram...
Selengkapnya

Kayu Bahan Kontruksi yang Tahan Api

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kebakaran akan meluluhlantakkan material yang ada. Api memakan kayu dengan ganas. Saat ini, zat yang digunakan untuk merawat kayu agar tahan terhadap api ternyata berbahaya dan beracun. Untuk mengatasi masalah itu, Profesor Ilmu Bahan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

LRT Jabodebek Beroperasi 2021

Selasa 12/11/2019 | 06:12
A   A   A   Pengaturan Font
Justifikasi tarif dilakukan dengan sejumlah pertimbangan, termasuk asumsi jumlah penumpang, biaya tertentu yang dikeluarkan hingga pendapatan besar yang bisa ditekan.

 

JAKARTA – Proyek Light Rail Transit Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (LRT Jabodebek) ditar­getkan selesai untuk semua rute pada 2021.

“Target bulan Juni–Juli 2021 selesai. Operasional LRT akan dilakukan secara langsung ber­samaan pada tahun 2021. Semua rute serentak, tidak bertahap,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat menghadiri acara pengecoran terakhir Jem­batan Lengkung Bentang Pan­jang Kuningan LRT Jabodebek, Senin (11/11).

Ia menambahkan proyek ini diharapkan dapat segera diselesaikan karena sudah ada kota-kota lain yang akan segera menyusul membangun angku­tan massal LRT, yaitu Surabaya, Bandung, Makassar, dan Medan. Selain itu, LRT merupa­kan satu alternatif atau pilihan angkutan massal Indonesia yang dapat diandalkan.

Budi juga menyebutkan agar ke depannya ada suatu inovasi yang dilakukan khususnya dari segi harga sehingga LRT dapat lebih kompetitif. Dirinya ber­harap ada suatu inovasi untuk membuat suatu inovasi dalam segi efisiensi dari segi harga ka­rena jika kita bangun di setiap kota itu dengan suatu harga yang sangat kompetitif pasti memberikan solusi bagi kota-kota yang lain.

“Kami mengapresiasi Adhi Karya selaku pelaksana peker­jaan proyek LRT Jabodebek yang telah bekerja dengan baik proyek yang menggunakan pembiayaan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Ba­dan Usaha (KPBU). Saya me­lihat Adhi Karya sangat gigih lakukan proyek ini, ini proyek jadi contoh dari segi struktur tingkat kesulitan dan tingkat kesulitan finansial yang diker­jakan melalui skema KPBU,” katanya.

Mulai Beroperasi

Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budi Harto, me­ngatakan di sepanjang lintasan LRT Jabodebek nanti terdapat 10 jembatan bentang panjang yang akan dibangun. Tiga di antaranya menggunakan U-Box Girder, dan tujuh lainnya menggunakan Box Girder. Dan jembatan bentang panjang itu dibangun untuk mengakomodir lokasi yang bersimpangan.

Dijelaskan Budi, lemban­gunan prasarana LRT Jabode­bek secara keseluruhan sudah mencapai 66,79 persen hingga awal November 2019). Adapun rinciannya, Cawang–Cibubur 86,2 persen, Cawang–Kunin­gan–Dukuh Atas 58,3 persen dan Cawang–Bekasi Timur 60,5 persen. Pekerjaan pada Lin­tas Pelayanan 1, direncanakan akan selesai paling awal dan akan menjadi sarana uji coba trainset dari kereta LRT Ja­bodebek yang yang diagenda­kan pada Juli 2021 nanti.

Budi menyebutkan tarif Lin­tas Rel Terpadu (LRT) Jabode­bek bisa kurang dari 12.000 rupiah per perjalanan, karena nantinya pemerintah akan me­lakukan justifikasi menjelang operasional.

“Tarif sementara hitun­gannya adalah 12.000 rupiah. Tapi, tentu nanti kita akan me­lakukan justifikasi pada saat menjelang operasional,” kata Budi ditemui dalam seremoni pengecoran jembatan leng­kung bentang panjang LRT Ja­bodebek di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin.

Menurut Budi, justifikasi tarif dilakukan dengan sejum­lah pertimbangan, termasuk asumsi jumlah penumpang, biaya tertentu yang dikeluar­kan hingga pendapatan besar yang bisa ditekan. “Nanti, kita lihat justifikasi pada akhir-akhir (menjelang) operasional,” ka­tanya.

Sebelumnya, Budi menge­mukakan bahwa perkiraan tarif LRTJabodebek sebesar 12.000 rupiah untuk setiap perjalan­an. Besaran tersebut telah di­subsidi pemerintah lebih daru separuh harga komersial sebe­sar 25.000 rupiah. mza/P-5

Tampilkan Semua

Anggaran Bappeda untuk TGUPP Dicoret

Selasa 12/11/2019 | 06:06
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pengalokasian anggaran Tim Gubernur Un­tuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang melekat di Ba­dan Perencanaan Pemba­ngunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta ditolak oleh DPRD DKI Jakarta. Dewan mendorong agar...
Selengkapnya

Empat JPO Sudirman Difasilitasi “Lift”

Selasa 12/11/2019 | 06:03
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Empat Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jend Sudirman akan dire­vitalisasi. Kempat JPO ini akan diperlebar dan difasilitasi lift untuk memudahkan akses bagi penyandang disabilitas dan lanjuta usia...
Selengkapnya

Bekasi Gencar Membuat Lubang Biopori

Selasa 12/11/2019 | 06:01
A   A   A   Pengaturan Font
BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat gencar mem­buat lubang biopori untuk menghadapi musim penghujan de­ngan melibatkan seluruh perangkat kerja daerah setempat. “Selanjutnya gerakan pembuatan lubang biopori ini akan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Semuanya Terdampak oleh Perang Dagang

Jumat 8/11/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Krisis global yang menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi dunia telah berimbas pada pertumbuhan perekonomian Indonesia pada triwulan III-2019 sebesar 5,02 persen year on year (yoy) atau melambat dibandingkan pada kuartal II-2019 yang mencapai 5,05 persen (yoy).

 

Namun demikian, Bank Indonesia (BI) menilai perlambatan ekonomi tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga hampir di berbagai negara terma­suk Malaysia dan Singapura yang jauh lebih dalam perlambatan ekonominya.

Guna mengetahui antisipasi BI terhadap pelambatan ekonomi global, wartawan Koran Jakarta mewancarai Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di sela-sela fes­tival ekonomi syariah di Surabaya, Kamis (7/11). Berikut petikannya.

Bagaimana kondisi perekono­moan global?

Masalah global menjadi salah satu penyebab utama ekonomi dunia yang semuanya terdam­pak oleh perang dagang. Namun, dalam kondisi yang penuh tantangan tersebut, kita harus bersyu­kur ekonomi Indonesia tumbuh 5,02 persen, memang melambat tapi patut kita acungkan jempol karena masih bisa tumbuh di atas 5 persen.

Apa penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga?

Pertumbuhan ekonomi Indo­nesia didukung oleh permintaan domestik yang tetap terjaga dan kinerja sektor eksternal yang menguat di tengah permintaan dan harga komoditas global yang masih meng­hadapi tekan­an. Dalam kondisi yang penuh dengan ketidakpas­tian maka paparan angka ataupun indikator mak­roekonomi tidak cukup untuk bisa memberi keya­kinan dan gambaran optimisme yang utuh bagi pelaku usaha.

Jadi, bagaimana tantangan perekonomian global?

Tantangan perekonomian global semakin tidak mudah khususnya untuk 2019 sebab terus diliputi oleh ketidakpastian geopolitik dan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok sehingga bank sentral juga akan terus mengantisipasi hal tersebut. Perlu sinergi bersama, perlu dijaga dan diketahui bahwa ekonomi kita tidak turun tajam. Itu menjadi penting.

Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatisipasi pelemahan ekonomi global?

Kami mengimbau kepada pemer­intah untuk terus memberikan stim­ulus bagi para pelaku usaha guna menjaga ketahanan serta tingkat keyakinan bagi mereka agar mampu memenuhi performa yang diharap­kan. Perlu dilakukan pendekatan yang lebih aktif dan persuasif kepada mereka serta stimulus usaha lainnya yang kiranya diperlukan,” katanya.

Bagaimana dengan kondisi perekonomian Jawa Timur?

Secara spasial capaian posi­tif tersebut tentunya tidak bisa terlepas dari kinerja perekonomian daerah yang cukup baik seperti di wilayah Jawa yang tumbuh 5,56 persen secara year on year, Sumatera tumbuh 4,49 persen, Kalimantan tumbuh 5,92 persen, dan Bali-Nusa Tenggara tumbuh 5,28 persen. Kami juga mengapr­esiasi perekonomian Jawa Timur pada triwulan III ini yang masih terjaga di angka 5,32 persen (yoy) meski lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu sebesar 5,72 persen (yoy).

Bagaimana mengenai keuangan syariah?

Kami mengimbau para pelaku usaha industri keuangan syariah untuk memanfaatkan layanan kredit digital dalam mengem­bangkan bisnisnya agar sektor ekonomi syariah di Indonesia dapat meningkat.

Sekarang ini pertumbuhan kredit melalui platform digital hingga Agustus 2019 mencapai 105 persen secara year on year se­hingga diharapkan pelaku industri halal bisa turut memanfaatkan keberadaan platform perdagangan secara online (e-commerce) terse­but. Segmen e-commerce di Indone­sia sedang tumbuh signifikan jadi kita bicara apapun platrom digital naiknya satu atau satu setengah kali setiap bulan. selocahyo/AR-2

Tampilkan Semua

Kemenpan yang Pertama Akan Memangkas Eselon

Kamis 7/11/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pemangkasan struktur eselon birokrasi atau Aparatur Sipil Negara menjadi salah satu fokus pemerintahan di bawah Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.   Bahkan, soal pemang­kasan disebut langsung disampaikan Jokowi...
Selengkapnya

Kalau Terbuka, Rakyat Bisa Menilai

Selasa 5/11/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa hari lalu, e-budgeting atau anggaran secara elektronik DKI Jakarta yang tertuang melalui website APBD DKI Jakarta yakni https:// apbd.jakarta.go.id menjadi sorotan dan polemik di masyarakat.   Pasalnya, terdapat beberapa...
Selengkapnya

Menunggu Putusan MK Merupakan Bentuk Penghargaan Atas Lembaga Hukum

Senin 4/11/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak akan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) terkait Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 mengenai Perubahan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).   Sebab,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Mahendra Siregar : Kelapa Sawit Jadi Andalan Ekspor

Jumat 8/11/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perkembangan terakhir, komoditas kelapa sawit nasional dinobatkan sebagai komoditas andalan karena mampu memberikan kontribusi devisa hingga 270 triliun rupiah. Nilai kontribusi ini hanya sedikit di bawah penyumbang devisa terbesar Indonesia yakni sektor pariwisata.

Kehadiran kelapa sawit di masa mendatang sangat dibutuhkan. Sawit akan menjamin pengembangan minyak nabati dunia menuju ke produk berkelanjutan. Produktivitas yang tinggi akan membuka banyak lapangan kerja. Nilai tambah yang tinggi dari sawit serta aneka turunan produknya akan banyak memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Selain kondisi tersebut, Indonesia harus menghadapi perkembangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Di bawah bayang-bayang akan terjadinya resesi dunia dan perkembangan teknologi yang pesat menuju era digital, membutuhkan strategi jitu dan cerdas dalam menghadapinya agar Indonesia dapat menangkap peluang yang ada.

Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan jajaran Kementerian Luar Negeri menghadapi percaturan politik dan ekonomi dunia ke depan serta memasarkan sawit Indonesia ke negara-negara sahabat, wartawan Koran Jakarta, Suharto berkesempatan mewawancarai Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, ketika digelar kegiatan Indonesia Palm Oil Conference 2019 and 2020 Price Outlook, di Bali, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana Anda menyikapi percaturan politik dan ekonomi dunia, yang berkembang pesat menuju era digital. Bagaimana semua ini bisa menginspirasi dalam pengelolaan perdagangan luar negeri?

Tadi saya berkesempatan memberikan pandangan bagaimana kondisi global saat conference. Sekarang kan ada masa disrubsi secara alami, ditandai dengan mempertanyakan kembali nilai-nilai. Bagaimana sekarang ini yang dianggap politik atau ekonomi benar dan mapan, dan secara filosofi benar, ternyata terdisrubsi besar.

Tentu kondisi ini membuat dunia industri yang merasa nyaman dengan kemapanannya harus mengikuti perkembangan tersebut?

Benar, dalam konteks ini, banyak orang yang merasa tidak lagi berada di comfort zone. Ada yang malah berpikir sebaiknya dunia kembali ke semula, keluar dari disrubsi berlangsung . Itu juga tak akan membawa kembali ke comfort zone.

Era disrubsi ini sebenarnya memberikan peluang yang tidak ada di era sebelumnya. Peluang di Indonesia, ekonomi mulai stabil, pasar besar, dan khususnya industri kelapa sawit dengan minyak nabati yang paling kompetitif di dunia.

Menurut Anda langkah strategis seperti apa yang akan dilakukan dari sisi kepentingan ekonomi Indonesia?

Berkaitan dengan industri sawit, di tingkat global, kami menyampaikan bahwa sawit justru akan menjamin pengembangan minyak nabati dunia menuju ke produk berkelanjutan. Hal itu terjadi karena produktivitas yang tinggi, berada di area yang memberikan lapangan kerja cukup banyak. Nilai tambah yang tinggi serta aneka produk turunannya memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Bagaimana prospek perkembangan perdagangan dunia, khususnya yang berkaitan dengan kelapa sawit?

Perbandingan dengan minyak nabati lain, yang permintaannya naik, ya jawabannya sawit. Tentu bagaimana menghadapi perkembangan cepat, yang diutamakan adalah mendorong pemanfaatan dan mendorong nilai tambah produk sawit.

Menurut Anda, perkembangan perekonomian dunia akan mengarah ke wilayah mana?

Dalam konteks perkembangan ekonomi dunia, di masa mendatang justru bagaimana kita mendorong makin berperannya negara berkembang dan emerging market dalam wadah perekonomian dunia. Tentu berkaitan dengan ini maka permintaan minyak nabati bakal terus meningkat.

Bagaimana menurut Anda, positioning industri Indonesia di tengah pasar global?

Dipandang dari perdagangan internasional, tentu kelapa sawit jadi andalan. Kelapa sawit sebagai kunci perekonomian Indonesia sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan bagi hubungan kerja sama dan perjanjian internasional kita.

Ke depan, bentuk perjanjian lebih kepada bilateral dan akan meninggalkan kesepakatan regional ataupun global. Bila ada kerja sama perjanjian internasional, kita harus pastikan kerja sama tadi menempatkan posisi sawit kita menjadi kekuatan sentral kawasan dan menghadirkan kondisi yang saling menguntungkan.

Menurut Anda posisi Indonesia apa terancam atau justru menguntungkan di era disrubsi?

Dalam konteks itu, justru di tengah disrubtion, Indonesia yang bertumbuh stabil dan tinggi akan semakin penting di dalam ekonomi dan mengambil pimpinan di tingkat kawasan. Dalam konteks itu, kita melihat kepemimpinan para diaspora, dalam memperjuangkan kepentingan nasional dan sektor industri kelapa sawit.

Apa Presiden Joko Widodo memberikan target khusus kepada Anda tentang pengembangan kelapa sawit Indonesia?

Di bagian penutupan tadi saya sampaikan kepada peserta seminar soal itu. Presiden Joko Widodo menugasi kami untuk melakukan koordinasi, menentukan kebijakan serta langkah, bagaimana memperjuangkan kelapa sawit untuk kepentingan Indonesia. Kami tentu lebih siap. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) sebagai stakeholder kami di sawit, sama-sama siapnya.

Selama ini konsentrasi perundingan apa di tengah era sunset Uni Eropa bagi kepentingan Indonesia?

Pertama, berkaitan dengan Uni Eropa dan perundingan Uni Eropa- Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA (perjanjian kemitraan ekonomi komperhensif Indonesia-Uni Eropa) yang tengah berlangsung. Langkah yang dilakukan sebenarnya sangat jelas yakni melihat draft teks dari CEPA yang dirundingkan harus dirumuskan posisi yang fair terhadap kelapa sawit. Untuk itu kami akan mereveiw. Kami akan laporkan kalau ada hasilnya nanti.

Apakah dalam perundingan dunia juga membahas persoalan krusial seperti isu lingkungan di kelapa sawit?

Berkaitan dengan argumentasi soal aspek lingkungan dan Sustainable Development Goals (SDGs), pemerintah sangat terbuka dan ingin mendorong. Sebenarnya langkah bersama internasional untuk benar-benar melakukan evaluasi kebijakan yang menyeluruh terhadap seluruh minyak nabati dilihat dari perspektif lingkungan hidup dan SDGs.

Jadi jangan dilihat dari satu sisi saja, apalagi sisi yang tidak dilakukan secara scientific seperti ILUC (indirect land-use change). Hasilnya beda, jadi jangan mengada-ada. Jangan hanya satu faktor saja. Harus mempertimbangkan semua faktor.

Bagaimana pendapat Anda tentang perlakuan masalah lingkungan oleh negara barat?

Misalnya pupuk maupun penggunaan produk kimia di dalam produk nabati di Eropa, berkaitan dengan ground water, sekarang pun banyak menuai protes dari pegiat lingkungan di sana. Dalam keseluruhan, environtmental dan climate change, banyak juga yang harus dipenuhi Eropa.

Bagaimana Anda menanggapi adanya kampanye negatif sawit di tengah peta kebutuhan dan pasokan minyak nabati dunia?

Kalau tidak ada sawit, harus dibuka setidaknya 6-10 kali luas lahan sawit yang ada selama ini atau menghabiskan hutan amazon, dan hutan dunia. Dengan sawit, terbantu landbank dunia, tidak harus dikonversikan minyak nabati, dan bagaimana memenuhi minyak nabati berkembang makin penting.

Bagaimana komitmen pemerintah terhadap pengembangan sawit nasional?

Ya, kalau disinggung environmental good, kami pasti melihat konsesi minyak sawit yang ada. Selama setahun kami lihat. Kalau komitmen tinggi, kami akan betemu di sini. Kalau tidak, kami kumpul di tempat lain.

Sebagai pejabat bidang perekonomian luar negeri, bagaimana pendapat Anda tentang perjuangan perundingan perdagagangan dunia?

Kalau upaya World Trade Organization/WTO (organisasi perdagangan dunia) itu sebagai keharusan. Kalau tidak untuk apa kami menjadi anggota, kalau tidak melakukan kewajiban sebagai anggota untuk menuntut yang tidak fair? Dalam perdagangan dunia, AS melakukan kebijakan ekspor biofuel, dan Eropa dengan Red-II, kita tidak pertimbangkan lamalama. Saya tegaskan, itu bukan opsi tetapi keharusan.

Sedangkan langkah-langkah lain, kami melakukan pendekatan sekaligus inisiatif, untuk mendorong betul terpenuhi suatu platform, sistem yang bisa membantu keberlanjutan secara fair untuk seluruh minyak nabati. Untuk itu, sawit yang siap menjadi pion-nya. Kami mendorong dan encourage yang lain juga. Kami menjamin produk seiring meningkatnya permintaan global dunia dalam lima sampai 10 tahun mendatang, serta direspons secara bertanggung jawab.

Dari sisi produksi Indonesia disebut sebagai pasar terbesar dunia, menurut Anda kalkulasinya seperti apa?

Pasar terbesar sawit dunia adalah Indonesia. Kami memiliki konsumsi 12 hingga 25 juta ton per tahun, tidak ada yang lebih besar. Kedua adalah India, sekitar 10 juta ton per tahun. Jadi kalau dilihat tadi harus diutamakan konsumsi dalam negeri, kemudian bagaimana memenuhi pasokan renewable energy dan palm oil dengan segala turunannya.

Untuk peluang pengembangan pasar industri sawit nasional rencananya seperti apa?

Kalua dilihat dari kaca mata global, pendekatan pasar Tiongkok, India, Pakistan, Bangladesh, dengan pendekatan melalui kerja sama yang saling menguntungkan, baik dari sisi perdagangan maupun investasi. Dengan era disrubsi, ke depan lebih bayak kesepakatan dilakukan bilateral, disamping multilateral. Jadi basisnya adalah bilateral yang saling menguntungkan.

N-3

Tampilkan Semua

Uniknya Seni Menghibur yang Atraktif

Jumat 8/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dalam penampilannya, badut memang harus atraktif. Misalnya, mereka bisa menampilkan aksi akrobat maupun sulap yang pasti mampu menghibur penonton. Menghibur adalah profesi yang mulia. Membuat orang tersenyum bahkan tertawa riang,...
Selengkapnya

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana

Jumat 8/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pulau Bali adalah destinasi tempat wisata terpopuler di Indonesia. Terhitung pada Oktober 2016, total kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Ngurah Rai mencapai 40 persen, dengan nilai penerimaan devisa Bali untuk Indonesia dari...
Selengkapnya

Basoeki Hadimoeljono : Bangun Kawasan Produktif dan Ibu Kota Baru

Sabtu 2/11/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat dibutuhkan karena akan membuka lapangan kerja, membantu pemerataan pertumbuhan ekonomi, dan memeratakan pembangunan. Menyadari hal itu, pemerintah dengan Kabinet Indonesia Maju terus menggenjot...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta