Koran Jakarta | November 19 2019
No Comments

8.000 Peserta Gotong Royong Bebersih Ciliwung

8.000 Peserta Gotong Royong Bebersih Ciliwung

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Ribuan warga dan para pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah, Masyarakat di sepanjang DAS Ciliwung, Komunitas Peduli Ciliwung, Lembaga Pendidikan dan Gerakan Pramuka, serta dunia usaha tersebut membersihakan sampah dari hulu hingga hilir Kali Ciliwung.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, bersama Gubernur Jawa Barat, Walikota Depok, Walikota dan Bupati Bogor, serta Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, M.R. Karliansyah, memimpin langsung kegiatan tersebut dan ikut serta membersihkan Sungai Ciliwung bersama masyarakat di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong-Bogor.

Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam sambutannya mengatakan Ciliwung adalah salah satu sungai strategis di Indonesia dan sekaligus merupakan ikon Jakarta. Sungai ini membentang dari hulu di Kabupaten Bogor, dan bermuara di Teluk Jakarta, Jakarta Utara dengan panjang 119 KM dan ada 13 anak sungai yang masuk ke Ciliwung sehingga mempengaruhi kualitas air sungai Ciliwung.

“Ciliwung dari masa ke masa menjadi sumber kehidupan dan aktivitas warga. Mulai dari sumber air baku, irigasi, hingga wisata menjadikan sungai ini menjadi pusat kehidupan warga yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Begitu banyak manfaatnya sehingga Sungai Ciliwung harus kita jaga dan lestarikan,” ujar Siti Nurbaya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan di 33 Kecamatan di sepanjang Sungai Ciliwung dengan lokasi pelaksanaan Bebersih Sampah di 36 lokasi.

Event ini bertujuan untuk kampanye serta edukasi lingkungan dengan memfasilitasi pengenalan potensi DAS Ciliwung kepada pihak perusahaan agar dapat berpartisipasi aktif dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem DAS Ciliwung.

Selain itu, untuk pengembangan jaringan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan DAS Ciliwung. Serta, sebagai bentuk nyatanya yaitu membersihkan sampah di sepanjang Sungai Ciliwung, dengan harapan dapat menjaga kearifan lokal dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat khususnya di daerah sepanjang DAS Ciliwung.

“Bebersih Ciliwung ini kolaborasi antara masyarakat, komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2019 dan Gerakan Bebas Sampah Plastik,” ungkapnya.

Menurutnya, Bebersih Ciliwung 2019 juga membidik Rekor Nasional MURI dari aspek jumlah komunitas yang terlibat dan panjang sungai yang dibersihkan.

Gerakan komunitas yang ada di sekitar Sungai Ciliwung tercatat pada tahun 1989 atas dasar inisiasi Gubernur Jakarta saat itu, Wiyogo Atmodarminto.

Saat itu, Pemerintah DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum, Walhi, Dana Mitra Lingkungan, Universitas Indonesia dan beberapa universitas lainya, mencetuskan suatu gerakan untuk memperhatikan sungai-sungai di Jakarta, khususnya Sungai Ciliwung dengan nama Gerakan Ciliwung Bersih (GCB).

“Gerakan komunitas mampu membangun modal sosial masyarakat perkotaan dengan tidak hanya memperjuangkan hak-hak sosial tetapi juga kelestarian lingkungan sungai sebagai bagian dari kehidupan sosial mereka. Gerakan ini berorientasi ke depan dengan mengadopsi isu adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan sistem tanggap darurat bencana alam selain masalah pencemaran dan sampah yang merupakan masalah sehari-hari,” tutur Menteri LH dan Kehutanan.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment