Koran Jakarta | March 27 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Sekarang Saatnya Memperkuat Industri Substitusi Impor

Rabu 27/3/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
>> Industri substitusi impor mesti segera dikembangkan karena pasarnya sudah tersedia. >> Jika terus mengimpor pangan maka hanya menguntungkan petani negara...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Sekarang Saatnya Memperkuat Industri Substitusi Impor

Rabu 27/3/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font

>> Industri substitusi impor mesti segera dikembangkan karena pasarnya sudah tersedia.

>> Jika terus mengimpor pangan maka hanya menguntungkan petani negara eksportir.

 

JAKARTA - Sejumlah kalangan meng­ingatkan agar pemerintah lebih tanggap dan antisipatif dalam menghadapi perkem­bangan ekonomi global yang sangat pesat dan dinamis. Sebab, tren pelemahan per­tumbuhan perdagangan dan ekonomi du­nia bagaimana pun juga pasti akan segera berakhir.

Oleh karena itu, Indonesia jangan hanya menunggu hingga ekonomi dunia memba­ik. Pemerintah harus mulai sekarang juga merealisasikan perbaikan dan penguatan struktur industri nasional sebelum pasar bergerak, karena akan lebih mudah mem­bangun apabila masih masa transisi. De­ngan begitu, Indonesia sudah siap ketika pertumbuhan ekonomi global mulai pulih.

Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakar­ta, YS Susilo, mengemukakan pertumbuhan pasar dunia pasti akan bergerak, sehingga Indonesia jangan menunggu hingga tahun depan. Pemerintahan Joko Widodo yang masih mendapatkan dukungan mayoritas suara rakyat harus mulai bergerak sekarang juga untuk memperkuat struktur industri nasional.

“Kita harus bergerak, dimulai sekarang untuk memperkuat downstream industry atau industri hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk,” ujar dia, ketika dihubungi, Selasa (26/3).

Selain itu, lanjut Susilo, sektor hulu di bahan baku juga perlu diperkuat. Saat ini, impor bahan penolong dan bahan baku ter­catat sangat tinggi, antara lain, karena juga memasukkan raw sugar dan tepung terigu ke dalam kategori bahan baku. (Lihat infografis)

“Impor golongan barang itu, terlihat be­sar karena banyak barang atau komoditas yang sebenarnya tidak perlu impor, tapi te­tap diimpor juga,” ungkap dia.

Susilo juga meminta pemerintah harus segera memulai dari sekarang memba­ngun industri pertanian nasional. Untuk itu, industri substitusi impor mesti segera dikembangkan karena memiliki sejumlah peran yang sangat strategis.

Pertama, pasarnya sudah terjamin ada di Indonesia, nggak usah susah-susah men­cari pasarnya. Makanya sekarang juga ba­ngun industri bahan penolong,” papar dia.

Kedua, menghemat devisa negara. “Ba­yangkan jika barang impor yang sangat besar itu disebar ke seluruh rakyat, maka betapa makmurnya kita. Itulah devisa kita yang berharga. Jika terus mengimpor maka hanya menguntungkan petani negara eks­portir,” jelas Susilo.

Ketiga, membuka lapangan kerja baru. Keempat, mendukung hilirisasi indus­tri yang memiliki produk bernilai tambah. Namun, untuk menopang hilirisasi itu, In­donesia harus mandiri bahan baku dan ba­han penolong terlebih dahulu. “Kalau tidak mandiri, bukan hilirisasi,” tukas dia.

Dia menilai semestinya Indonesia bisa membuat produk tekstil yang diimpor dari Jepang, seperti Zara, H&M, dan Uniqlo. Di sektor otomotif, Indonesia juga cenderung jadi tukang rakit. “Kita nggak punya industri komponen mobil, maka komponen itu ma­suk sebagai impor bahan baku dan bahan penolong,” tutur Susilo.

Ekonomi AS

Sementara itu, terkait dengan indika­si pelemahan global, pelaku pasar menilai ekonomi Amerika Serikat (AS) sebenarnya masih kuat. Apalagi, muncul kabar yang mengungkapkan Presiden Donald Trump ti­dak terbukti bekerja sama dengan Russia da­lam kampanye pemilihan presiden. Dengan demikian, Trump terhindar dari risiko pe­makzulan sehingga program presiden, ter­masuk program ekonomi akan jalan terus.

Akan tetapi, salah satu yang menjadi per­hatian pasar adalah kebijakan Bank Sentral AS (The Fed). Pada Rabu (20/3), The Fed mempertahankan suku bunga di level se­mula, yakni 2,25-2,50 persen. Mayoritas pe­jabat dalam kebijakan suku bunga mempre­diksi tidak ada kenaikan bunga sama sekali tahun ini, dan sisanya memperkirakan suku bunga akan naik satu hingga dua kali.

Ketua The Fed, Jerome Powell, mengata­kan peserta Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) melihat pertumbuhan 2019 sekitar 2 persen, dengan tingkat pengangguran te­tap di bawah 4 persen, atau lebih rendah dari tingkat yang natural antara 4,5–5,0 persen.

Pelaku pasar menilai The Fed menahan tren pasar yang sebenarnya, yakni kenaikan suku bunga. Indikasinya terlihat dari tingkat pengangguran relatif rendah sekali, sehing­ga akan lebih susah mencari karyawan. Aki­batnya, permintaan tenaga kerja lebih kuat sehingga gaji cenderung naik dan memicu inflasi. ahm/SB/Ant/WP

Tampilkan Semua

Kereta Lintas Labuhanbatu- Dumai Akan Dibangun

Rabu 27/3/2019 | 00:03
A   A   A   Pengaturan Font
DUMAI – Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), menyam­paikan beberapa program kerja yang akan dikerjakan saat kembali terpilih dalam pe­milihan presiden (Pilpres) 17 April 2019. Program kerja yang...
Selengkapnya

Tarif Terjauh MRT Rp14.000

Rabu 27/3/2019 | 00:01
A   A   A   Pengaturan Font
Tanpa upaya pengendalian penggunaan kendaraan pribadi, maka migrasi dari kendaraan pribadi ke MRT akan minim.   JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya sepakat dengan Dewan Per­wakilan Rakyat DKI Jakarta soal tarif...
Selengkapnya

AKSI AEROBATIK TIM JUPITER

Rabu 27/3/2019 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
AKSI AEROBATIK TIM JUPITER - Pesawat tim Aerobatik Jupiter TNI AU melakukan manuver di udara saat Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2019 di Langkawi, Malaysia, Selasa (26/3). Tim Jupiters mempertontonkan kepiawaian...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Raker Evaluasi APBN

Selasa 26/3/2019 | 06:48
A   A   A   Pengaturan Font

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (25/3). Rapat tersebut membahas evaluasi Pelaksanaan APBN tahun anggaran 2019 hingga awal bulan Maret.

Tampilkan Semua

KH Ma’ruf Perkuat Basis di Jawa

Selasa 26/3/2019 | 06:42
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Calon Wakil Presiden nomor urut 01, K.H Ma’ruf Amin kembali menjalani safari politiknya ke ber­bagai daerah. Dalam agenda yang terjadwal, Kiai Ma’ruf akan memulai kembali safari politiknya, pada Senin...
Selengkapnya

Mayjen TNI Herman Asaribab Jabat Pangdam XII/Tanjungpura

Selasa 26/3/2019 | 06:42
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab secara resmi menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura menggantikan Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi yang akan memasuki masa purna tugas. Putra asli...
Selengkapnya

Irwandi Dituntut 10 Tahun Penjara

Selasa 26/3/2019 | 06:34
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf ditun­tut 10 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Ko­rupsi (KPK). Irwandi juga dituntut membayar denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. “Menuntut supaya...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

Logistik Pemilu

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

AS Sukses Uji Coba Sistem Anti-ICBM

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
WASHINGTON DC – Pihak militer Amerika Serikat (AS) pada Senin (25/3) mengklaim sukses menguji coba sistem persenjataan antimisil balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile/ICBM). Misil ICBM yang jadi target,...
Selengkapnya

Malaysia Protes Tugu Peringatan PD II

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
KUALA LUMPUR – Sebuah tugu peringatan Perang Dunia II di Malaysia yang baru direstorasi dan diresmikan pekan lalu, dilaporkan telah menyulut kemarahan warga Negeri Jiran setelah ada terdapat plakat yang menuliskan bahwa tugu itu...
Selengkapnya

AS Kecam Kehadiran Personel Militer Russia di Venezuela

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
WASHINGTON DC – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, memperingatkan Russia pada Senin (25/3) dengan menyatakan bahwa negaranya tak akan tinggal diam atas langkah Moskwa mengirim personel militer ke Venezuela untuk...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Peluncuran Produk

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Pengelolaan Energi

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

RI Serap FDI Terbesar di ASEAN

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Beijing – Asia Tenggara menjadi tujuan yang menarik untuk investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI). Indonesia dan Thailand dianggap negara yang paling menarik investor di kawasan ASEAN. Menurut laporan yang...
Selengkapnya

Babel Siapkan 3 KEK Pariwisata

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKAR TA – Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung (Babel) menyiapkan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan menyatakan diri siap bertransformasi dari sektor pertambangan beralih ke pariwisata. Transformasi tersebut sebagai...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Pemkab Ponorogo Antisipasi Ajaran Menyimpang

Senin 18/3/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Masyarakat baru-baru ini dikejutkan oleh pemberitaan soal kepindahan sejumlah warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Pono­rogo, Jawa Timur, ke Malang. Mereka berpindah karena khawatir akan terjadi bencana kiamat di kampung mereka.

Warga yang ke luar dari desa itu tergabung dalam jemaah Thoriqoh Akmaliyah Ash Sholihiyah dan men­dengar isu kiamat sudah dekat dari pimpinan mereka, Katimun. Katimun, yang juga warga Desa Watubonang, diketahui menimba ilmu di Pondok Pesantren Miftahul Falahil Muhtadin, asuhan KH Muhammad Romli, di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Keca­matan Kasembon, Kabupaten Malang.

Selain disebarkan soal kia­mat yang meresahkan, warga yang tergabung Thoriqoh juga percaya akan terjadi perang, kemarau panjang, memasang bendera tauhid, foto antigem­pa, pelarangan anak sekolah, hingga larangan menghukum orang tua. Akibatnya, mereka yang eksodus dari desa yang telah dihuni secara turun-temurun tersebut juga menjual aset yang mereka miliki.

Untuk mengetahui apa saja yang terjadi dan bagaimana mengatasi kasus serupa supaya tidak terulang di masa mendatang, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesem­patan mewawancarai Bupati Ponorogo, Ipong Muclissoni, di Ponorogo, belum lama ini. Berikut petikan selengkapnya.

Berapa banyak warga yang meninggalkan desa?

Angka terakhir ada 16 keluarga warga Desa Watubo­nang yang berangkat. Mereka terdiri dari 52 orang, 22 di antaranya adalah anak-anak, mengikuti orang tuanya.

Bisa diceritakan kejadian­nya?

Sekitar satu minggu ini muncul isu kiamat sudah de­kat di masyarakat desa. Ada seorang warga menyampai­kan kepada mereka, Katimun, yang pernah menimba ilmu di pondok pesantren. Dikatakan kalau masuk ke jemaahnya maka ketika dunia kiamat, me­reka akan terhindar.

Dunia akan kiamat me­mang kita yakini sesuai rukun iman, tapi kalau di sini kiamat, lalu pindah ke Kasembon, tidak kena kan ini tidak masuk akal. Warga juga diminta men­jual rumah dan harta untuk bekal di akhirat atau dibawa ke pondok. Ada yang mem­bawa gabah, menarik anaknya keluar dari sekolah, macam-macam.

Bagaimana pemantauan sebelumnya?

Selama ini dicek, jemaah Katimun, Thoriqoh Akmaliyah Ash Sholihiyah, ajarannya nor­mal saja. Mereka melakukan sholat, zikir, bukan ritual yang menyimpang. Tapi memang yang dikhawatirkan kalau yang menyimpang disampaikan di luar pengajian. Seperti ada is­tilah MUSA AS, itu bukan Nabi Musa, tapi singkatan dari Mulyo Sugih Ampuh Asal Sendiko Dawuh.

Upaya apa yang di­lakukan pemerintah kabupaten?

Kami sudah mem­bentuk tim diketuai Kepala Bakesbangpol­dagri untuk turun ke Watubonang. Tim ini anggotanya lengkap, ada Danramil, Kapol­sek, MUI, serta Pengurus NU dan Muhammadiyah. Tim ini tu­gasnya memberikan pema­haman karena diindikasikan pengikutnya masih banyak, hampir 300 orang.

Sebelum mereka berang­kat, kami cegah dulu. Jadi, Kadesnya kami minta meng­umpulkan tokoh-tokoh, dan warganya yang terindikasi ke balai desa, untuk diberikan pe­mahaman. Polres (Ponorogo) juga sudah mengirim anggota ke Malang, untuk memeriksa yang bersangkutan.

Apakah warga tidak dipu­langkan?

Pemkab Ponorogo harus benar-benar memiliki dasar sebagai acuan untuk memu­langkan warganya tersebut. Kami hanya bisa mengajak mereka kembali, tim yang ke sana melakukan yang sifatnya imbauan.

Apa­kah ada pelarangan pengajian di Desa Watubo­nang?

Kami belum bisa melakukan tindakan lebih jauh. Kami masih me­nunggu fatwa dari MUI, apakah kegiatan ini merupa­kan ajaran sesat atau bukan. Pemkab juga tidak dalam ranah pelarangan kalau ada warga yang ingin melakukan perjalanan atau menjual har­tanya sendiri. Yang bisa kami lakukan adalah terus-menerus membina, terutama yang di Desa Watubonang supaya ti­dak ikut-ikutan.

Bagaimana dengan wila­yah lain?

Supaya tidak meluas, unsur tiga pilar di kecamatan, yaitu camat, Danramil, dan Kapolsek se-Ponorogo juga akan meng­umpulkan seluruh kepala desa di wilayah masing-masing. Nanti para kepala desa itu men­gumpulkan seluruh warganya untuk melakukan imbauan agar tidak ikut oleh ajaran- aja­ran yang tidak masuk akal.

Adakah upaya lain yang dilakukan?

Ponorogo ini kan hilirnya, sumbernya di Kasembon. Kami minta ke ormas kea­gamaan, MUI untuk terus memberi pembekalan dakwah kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh pada hal-hal seperti ini.

Saya juga sampaikan ke Gus Romli (pengasuh Ponpes Miftahul Falahil Muhtadin) agar melakukan klarifikasi di Ponorogo supaya warga, terutama di Desa Watubonang, tenang dan tidak resah. Ka­rena sekarang sebagian warga masih khawatir kalau tidak ikut pindah akan kena kiamat. Klarifikasi seperti itu lebih baik, supaya tidak berkepan­jangan.

N-3

Tampilkan Semua

Atasi Calo Perizinan di Bandung dengan Layanan “Online”

Senin 11/3/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Keluhan mengurus izin terkait tata ruang di Kota Bandung bisa diatasi dengan layanan online yang sudah diluncurkan. Sela­ma ini, keluhan sering muncul karena sulitnya mengetahui peruntukan lahan yang boleh dan tidak boleh dibangun...
Selengkapnya

Pemkot Surabaya Terus Kembangkan Sektor Wisata

Senin 4/3/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Indonesia memiliki banyak kota yang berwawasan wisata dan mendeklara­sikan dirinya sebagai kota wisata. Sebut saja Bali dan Yogyakarta. Meskipun belum mendeklarasikan sebagai kota wisata, Surabaya yang me­miliki banyak potensi...
Selengkapnya

Batang Fokus Tingkatkan Investasi dan Pariwisata

Senin 25/2/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang akan fokus pada penataan peningkatan investasi, pariwisata, dan peningkatan Indek Pemba­ngunan Manusia (IPM). Pendekatan ekonomi akan diberlakukan karena fokus pembangunan ekonomi berimbas di...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Serah Terima Kunci

Senin 25/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Perawatan Ekstra Interior Motif Kayu

Senin 25/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menjaga keindahan lantai kayu, hal yang Anda butuhkan adalah perawatan yang benar. Ingin tahu bagaimana cara praktis merawat lantai kayu di rumah Anda. Desain interior Arie memberi tips merawat lantai kayu. Pertama, menurut Ari,...
Selengkapnya

Corak Unik Dinding Kamar Tidur

Senin 25/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kamar dengan desain bergaya art deco kental akan nuansa seni dan bentuk serta motif yang cukup impresif. Nuansa kamar tidur di hunian modern tidak lagi didominasi gaya monoton. Beberapa penghuni rumah memberikan nuansa yang lebih...
Selengkapnya

Pembangunan Apartemen

Jumat 22/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Perencanaan Keuangan dan Investasi di Finansialku.com

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Finansialku merupakan perusahaan perencanaan keuangan yang memiliki Certified Financial Planner, website edukasi Finansialku.com, lalu aplikasi Finansialku di play store yang membantu user untuk lebih mudah lagi dan terjangkau dalam merencanakan keuangan.

Portal ini fokusnya adalah untuk edukasi keuangan, literasi keuangan, sampai di perencanaan keuangan baik pribadi maupun keluarga.

Saat ini sudah diakses lebih dari 3,5 juta page view per bulannya atau 2,5 juta unique visitor, sosial media Instagram  (@finansialku_com) juga sudah memiliki lebih dari 70.000 followers dan terverifikasi. Untuk aplikasinya sudah di download di playstore lebih dari 75.000 user.

Di dalam aplikasi tersebut menyediakan fitur pencatatan keuangan, fungsi budgeting, kalkulator investasi yang membantu user  dalam menghitung investasinya baik di saham, reksadana, peer-to-peer lending, sampai deposito.

Lalu ada fitur perencanaan keuangan yang berisi life goal, mulai dari menghitung dana darurat, uang pertanggungan asuransi jiwa, pendidikan anak, perjalanan ibadah, menabung rutin, dana liburan, pernikahan, sampai dana hari tua.

Fitur lainnya adalah fitur financial health check up dimana user dapat menghitung sendiri atau input sendiri finansialnyadan akan keluar hasilnya apakah kondisi keuangan user sudah ideal atau belum. Lalu fitur yang paling utamanya adalah tanya jawab perencanaan keuangan.

Pada saat download  mendapatkan gratis 30 hari,setelah 30 hari,  pengguna dikenakan biaya Rp 35.000/bulan atau Rp 350.000/tahun. Finansialku dan Asetku akan melaksanakan kegiatan roadshow pada hari Sabtu, 30 Maret 2019 di Warunk Upnormal Tebet, Jakarta. ars

Tampilkan Semua

Membangun Masyarakat Digital

Selasa 26/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Ponsel Berkamera 48 MP Dibanderol Rp2 Jutaan

Selasa 26/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ponsel dengan harga kompetitif dan spesifikasi mumpuni, Xiaomi, menawarkan pembaruan pada seri terbaru dari seri Redmi Note, yaitu Redmi Note 7. Ditawarkan dengan dua varian model, Redmi menawarkan kamera dengan resolusi tinggi dan...
Selengkapnya

“Scanner” Teknologi AI untuk Usaha Kecil

Selasa 26/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pengarsipan dokumen kerta menjadi data secara digital perlu dilakukan untuk efisiensi ruangan dan keamanan file. Teknologi scanner dengan fitur kecerdasan buatan (AI/artificial intellegence), membantu proses pengarsipan dokumen secara...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Mobil LCGC Andalkan Transmisi X-Tronic CVT

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Sebagai mobil murah dalam program LCGC (low cost green car) Datsun tidak hanya menawarkan transmisi manual. Pada seri Datsun Go+ Panca kini dilengkapi dengan transmisi otomatis X-Tronic CVT (continuously variable transmission) sebagai pilihan bagi konsumennya.

“Peluncuran Datsun dengan transmisi X-Tronic CVT adalah komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di lebih banyak kota di Indonesia. Kami ingin menyediakan mobilitas yang nyaman dan sesuai dengan gaya hidup pelanggan kami yang terus berkembang,” kata, Head of Datsun Indonesia, Masato Nakamura.

Datsun Go+ Panca tampil dengan desain modern, performa yang optimal, kenyamanan dan kepraktisan dari CVT. Datsun menawarkan CVT yang memberikan kinerja lebih baik, dengan lebih sedikit bagian yang bergerak, sehingga lebih awet, lebih ringan dan lebih gesit daripada transmisi konvensional.

Go+ Panca memiliki kabin yang lega, disertai dengan teknologi berkendara pintar untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan. “Kami yakin bahwa varian terbaru ini, Datsun GO+ Panca CVT, akan diterima oleh para pelanggan di Medan yang menginginkan mobil keluarga yang nyaman saat melakukan perjalanan bersama keluarga,” lanjut Masato.

Pelanggan dapat memesan Datsun Go+ Panca CVT di 108 dealer Datsun di seluruh Indonesia, dengan pengiriman mulai bulan maret ini. di Medan All New Datsun Go+ Panca A CVT dibanderol pada harga 156,9 juta rupiah, All New Datsun Go+ Panca CVT pada harga 165,8 juta rupiah dan All New Datsun Go+ Panca T Style CVT dijual pada harga 170,3 juta rupiah.

Demi kepuasan pelanggan, Datsun juga memberikan gratis biaya jasa hingga pemakaian 50.000 km per 4 tahun bagi pembelian sejak bulan Februari 2019. hay/E-6

Tampilkan Semua

Tampilan Baru “Crossover” Jepang

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Model (sport utility vehicle) SUV kompak atau crossover kompak makin disukai konsumen di Indonesia. Merek asal Jepang, Mitsubishi, melakukan pembaruan pada crossover kompak andalannya. Pameran otomotif Geneva Motor Show 2019 yang...
Selengkapnya

Variatif, Motor Sport untuk Masyarakat Urban

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Yamaha Indonesia memiliki banyak seri MT yang memiliki keunggulan pada torsi. Selain motor Yamaha terbaru MT-15 yang baru diluncurkan, pabrikan ini memiliki seri lain seperti MT-10, MT-09, MT-07, dan MT-03. MT-09 merupakan versi...
Selengkapnya

Program Pembiayaan

Rabu 20/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Blazers Pastikan Lolos “Play Off” Usai Kalahkan Nets

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

PORTLAND - Port­land Trail Blazers berhasil memastikan diri lolos ke babak playoff seusai mengalahkan Brooklyn Nets 148-144 dalam laga lanjutan NBA pekan ke-24, Selasa (26/3) WIB.

Blazers yang kini telah membukukan 46 kemenangan dan 27 kekalahan (46-27), menjadi tim kedua dari Divisi Barat Laut yang memastikan lolos ke babak playoff menyu­sul Denver Nuggets (49-23).

Sementara di Wilayah Barat selain Nuggets dan Blazers, juara bertahan Golden State Warriors (50-23) juga sudah memesan satu tiket ke babak playoff.

Sedangkan dari Wilayah Timur empat tim sudah memastikan lolos ke playoff yakni Milwaukee Bucks (55-19), Toronto Raptors (51-23), Philadelphia 76ers (47-27) dan Indiana Pacers (45-29).

Blazers yang menjamu Nets di Moda Center, Oregon, ha­rus melewati dua kali babak tambahan (overtime) untuk memastikan kemenangan atas tamunya. Sayangnya, keme­nangan itu harus dibayar ma­hal oleh Blazers yang harus kehilangan Jusuf Nurkic kare­na cedera mengerikan yang dialaminya pada pertengahan babak overtime kedua.

Sebelum ditandu me­ninggalkan lapangan pada pertengahan babak over­time kedua, Jusuf Nurkic telah menorehkan kontri­busi merata untuk Blazers yakni 32 poin, 16 rebound, lima assist, dua steal, dan empat blok.

Pada sisa waktu 2 menit 22 detik babak overtime kedua, Nurkic yang mendarat usai duel perebutan bola rebound, kaki kirinya menginjak sepatu pemain Nets, Jared Dudley, se­belum membengkok dengan kondisi yang mengerikan.

Pelatih kepala Blazers, Terry Stotts, yang menyebut cedera Nurkic begitu mengenaskan. “Kami tidak bisa merayakan apapun,” kata sang pelatih. “Kami menyampaikan segenap doa yang terbaik bagi Nurkic. Itu saja,” ujar dia. Ant/S-2

Tampilkan Semua

Mercedes Antisipasi Balapan Sengit di GP Bahrain

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SAKHIR - Kepala tim Mercedes AMG F1 Toto Wolff akan mewaspa­dai pertarungan ketat dengan rival mereka, Ferrari dan Red Bull, di balapan GP Bah­rain akhir pekan nanti. Mercedes me­raih poin penuh setelah finis 1-2 di seri...
Selengkapnya

Pembangunan Arena SEA Games 2019 Lampaui Target

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
MANILA - Ketua Panitia Pelaksana Pesta Olahraga SEA Games 2019 Filipina (PHIS­GOC) Alan Cayetano menyatakan bahwa pembangunan Kompleks Olahraga New Clark City sampai saat ini sudah mencapai 60 per­sen dari target. “Kami...
Selengkapnya

Cedera Bahu Hentikan Laju Bianca Andreescu

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Laju sensasional juara Indian Wells Open, Bianca Andreescu harus terhenti di babak keempat Miami Open akibat cedera bahu. MIAMI - Pertandingan mengesankan yang ditampil­kan Bianca Andreescu terpak­sa berakhir di babak keempat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Tantangan Ekonomi 2019

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Oleh Ronny P Sasmita

Sepanjang tahun 2018, Indonesia mengalami perjalanan yang berat. Secara ekonomi, tahun lalu diselimuti awan tebal “ketidakpastian” global yang cukup tinggi. Titik episentrum yang utama bersumber dari normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) melalui kenaikan suku bunga acuan (Fed Funds Rate/FFR). Sumber ketidakpastian kedua adalah sengketa dagang dua raksasa ekonomi dunia, AS melawan Tiongkok.

Dua isu utama tersebut membuat pasar finansial global terguncang, bursa-bursa dunia terjangkit turbulensi, utamanya negara-negara pasar berkembang. Tapi, untunglah, di penghujung tahun, bursa Indonesia masih berperforma paling berkilau di Asia Tenggara dan nomor dua di Asia Pasifik. Walau sepanjang tahun berjalan, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat terkoreksi 2,54 persen. Dibanding bursa negara lain yang terjerembab lebih dalam, tentu pencapaian tersebut terbilang cukup baik.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat sempat terdepresiasi sekitar 7 persen selama tahun lalu. Sementara itu, Bank Indonesia memprediksi laju inflasi 2018 hanya sedikit di atas 3 persen. Ini jauh di bawah target APBN 2018 sebesar 3,5 persen. Di atas kertas, kondisi fiskal hingga akhir Desember juga terbilang solid, dengan realisasi defisit di bawah target, bahkan digadang-gadang sebagai terendah sejak 2012. Hal tersebut bisa terjadi karena realisasi penerimaan tahun lalu melampaui sasaran. Hal ini diuntungkan tingginya penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Tahun 2019 ini, diperkirakan pengaruh global tak semencekam tahun lalu. Bank Sentral AS diduga kuat hanya akan menaikkan suku bunga acuan dua kali. Sementara itu, tensi perdagangan AS-Tiongkok juga diramalkan akan mereda. Namun tidak berarti jalan yang membentang akan mulus-mulus saja. Ekonomi Indonesia masih didera luka berupa defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) karena neraca perdagangan tekor.

Dari data bulanan selama 11 bulan tahun lalu, Indonesia hanya mengenyam surplus perdagangan pada Maret dan September. Neraca perdagangan Januari–November 2018 menderita defisit 7,51 miliar dollar AS. Ini kontras dengan periode sama tahun 2017 yang menorehkan surplus sebesar 12,08 miliar dollar AS.

Namun, tren CAD terlihat kian membaik. Hal ini selaras dengan berbagai kebijakan pengetatan impor. Di antaranya, penaikan tarif pajak 1.147 barang konsumsi, mandatory percampuran minyak sawit ke dalam bahan bakar minyak (BBM), dan kewajiban menyimpan devisa hasil ekspor (DHE) di perbankan nasional. Kemudian, pembukaan pintu yang cukup lebar untuk investor asing melalui kebijakan relaksasi Daftar Negatif Investasi.

Atas dasar berbagai pancapaian itu, sejatinya Indonesia bisa sedikit lebih lega dalam menempuh tahun 2019. Apalagi dari sisi pertumbuhan ekonomi, tak ada satu pun lembaga dan ekonom, domestik ataupun asing, yang meragukan bahwa pada 2019 akan lebih baik dari 2018. Konsumsi masyarakat masih akan menjadi penghela utama, dengan kontribusi minimal 55 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Ditambah pula dengan adanya pesta demokrasi, pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (pileg), dan DPD pada bulan 17 April. Pendongkrak sektor konsumsi lainnya, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) setidaknya 8 persen. Sedangkan laju inflasi diperkirakan tetap rendah, sehingga kekhawatiran atas penurunan daya beli bisa ditepis.

Tugas Berat

Namun, pemerintah masih memiliki beberapa tugas berat, di antaranya pemerintah harus lebih fokus pada perbaikan CAD, terutama membenahi neraca perdagangan. Jadi, pemerintah harus lebih kreatif dalam mencari pasar ekspor nontradisional, menjalin perjanjian perdagangan bebas dengan beberapa kawasan penting. Kemudian, membenahi sektor industri hulu hingga hilir dan mengekspor barang-barang bernilai tambah tinggi. Pemerintah juga perlu mengerem impor migas serta berbagai kebijakan strategis lain. Ini tak bisa ditunda untuk menyembuhkan dua penyakit kronis ekonomi nasional tersebut.

Untuk membenahi neraca dagang dan defisit transkasi berjalan, pemerintah juga harus segera menyelesaikan persoalan struktur pertumbuhan ekonomi. Contoh pada triwulan dua 2018, ekonomi tumbuh 5,27 persen (yoy). Sementara itu, triwulan tiga, angkanya menyusut menjadi 5,17 persen. Konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) memang terpantau cukup dominan, ditambah dengan konsumsi LNPRT. Namun persoalannya, konsumsi rumah tangga terutama di perkotaan semakin terkontaminasi barang-barang impor. Dominasi produk asing yang dijual lewat e-commerce sangat terasa, misalnya. Walaupun pembayaran bisa lewat rupiah, penyelesaian ke produsen menggunakan valas.

Kondisi semacam ini akan menambah ketergantungan ekonomi nasional pada barang impor. Ini bukan hanya pada bahan baku/penolong, barang modal, melainkan juga barang konsumsi. Dengan kata lain, kapasitas produksi nasional terseret turun. Lihat saja, pada Januari–Agustus 2018, misalnya, impor barang konsumsi tumbuh hingga 27 persen (yoy). Ini tertinggi kedua setelah pertumbuhan barang modal 29 persen (yoy). Bahkan di tahun 2017, angkanya sempat sampai 30 persen. Kondisi yang sama juga terlihat dari data ekspor yang makin kurang menggembirakan.

Perlu pengelolaan harga. Inflasi tahunan terpantau memang cukup rendah, bahkan selama September sebesar 2,88 persen, misalnya. Inflasi barang bergejolak bergerak 3,75 persen. Sayangnya, pengelolaan inflasi volatile food tidak menggunakan sumber daya lokal. Misalnya, impor beras dan jagung yang dilakukan secara masif di tengah-tengah panen petani. Selain menyakitkan petani, impor tentu membutuhkan valas. Impor yang tidak direncanakan sebelumnya tersebut akan diikuti pemburuan dollar di pasar.

Dari sektor perbankan, rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) di atas 20 persen dari level minimal 8 persen. Kemudian, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loans hanya rerata 2,76 persen. Ini masih jauh dari alarm 5 persen. Akan tetapi, gejolak seperti beberapa bulan lalu akan mengekor ke bank-bank pemilik likuiditas rendah. Jika hipotesis tersebut benar, pemerintah sangat perlu mengawal likuiditas bank, terutama di kelompok buku 1 dan 2. Lebih dari itu, saat nilai tukar tertekan, kelompok buku 3 dan 4 sebenarnya juga sensitif. Sebab sebagian besar merupakan bank devisa yang memiliki keterkaitan langsung dengan nilai tukar.

Kemudian, perlu mencermati cadangan devisa. Pada Agustus 2018 lalu cadangan devisa mencapai 117,9 miliar dollar AS. Ini setara dengan pembiayaan 6,8 bulan impor atau 6,6 bulan impor, jika ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut memang masih jauh dari batas standar internasional sebesar 3 bulan impor, namun masalahnya, porsi hot money pada cadangan devisa yang berasal dari investasi portofolio, ternyata cukup tinggi.

Dana tersebut akan mudah kabur jika ada sedikit saja guncangan atau shock. Maka, rekayasa kebijakan investasi khusus untuk FDI harus dilakukan. Tambah lagi berjuang habis-habisan untuk menggenjot ekspor nasional. Penulis Staf Ahli Komite Ekonomi dan Industri Nasional

Tampilkan Semua

Pelanggaran Kampanye Terbuka

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mulai 24 Maret sampai 13 April, partisipan Pemilu Serentak 2019 memasuki sesi kampanye terbuka. Banyak ketentuan yang mesti ditaati para peserta kampanye terbuka. Sayang, sejak kampanye terbuka hari pertama, menurut Badan Pengawas Pemilu...
Selengkapnya

Menerobos Penderitaan Menuju Kesuksesan

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Ciputra The Enterpreneur Penulis : Alberthiene Endah Penerbit : Gramedia Cetakan : Maret 2019 Tebal : 436 halaman ISBN : 978–602- 03-7703-2 Ciputra sukses membangun Jaya Group, Kosmopolitan Group, dan Ciputra Group...
Selengkapnya

Proyek MRT

Selasa 26/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Joko Widodo telah meresmikan Moda Raya Terpadu atau MRT, Minggu (24/3). Moda transportasi massal yang dibangun oleh PT Mass Rapid Transit, perusahaan berbasis di Jepang ini, mulai beroperasi setelah proses pembangunannya...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Jajanan Pasar, Kekayaan Kuliner Nusantara

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kuliner Indonesia dikenal memiliki cita rasa terlezat di Asia, bahkan dunia. Salah satu kekayaan kuliner Indonesia terlihat dari aneka jajanan pasar.

Jajanan pasar merupakan penganan yang biasa dibeli dari pasar tradisional. Jenisnya pun beragam, mulai dari yang rasanya manis hingga gurih.

Hingga kini, jajanan pasar masih banyak dicari, bukan hanya untuk camilan pribadi atau keluarga tetapi juga untuk suguhan tamu pada hari-hari besar.

Jenis jajanan tradisional ini ada sangat banyak. Artinya, jenis makanan Indonesia memang patut dibanggakan. Kuliner Indonesia merupakan salah satu masakan terlezat di dunia dengan bumbu rempah-rempah dan adonan yang begitu lengkap.

Ragam masakan Indonesia pun begitu banyak dan rata-rata membuat ketagihan yang menikmatinya. Jajanan pasar Indonesia memang terkenal dengan keasliannya dan bagaimana mereka menunjukkan identitas bangsa.

Tak heran kalau masyarakat internasional juga menyukai makanan-makanan khas kita. Tak terkecuali penduduk dari berbagai belahan dunia.

Selain menjadi teman minum teh atau kopi di sore hari, jajanan tradisional di atas juga bisa untuk memperkenalkan kekayaan budaya kuliner Indonesia kepada orang asing.

Sebut saja kerak telor. Jajanan tradisional yang satu ini berasal dari Jakarta. Sempat ada masanya penjual kerak telor hanya dapat ditemukan di tempat tertentu dan pada periode Pekan Raya Jakarta.

Namun saat ini, kerak telor sudah mulai mudah ditemui di mana-mana di Jakarta, bahkan sampai di kota-kota lain di luar Jakarta.

Jajanan tradisional Betawi ini terbuat dari bahan utama beras ketan dan telor bebek. Biasanya ada pilihan berapa telur bebek yang kamu inginkan, bisa satu bisa lebih.

Kerak telor ini dimasak sampai agak mengeras seperti layaknya makanan yang berkerak di wajan. Disajikan bersama ebi, bawang goreng, dan serundeng kerak telor ini dapat menjadi camilan tradisional yang cukup mengenyangkan.

Gambar terkait

Lalu kue cucur. Kue tradisional ini terbuat dari tepung beras, tepung terigu, dan gula merah cair. Bentuknya seperti kue dadar atau panekuk dan berwarna cokelat.

Apabila kue cucur ini baru matang, aroma gula merahnya pasti akan menguar mengundang selera. Sangat nikmat dimakan selagi matang bersama minuman kesukaan.

Lain lagi dengan serabi. Disebut Serabi atau surabi, makanan ini merupakan jajanan tradisional sejenis kue dadar mirip kue cucur yang terbuat dari tepung beras, santan, dan kelapa parut.

Sebagian besar dari kamu mungkin hanya tahu jenis kue serabi tradisional yang manis, padahal ada versi asinnya juga. Biasanya kue serabi ini menjadi oleh-oleh khas kota Solo atau kota Bandung.

Saat ini di beberapa kota juga sudah banyak yang membuka gerai seperti kedai atau warung yang hanya menjual serabi sebagai hidangan utamanya.

Biasanya untuk tempat nongkrong bersama teman atau keluarga. Dengan adanya kedai-kedai serabi, kesan serabi sebagai jajanan tradisional yang kuno menjadi semakin berkurang di mata anak muda.

Yang juga terkenal adalah onde-onde. Onde-onde adalah sejenis kue jajanan pasar yang cukup populer di Indonesia. Mudah ditemukan di pasar atau di pinggir jalan bersama gerobak gorengan.

Onde-onde berbentuk bulat dengan taburan wijen putih di atasnya. Onde-onde terbuat dari tepung terigu atau ketan yang diisi pasta kacang hijau lalu digoreng. Ukurannya juga bervariasi, dari yang cukup besar sampai yang mini langsung hap.

Hasil gambar untuk Onde-onde

Selain itu ada klepon. Ini adalah kue tradisional Indonesia yang termasuk ke dalam kelompok jajanan pasar. Klepon berbentuk bulat seperti onde-onde, bedanya pada tekstur dan isi.

Camilan tradisional ini dibuat dari tepung beras ketan yang dibentuk bulat seperti bola-bola kecil, diisi dengan gula merah lalu direbus dalam air mendidih. Setelah matang, klepon ini dibalurkan dengan kelapa parut. yun/E-6

Jadul tapi Kelezatannya Abadi

Berbicara kuliner jaman dulu, tentu tidak bisa dilepaskan dengan kudapan atau jajajan pasar tradisional yang melegenda. Meski saat ini sudah jarang ditemui, tetapi pada perayaan perayaan tertentu, biasanya muncul kembali. Kelezatan kue jadul ini tetap abadi.

Sebut saja gurandil, cenil, tiwul, getuk, lemper, klepon, kue putu, nagasari, lemper, lupis dan lain-lain. Harganya cukup murah, namun soal rasa ditanggung tak kalah meriah.

Jenis makanan itu, hanya representasi kecil jajanan tradisional yang terdiri dari ribuan jajanan tradisional Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, dari setiap kota pasti memiliki jajanan tradisionalnya masing-masing.

Sebenarnya kue-kue tradisional ini, biasanya kita jumpai di pasar. Kerap disebut dengan kue-kue subuh, karena dijual di pasar pada saat subuh. Tetapi, untuk jenis kue tertentu hanya bisa dijumpai kalo dipesan untuk perayaan atau syukuran.

Klepon misalnya. Kue yang berasal dari ketan yang didalamnya diisi gula merah legit dan dibalut kelapa ini, sangat menggoda. Bentulnya bulat dan mungil, sekali suap akan lumer di mulut. Wow sedapnya!.

Ada juga lupis yang sama sama terbuat dari beras ketan. Olahan ini akan diiris kecil lalu dilumuri dengan gula jawa sebagai pemanis, yang orang Jawa menyebutnya dengan nama juruh.

Parutan kelapa juga ditaburkan sebagai toping untuk memperlezat hidangan. Dahulu Lupis berbentuk lingkaran seperti irisan lontong, namun kini jajanan pasar ini banyak disajikan dalam bentuk segi tiga.

Ada lagi cenil. Jajanan pasar yang terbuat dari pati ketela pohon itu dibentuk bulat kecil dan diberi warna-warni menarik seperti merah, hijau, putih. Cenil biasanya disajikan dengan parutan kelapa dan ditaburi gula pasir di atasnya.

Atau tiwul. Penganan tradisional yang berasal dari daerah Gunungkidul yang juga cukup melegenda. Bahkan jajanan ini yang menginspirasi maestro Campur Sari, Manthous untuk menciptakan lagu populer berjudul ‘Tiwul Gunungkidul’.

Tiwul berbahan dasar ketela pohon yang dikeringkan lalu ditumbuk kemudian dikukus. Tiwul sering disajikan berpasangan dengan Gatot yang ditaburi parutan kelapa.

Masyarakat Gunungkidul dahulu sering menjadikan Tiwul sebagai makan pokok menggantikan beras.

Yang saat ini hampir sering dijumpai adalah lemper. Sejenis lontong namun biasanya terbuat dari ketan dan berisi abon atau suwiran daging ayam. Kini kita lebih sering menemukan lemper yang dibungkus plastik daripada daun pisang.

Di pesta atau syukuran rumah, kantor atau pembukaan toko, biasanya jajanan tradisional ini disajikan dalam satu tampan. Ukurannya dimuat kecil kecil yang imut, dengan aneka warna yang menggoda. yun/E-6

Resep Klepon

Gambar terkait

Dari sekian banyak kue atau jajanan tradisional Indonesia, nama klepon pasti akan selalu melekat. Rasa yang memikat dan bentuk yang khas, menjadikan kudapan ini selalu difavoritkan pecinta kuliner tradisional.

Kue ini juga ternyata sangat mudah membuatnya di rumah. Jadi tak harus mencari cari di pasar, Anda pun bisa membuatnya sendiri.

Seperti dilansir dari laman resep dan masakan, bahan utama pembuatan klepon biasanya menggunakan tepung beras ketan atau bisa juga menggunakan tepung ubi.

Bahan:

- 250 gram tepung beras ketan

- Pasta pandan secukupnya

- 150 ml Air

- 1 sendok teh garam halus

- 1 butir Kelapa

Bahan Isian:

- Gula merah secukupnya

- Gula pasir secukupnya

- 1 liter Air

Cara Pembuatan:

1. Campur tepung beras ketan dan tepung beras putih, air, garam dan pasta pandan. aduk rata. Setelah adonan diuleni, gula merah disisir halus untuk isian.

2. Ambil sedikit adonan, pipihkan, beri sedikit gula merah. Lalu rapatkan dan bentuk bulat menyerupai bola.

3. Masak air sampai mendidih, lalu celupkan bola-bola klepon, biarkan sampai matang dan mengapung.

4. Angkat setelah matang. Langsung gulingkan dalam kelapa parut kukus yang sudah dibubuhi garam dan gula pasir. Kue klepon siap disajikan.

Lemper Ayam

Gambar terkait

Bahan:

- 200 gram beras ketan yang sudah direndam selama 1 jam

- 1 batang serai

- 1 lembar daun salam

- 125 ml santan yang diambil dari 1/4 butir kelapa

- 3/4 sendok teh garam

- Daun pisang secukupnya

Bahan Isi :

- 2 buah paha ayam atas bawah

- 1 batang serai

- 500 ml air

- 3/4 sendok teh garam

- 2 lembar daun salam

- 1/4 sendok teh merica bubuk

- 1/2 sendok teh gula pasir

- 100 ml santan yang diambil dari 1/4 butir kelapa

Bumbu Halus:

- 4 siung bawang putih

- 1 sendok teh ketumbar

- 6 butir bawang merah

- 3 butir kemiri yang sudah disangrai

Cara Membuat Isi:

1. Pertama, siapkan panci yang akan digunakan untuk merebus ayam. Lalu masukan air secukupnya ke dalam panci tersebut.

2. Simpan panci tersebut di atas kompor menyala. Rebus air sampai mendidih. Jika air sudah mendidih, masukan ayam yang sudah anda siapkan. Rebus ayam sampai benar-benar matang.

3. Jika ayam sudah matang, angkat dan tiriskan. Lalu suwir-suwir daging ayam tersebut dan ukur kaldunya 250 ml.

4. Setelah itu, haluskan semua bumbu halus seperti yang sudah ditentukan di atas. Lalu campurkan ayam yang sudah disuwir-suwir dengan bumbu halus, serai yang sudah dimemarkan bagian putihnya, daun dalam, merica bubuk, gula pasir dan garam. Kemudian, aduk sampai bumbu merata dengan ayam.

5. Selanjutnya, tuangkan air kaldu. Lalu didihkan.

6. Tuangkan santan. Lalu masak sampai meresap.

7. Setelah itu, dinginkan.

Cara membuat lemper:

1. Ambil sedikit ketan atau adonan kulit. Lalu pipihkan.

2. Beri isi ketan tersebut. Lalu bentuk lonjong atau sesuai dengan selera anda.

3. Setelah itu, bungkus dengan menggunakan daun pisang. Lakukan langkah yang sama sampai semua bahan-bahan habis.

4. Selanjutnya, anda bisa langsung menyajikan atau menghidangkan lemper buatan sendiri tersebut pada piring atau tempat saji yang disiapkan.

5. Lemper ayam pun siap dihidangkan.

Tampilkan Semua

Awas, si Pencuri Penglihatan Mengintai Anda

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pekan Glaukoma Sedunia menjadi peringatan tahunan yang diperingati setiap Maret. Seluruh dunia memperingati dengan melakukan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan mata secara...
Selengkapnya

Tampil Kurang Maksimal, Salwa dan Mirriam Tersingkir

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Memasuki minggu keempat babak play off, persaing­an antar kontestan ajang pencari bakat Rising Star Indonesia kian ketat. Acara yang disiarkan langsung oleh sebuah stasiun televise swasta, Senin (25/3) malam, menampilkan 7 kontestan...
Selengkapnya

Backstreet Boys Bakal Konser di Jakarta

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tahun ini tampaknya men­jadi waktu untuk bernos­talgia dengan musik era '90-an. Terbukti, setelah grup music Boyzone dan Westlife, gi­liran Backstreet Boys yang akan menggelar konser di Jakarta. Dilihat dari situs resminya,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Rusak Keindahan Kota

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Lomba Kaligrafi

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Hunian Sementara

Rabu 27/3/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Berhentilah Melakukan Korupsi di Era “Competitive Advantage” yang Makin Keras

Selasa 26/3/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Kasus jual beli jabatan kembali menjadi perhatian masyarakat. Baru-baru ini, KPK melakukan operasi tangkap tangan dan menetapkan mantan Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy alias Romi, sebagai tersangka dalam kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2018–2019.

 

Untuk mengupas ka­sus ini, Koran Jakarta mewawancarai Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, di Jakarta, Senin (25/3). Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana tanggapan Anda soal jual beli jabatan?

Persaingan yang tidak sehat itu sudah masuk dalam radar KPK sejauh ini sejak lama. Itulah se­babnya kompleksitas rekomendasi dashboardMonitoring Centre for Prevention (MCP) di dalam website: korsupgah.kpk.go.id, KPK meminta semua pemerintah daerah melaku­kan delapan area intervensi itu di mana di antaranya manajemen Aparat Sipil Negara (ASN) yang esensinya ditujukan agar integritas jenjang karier ASN tetap konsisten.

Karena persaingan menuju jenjang karier yang syarat dengan kriteria itu (fortofolio, pendidikan, dan lain-lain) sering digunakan dengan tidak kompetitif sehingga persain­gan di ASN dilakukan dengan tidak fair atau tidak adil.

Praktik jual beli jabatan sering terjadi di kementerian atau in­stansi apa?

Secara penin­dakan, KPK belum boleh masuk detail menjelaskan seperti apa posisinya di kementerian dan lembaga dari pena­taan jenjang karier tersebut, karena tentu harus dibuktikan (inkrah) lebih dahulu. Namun, analisis dari pen­gaduan yang masuk mengisyarat­kan bahwa KPK harus masuk pada menajemen ASN tersebut secara detail, sambil kalau bisa dibuktikan tentu dilakukan penindakan.

Selain Kemenag, apakah KPK su­dah mencium di kementerian lain?

Saya tidak akan masuk detail sebelum ke penyidikan. (Jika dilihat dari) Analisis dari pengaduan yang masuk ke KPK menunjukkan bahwa KPK sebaiknya masuk ke detail-de­tail manajemen jenjang karier ASN di banyak kementerian dan lembaga agar kesempa­tan dalam persaingan berlangsung dengan fair dan kompetitif.

Apakah mungkin pihak yang merekomendasikan tersebut bisa turut terlibat dan ditetapkan sebagai tersangka?

Dalam proses tindak pidana korupsi, peran orang-perorang dalam kasus tersebut didalami lebih dahulu seperti apa, termasuk apakah ada kick back-nya. Karena perdagangan pengaruh (influence trading) sesuai yang diminta oleh piagam Perserikatan Bangsa-Bang­sa (PBB) antikorupsi yang sudah Indonesia tanda tangani itu masih belum masuk dalam Undang-Un­dang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Indonesia sampai hari ini.

Sehingga menjadikan tersangka pi­hak lain dalam kasus harus dilihat secara detail. Ini sebabnya, KPK hanya masuk dalam kompetensi dan kewenangannya termasuk sep­erti apa UU Tipikor itu sendiri saat ini. Itu sebabnya pencegahan harus lebih intens untuk bagaimana tata kelola atau bisnis proses jenjang karir atau promosi, mutasi, demosi dan lain-lain.

Hukuman seperti apa yang kira-kira membuat jera para pe­nyelenggara negara yang melaku­kan jual beli jabatan?

Dihukum sesuai dengan UU yang kita miliki, tinggal bagaimana unsur yang memberatkannya, nanti jaksa dan penuntut KPK lebih inovatif.

Pesan buat pemangku kepentingan agar tidak melakukan jual beli jabatan?

Berhentilah berbuat yang tidak mendukung persaingan sehat di era competitive advantage yang semakin keras, agar Indonesia mentalis global semua. yolanda permata putri syahtanjung/AR-3

Tampilkan Semua

Perlu Komitmen Transparansi Dana Kampanye dari Partai Politik

Senin 25/3/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis pembatalan partai politik peserta Pemilu Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota yang tidak menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK).   Dari 16 parpol peserta Pemilu, hanya lima...
Selengkapnya

Suara Perempuan Signifikan dalam Pemenangan Pilpres

Jumat 22/3/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Perempuan merupakan salah satu ceruk suara yang potensial bagi kedua pasangan calon presiden-wakil presiden.   Selain karena jumlah pemilihnya yang besar, mendekati seten­gah dari seluruh total pemilih, permasalahan seputar...
Selengkapnya

Bawaslu Sudah Laksanakan Tugasnya, 45 Kasus Pelanggaran Telah Diputus

Rabu 20/3/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Banyak sekali anggapan jika Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu dalam melakukan pengawasan tidak serius dan tumpang-tindih saat menangani pelanggaran pemilu.   Anggapan tersebut muncul karena banyaknya infor­masi hoaks yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Teriakan dan Tarian Perdamaian

Sabtu 23/3/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
CATATAN ARSWENDO

 

Peristiwa penembakan bru­tal, biadab, di dua mesjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat, 15/3/19, membuat dunia geram, mengutuk, juga khawatir. Geram karena perbuatan satu dua orang yang menembaki semuanya, ke segala penjuru dalam mesjid. Peristiwa itu bahkan diunggah langsung pelaku, dengan korban 50 orang meninggal dunia, sejumlah yang sama luka. Dunia marah, geram, dan terancam.

Selandia Baru selalu dikenal sebagai negeri yang aman, tingkat kesejahteraan tinggi, bahkan kehidupan bersama mendapat pujian. Namun ternyata, juga ada peristiwa yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan. Dunia mengutuk, dan khawatir benar.

Khawatir karena ternyata “orang kulit putih yang merasa hebat” masih ada pengikut, dan menjalankan aksinya dengan menembaki yang “bukan kulit putih”, dalam hal ini para imigran dan beragama Islam.

Dunia mengutuk, namun tidak balas mengamuk. Dunia menghadapi kebencian dengan rangkulan, dengan doa bersama. Hari Minggu lalu, 12.000 warga Wellington, tempat kejadian perkara, mengadakan doa perdamaian dan ketabahan bagi yang keluarga yang ditinggalkan. Jumat kemarin diharap­kan lebih banyak lagi pengunjung yang berkumpul bersama, memperingati peristiwa terorisme dengan berdoa bersama. Bahkan, para perempuan mengenakan kerudung sebagai tanda korban akan korban yang berjatuhan. PM Selandia Baru yang muda, 38 tahun, memukau dunia ketika mendatangi korban dan memeluk keluarga korban dan dalam pidato resmi menyebut ini perbuatan para teroris.

Dunia cemas, dikemas dalam bentuk kebersamaan. Dengan tekad klise, tapi sangat berarti saat itu: peristiwa busuk tak harus terulang kembali, setop sam­pai di sini.

Maka yang kemudian berkembang bukan komentar nyinyir, menyindir lawan politik—yang masih berlang­sung di negeri ini, melainkan ajakan perdamian. Tak ada demo mendukung atau mengutuk atau menyalahkan siapa harus mengirim pasukan perang ke mana. Dan sungguh menggembirakan dunia, bahwa itu semua disambut dengan tenang, damai dan santun.

Dunia dibuat takut sesaat, namun tahu bagaimana bersikap. Untuk tidak terpecah, untuk tidak terbelah, untuk tetap bersama—juga dalam meng­hadapi terorisme. Inilah sebenarnya optimisme dalam bentuk nyata. Setiap kali ada duka dunia, setiap kali yang menonjol dalam kebersamaan. Adalah upaya untuk tetap bersahabat. Dalam kasus sejenis, ketika bencana banjir atau longsor, masyarakat sekitarnya terdorong untuk menyatuh, untuk saling membantu.

Ini jawaban tepat atas politik kebencian yang masih saja ada. Namun, juga terasakan bahwa gelombang perdamaian lebih mengemuka dibandingkan pertan­yaan perang. Setidaknya jika dibanding dengan peristiwa lain di belahan dunia lain, Paris misalnya.

Ini yang kita saksikan. Ini yang mengembalikan ke peradaban yang baik masih berlangsung. Teriakan perdamaian menjadi makin nyaring, makin terdengar, dan bukan kebencian, balas dendam, dan ketakutan . Di Se­landia Baru baru ditarikan kembali Tarian Huka, tarian suka asli, kini dengan tampilan modern. Tarian tentang perdamaian, juga melewati kematian.

Dan sebenarnya dari segi akar tradisi budaya, kita adalah manusia yang membawa perdamaian dan kebersa­maan dalam pergaulan kita.

Tampilkan Semua

Ira Puspadewi

Sabtu 23/3/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tantangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ke depan tidak ringan. Dibutuhkan kerja keras semua jajaran untuk dapat mewujudkan visinya, menjadi perusahaan jasa pelabuhan dan penyeberangan yang terbaik dan terbesar di tingkat regional,...
Selengkapnya

Teknologi Kulit Elektronik yang Kedap Air

Sabtu 23/3/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Terinspirasi dari ubur-ubur, para peneliti berhasil menciptakan kulit elektronik baru. Kulit elektronik ini transparan, sensitif terhadap sentuhan, dan mampu perbaiki diri sendiri dalam kondisi basah maupun kering. Terinspirasi dari...
Selengkapnya

Potensi Ekstrak Biji Alpukat untuk Antiradang

Sabtu 23/3/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat memiliki sifat anti-inflamasi (antiperadangan). Biji alpukat dapat menjadi sumber potensial untuk senyawa anti-inflamasi baru yang dapat dikembangkan, baik sebagai bahan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta